• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga Sejahtera (KS)

2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat

B. Persentase Penduduk Berakses Air Minum

2.3.1.12 Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga Sejahtera (KS)

Salah satu indikator keberhasilan keluarga berencana adalah penurunan rata-rata jumlah anak per keluarga. Sampai dengan tahun 2012 pembangunan dalam urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera di Kabupaten Aceh Selatan telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator pembangunan pada urusan tersebut seperti rata-rata jumlah anak per keluarga adalah sebesar 0,79. Artinya dalam 5 tahun terakhir jumlah rata-rata anak dalam setiap keluarga tidak mencapai 1 orang anak.

Tabel II-78

Rata-rata Jumlah Anak per Keluarga Tahun 2008 s.d 2012 Kabupaten Aceh Selatan

No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012

1 Jumlah anak 32.201 32.416 32.542 32.946 43.321 2 Jumlah keluarga 48.430 48.338 50.879 53.032 54.631 3 Rata-rata jumlah anak per keluarga 0,66 0,67 0,64 0,62 0,79

Sumber : BKKP3A Kab. Aceh Selatan

Peserta Keluarga Berencana (KB) aktif juga meningkat dari 23.201 pada tahun 2008 menjadi 32.442 pada tahun 2012, diimana rasionya meningkat dari 0,66 tahun 2008 menjadi 0,86 pada tahun 2012. Hal ini bermakna pula bahwa setiap 100 orang pasangan usia subur terdapat 86 orang peserta Keluarga Berencana (KB) aktif (akseptor KB) pada tahun 2012. Meningkatnya jumlah akseptor Keluarga Berencana (KB) menunjukkan berjalannya kebijakan dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk yang juga diharapkan akan semakin rendahnya jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I.

Tabel II-79

Rasio Akseptor KB Tahun 2008 s.d 2012

No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012

1 Jumlah akseptor KB 23.201 26.839 29.730 30.894 32.442 2 Jumlah pasangan usia subur 34.710 35.500 36.537 36.891 37.630 3 Rasio akseptor KB 0,66 0,76 0,82 0,84 0,86

Sumber : BKKP3A Kab. Aceh Selatan

Selama ini pelayanan Keluarga Berencana (KB) belum maksimal dilaksanakan karena terbatasnya tenaga penyuluh Keluarga Berencana (PLKB). Idealnya petugas penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) untuk Kabupaten Aceh Selatan adalah sebanyak 83 orang namun yang tersedia hanya 28 orang. Terkait dengan alat kontrasepsi idealnya seluruh Pasangan Usia Subur (PUS) mendapatkan alat kontrasepsi secara cuma- cuma, namun kenyataannya baru dapat dilayani 45% dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS). Selanjutnya Keluarga Pra Sejahtera dan keluarga Sejahtera I yang berjumlah 54.631 orang yang baru terlayani adalah sebesar 64,09%. Dekian juga Kelompok Pendamping Bina Keluarga Balita (BKB) yang ada hanya berjumlah 64 orang dari seharusnya sebanyak 248 orang.

Dukungan Operasional untuk melaksanakan Program Keluarga Berencana (KB) bagi Petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) belum maksimal, serta masih belum lengkapnya alat-alat Bina Keluarga Balita (BKB), gedung dan mobiler disetiap kecamatan.

Tabel II-80

Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

No Indikator 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 1. Rata-rata jumlah anak per keluarga 0,66 0,67 0,64 0,62 0,79 2. Rasio akseptor KB 0,66 0,076 0,082 0,084 0,86 3. Jumlah peserta KB aktif (orang) 23.201 26.839 29.730 30.894 32.442 4. Cakupan peserta KB Aktif 66,7 75,6 81,5 83,6 86 5. Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga

Sejahtera I (KK) 32.400 22.998 33.178 33.240 33.240 6. Persentase Keluarga Pra Sejahtera dan

Keluarga Sejahtera I (%) 67,50 46 65,61 60,50 60,50 Sumber : BKKP3A Kab. Aceh Selatan

2.3.1.13 Sosial.

Kinerja Pembangunan pelayanan sosial di Aceh Selatan dalam lima tahun terakhir relatif menunjukkan hasil yang positif, namun sampai saat ini hanya tersedia sarana sosial sebanyak 10 unit panti asuhan swasta dan 1 unit panti asuhan pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, dengan kapasitas daya tampung mencapai 835 orang. Saat ini telah ditampung sebanyak 571 orang anak asuh. Ke depan pemerintah daerah akan terus memperhatikan keberadaan panti asuhan tersebut, terutama dalam hal penataan manajemennya sehingga keberadaan panti asuhan betul-betul bermanfaat bagi pemberdayaan anak yatim, anak telantar dan anak kurang mampu yang diasuhnya.

