KERANGKA PEMIKIRAN
TAHAP 1 : TAHAP INPUT Matriks Evaluasi Faktor
5. Kekuatan Kompetitif
Menurut David (2009), salah satu bagian terpenting dari audit eksternal adalah mengidentifikasi perusahaan pesaing dan menentukan kekuatan, kelemahan, kapabilitas, peluang, ancaman, tujuan, dan strategi mereka. Mengumpulkan dan mengevaluasi informasi tentang pesaing penting bagi perumusan strategi yang berhasil. Untuk hal tersebut, program intelijen kompetitif menjadi penting bagi perusahaan.
Sebagaimana didefinisikan secara baku oleh Society of Competitive Intelligence Professionals (SCIP), intelijen kompetitif adalah sebuah proses yang sistematis dan etis untuk mengumpulkan serta menganalisis informasi mengenai aktivitas pesaing dan tren bisnis umum untuk mencapai tujuan bisnis sendiri. Intelijen kompetitif yang baik adalah salah satu kunci untuk meraih keberhasilan. Semakin banyak informasi dan pengetahuan yang bisa diperoleh sebuah perusahaan mengenai para pesaingnya, semakin besar kemungkinan untuk merumuskan serta menerapkan strategi yang efektif. Kelemahan pesaing utama bisa merepresentasikan peluang eksternal, sebaliknya kekuatan pesaing utama bisa jadi merepresentasikan ancaman utama.
Perubahan membutuhkan program intelijen kompetitif yang efektif. Adapun tiga misi utama program intelijen kompetitif adalah menyediakan pemahaman umum mengenai suatu industri dan para pesaingnya, mengidentifikasi di area mana saja pesaing lemah dan menilai dampak aksi strategis terhadap pesaing, dan mengidentifikasi gerakan yang mungkin akan diambil oleh pesaing yang akan membahayakan posisi perusahaan di pasar. Informasi kompetitif dapat diterapkan baik pada aktivitas perumusan, penerapan, maupun pengevaluasian keputusan.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Model Lima Kekuatan Porter tentang analisis kompetitif berguna untuk mengembangkan strategi di banyak industri. Menurut Porter dalam David (2009), hakikat persaingan di suatu industri tertentu dapat dipandang sebagai perpaduan dari lima kekuatan. Adapun lima kekuatan tersebut yaitu persaingan antarperusahaan saingan, potensi masuknya pesaing baru, potensi pengembangan produk-produk pengganti, daya tawar pemasok, dan daya tawar konsumen.
Sumber : David (2009)
Gambar 3 Model Lima Kekuatan Porter
Seperti terlihat pada Gambar 3. Model Lima Kekuatan Porter (Porter’s Five Forces Model) memfokuskan pada analisis kekuatan eksternal dan variabel industri sebagai dasar dari mempertahankan kekuatan kompetitif di dalam industri (David 2009). Kekuatan kompetitif ditentukan oleh posistioning kompetitif di dalam industri. Persaingan dalam industri dapat dilihat sebagai kombinasi lima kekuatan tersebut, antara lain :
1) Persaingan antar perusahaan sejenis
Strategi yang dijalankan oleh suatu perusahaan hanya dapat berhasil jika mereka memberikan keunggulan kompetitif dibanding srtategi yang dijalankan oleh pesaing sehingga persaingan dengan perusahaan sejenis biasanya merupakan kekuatan terbesar dalam lima kekuatan kompetitif.
2) Kemungkinan masuknya pesaing baru
Jika perusahaan semakin mudak masuk ke dalam industri, hal itu menunjukkan bahwa intensitas persaingan antar perusahaan akan semakin meningkat. Ada beberapa hambatan untuk masuk dalam industri bagi suatu perusahaan antara lain hambatan untuk mendapatkan teknologi dan pengetahuan khusus, kurangnya pengalaman, tingginya kesetiaan pelanggan, kuatnya preferensi merek, besarnya kebutuhan akan modal, kurangnya jalur distribusi yang memadai, peraturan pemerintah, tarif, kurangnya akses terhadap bahan mentah, kepemilikan paten, lokasi yang kurang menguntungkan, serangan balasan dari perusahaan yang sudah mapan, potensi kejenuhan pasar dan tentu saja kebutuhan untuk mencapai skala ekonomi. Di samping itu, terkadang perusahaan baru memasuki suatu bisnis dengan produk berkualitas lebih tinggi, harga lebih rendah dan sumber daya pemasaran yang lebih besar. Hal ini memungkinkan penyusunan strategi lebih menitikberatkan pada identifikasi perusahaan yang berpotensi menjadi pesaing, memonitor pesaing baru untuk membuat serangan balasan bila dibutuhkan serta untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang saat ini.
