BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.7 Kelonggaran atau Allowance
Kelonggaran diberikan untuk tiga hal (Sutalaksana, 2006) yaitu kelonggaran untuk kebutuhan pribadi, kelonggaran untuk menghilangkan sara fatique, dan hambatan hambatan yang tidak dapat dihindarkan. Kelonggaran ini merupakan hal-hal yang secara nyata dibutuhkan oleh pekerja, dan selama pengukuran tidak diamati, diukur, dicatat ataupun dihitung, karenanya seusai pengukuran dan setelah mendapatkan waktu normal, kelonggaran perlu ditambahkan untuk memperoleh waktu baku.
1. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi.
Yang termasuk kedalam kebutuhan pribadi adalah hal-hal seperti minum, kekamar kecil, bercakap-cakap dengan teman sekedar menghilangkan ketegangan atau kejemuan kerja. Kebutuhan ini mutlak dibutuhkan oleh pekerja karena merupakan tuntutan psikologis yang wajar. Apabila dilarang pekerja tidak dapat bekerja dengan baik bahkan hampir dapat dipastikan produktifitas menurun.
2. Kelonggaran untuk menghilangkan rasa lelah (Fatique)
Rasa fatique tercermin dari menurunnya hasil produksi baik jumlah maupun kwalitas. Karena salah satu cara untuk menentukan besarnya kelonggaran adalah dengan melakukan pengamatan sepanjang hari kerja dan mencatat saat dimana hasil produksi menurun. Tetapi kesulitan menentukan saat saat dimana menurunnya hasil produksi disebabkan oleh timbulnya rasa Fatique karena masih banyak kemungkinan lain yang dapat menyebabkannya. Jika sara fatiuque datang pekerja menurun kemampuan melakukan pekerjaan.
3. Kelonggaran untuk hambatan-hambatan yang tidak terhindarkan.
Dalam melaksanakan pekerjaan ada hambatan-hambatan yang tidak dapat dihindari. Namun demikian harus diusahakan serendah mungkin. Oleh sebab itu hambatan akan tetap ada dan karenanya harus diperhitungkan dalam perhitungan waktu baku. Yang termasuk dalam hambatan yang tidak dapat dihindari adalah : Meminta petunjuk pada pengawas, memperbaiki kemacetan singkat, mengasah peralatan potong, mengambil peralatan khusus, dari gudang, hambatan-hambatan kerena kesalahan pemakaian alat, bahan, ataupun mesin mati karena listrik mati.
Tabel2.2
Besarnya Kelonggaran Berdasarkan Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Faktor Contoh Pekerjaan Ekivalen Beban Kelonggaran
5. Seluruh anggota Bekerja di lorong lorong 10-15 Badan terbatas pertambangan yang sempit
D.KELELAHAN MATA Pencahayaan baik Buruk
Sumber : Sutalaksana, 2006 2.1.8 Penentuan Waktu Normal
Rating factor di aplikasikan untuk menormalkan waktu kerja yang diperoleh dari pengukuran kerja tempo atau kecepatan kerja operator berobah robah. Rumus (Sutalaksana ,2016):
2.cukup Ventilasi kurang baik, ada bau bauan 0-5
(tidak berbahaya)
3.Kurang baik Adanya debu debu beracun, atau tidak 5-10 Beracun tapi banyak
4.Buruk Adanya bau-bauan berbahaya yang 10-20
Mengharuskan menggunakan alat pernafasan G.KEADAAN LINGKUNGAN YANG BAIK
1.Bersih, sehat, cerahdengan kebisingan rendah 0
2.Siklus kerja berulang ulang antara 5-10 detik 0-1
3.Siklus kerja berulang ulang antara 0-5 detik 1-3
4.Sangat bising 0-5
5.Jika faktor faktor yang berpengaruh dapat menurunkan kwalitas 0-5
6.Terasa adanya getaran lantai 5-10
7.Keadaan keadaan yang luar biasa(bunyi kebersihan dll 5-15
*) Kontra antara warna hendaknya diperhatikan
**) Tergantung juga pada keadaan ventilasi
***) Dipengaruhi juga oleh ketinggian tempat kerja dari permukaan laut dan keadaan Iklim
Catatan Pelengkap : Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi bagi pria =0-2,5%
Wanita =2-5,0%
Waktu Normal = Waktu Siklus * p
Dimana p adalah faktor penyesuaian. Faktor ini diperhitungkan jika operator bekerja dengan kecepatan tidak wajar sehingga hasil perhitungan waktu perlu disesuaikan atau dinormalkan dulu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan waktu siklus rata-rata yang wajar. Jika pekerja bekerja dengan wajar, faktor penyasuaianp = 1.