Tabel II-81

Jumlah Panti Asuhan Pemerintah, Swasta Per Kecamatan pada Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2012

No Kecamatan Asuhan (unit) Jumlah Panti Kapasitas (Orang) Anak Asuh (orang)

(1) (2) (3) (4) (5) 1 Labuhanhaji Barat - - - 2 Labuhanhaji 1 45 38 3 Labuhanhaji Timur 3 245 191 4 Meukek 4 230 154 5 Sawang - - - 6 Samadua - - - 7 Tapaktuan 2 190 148 8 Pasie Raja - - - 9 Kluet Utara - - - 10 Kluet Tengah - - - 11 Kluet Timur - - - 12 Kluet Selatan - - - 13 Bakongan - - - 14 Bakongan Timur 1 50 40 15 Kota Bahagia - - - 16 Trumon - - - 17 Trumon Tengah - - - 18 Trumon Timur - - Jumlah 11 760 571

Demikian pula Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), sampai tahun 2012 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memperoleh bantuan hanya sebesar sebesar 1.050 orang (10,40%) dari 10.095 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Rendahnya kemampuan petugas dan tenaga pendamping juga menjadi permasalahan dalam pemberdayaan fakir miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Hal ini ditandai dengan terbatasnya jumlah personil yang tersedia serta latar belakang pendidikannya yang rendah yaitu Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) terdiri dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebanyak 18 orang dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sebanyak 50 orang. Seharusnya untuk Kabupaten Aceh Selatan dibutuhkan tenaga sosial dan pendampingnya dengan latar belakang pendidikan sosial (S1) sebanyak 200 orang, terdiri dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) 50 orang dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) 150 orang.

Dengan meningkatnya jumlah penyandang masalah sosial yang mengalami tindak kekerasan, traficking dan anak terlantar, maka perlu tersedianya sarana prasarana publik berupa rumah aman/rumah singgah yang konfrehensif. Saat ini penanganan kebutuhan bagi para penyandang cacat tidak tersedia dan sarana dan prasarana pendukung pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), konseling dan kampanye sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tidak tersedia. Gedung pusat informasi penyandang cacat dan trauma center belum tersedia serta rendahnya pengetahuan anak jalanan, anak cacat dan anak nakal. Penyediaan bantuan sembako dan peralatan kebutuhan hidup korban tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa juga belum ada serta tidak tersedianya data yang akurat tentang anak terlantar.

Permasalahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang seiring dengan persoalan tuntutan kehidupan yang semakin berat, disamping persoalan kemiskinan dan pengangguran. Oleh karena itu, penanganan persoalan sosial harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.

Secara menyeluruh kinerja pembangunan pada pelayanan urusan sosial dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel II-82

Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Sosial

No Indikator 2008 2009 2010 Tahun 2011 2012

1. Sarana sosial seperti panti asuhan, panti

jompo dan panti rehabilitasi 13 13 13 13 11

2. PMKS yang memperoleh bantuan sosial

(%) - - 3,88 47,63 10,40

3. jumlah penyandang masalah

kesejahteraan sosial (orang) - - 7.629 12.447 10.095

2.3.1.13.1 Penangulangan Bencana.

Bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Aceh Selatan adalah bencana banjir, tanah longsor dan abrasi pantai karena daerah ini adalah daerah pegunungan dan pesisir pantai bagian selatan propinsi Aceh. Sepanjang tahun 2011 dan tahun 2012 kejadian melanda Aceh Selatan sebanyak 13 kejadian bencana banjir di 26 titik lokasi kecamatan, 4 kejadian gelombang pasang, 10 kejadian angin puting beliung di 10 titik lokasi kecamatan dan 8 kejadian kebakaran di 8 titik lokasi kebakaran serta 1 kali kejadian gempa yang berpusat di Labuhanhaji. secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel II.83

Perkembangan kejadian bencana alam selama Dua tahun terakhir

No Kecamatan Kejadian Banjir Kejadian longsor Gelombang Pasang Kejadian Kencang/puting Kejadian Angin Beliung

Kejadian

Kebakaran Kejadian Gempa

1 Trumon Timur 1 - - - 1 1 2 Trumon Tengah 2 2 1 3 Trumon 2 - - - 1 4 Bakongan Timur - 3 - - 1 5 Bakongan - - - - - - 6 Kota Bahagia 4 - - - - - 7 Kluet Timur 2 - - - - 1 8 Pasie Raja 2 - - - - 1 9 Kluet Tengah 2 - - - - 1 10 Kluet Utara 2 - - - - 1 11 Kluet Selatan - - - 7 3 1 12 Tapaktuan 2 2 1 1 1 1 13 Samadua 2 - - - - 1 14 Sawang 1 3 1 1 15 Meukek - - - - - - 16 Labuhanhaji Timur 2 - - - - 1 17 Labuhanhaji 2 - - - - 18 Labuhanhaji Barat 1 - 1 1 1 1

