• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEOR

B. Penggunaan Internet Dalam Pembelajaran

6. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Internet

Menyadari bahwa di internet dapat ditemukan berbagai informasi dan informasi itu dapat diakses secara lebih mudah, kapan saja dan dimana saja, maka

pemanfaatan internet menjadi suatu kebutuhan. Bukan itu saja, penggunaan internet bisa berkomunikasi dengan pihak lain dengan cara yang sangat mudah melalui teknik e-moderating yang tersedia di internet.

Manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, antara lain dapat disebutkan sebagai berikut:

a. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tampa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.

b. Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bias saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.

c. Siswa dapat belajar atau me-riview bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di computer. d. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan

bahan yang dipelajari, ia dapat melakukan akses di internet.

e. Bila guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.

f. Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.

g. Relative lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri, dan sebagainya.55

Menurut Nana Syaodin Sukmadinata dalam bukunya Landasan Psikologi Proses Pendidikan, mengklasifikasikan keuntungan penggunaan internet dalam belajar (e-Learning) antara lain: a) Biayanya murah, b) Mengikuti perkembangan- perkembangan terakhir, c) Bahan bisa dipilih sesuai kebutuhan, d) Bahan mengikuti waktu, e) Orang dapat mengakses e-learning kapan saja dan dimana saja, f) Jutaan orang di seluruh dunia dapat mengakses e-learning bersama-sama, g) Bersifat universal, h) Bisa membangun masyarakat, i) Bisa dari skala kecil sampai besar.56

Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e- learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan.

Kekurangan menggunakan internet khususnya dalam pendidikan, antara lain:

55

Dewi Salma Prawiradilaga dan Eveline Siregar, Op.Cit., h.201

56

Nana Syaodin Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), h.207

a. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antara siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bias memperlambat terbentuknya value dalam proses belajar dan mengajar.

b. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek social dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersil.

c. Proses belajar dan mengajarnya cenderung kea rah pelatihan dari pada pendidikan.

d. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional , kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.

e. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.

f. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).

g. Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan soal- soal internet.

h. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.57

C. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai peserta didik dengan kriteria tertentu.58

Menurut Nana Sudjana dalam buku karangannya “Penilaian Hasil Proses

Belajar Mengajar”, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Howard Kingsley membagi tiga macam hasil belajar, yakni keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian, sikap dan cita-cita. Sedangkan Gagne membagi menjadi 5 kategori hasil belajar yakni informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, keterampilan motoris.59

57

Budi Sutedjo Dharma Oetomo, e-Education Konsep, Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan, (Yogyakarta: ANDI, 2002), h.201-202

58

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Belajar Mengajar(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001),h. 3.

59Ibid.

2. Indikator Hasil Belajar

Menurut Syaiful Bahri Djamarah yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil apabila telah memenuhi beberapa indikator keberhasilan belajar. Adapun indikator keberhasilan belajar adalah:

a. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok.

b. Perilaku yang di gariskan dalam tujuan pengajaran (instruksional) khusus (TIK) telah dicapai oleh peserta didik, baik secara individu maupun kelompok.60

3. Macam-macam Pengukuran Hasil Belajar

Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotris.

a. Ranah kognitif, berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kedua aspek pertama kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi. b. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni

penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. c. Ranah psikomotoris, berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan

kemampuan bertindak. Ada enam sapek raah psikomotis, yakni gerakan refleks, keterampilan gerak dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan, gerakan keterampialn kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif.61

Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para peserta didik dalam menguasai isi

60

Syaiful Bahri D, Strategi Belajar mengajar(Jakarta: Rineka Cipta,2010), h. 106.

61Ibid.

bahan pengajaran. Penelitian ini juga penulis hanya mengambil ranah kognitif saja yang menjadi objek penilaian hasil belajar.

D. Kerangka Berpikir

Pembiayaan pendidikan dan penggunaan internet dalam pembelajaran adalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikatakan oleh Doug Lennick dan Onno W. Purbo. Doug Lennick yang menyatakan hampir tidak ada upaya pendidikan yang dapat mengabaikan peranan biaya, sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa biaya, proses pendidikan (di sekolah) tidak dapat berjalan. Sedangkan Onno W. Purbo dalam bukunya menjelaskan bahwa penggunaan internet dalam pembelajaran (e-learning) adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pembelajaran lewat teknologi internet. Keduanya sangat berperan besar dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jika keduanya dilakukan secara mksimal, maka bukan tidak mungkin hasil belajar yang diperoleh peserta didik akan meningkat dan mencapai nilai yang terbaik. Peneliti tertarik melakukan penelitian pengaruh dimana pembiayaan pendidikan disertai dengan penggunaan internet dalam pembelajaran dimungkinkan membantu peserta didik (siswa) dalam memahami materi belajar dalam kegiatan belajar mengajar baik di sekolah maupun diluar sekolah sehingga akan menghasilkan hasil belajar yang baik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Secara skematis kerangka berpikir dapat dilihat pada bagan sebagai berikut :

Dokumen terkait