• Tidak ada hasil yang ditemukan

Setiap investasi memiliki kekurangan dan kelebihan antara lain (Halim Abdul, 2009:32) yaitu :

a. Tabungan di bank

1) Kelebihannya adalah harga nominal yang ditabungkan tidak akan berkurang harganya, mudah diambil setiap saat, pemerintah menjamin tabungan hingga 2 milyar.

2) Kelemahannya adalah walaupun aman, produk tabungan hanya memberikan bunga yang rendah, biasanya bunga yang diperoleh dari menabung tergerus by. administrasi perbankan.

b. Deposito

1) Kelebihannya adalah jumlah nominal yang didepositokan dijamin tidak akan berkurang, mendapatkan keuntungan berupa bunga dengan tingkat yang lebih baik dari tabungan di bank.

2) Kelemahannya adalah likuiditas lebih rendah daripada tabungan, jika diambil sebelum jatuh tempo penyimpanan pemilik deposito bisa terkena penalti/denda.

c. Obligasi

1) Kelebihannya adalah tingkat bunga obligasi bersifat konsisten dalam arti tidak dipengaruhi harga pasar obligasi, pemegang obligasi dapat memperkirakan pendapatan yang akan diterima sebab dalam banyak kontrak perjanjian sudah ditentukan secara pasti hak-hak yang akan diterima pemegang obligasi, investasi

obligasi dapat pula melindungi resiko pemegang obligasi dari kemungkinan terjadinya inflasi, dan obligasi dapat digunakan sebagai bahan agunan kredit bank dan untuk membeli instrument aktiva lain.

2) Kelemahannya adalah tingkat bunga pasar keuangan dengan harga obligasi mempunyai hubungan negatif apabila harga obligasi naik maka tingkat bunga akan turun dan sebaliknya, tingkat likuiditas obligasi rendah hal ini dikarenakan pergerakan harga obligasi khususnya apabila harga obligasi menurun, resiko penarikan apabila dalam kontrak perjanjian obligasi ada persyaratan penarikan obligasi perusahaan dapat menarik obligasi sebelum jatuh tempo dengan membayar sejumlah premi, dan resiko kecurangan apabila perusahaan penerbit mampu melunasi kewajibannya ataupun mengalami kebangkrutan maka pemegang obligasi akan menderita kerugian.

d. Saham

1) Kelebihannya adalah saham bisa memberikan keuntungan yang sangat tinggi diatas produk tabungan dan deposito, pemilik saham juga bisa mendapatkan laba atau keuntungan dari kegiatan perusahaan yang disebut dengan dividen berdasarkan jumlah kepemilikian saham, pemilik saham bisa mendapatkan “capital gain” yakni keuntungan dari selisih harga beli saham dan harga jualnya.

2) Kekuranganya adalah resiko besar karena harga saham sangat rentan terhadap perubahan ekonomi, tidak mendapatkan dividen karena perusahaan mengalami defisit anggaran ataupun karena perusahaan bangkrut, adanya penghentian transaksi untuk perusahaan tertentu membuat pemegang saham tersebut tidak bisa melakukan jual beli saham.

e. Valuta Asing

1) Kelebihannya adalah modal yang dibutuhkan fleksibel tergantung kekuatan finansial pemodal, pemodal bisa melakukan investasi ini secara individu tanpa harus masuk kesalah satu perusahaan pialang seperti pada investasi saham pada PT. Solid Gold Berjangka di Makassar yang menjadi objek penelitian ini, jika dibutuhkan mendesak valuta asing bisa dicairkan sewaktu-waktu antara lain melalui “Money Changer”.

2) Kelemahannya adalah resiko membeli mata uang asing sangat besar, ini karena diindonesia mata uang asing sangat fluktuatif harga tukarnya dan sangat rentan terhadap kebijakan pemerintah.

f. Properti

1) Kelebihannya adalah harga properti biasanya akan naik seiring inflasi.

2) Kekuranganya adalah properti sangat bergantung pada daya beli masyarakat, pemodal membutuhkan dana besar untuk berinvestasi di properti

g. Emas

1) Kelebihannya adalah harga emas cenderung stabil dan naik, dimanapun akan dijual harga emas akan sama, emas tersedia dari berat satu gram sehingga bisa berinvestasi dalam bentuk emas.

2) Kelemahannya adalah sulit dalam penyimpanan karena bila tidak hati-hati akan mudah untuk dicuri.

h. Barang Koleksi

1) Kelebihannya adalah barang koleksi tidak akan turun saat terjadi krisis ekonomi, harganya bergantung pada usia semakin lama semakin mahal.

2) Kelemahannya adalah tidak akan mudah mendapatkan pembeli karena sifatnya sebagai barang koleksi karena menggemari barang tersebut, bukan karena manfaatnya.

i. Reksadana

1) Kelebihannya adalah pemodal kecil bisa melakukandiversifikasi modal sehingga bisa memperkecil resiko kerugian, memudahkan pemodal yang tidak memiliki keahlian atau keuntungan untuk berinvestasi dipasar modal, pemodal dibantu manajer investasi sehingga pemodal menghemat waktu.

2) Kelemahannya adalah resiko berkurangnya unit penyertaan (bukti kepersertaan dalam reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif) jika harga efek (saham, obligasi, dan surat berharga lain) turun, manajer investasi bisa saja mengalami kesulitan menyediakan

uang jika banyak pemodal bersamaan melakukan penjualan kembali, resiko wanprestasi jika perusahaan asuransi reksadana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari harga pertanggungan reksadana.

Ada beberapa tipe investor berdasarkan tingkat penerimaan resikonya antara lain yaitu :

1. Tipe Konservatif

Umumnya, tipe ini tidak berani menghadapi risiko kerugian dan ketidakpastian. Tipe ini cenderung untuk memilih instrument yang sangat aman dengan hasil yang sudah diketahui sebelumnya, seperti tabungan dan deposito. Kalaupun mempertimbangkan jenis instrumen berisiko, seperti obligasi atau saham, hanya porsi kecil dari dana investasinya yang akan dialokasikan ke dalam instrument berisiko tersebut. Tipe konservatif sangat mengutamakan keamanan dalam berinvestasi daripada memperoleh keuntungan besar tapi konservatif.

2. Tipe Moderat

Tipe ini lebih berani mengambil resiko yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan investor yang bersifat konservatif. Tipe moderat akan mempertimbangkan secara hati-hati jenis instrumen yang akan dimilikinya dan membatasi jumlah dana yang akan diinvestasikannya ke dalam instrument berisiko sampai porsi tertentu. Alokasi asset yang sesuai untuk tipe moderat adalah deposito 70 persen, obligasi 10 persen, dan saham 20 persen.

3. Tipe Agresif

Umumnya, tipe agresif mempunyai keberanian dalam melakukan keputusan investasi berisiko tinggi. Tipe ini mengharapkan hasil investasi yang lebih besar dengan bersedia menerima konsekuensi dengan risiko yang lebih tinggi pula. Tipe ini cenderung untuk memilih produk investasi yang mengalokasikan dananya pada instrumen pasar yang berisiko tinggi, seperti mengalokasikan dananya pada instrumen saham atau mengalokasikan dananya pada perdagangan derivatif (Futures Trading) berupa emas pada bursa berjangka dengan tingkat keuntungan dan resiko yang tinggi.

Dokumen terkait