Sumber : BPBD Kab. Aceh Selatan #) pusat gempa di Labuhanhaji

Terbatasnya data dan informasi kebencanaan dapat menjadi kendala dalam penaganannya, sehingga sangat dibutuhkan data statistik, profil dan peta daerah rawan bencana dimaksud. Hal ini penting sebagai ukuran dan barometer dalam menghadapi penanggulangan bencana, baik yang sedang terjadi maupun yang bakal akan terjadi. Demikian pula Dokumen kebencanaan juga sangat penting untuk pedoman dan dasar pelaksanaannya seperti dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB). Untuk Pelaksanaan kegiatan fisik pada kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana diperlukan pula dokumen antara lain Perhitungan kerusakan Akibat Bencana (PKAB) dan Detail Engenering Design (DED ).

Rendahnya pengetahuan kebencanaan bagi personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga menjadi kedala dalam melaksanakan tugas kebencanaan serta terbatas Fasilitas peralatan yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan. Saat ini peralatan yang ada antara lain, perahu karet 3 Unit (Satu

unit kondisinya bocor) tenda pleton 7 buah, tenda keluarga 5 buah, Tenda posko jaga 1 buah, Velbed (tempat tidur lipat) 140 buah, UPS 3 unit, Handy Talky 3 unit, RIG 1 unit, Lampu senter HID Searchlight 1 unit, mesin Ginset 3 unit, mesin sinso (gergaji potong) 1 unit, Water Treatment portable 1 unit, serta kenderaan operasional roda dua sebanyak 2 unit, kenderaan roda 4 sebanyak satu unit.

Semua fasilitas dan peralatan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Sedangkan fasilitas lain yang belum dimiliki masih banyak dan mendesak dibutuhkan antara lain pelampung, perahu karet, pakaian petugas, baju penyelam dan fasilitas lainnya berkaitan dengan keselamatan kerja.

Kurangnya dukungan dana dari pemerintah baik itu dana taktis maupun Dana Siap Pakai menyebabkan belum maksimalnya penanggulangan bencana alam oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan.Tim Reaksi Cepat penanggulangan bencana alam belum sepenuhnya dapat difungsikan karena katerbatasan peralatan, dana dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk penanggulangan bencana tersebut juga perlu diefektifkan kegiatan pemasangan baliho-baliho, peringatan bahaya bencana dan pembuatan jalur evakuasi tsunami pada tiap-tiap kecamatan yang dianggab rawan bahaya tsunami.

2.3.1.14 Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja di Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan perkembangan yang fluktuatif selama 5 tahun terakhir yaitu dari 60,93 persen pada tahun 2008 menjadi 71,54 pada tahun 2012 persen. Selama periode tersebut rasio Kesempatan kerja atau persentase penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan dari 91,17 persen pada tahun 2008 menjadi 95,00 persen pada tahun 2012. Hal ini membawa kondisi positif, dimana jumlah penduduk yang menganggur juga mengalami penurunan dari 8,83 persen pada tahun 2008 menjadi 5 persen pada tahun 2012 atau sebesar 4.680 orang, menurun dari tahun 2008 yang mencapai angka sebesar 7.418 orang. Pemerintah Daerah juga terus berupaya dengan berbagai kebijakan pembangunan dan stimulus ekonomi untuk menekan tingkat pengangguran tersebut.

Tabel II-84

Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Ketenagakerjaan Kabupaten Aceh Selatan 2008-2012

No Indikator Tahun

2008 2009 2010 2011 2012*

1 Angka Partisipasi Angkatan Kerja 84.006 82.754 94.028 92.138 93.609

2 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 60,93 50,48 68,52 64,13 71,54

3 Rasio penduduk yang bekerja (%) 91,17 90,83 93 93,59 95

4 Tingkat Pengangguran terbuka (%) 8,83 9,17 7,00 6,41 5,00

Sumber : BPS Kabupaten Aceh Selatan. Angka sementara.

Kendala yang masih ada dalam hal ketenaga kerjaan di Kabupaten Aceh Selatan adalah belum tersedianya secara maksimal Data Base pencari kerja. Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada juga belum berfungsi secara optimal disebabkan kurangnya tenaga instruktur dan pelatih serta kurang sarana dan prasarana pendukung pada BLK tersebut. Saat ini jumlah tenaga instruktur dan pelatih yang tersedia adalah sebanyak 3 orang dari sebanyak 10 orang yang dibutuhkan. Kendala lainnya adalah tidak tersedianya sarana informasi bursa tenaga kerja serta belum maksimalnya perlindungan dan penegakan hukum terhadap tenaga kerja dan kesehatan kerja.

Dokumen terkait