3) Potensi pengembangan produk subtitusi
Dalam banyak kasus, perusahaan bersaing dekat dengan produk subtitusi dalam industri yang berbeda. Tekanan kompetisi yang berasal dari produk subtitusi meningkat sejalan dengan menurunnya harga relatif dari produk
Potensi Pengembangan Produk Substitusi
Persaingan antar Perusahaan Sejenis Kekuatan Tawar-
Menawar Penjual/Produk
Kemungkinan Masuknya Pesaing Baru
Kekuatan Tawar- Menawar Pembeli/Konsumen
subtitusi dan sejalan dengan menurunnya biaya konsumen untuk beralih ke produk lain. Cara terbaik untuk mengukur kekuatan kompetitif produk subtitusi adalah dengan memantau pangsa pasar yang didapat produk-produk tmeersebut dan memantau rencana perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan penetrasi pasar.
4) Kekuatan tawar menawar penjual atau pemasok
Kekuatan tawar menawar dengan pemasok mempengaruhi intensitas persaingan dalam industri. Hal ini khususnya dikarenakan ketika terdapat sejumlah besar pemasok, ketika hanya terdapat sedikit barang subtitusi yang cukup bagus, atau ketika biaya untuk mengganti bahan baku cukup mahal. 5) Kekuatan tawar menawar pembeli atau konsumen
Kekuatan tawar menawar konsumen sangat mempengaruhi intensitas persaingan adalah ketika konsumen terkonsentrasi atau besar jumlahnya atau membeli dalam jumlah yang besar. Hal lain yang membuat kekuatan tawar menawar konsumen lebih tinggi ialah ketika produk yang dibeli ialah produk standar dan tidak terdiferensiasi. Perusahaan pesaing mungkin menawarkan garansi atau khusus untuk mendapatkan kesetiaan pelanggan ketika kekuatan tawar menawar konsumen cukup besar.
Berdasarkan pendapat David (2009) mengenai analisis faktor eksternal maka dapat disimpulkan bahwa dalam mengaudit lingkungan eksternal perusahaan maka terdapat beberapa faktor yang harus dianalisis. Adapun faktor- faktor eksternal yang perlu dianalisis ialah kekuatan ekonomi, kekuatan sosial, budaya, demografis, dan lingkungan, kekuatan politik, pemerintahan, dan hukum, kekuatan teknologi, dan kekuatn kompetitif.
Analisis Matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats)
Menurut Rangkuti (2005), SWOT memiliki definisi berupa singkatan dari Strengths dan Weaknesses internal suatu daerah serta Opportunities dan Threats dalam lingkungan eksternal yang dihadapi oleh suatu daerah. Analisis SWOT merupakan suatu cara sistematis untuk mengidentifikasikan faktor-faktor dan strategi yang menggambarkan kesesuaian yang paling baik di antara berbagai alternatif yang ada. Analisis ini didasarkan pada asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang serta meminimalkan kelemahan dan ancaman.
Menurut David (2009), Matriks SWOT adalah sebuah alat pencocokan yang penting yang dapat membantu para manajer mengembangkan empat jenis strategi yakni Strategi SO (Kekuatan-peluang), Strategi WO (Kelemahan- peluang), Strategi ST (Kekuatan-ancaman), dan Strategi WT (Kelemahan- ancaman). Mencocokkan faktor-faktor eksternal dan internal utama merupakan bagian tersulit dalam mengembangkan Matriks SWOT dan membutuhkan penilaian yang baik. Adapun Strategi SO merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk menarik keuntungan dari pelang eksternal. Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan cara mengambil keuntungan dari peluan eksternal. Strategi ST adalah strategi yang menggunakan kekuatan sebuah perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. Strategi WT merupakan taktik defensif yang
diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman eksternal. Terdapat delapan langkah dalam membentuk sebuah Matriks SWOT yakni sebagai berikut:
1. Buat daftar peluang-peluang eksternal utama perusahaan. 2. Buat daftar ancaman-ancaman eksternal utama perusahaan. 3. Buat daftar kekuatan-kekuatan internal utama perusahaan. 4. Buat daftar kelemahan-kelemahan internal utama perusahaan.
