• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelom pok

Dalam dokumen Prosiding Seminar Nasional Tahun 2016 (Halaman 173-176)

Sis

wa

Pertem

uan 1

Pertem

uan 2

%

peningka

148 ISBN: 978-602-72071-1-0

tan

1

1

6

20

70

2

10

20

50

3

7

18

55

4

13

20

35

5

5

12

35

2

6

10

19

45

7

11

19

40

8

10

18

40

9

4

11

35

10

8

20

60

3

11

6

20

70

12

6

17

55

13

11

20

45

14

8

20

60

15

12

20

40

Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa keterampilan berkomunikasi siswa pada pertemuan pertama bervariasi, sebagian besar siswa sudah berani mengungkapkan pendapatnya walau argumen yang disampaikan masih kurang tepat. Hal ini terjadi karena belum terbiasa dengan pembelajaran yang mengharuskan siswa berbicara atau memberikan argumen dan mendengarkan temannya menyampaikan pendapat dalam diskusi, sehingga pengetahuan yang telah diperoleh kurang diperdalam. Kalimat yang digunakan selama menyampaikan pendapat dalam tahap talk tidak mudah dimengerti oleh lawan bicara. Saat menyampaikan pendapat seharusnya siswa menggunakan bahasanya sendiri yang sederhana agar mudah dimengerti oleh temannya dan bersikap terbuka untuk menjadi pendengar yang baik, tidak menyela penjelasan teman karena dapat mengganggu konsentrasi siswa yang sedang menjelaskan. Hal ini akan membuat siswa merasa bahwa pendapatnya dihargai dan dipertimbangkan.

Pada pertemuan kedua kemampuan berkomunikasi siswa telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Jumlah siswa yang menyampaikan pendapat dengan alasan yang benar meningkat dari pertemuan pertama. Selama pembelajaran siswa mampu berkomunikasi dan menguji pendapatnya dengan anggota kelompoknya dan berani mempresentasikan hasil diskusinya dengan kelompok yang lain. Hal ini terjadi karena keterampilan siswa untuk mendengarkan pendapat, bertanya dan menyampaikan pendapat sudah lebih baik dari pertemuan sebelumnya. Pengetahuan yang dikonstruksi siswa setelah tahap talk lebih meningkat dari pertemuan sebelumnya. Hal ini terlihat dari jawaban siswa yang lebih kuat dalam menghubungkan satu aspek dengan aspek yang lain, misalnya hubungan antara jumlah air yang diberikan terhadap jumlah oksigen, atau hubungan antara ketersediaan karbondioksida dengan jumlah oksigen dan jumlah gukosa. Berdasarkan tabel pengamatan hasil keterampilan berkomunikasi, ada 2 siswa yang peningkatan keterampilan komunikasinya

tidak maksimal, yaitu siswa 5 dan siswa 9. Hal ini terjadi karena siswa tersebut memang memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan siswa yang lain agar dapat mengeksplor pengetahuannya. Kedua siswa tersebut termasuk siswa berkebutuhan khusus yang ada di kelas. Usaha yang dilakukan guru adalah terus memberikan motivasi dan bimbingan kepada siswa tersebut agar terus berlatih. Dari tabel data dapat terlihat bahwa ada peningkatan keterampilan berkomunikasi kedua siswa setelah pembelajaran dilaksanakan menggunakan media visualisasi dan strategi pembelajaran TTW.

Pembelajaran melalui interaksi sosial menjadi lebih bermakna karena ide-ide yang dimunculkan oleh siswa saling dihubungkan, diorganisasi, dan diuji kebenarannya (talk). Apabila siswa diberi kesempatan untuk menguji pendapat, siswa jauh lebih menyadari apa yang sudah dipahami dan yang masih perlu dipelajari secara mendalam. Siswa juga akan merasa bahwa pendapat mereka dihargai. Pada kenyataannya keterampilan berkomunikasi masih perlu dilatihkan terus menerus agar siswa terbiasa, karena suatu keterampilan tidak tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat dan tidak menutup kemungkinan keterampilan yang sudah dimiliki tersebut menurun.