2.1.9 Penentuan Waktu Standar/Waktu Baku.
Dalam perhitungan waktu standar/waktu baku harus memperhitungkan faktor kelonggaran waktu (allowance time ). Dengan demikian waktu standar adalah sama dengan waktu normal kerja dengan faktor waktu longgar. Rumus perhitungan waktu baku adalah sebagai berikut (Sutalaksana, 2006) :
Dimana 1 kelonggaran atau allowance yang dihasilkan pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya disamping waktu normal, (Sutalaksana,2016).
Kelonggaran ini diberikan untuk tiga hal, yaitu kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan gangguan gangguan yang mungkin terjadi yang tidak dapat dihindarkan oleh pekerja. Umumnya kelonggaran dinyatakan dalam persen dari waktu normal.
2.1.10 Produktivitas Tenaga Kerja
Produktivitas adalah merupakan perbandingan antara hasil dari kegiatan yang dilakukan (output) dengan segenap faktor yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut atau input (Sumanth,1984). Berarti produktivitas tenaga kerja merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga
Waktu Standar/Waktu Baku =waktu normal 1 )
kerja per satuan waktu.Seorang tenaga kerja yang produktif adalah tenaga kerja yang cekatan dan mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan mutu yang ditetapkan dalam waktu yang lebih singkat.
Pengukuran produktivitas digunakan metode pengukuran waktu tenaga kerja (jam, hari,tahun) yag biasanya diartikan sebagai jumlah kerja yang dapat dilakukan dalam satu jam oleh karyawan tepercaya yang bekerja menurut pelaksanaan standar. Karena hasil maupun masukan dapat dinyatakan sebagai rasio antara hasil kerja dalam waktu terhadap masukan dalam waktu kerja yang tersedia.
Rumus produktivitas digambarkan sebagai berikut ( Heizer dan Render, 2009)
Keterangan :
1. Satuan yang diproduksi merupakan jumlah yang diproduksi oleh perusahaan dalam waktu satu hari kerja.
2. Jam kerja yang dipakai adalah waktu yang digunakan dalam menyelesaikann sutu unit tas seminar.
2.2 Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual adalah merupakan cara penulis dalam melakukan langkah langkah penelitian. Berikut dalah kerangka konseptual dimaksud :
Produktivitas Tenaga Kerja =
Gambar 2.2 Kerangka Konseptual
Berdasarkan konseptual di atas yang menjadi input adalah data-data waktu siklus setiap elemen pekerjaan proses pembuatan tas seminar. Kemudian dilakukan proses pengolahan data dengan melalui dua tahap dimana tahap pertama yaitu perhitungan waktu baku dengan melakukan uji keseragaman data dan uji kecukupan data, menentukan faktor penyesuaian/Rating faktor, perhitungan waktu normal, menentukan faktor kelonggaran, perhitungan waktu baku/waktu standar, kemudian penghitungan hasil produksi. Kemudian penghitungan produktifitas tenaga kerja sehingga diperoleh output dari skripsi ini yaitu menentukan waktu baku yang dibutuhkan oleh tenaga kerja dan menentukan produktifitas tenaga kerja dalam proses produksi pembuatan tas seminar.
Input
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dipergunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan yang sedang berlangsung pada saat dilakukan penelitian selama kurun waktu tertentu (Natsir, 1998). Penelitian ini dilakukan untuk menghitung berapa waktu baku atau waktu kerja yang dibutuhkan seorang karyawan dalam menyelesaikan pengerjaan sebuah tas dan berapa waktu kerja normal bagi karyawan agar produktifitas karyawan bisa ditentukan agar permasalahan keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dapat diatasi .
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan tas yang berada diKota Padang yaitu IKM yang memproduksi tas CV.A’tilyo Andalas Prima. Waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari2017.
3.3 Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian (Natsir, 1998). Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel penelitian adalah penentuan waktu baku pembuatan tas dan produktifitas karyawan
3.4 Data dan Sumber Data 3.4.1 Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam :
1. Data Primer
Yang menjadi data primer adalah data waktu kerja setiap elemen pekerjaan dalam proses produksi tas pada perusahaan.