5. Cocokkan kekuatan internal dengan peluang eksternal, dan catat hasilnya pada sel Strategi SO.
6. Cocokkan kelemahan internal dengan peluang eksternal, dan catat hasilnya pada sel Strategi WO.
7. Cocokkan kekuatan internal dengan ancaman eksternal, dan catat hasilnya pada sel Strategi ST.
8. Cocokkan kelemahan internal dengan ancaman eksternal, dan catat hasilnya pada sel Strategi WT.
Identifikasi Kekuatan (Strengths)
Kekuatan merupakan suatu kelebihan khusus yang memberikan keunggulan komparatif di dalam suatu industri yang berasal dari organisasi. Kekuatan organisasi akan mendukung perkembangan usaha dengan cara memperhatikan sumber dana, citra, kepemimpinan pasar, hubungan dengan konsumen ataupun pemasok, serta faktor-faktro lainnya.
Identifikasi Kelemahan (Weaknesses)
Kelemahan adalah keterbatasan dan kekurangan dalam hal sumberdaya, keahlian dan kemampuan yang secara nyata menghambat aktivitas keragaan organisasi. Fasilitas, sumberdaya keuangan, kemampuan manajerial, keahlian pemasaran dan pandangan orang terhadap merek dapat menjadi sumber kelemahan.
Identifikasi Peluang (Opportunities)
Peluang adalah situasi yang diinginkan atau disukai dalam lingkungan organisasi. Segmen pasar, perubahan dalam persaingan atau lingkungan, perubahan teknologi, peraturan baru atau yang ditinjau kembali dapat menjadi sumber peluang bagi perusahaan.
Identifikasi Ancaman (Threats)
Ancaman adalah sebuah situasi yang paling tidak disukai dalam lingkungan organisasi dan juga merupakan penghalang bagi posisi yang diharapkan oleh organisasi. Masuknya pesaing baru, pertumbuhan pasar yang lambat, meningkatnya posisi penawar pembeli dan pemasok, perubahan teknologi, peraturan baru atau yang ditinjau kembali dapat menjadi sumber ancaman bagi organisasi.
Berdasarkan pendapat mengenai para ahli tersebut mengenai analisis Matriks SWOT maka dapat disimpulkan bahwa matriks SWOT merupakan salah satu alat analisis untuk mencocokkan faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal dalam rangka mengembangakan strategi yang dihasilkan, yakni strategi
yang tersusun dari perpaduan kondisi internal dan eksternal berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Analisis Matriks QSP (Quantitative Strategic Planning Matrix)
Menurut David (2009), QSPM adalah alat yang memungkinkan para penyusun strategi mengevaluasi berbagai strategi alternatif secara objektif, berdasarkan faktor-faktor keberhasilan penting eksternal dan internal yang diidentifikasi sebelumnya. QSPM menggunakan analisis input dari Tahap 1 dan hasil pencocokkan dari Tahap 2 untuk secara objektif menentukan strategi yang hendak dijalankan di antara strategi-strategi alternatif. Itu artinya, Matriks EFE dan Matriks IFE yang menyusun Tahap 1, ditambah dengan Matriks SWOT dan Matriks IE yang menyusun Tahap 2, menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun QSPM pada Tahap 3.
Berdasarkan pendapat David (2009) mengenai analisis matriks QSP maka dapat disimpulkan bahwa matriks QSP merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengevaluasi alternatif strategi secara obejktif dan menjadi alat analisis yang dapat digunakan untuk memutuskan strategi yang tepat yang akan diterapkan.
Kerangka Berpikir
Berdasarkan unsur-unsur yang telah dijelaskan sebelumnya, maka perlu dirumuskan kerangka berpikir sebagai berikut :
1. Hubungan unsur Keanggotaan terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah terdapat pada keberhasilan dari perumusan strategi dan penerapan strategi yang akan dijalankan. Keanggotaan merupakan prinsip utama dalam koperasi di mana keberadaan koperasi adalah untuk memenuhi kebutuhan anggotanya, dilakasanakan oleh anggota dengan memiliki badan pengurus dan pengawas dalam pelaksanaan. Dibutuhkan kerjasama dari seluruh anggota dalam memformulasikan sebuah strategi pengembangan terlebih untuk memperkuat roda perkeonomian anggota dalam koperasi.
