Bantuan Hukum
E. KELEMBAGAAN DAN STRUKTUR
1. Nama Lembaga
a. Pada tingkat Pusat digunakan penyebutan Lembaga Da’wah Parmusi Pusat (LDPP)
b. Pada tingkat Wilayah menggunakan penyebutan Lembaga Da’wah Parmusi Wilayah (LDPW) ……… (Menggunakan Nama Provinsi, Misalnya : Lembaga Da’wah Parmusi Aceh)
c. Pada Tingkat Daerah menggunakan penyebutan Lembaga Da’wah Parmusi Daerah (LDPD)………. (Menggunakan Nama Kabupaten/Kota, Misalnya : Lemabaga Da’wah Parmusi Daerah Aceh-Singkil)
d. Pada Tingkat Kecamatan menggunakan penyebutan Da’i Parmusi per-Kecamatan (DPK) ……… (Menggunakan nama per-Kecamatan, Misalnya : Da’i Parmusi Kecamatan Gunung Meriah).
2. Fungsi Lembaga
a. Sebagai Koordinator gerakan da’wah di Parmusi dalam setiap tingkatan baik secara konseptual maupun prakteknya.
b. Sebagai wadah para aktivis da’wah yang ingin mengabdi bersama Parmusi.
c. Sebagai bentuk citra Parmusi yang lebih mengedepankan da’wah sebagai ujung tombak.
72 3. Struktur Pengurus LDP
4.
Setiap struktur pengurus LDP dari tingkat Pusat hingga Daerah minimal harus terdiri dari 5 (lima) orang yang terdiri dari lima orang dengan kriteria sebagai berikut:
a. Satu orang da’i (boleh diambil dari pengurus pusat/wilayah/daerah jika ada) yang mempunyai jiwa leadership dan jam terbang dalam bidang da’wah / senior untuk menjadi Ketua LDPP/LDPW/LDPD.
b. Satu orang yang mempunyai kemampuan manajerial dalam mengelola administrasi yang menjadi sekretaris LDPP/LDPW/LDPD. Boleh diambil dari pengurus pusat/daerah/wilayah jika ada (lebih baik yang mempunyai background pendidikan agama atau da’i).
c. Satu orang yang mempunyai kemampuan public relations (PR), aktif di media sosial dan paham strategi komunikasi untuk dapat mempublikasikan dan
Penanggung Jawab : Ketua Umum dan Sekjen
73
membangun hubungan dengan mitra mitra da’wah di tingkat pusat/daerah/wilayah yang menjadi Juru Bicara atau Humas LDPP/LDPW/LDPD. Boleh diambil dari pengurus wilayah jika ada (lebih baik yang mempunyai background pendidikan agama atau da’i).
d. Satu orang da’i dan ulama tingkat pusat/wilayah/daerah yang mempunyai kompetensi dalam metodologi mengajarkan agama secara komprehensif untuk menjadi Da’i Pembina LDPP/LDPW/LDPD.
Satu orang yang mempunyai kemampuan untuk membantu segala kelancaran aktivitas program da’wah dengan perlengkapan, peralatan atau teknologi yang dapat memudahkan urusan da’wah sebagai Bagian Umum LDPP/LDPW/LDPD.
Boleh diambil dari pengurus wilayah jika ada (lebih baik yang mempunyai background pendidikan agama atau da’i).
4. Mekanisme Kepengurusan dan Masa Jabatan Pengurus
a. Setiap pembentukan LDPW dan LDPD akan didahului dengan Training of trainer (TOT) untuk calon pengurus dengan tujuan untuk menyamakan persepsi diantara pengurus LDPW dan LDPD dengan pengurus LDP Pusat.
b. Setiap pengangkatan calon DKP maka akan didahului dengan pelatihan da’i.
c. TOT calon pengurus LDPW dilaksanakan oleh LDP Pusat.
d. TOT calon pengurus LDPD dilaksanakan oleh LDP Wilayah.
e. Pelatihan calon da’i parmusi per-kecamatan (DPK) dilaksanakan oleh LDP Daerah
f. Pengurus LDP Pusat diangkat oleh Pengurus Pusat (PP) Parmusi selama selama 5 Tahun dan dapat dipilih kembali.
g. Pengurus LDP Willayah diangkat oleh Pengurus Wilayah (PW) selama 4 Tahun dan dapat dipilih kembali.
h. Pengurus LDP Daerah diangkat oleh Pengurus Daerah (PD) selama 3 tahun dan dapat dipilih kembali.
i. Da’i Parmusi per-Kecamatan diangkat oleh Lembaga Da’wah Parmusi Daerah (LDPD) selama 2 tahun dan dapat dipilih kembali.
j. Modul Materi TOT di tingkat nasional, wilayah dan pusat dibuat dalam panduan tersendiri.
k. Modul pelatihan dan pembinaan berkala da’i parmusi per-Kecamatan dibuat dalam panduan tersendiri.
l. Setiap TOT Wilayah di Wilayah dan Pelatihan Da’i di Daerah harus dibarengi dengan acara Tabligh Akbar, dan Silaturrahim alim ulama.
74
5. Kriteria Da’i PARMUSI per-Kecamatan (DPK)
Untuk memastikan dai parmusi per-kecamatan (DPK) yang direkrut adalah orang orang yang terbaik maka berikut kriteria yang wajib ada ketika LDPD merekrut DPK:
1) Beragama Islam dengan paham Ahlu Sunnah Wal Jamaah.
2) Dinyatakan Lulus dan mendapatkan surat pengangkatan sebagai dai Parmusi dari LDP Tingkat Daerah.