2. Data sekunder
Adapun yang menjadi data sekunder adalah data kuantitas pruduksi dan data jumlah tenaga kerja.
3.4.2 Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini diambil dari IKM yang menproduksi berbagai macam tas yang berada di kota Padang Sumatera Barat yaitu CV.A’tilyo Andalas Prima. Selain itu juga data bersumber dari study kepustakaan untuk melengkapi keperluan analisis terhadap data yang sekunder yang telah di ambil pada perusahaan tas tersebut.
Teknik pengambilan data adalah dengan melakukan pengukuran waktu penyelesaian pembuatan tas seminar dengan mengukur elemen pekerjaan .
3.5 Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data dan analisa data dalam penelitian ini adalah penentuan waktu bakubagi karyawan dengan menggunakan metode jam henti (Stopwach TimeStudy) untuk mengukur waktu baku dan menentukan produktifitas karyawan dalam proses pembuatan tas di CV. A’tilyo Andalas Prima.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan dan analisa data adalah mengukur waktu yang dibutuhkan dalam proses pembuatan tas.
3.5.1 Penentuan Waktu Baku 1. Uji Keseragamam Data
Uji keseragaman data dilakukan untuk melihat atau mengetahui apakah data seluruh data seragam dan berada di dalam batas kontrol. Rumus yang dipakai adalah sebagai berikut :
1. Menghitung nilai rata-rata dengan cara menjumlahkan semua nilai data yang di ambil dan dibagi dengan jumlah pengukuran data, atau sesuai dengan persamaan (Sutalaksana, 2006) sebagai berikut:
̅ = ∑ Keterangan :
= rata-rata dari seluruh data Xi = Data hasil pengukuran
N = Jumlah data
2. Menghitung standar deviasi dengan menggunakan persamaan : = √∑ ) ̅̅̅̅
Keterangan :
= Standar Deviasi
3. Menentukan Batas Kendali Atas dan Batas Kendali Bawah dengan persamaan
BKA= ̅ + 3 BKB = ̅ - 3 Keterangan :
BKA = Batas Kendali Atas BKB = Batas Kendali Bawah
Apabila semua data berada dalam Batas Kendali berarti data sudah seragam. Tapi kalau data diluar Batas Kendali berarti data tidak seragam dan harus diukur atau dilakukan pengukuran lagi.
2. Uji Kecukupan Data
Tingkat ketelitian yang digunakan 5 % Tingkat keyakinan yang digunakan 95 %
Berarti pengukuran membolehkan rata-rata pengukuran menyimpang sejauh 5%
dari rata-rata yang sebenarnya dan kemungkinan berhasil 95 %. Rumus yang di pakai untuk uji kecukupan adalah :
N’ = [
√ ∑ (∑ )
∑ ]
Keterangan :
N’ = Kecukupan data N = Jumlah data
Xi= data hasil pengukuran
Jika N’ lebih kecil dari N (jumlah pengamatan), maka data hasil pengukuran dianggap cukup.
3. Menentukan Faktor Penyesuaian atau Rating Faktor
Menentukan rating faktor adalah dengan menggunakan metode Westing House System’s Rating.
Tabel 3.1
FaktorPenyesuaian Berdasarkan Metode Westing House
Faktor Kelas Lambang Penyesuaian
*0,15
4. Melakukan Perhitungan Waktu Baku
Jika pengukuran pengukuran telah selesai,yaitu semua data telah didapat memiliki keseragaman ,dan jumlahnya telah memenuhi tingkat-tingkat ketelitian yang diinginkan, maka selesailah kegiatan pengukuran waktu.
Langkah selanjutnya mengolah data sehingga memberikan waktu baku.
Cara untuk mendapatkan waktu baku dari data yang terkumpul adalah dengan cara :
a. Hitung waktu siklus, yaitu waktu penyelesaian rata-rata dengan rumus :
∑
b. Hitung waktu Normal dengan rumus; = x Keterangan :
= faktor penyesuaian
c. Hitung waktu baku dengan rumus : = ( ) 3.5.2 Perencanaan Produktifitas Tenaga Kerja
Rumus untuk mengetahui produktifitas tenaga kerja adalah sebagai berikut (Haizer dan render,2000)
Produktifitas tenaga kerja = satuan yang di produksi : jam kerja yang dipakai.