2. Hubungungan unsur manajemen perusahaan terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah terdapat pada kelima aktivitas dari unsur manajemen itu sendiri. Adapun kelima aktivitas tersebut adalah perencanaan, pengorganisasian, pemotivasian, penentuan staf, dan pengontrolan. Lima aktivitas dari unsur manajemen dapat dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan dalam pengembangan usaha yang dijalankan oleh Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
Usaha dikatakan maju apabila suatu perusahaan mengalami peningkatan dari aspek bisnisnya. Peningkatan aspek bisnis tersebut dapat dinilai dari peningkatan jumlah volume usaha, kualitas produksi dan pelayanan, karyawan, modal, dan kesejahteraan karyawan. Indikator-indikator peningkatan usaha tersebut sangat berkaitan erat dengan kelima aktivitas pada unsur manajemen. Oleh karena itu semakin bagus sistem manajemen yang diterapkan maka akan semakin baik pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
3. Hubungan unsur pemasaran perusahaan terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah terdapat pada variabel-variabel yang membentuk unsur pemasaran itu sendiri. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa pemasaran memberikan kontribusi yang sangat penting karena dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan dalam penerapan strategi usaha. Salah satu kunci utama bagi keberhasilan sistem pemasaran yang dilakukan perusahaan ialah terletak pada segmentasi yang telah dibuat. Segmentasi pasar secara langsung memengaruhi variabel-variabel bauran pemasaran yakni produk, tempat, promosi, dan harga. Keempat variabel bauran pemasaran tersebut memiliki beberapa komponen yang dapat memengaruhi keputusan- keputusan segmentasi pasar dan tentunya mempengaruhi keputusan akhir dalam memformulasikan strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
Adapun variabel produk dalam segmentasi tersebut memfokuskan pada komponen-komponen yang dapat menciptakan produk yang lebih baik, baik dari segi kualitas, fitur dan pilihan, gaya, nama merek, pengemasan, lini produk, garansi, dan tingkat layanan. Variabel tempat dalam segmentasi memfokuskan pada komponen-komponen seperti saluran distribusi, cakupan distribusi, lokasi gerai, wilayah penjualan, tingkat dan lokasi, persediaan, dan kurir transportasi. Pada variabel promosi, memfokuskan pada komponen-komponen iklan, penjualan, perorangan, promosi penjualan, dan publisitas. Dan pada variabel harga, tingkat harga, diskon dan potongan harga, syarat yang diberlakukan, dan pembayaran, menjadi fokus dalam penjabaran segmentasi harga.
Tidak hanya segmentasi tapi juga perusahaan harus mampu menentukan pemosisian produk yang tepat. Pemosisian produk mencakup pengembangan representasi skematis yang mencerminkan bagaimana perbandingan antara produk atau jasa yang dihasilkan dengan produk atau jasa pesaing dalam dimensi-dimensi terpenting bagi keberhasilannya dalam industri. Strategi dapat berpeluang untuk diterapkan secara berhasil apabila perusahaan mampu memasarkan produknya dengan baik. untuk dapat memasarkan produknya dengan baik, maka Koperasi Mira Tani Parahyangan harus mampu mendefinisikan bauran pemasaran usahanya dengan tepat. Oleh karena itu semakin tepat bauran pemasaran yang dimiliki maka akan semakin tepat pula keputusan akhir yang dapat diambil terkait dengan peningkatan yang signifikan dalam penjualan di area baru dengan produk baru atau yang lebih baik pada pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
4. Hubungan unsur keuangan dan akuntansi terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah adanya kebutuhan akan modal tambahan untuk keberhasilan penerapan strategi yang telah diformulasikan. Perusahaan harus sedapat mungkin menggunakan pendekatan penerapan strategi efektif berbiaya rendah dan memiliki sedikit risiko bagi perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Keuangan merupakan suatu hal yang krusial bagi perusahaan untuk menjalankan usahanya. Dibutuhkan kombinasi yang tepat dalam mengelola keuangan agar aktivitas usaha perusahaan dapat berjalan
dengan lancar. Ditinjau dari aspek keuangan ini, maka terdapat beberapa cara untuk menilai keberhasilan suatu formulasi strategi pengembangan usaha yang akan diterapkan. Adapun beberapa cara tersebut antara lain perhitungan laporan keuangan, penyusunan anggaran keuangan, dan mengevaluasi nilai suatu usaha.