3) Pendidikan minimal D2 bidang agama Islam atau rekomendasi dari tokoh da’I atau ulama setempat yang menyatakan bahwa ke-ilmu-an calon DPK sudah layak untuk menyampaikan da’wah.
4) Bersedia mengisi formulir DPK di atas materai (formulir akan diberikan oleh LDP Daerah).
5) Bersedia mengikuti pedoman da’wah parmusi selama bertugas.
6) Bersedia menyerahkan dokumen dokumen identitas yaitu : i. Foto Kopi KTP 2 Lembar
ii. Foto Kopi KK 2 Lembar
iii. Foto Kopi Sertifikat/Ijazah/Surat Keterangan Pendidikan atau Rekomendasi dari tokoh da’i atau ulama setempat.
iv. Pas Foto 3 x 4 = 3 Lembar
6. Sumber Pendanan Lembaga
• Kas Parmusi
• Zakat, Infaq dan Shodaqoh
• Mendirikan Usaha Produktif.
• Kerjasama Program dengan Pihak Lain
• Bantuan P e m d a
• CSR Perusahaan
7. Nekanisme Kerja Lembaga
a. LDP akan melaksanakan kegiatan berdasarkan program yang telah disetujui oleh Pengurus ditingkatannya masing-masing.
b. Program yang telah disetujui akan dibuat panduan atau proposal yang menjelaskan segala hal berkaitan dengan program tersebut.
c. Program akan didanai oleh Pengurus Parmusi jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan maka LDP akan menggalang dana dari sumber sumber dana yang halal dan tidak mengikat.
75
8. Sekretariat Lembaga dan Nomor Rekening
Sekretariat Lembaga Da’wah Parmusi beralamat ditempat yang sama dengan alamat Pengurus PARMUSI ditingkatnya masing-masing atau dapat menempati kantor tersendiri atas persetujaun Pergurus PARMUSI ditingkatannya masing-masing.
Nomor rekening Lembaga Da’wah PARMUSI tidak merupaka nomor rekening orang perseorangan, tapi atas nama Lembaga Da’wah PARMUSI atau Lembaga Zakat, Infaq, Shadaqah yang dibentuk untuk itu.
76
V. RENCANA AKSI GERAKAN DAKWAH PARMUSI26
A. PENDAHULUAN
Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) pada saat di deklarasikan tanggal 26 September 1999 di Hotel Ambarukmo Yogyakarta, bukanlah PARMUSI sebagai Partai Politik, tetapi sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam. Akan tetapi sejarah mencatat bahwa keberadaan PARMUSI sebagai Ormas tidak bisa dipisahkan dari PARMUSI yang merupakan reinkarnasi Partai Masyumi.
Dalam AD/ART terakhir sebelum dibubarkan tahun 1960, dalam pasal III tertera tujuan Partai Masyumi yaitu : Terlaksananya hukum Islam di dalam kehidupan orang seorang, masyarakat, dan Negara Republik Indonesia menuju keridhaan Ilahi.
Sejarah juga mencatat bahwa Masyumi berjuang untuk mengembalikan bentuk Negara Indonesia kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagaimana yang diperankan oleh H.M. Natsir melalui Mosi Integralnya pada tahun 1950, kala itu Indonesia sedang berjuang untuk mempertahankan kedaulatan Negara agar penjajah tidak kembali menjajah Indonesia.
Sebagai penerus cita-cita Partai Masyumi sebagai, PARMUSI sebagai Ormas yang bertujuan “Terwujudnya masyarakat madani, sejahtera lahir dan batin dalam kehidupan bangsa Indonesia yang diridhai Allah SWT., senantiasa melakukan berbagai usaha untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah : “Meningkatkan derajat keIslaman, keimanan, keikhlasan, ketakwaan, kejujuran, keadilan, kedisiplinan, dan kebersamaan”.
Implementasi usaha tersebut dilakukan PARMUSI melalui perubahan dan pencanangan paradigma baru PARMUSI sebagai Connecting Moslem dengan focus menjadikan dakwah sebagai suatu gerakan dalam dimensi iman dan taqwa (imtaq), ekonomi, sosial dan pendidikan. Hal ini telah dilakukan PARMUSI selama 2 tahun terakhir, pasca Mukernas I bulan Oktober tahun 2015 dengan strategi menata, menyapa dan membela.
Kegiatan Dakwah yang dilakukan PARMUSI tingkat Pusat, bukan saja berupa penugasan da’i ke daerah perbatasan, pulau terluar dan suku terasing di beberapa provinsi di Indonesia, tetapi juga PARMUSI turut berjuang dalam beberapa kali Aksi Bela Islam (ABI) di Jakarta dengan menurunkan Laskar PARMUSI dan kader-kader PARMUSI. Bahkan dalam kurun waktu bulan
26 Merupakan Lampiran 3 Ketetapan Mukernas III PARMUSI No. 002/KPTS/Mukernas III/01/ 1439 tentang Program Aksi Gerakan Zda’wah PARMUSI 2017-2018.
77
Desember 2016 sampai dengan bulan Mei 2017, PP PARMUSI tetap istiqomah dengan menurunkan Laskar dan kader PARMUSI sebanyak 28 kali untuk mengawal persidangan kasus Penistaan Agama Islam dengan tertuduh Gubernur DKI Jakarta saat itu yaitu Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Tepatnya sejak kasus tersebut mulai disidangkan tanggal 13 Desember 2016 sampai dengan keputusan pengadilan menyatakan Ahok bersalah dan ditahan selama 2 tahun pada tanggal 9 Mei 2017.
PARMUSI juga menggugat Presiden RI melalui PUTN untuk segera mencopot Ahok dari jabatan Gubernur, sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 83 ayat (1), meskipun pada proses pengadilan di PTUN tuntutan PARMUSI tidak di kabulkan.