3.6 Kerangka Metodologi
Kerangka Metodologi adalah merupakan langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun penyelesaian penelitian. Adapun kerangka Metodologi yang dimaksud dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 3.1 : Kerangka konseptual
Mulai
Penelitian terdahulu
- pengamatan langsung ke lapangan - wawancara
Studi literatur
Teori-Teori yan berkaitan dengan pengukuran waktu
baku dan produktivitas tenaga kerja
Identifikasi masalah
1. Sering terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pembuatan tas.
2. Adanya pekerjaan rangkap yang dilakukan dalam proses produksi.
3. karyawan belum bekerja belum sebagaimana mestinyaf seperti misalnya menganggur, mengobrol ,menelepon
3
Rumusan masalah
1.Berapakah waktu baku yang dibutuhkan oleh tenaga kerja dalam proses produksi pembuatan tas 2. Berapakah produktivitas tenaga kerja dalam proses produksi pembuatan tas?
Penetapan Tujuan
1. Menentukan waktu baku yang dibutuhkan oleh tenaga kerja dalam proses produksi pembuatan tas 2. Menentukan produktivitas tenaga kerja dalam proses produksi pembuatan tas
Pengolahan data 1. Uji keseragaman data 2. Uji kecukupan data
3. Menentukan faktor penyesuaian/rating factor 4. Perhitungan waktu normal
5. Menentukan faktor kelonggaran 6. Perhitungan waktu baku
7. Perhitungan output standar/hasil produksi 8. Perhitungan produktivitas tenaga kerja
Analisis pengolahan data
Menganalisis hasil dari pengoolahan data yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya
Kesimpulan dan saran
BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1. Pengumpulan Data
Pengukuran data dilakukan dari hasil pengukuran masing-masing tahapan proses pembuatan tas seminar. Pengukuran ini dilakukan sebanyak 30 kali pengukuran pembuatan tas terhadap 2 orang tenaga kerja dengan menggunakan jam henti, yang kemudian data pengukuran waktu tersebut akan diolah pada beberapa tahap untuk memperoleh waktu baku. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Hasil pengukuran dalam hitungan waktu (menit) Tabel 4.1
Rekapitulasi Hasil Pengukuran Waktu Kerja
Masing-Masing Tahapan Pekerjaan Pembuatan Tas Seminar Menggunting Menjahit bag
Lanjutan tabel 4.1
Sumber: Pengambilan data Januari 2017 4.2. Pengolahan Data
4.2.1 Waktu Baku Pekerjaan Menggunting 1. Uji Keseragaman Data
Uji keseragaman data dilakukan untuk pekerjaan menggunting, menjahit bagian depan, menjahit bagian belakang, menjahit bagian samping dan menjahit seluruh bagian tas (merakit). Secara terstruktur diuraikan sebagai berikut :
Berikut ini adalah cara atau langkah-langkah dari perhitungan uji keseragaman data waktu menggunting. Untuk tahap ini adalah uji keseragaman data untuk pekerjaan menggunting.
a. Menentukan waktu siklus rata-rata tahap menggunting bahan Rumus :
̅ = ∑
= 5,32 + 5,24 + 6,02
...+ 5,42
30 = 5,59 menit
b. Menghitung standart deviasi
c. Menentukan Batas Kendalil Atas dan Batas Kendali Bawah BKA = ̅ + d. Hasil Uji Keseragaman Data
Tabel 4.2
Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Keseragaman Data Untuk Pekerjaan Menggunting
Lanjutan Tabel 4.2
Sumber : Pengolahan data Januari 2017
Dari tabel diatas terlihat dari 30 data pengukuran mulai pengukuran ke 1 dengan waktu 5.32 menit hingga pengukuran ke 30 dengan waktu 5,42 menit , dengan Batas Kendali Atas 6,85 menit dan Batas Kendali Bawah 4,33 menit serta waktu rata-rata 5,59 menit. Setelah mengetahui rekapitulasi hasil perhitungan uji keseragaman data diatas, berikut akan digambarkan peta kendali yang bertujuan untuk melihat lebih rinci gambaran dari uji keseragaman data, apakah data tersebut bisa dikatakan seragam atau tidak Jika data tersebut seragam atau data masih berada di dalam rentangan atau tidak keluar BKA (Batas Kendali Atas) dan BKB (Batas Kendali Bawah) maka pengujian dapat dilanjutkan dengan uji Kecukupan data. Tapi apabila data tersebut tidak seragam (keluar dari rentangan BKA dan BKB) maka langkah yang harus diambil data tersebut dibuang dan
melakukan uji keseragaman data kembali hingga diperolehnya nilai BKA, BKB dan juga nilai rata rata yang baru. Berikut ini merupakan peta kendali yang dimaksud.