Setiap transaksi yang terjadi adalah hal yang penting untuk keperluan perhitungan nilai finansial atau nilai tunai sebuah usaha/bisnis guna menerapkan strategi pengembangan usaha dengan berhasil.
Manajer keuangan dan akuntansi harus dapat mengelola keuangan perusahaan dengan tepat dan teliti serta dapat memilih dan menggunakan pendekatan penerapan strategi yang efektif dengan biaya yang rendah dan memiliki sedikit risiko bagi perusahaan.
Unsur keuangan dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan atau kegagalan dalam penerapan strategi pengembangan usaha. Menentukan paduan yang tepat dalam pengelolaan keuangan antara utang dan ekuitas dalam struktur modal sebuah perusahaan sangat penting dalam penerapan strategi pengembangan usaha yang berhasil. Oleh karena itu, semakin tepat sistem pengelolaan keuangan yang diterapkan maka akan semakin baik pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
5. Hubungan unsur produksi/operasi terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah bahwa keputusan-keputusan yang terkait dengan produksi mengenai aspek-aspek yang terdapat pada proses produksi/operasi itu sendiri. Aktivitas produksi/operasi sering kali merepresentasikan bagian terbesar dari aset manusia dan modal suatu organisasi. Di kebanyakan industri, biaya terbesar dalam membuat suatu produk atau jasa terjadi di dalam operasi, sehingga produksi/operasi dapat memiliki nilai yang besar sebagai senjata kompetitif dalam strategi keseluruhan perusahaan. Kekuatan dan kelemahan dalam kelima fungsi produksi yakni proses, kapasitas, persediaan, angkatak kerja, dan kualitas, dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu bisnis. Oleh karena itu, semakin bagus sistem produksi/operasi yang dijalankan maka akan semakin baik pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
6. Hubungan unsur Sistem Informasi dan Manajemen perusahaan terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah bahwa pengumpulan, pencarian, dan penyimpanan informasi dapat digunakan untuk menciptakan keunggulan kompetitif bagi kegiatan usaha yang dijalankan. Pengumpulan, pencarian, dan penyimpanan informasi dapat digunakan untuk menciptakan keunggulan kompetitif seperti penjualan lintas ke konsumen, pemonitoran pemasok, penyediaan informasi bagi manajer dan karyawan, aktivitas koordinasi antardivisi, dan pengelolaan keuangan. Seperti persediaan dan sumber daya manusia, informasi kini diakui sebagai aset organisasi yang berharga yang bisa dikendalikan dan dikelola. Perusahaan yang mengumpulkan, mengasimilasi, dan mengevaluasi informasi eksternal serta internal secara efektif memiliki keunggulan kompetitif atas perusahaan lain. Menyadari pentingnya mempunyai sistem informasi manajemen yang efektif tidak akan menjadi pilihan di masa mendatang, tetapi juga akan menjadi
persyaratan. Informasi menjadi landasan pemahaman di sebuah perusahaan. Di banyak industri, informasi menjadi faktor terpenting untuk membedakan perusahaan yang berhasil dari yang gagal. Proses manajemen strategis sangat terbantu di perusahaan-perusahaan yang memiliki sistem informasi manajemen yang efektif. Manajemen sistem informasi semakin diperlukan untuk menyediakan kepemimpinan dan pelatihan bagi semua individu di perusahaan. Oleh karena itu, semakin efektif sistem informasi manajemen yang dimiliki maka akan semakin baik pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
7. Hubungan unsur kekuatan ekonomi yang terdapat di luar perusahaan terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah bahwa faktor ekonomi memiliki dampak langsung terhadap daya tarik potensial dari beragam strategi. Kondisi ekonomi bangsa Indonesia akan sangat mempengaruhi kondisi internal perusahaan secara keseluruhan. Kebijakan perekonomian yang berlaku secara legal dapat mempengaruhi tingkah laku masyarakat dalam membelanjakan uangnya. Kecenderungan masyarakat untuk meningkatkan atau menurunkan daya belinya akan mempengaruhi tingkat penjualan produk suatu perusahaan. Fluktuasi kondisi ekonomi Indonesia akan mempengaruhi secara langsung pada biaya-biaya penerapan strategi pengembangan usaha yang harus dikeluarkan oleh Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Oleh karena itu, semakin lengkap informasi terkait keterkinian kondisi perekonomian bangsa maka akan semakin baik pengembangan usaha Koperasi Mitra Parahyangan.