Kendala Pelaksanaan dan Cara Mengatasinya

Pada saat melaksanakan pembelajaran menggunakan media dan strategi yang telah dipilih, penulis menghadapi beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Kendala-kendala tersebut antara lain adalah : Media yang dikembangkan memiliki keunikan tersendiri. Alasan tersebut membuat penulis harus meluangkan waktu yang relatif lama untuk merancangnya agar media tersebut dapat mengakomodir kebutuhan pelaksanaan pembelajaran. Untuk mengatasi kendala yang dihadapi, penulis meminta bantuan peserta didik untuk bisa membuat model yang sama sebagai penilaian keterampilan. Hal ini sangat membantu karena

ISBN: 978-602-72071-1-0

penulis juga harus tetap melaksanakan kewajiban mengajar dan membantu manajemen sekolah.

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran yang telah penulis lakukan maka diperoleh simpulan

bahwa pembelajaran Biologi pada materi Fotosintesis dengan memanfaatkan Analogi mekanis reaksi terang dan media Pamasel yang berorientasi pada strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) yang telah dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara lisan dan hasil belajar peserta didik SMA kelas XII IPA pada materi Fotosintesis

Rekomendasi

Berikut adalah rekomendasi yang penulis sampaikan untuk pendidik dan sekolah:

a) Pendidik hendaknya mencari berbagai pendekatan dan cara yang lebih bervariasi dalam melaksanakan pembelajaran pada materi fotosintesis.

b) Pendidik sebaiknya mempertimbangkan alokasi waktu yang digunakan selama pembelajaran dan dirinci dengan benar pada setiap tahap pembelajaran, sehingga tidak mengalami kekurangan waktu pada pembelajaran selanjutnya.

c) Pendidik sebaiknya memberikan bimbingan disertai contoh secara jelas dan meyeluruh kepada peserta didik terhadap strategi pembelajaran yang akan digunakan sebelum peserta didik benar-benar menguasai suatu keterampilan, sehingga aktivitas peserta didik terarah dengan jelas dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

d) Sekolah seyogyanya melengkapi fasilitas TIK dan jaringan internet agar pembelajaran dapat dilakukan secara lebih bervariasi, multimetoda dan multimedia.

DAFTAR PUSTAKA

Adi, Waluyo. 2000. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: FIP UNY.

Akbar, Sa`dun, 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya.

Arifin, Zainal Ahmad. 2012. Perencanaan Pembelajaran dari Desain sampai Implementasi. Yogyakarta: P.T Pustaka Insan Madani.

Arsyad, A. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Direktorat Pembinaan SMA. 2010. Juknis Pengembangan RPP SMA. Jakarta: Depdiknas. Direktorat Pembinaan SMA. 2010. Juknis

Pengembangan Bahan Ajar SMA. Jakarta: Depdiknas.

Eggen, Paul & Kauchak, Don. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran Mengajarkan Konten dan Keterampilan Berfikir, Edisi Keenam. Jakarta: P.T Indeks.

Huinker, D. and Laughlin, C. 1996. “Talk Your Way Into Writing” dalam Communication in Mathematics, K-12 and Beyond Yearbook of the NCTM diedit oleh Potria C. Elliot, pp 81-88. Reston,VA:NCTM

Majid, Abdul. 2013. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya.

Paramitha. 2013. Buku Pedoman Guru Biologi Edisi Ke- 4. Jakarta: P.T Indeks.

Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Permendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sadiman, dkk. 1990. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali.

Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

150

ISBN: 978-602-72071-1-0

PENGEMBANGAN BUKU AJAR BIOLOGI SEL DAN

Dalam dokumen Prosiding Seminar Nasional Tahun 2016 (Halaman 173-176)