Gambar 4.1 Peta kendali (Control Chart) Tahap menggunting bahan
Berdasarkan gambar peta kendali dan di atas,terlihat garis waktu masih berada dalam rentangan BKA (Batas Kendali Atas) dan BKB (Batas Kendali Bawah). Maka dengan begitu data tersebut dapat dikatakan seragam. Untuk perhitungan uji keseragaman data pada tahapan proses berikutnya akan sama saja, namun tentunya waktu pengukuran dan hasil perolehannya akan berbeda.
2.Uji Kecukupan Data Untuk Pekerjaan Menggunting Bahan.
Untuk menguji kecukupan data tahap menggunting bahan adalah sebagai berikut :
N’ =[ √ ∑ ∑ (∑ )]
N’ =[ √ ]
N’ = 8,71 Apabila N > N’ maka data dianggap cukup.
3. Menentukan Faktor Penyesuaian (Rating Factor)Tahap Menggunting Setelah dilakukan uji kecukupan data, langkah berikutnya adalah menentukan faktor penyesuaian atau Rating Factor untuk setiap tahapan pekerjaan.
Adapun cara menentukan faktor penyesuaian ini adalah dengan menggunakan metode Westing House. Dibawah ini merupakan cara menentukan faktor penyesuaian tahap menggunting.
Tabel 4.3
Faktor Penyesuaian Untuk Pekerjaan Menggunting
Faktor Kelas Lambang Penyesuaian
Keterampilan Good C1 + 0,06
Usaha Good C1 + 0,05
Kondisi Kerja Average D 0,00
Konsistensi Average D 0,00
Total + 0,11
Sumber: Pengolahan data Januari 2017
Dari tabel di atas dapat dilihat faktor penyesuaian tahap menggunting adalah +0,11
4. Hitung Waktu Normal Untuk Pekerjaan Menggunting Bahan dengan rumus;
= x = 5,59 x 1,11 = 6,20
Keterangan :
P = 1 + faktor penyesuaian
5. Menentukan Faktor Kelonggaran Tahap Menggunting.
Langkah selanjutnya adalah menentukan faktor kelonggaran untuk setiap tahapan pekerjaan. Penentuan angka/nilai kelonggaran (%) yang diperoleh adalah
berdasarkan landasan teori atau panduan yang terdapat pada tabel 2.2 pada bab II, namun besarnya angka yang ditetapkan diantara rentangan yang terdapat tabel 2.2 tersebut adalah berdasarkan pertimbangan dari jenis tahapan pekerjaan. Lebih lengkapnya berikut ini adalah faktor kelonggaran.
Tabel 4.4
Faktor Kelonggaran Tahap Menggunting
Faktor-faktor yang berpengaruh Kelonggaran(%)
Tenaga yang dikeluarkan Ringan 7,0
Sikap kerja Duduk 1,0 Gerakan kerja Normal 0,0 Kelelahan mata Pandangan terus menerus 2,0
Temperatur tempat kerja Normal 2,0
Keadaan Atmosfir Baik 1,0 Keadaan lingkunagan Berulang-ulang 0,5 Kelonggaran kebutuhan Bagi pria
Total 13,5
Sumber: Pengolahan data Januari 2017
Dari tabel di atas faktor kelonggaran untuk tahap menggunting adalah 13,5 % 6. Waktu Baku Tahap Menggunting Bahan
= 6,20 (1 + 0,135) = 7,03
4.2.2. Tahap Menjahit Tas Bagian Depan
1. Uji Keseragaman Data Tahap Pembuatan Tas Bagian Depan Waktu Baku =waktu normal (1 + faktor kelonggaran)
Berikut ini adalah rekapitulasi perhitungan Uji Keseragaman data pada tahap menjahit tas bagian depan.