8. Hubungan unsur kekuatan sosial, budaya, demografis, dan lingkungan eksternal perusahaan terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah bahwa perubahan sosial, budaya, demografis, dan lingkungan memiliki dampak yang besar atas produ, jasa, pasar, dan konsumen. Organisasi-organisasi kecil, besar, laba, dan nirlaba di semua industri dikejutkan dan ditantang oleh peluang dan ancaman yang muncul dari perubahan dalam variabel sosial, budaya, demografis, dan lingkungan. Dalam hampir segala hal, dunia saat ini berbeda dibandingkan kemarin, dan esok menjanjikan perubahan yang lebih besar lagi. Tren-tren sosial, budaya, demografis, dan lingkungan membentuk cara hidup masyarakat, bekerja, memproduksi, dan mengonsumsi. Tren- tren baru itu menciptakan jenis konsumen yang berbeda, dan konsekuensinya, menciptakan kebutuhan akan produk, jasa, dan strategi yang berbeda pula. Oleh karena itu, semakin tinggi sensitifitas terhadap perubahan sosial, budaya, demografis, dan lingkungan eksternal maka akan semakin tepat dalam menerapkan strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
9. Hubungan unsur kekuatan politik, pemerintahan, dan hukum suatu bangsa terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah bahwa faktor-faktor politik, pemerintahan, dan hukum dapat merepresentasikan perluang atau ancaman utama baik bagi organisasi kecil maupun besar. Kebijakan pemerintah, ramalan politik, dan perubahan-perubahan dalam hukum paten, Undang-undang perdagangan, tarif pajak, dan aktivitas lobi dapat memberi pengaruh signifikan pada
perusahaan serta dapat menjadi bagian terpenting dari audit eksternal. Adanya Undang-undang, badan pembuat peraturan, dan kelompok kepentingan khusus dapat memberi dampak yang besar terhadap strategi dari organisasi kecil, besar, laba, dan nirlaba. Oleh karena itu, semakin akurat informasi yang dimiliki terkait perubahan kebijakan politik, pemerintahan, dan hukum, maka akan semakin baik pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
10.Hubungan unsur kekuatan teknologi terhadap formulasi strategi pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan ialah bahwa perubahan dan penemuan teknologi yang revolusioner memiliki dampak yang dramatis terhadap organisasi perusahaan. Salah satu dari perubahan dan penemuan teknologi tersebut ialah perkembangan internet. Internet bertindak sebagai mesin ekonomi nasional dan global yang memacu pertumbuhan, sebuah faktor yang sangat penting dalam kemampuan sebuah negara untuk meningkatkan standar hidup, dan internet pula membuat perusahaan mampu menghemat biaya distribusi dan transaksi dari penjualan langsung ke sistem swalayan. Internet mengubah hakikat terdalam dari peluang dan ancaman dengan mengubah siklus hidup produk, meningkatkan kecepatan distribusi, menciptakan produk dan jasa baru, menghapuskan batasan-batasan pasar geografis tradisional, dan mengubah perimbangan historis antara standardisasi produk dan fleksibilitas. Internet pun mengubah skala ekonomi, mengubah hambatan masuk, serta menegaskan kembali hubungan antara industri dengan berbagai pemasok, kreditor, konsumen, dan pesaing. Manajemen teknologi merupakan salah satu tanggung jawab utama para penyusun strategi. Perusahaan perlu menjalankan strategi yang bisa memanfaatkan peluang yang ditawarkan teknologi untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkesinambungan di pasar. Oleh karena itu, semakin efektif sistem manajemen teknologi yang diterapkan maka akan semakin baik pengembangan usaha Koperasi Mitra Tani Parahyangan.
11.Hubungan unsur kekuatan kompetitif terhadap strategi pengembangan