Tabel 4.5
Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Keseragaman Data Tahap Menjahit Bagian Depan tas
Pengamatan
Sumber : Pengolahan data Januari 2017
Dari tabel diatas terlihat dari 30 data pengukuran mulai pengukuran ke 1 dengan waktu 12,16 hingga pengukuran ke 30 dengan waktu 11,12, dengan Batas kendali Atas 18,02 dan Batas Kendali Bawah 8,66 menit serta waktu rata-rata 13.34 menit. Setelah mengetahui rekapitulasi hasil perhitungan uji keseragaman data diatas, berikut akan digambarkan peta kendali tahap pembuatan tas bagian depan.
Gambar 4.2 Peta kendali (Control Chart) Tahap pembuatan tas depan
Berdasarkan gambar peta kendali dan perhitungan di atas, data waktu untuk pembuatan tas bagian depan datanya telah seragam.
2. Uji Kecukupan Data Tahap Menjahit Bagian Depan Tas
Untuk menghitung uji kecukupan data tahap menjahit bagian depan tas dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
N’ = [ √ ∑ (∑ )
∑ ]
N’ = [ √ (
]
N’= 21,23
3. Menentukan Faktor Penyesuaian (Rating Factor)Tahap Menjahit Bagian Depan Tas
Tahap menentukan faktor penyesuaian dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel 4.6
Faktor Penyesuaian Tahap Menjahit Bagian Depan Tas
Faktor Kelas Lambang Penyesuaian
Keterampilan Good C1 + 0,06
4. Hitung Waktu Normal Tahap Menjahit Bahagian Depan Tas Menghitung waktu normal dapat dicari dengan rumus :
= x = 13,34 x 1,11= 14,80
5. Menentukan Faktor Kelonggaran Tahap Menjahit Bahagian Bepan Tas.
Tabel 4.7
Faktor Kelonggaran Menjahit Bahagian Depan Tas
Faktor-faktor yang berpengaruh Kelonggaran(%)
Tenaga yang dikeluarkan Ringan 8
Sikap kerja Duduk 1
Gerakan kerja Normal 0
Kelelahan mata Pandangan terus menerus 2
Temperatur tempat kerja Normal 2
Keadaan Atmosfir Baik 0
Keadaan kerja berulang-ulang 1
Kelonggaran kebutuhan bagi pria 1
Total 15
Dari tabel di atas faktor kelonggaran tahap menjahit bagian depan tas 15 %
6. Waktu Baku Tahap Menjahit Bagian Depan Tas
Waktu baku tahapan menjahit tas bagian depan dapat dicari dengan rumus :
= 14,80 x (1 + 0,15 ) = 17,01
4.2.3 Tahap Menjahit Tas Bagian Belakang
1. Uji Keseragaman Data Tahap Pembuatan Tas Bagian Belakang
Berikut ini adalah rekapitulasi perhitungan Uji Keseragaman data pada tahap pembuatan tas bagian belakang.
Tabel 4.8
Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Keseragaman Data Pada Tahap Pembuatan Tas Bagian Belakang Pengamatan
Lanjutan Tabel 4.8
21 10.46 14.17 7,93 11.05
22 9.54 14.17 7,93 11.05
23 10.47 14.17 7,93 11.05
24 12.02 14.17 7,93 11.05
25 10.57 14.17 7,93 11.05
26 12.28 14.17 7,93 11.05
27 10.39 14.17 7,93 11.05
28 13.02 14.17 7,93 11.05
29 10.38 14.17 7,93 11.05
30 12.36 14.17 7,93 11.05
Sumber : Pengolahan data Januari 2017
Dari tabel diatas terlihat dari 30 data pengukuran mulai pengukuran ke 1 dengan waktu 12.14 menit hingga pengukuran ke 30 dengan waktu 12.36 menit, dengan Batas Kendali Atas 14.17 menit dan Batas Kendali Bawah 7.93 serta waktu rata-rata 11.05menit.
Gambar 4.3 Peta kendali (Control Chart) Tahap menjahit bagian belakang tas.
Berdasarkan gambar peta kendali dan perhitungan di atas, data waktu untuk pembuatan bagian belakang tas datanya telah seragam.
2. Uji Kecukupan Data Tahap Pembuatan Tas Bagian Belakang.
Untuk menguji tahap pembuatan tas bagian belakang diprgunakan rumus :
N’ =
[
√ ∑ ∑ (∑ )]
N’ =
[
√ (
]
N’ =13,82
Data dianggap cukup karena N > N’
3. Menentukan Faktor Penyesuaian (Rating Factor) Tahap Menjahit Bagian Belakang Tas
Untuk menentukan faktor penyesuaian dapat dilihat dari tabel sebagai berikut : Tabel 4.9
Faktor Penyesuaian Tahap Pembuatan Tas Bagian Belakang
Faktor Kelas Lambang Penyesuaian
Keterampilan Good C1 + 0,06
Usaha Good C1 + 0,05
Kondisi Kerja Average D 0,00
Konsistensi Average D 0,00
Total + 0,11
4. Hitung Waktu Normal Tahap Menjahit Bagian Belakang Tas
Menghitung waktu normal tahap menjahit tas bagian belakang tas dipergunakan rumus sebagai berikut :
= x
= 11,05 x 1,11= 12,26
5. Menentukan Faktor Kelonggaran Tahap Menjahit Bahagian Belakang Menentukan faktor kelonggaran dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 4.10
Kelonggaran Tahap Menjahit Bagian Belakang
Faktor-faktor yang berpengaruh Kelonggaran(%)
Tenaga yang dikeluarkan Ringan 8
Sikap kerja Duduk 1
Gerakan kerja Normal 0
Kelelahan mata Pandangan terus menerus 2
Temperatur tempat kerja Normal 2
Keadaan Atmosfir Baik 0
Keadaan kerja berulang-ulang 1
Kelonggaran kebutuhan bagi pria 1
Total 15
Dari tabel di atas dapat dilihat faktor kelonggaran untuk tahap menjahit bagian belakang tas adalah 15 %.
6. Waktu Baku Tahap Menjahit Bahagian Belakang Tas
Rumus waktu baku tahapan menjahit tas bagian belakang sebagai berikut :
= 12,26 (1 + 0,15 )
= 14,09
4.2.4 Tahap Menjahit Samping dan Alas Tas
1. Uji Keseragaman Data Tahap Menjahit Samping dan Alas Tas
Berikut ini adalah rekapitulasi perhitungan Uji Keseragaman data pada tahap pembuatan tas bagian samping dan alas
Waktu Baku =waktu normal (1 + faktor kelonggaran )
Tabel 4.11
Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Keseragaman Data Pada Tahap Menjahit Tas Bagian Samping dan Alas Pengamatan
Sumber : Pengolahan data Januari 2017
Dari tabel di atas dapat dilihat Batas Kendali Atas 10,35 menit dan Batas Kendali bawah 4,83 menit.
Dari tabel diatas terlihat dari 30 data pengukuran mulai pengukuran ke 1 dengan waktu 7,06 menit hingga pengukuran ke 30 dengan waktu 6,34 menit, dengan Batas Kendali Atas 10,35 menit dan Batas Kendali Bawah serta waktu rata-rata 7,59 menit.
Gambar 4.4 Peta kendali (Control Chart) Tahap menjahit bagian samping dan alas tas
Berdasarkan gambar peta kendali dan perhitungan di atas,terlihat garis waktu masih berada dalam rentangan BKA (Batas Kendali Atas) dan BKB (Batas Kendali Bawah). Berarti data untuk tahapan ini sudah seragam.
2. Uji Kecukupan Data Tahap Menjahit Bagian Samping dan Alas Tas.
Rumus uji kecukupan data sebagai berikut :
N’ = [ √ ∑ ∑ (∑ )] =[ √ (
]
N’ = 23,57
3. Menentukan Faktor Penyesuaian (Rating Factor) Tahap Menjahit Samping dan Alas Tas
Faktor penyesuaian tahap menjahit samping dari tabel sebagai berikut :
Tabel 4.12
Faktor Penyesuaian Tahap Bagian Belakang Tas
Faktor Kelas Lambang Penyesuaian
Keterampilan Good C1 + 0,06
Usaha Good C1 + 0,05
Kondisi Kerja Average D 0,00
Konsistensi Average D 0,00
Total + 0,11
4. Hitung Waktu Normal Tahap Menjahit Bagian Samping dan Alas Tas Rumus menghitung waktu normal tahap menjahit tas bagian samping dan alas tas sebagai berikut :
= x = 7,59 x 1,11 = 8,42
5.Menentukan Faktor Kelonggaran Tahap Menjahit Samping Dan Alas Menentukan faktor kelonggaran dapat dilihat dari tabel berikut :
5.Menentukan Faktor Kelonggaran Tahap Menjahit Samping Dan Alas Menentukan faktor kelonggaran dapat dilihat dari tabel berikut :