BAB V ANALISIS DATA
V.3 Keluhan Masyarakat dalam Pengurusan Surat Keterangan Tanah
Menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, Pelayanan publik adalah segala bentuk kegiatan dalam rangka pengaturan, pembinaan, bimbingan, penyediaan fasilitas, jasa dan lainnya yang dilaksanakan oleh aparatur pemerintah sebagai upaya pemenuhan kebutuhan kepada masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam hal ini masyarakat menyerahkan kepercayaan untuk mengurusi kepentingan bersamanya kepada pemerintah. Pemerintah menjalankan tugasnya untuk memberikan pelayanan kepentingan yang dipercayakan kepadanya. Meski sepenuhnya peran memberikan pelayanan adalah tugas dari pemerintah, namun masyarakat juga sering menghadapi kendala dalam menghadapi pelayanan publik. Dalam pengurusan Surat Keterangan Tanah, kendala masyarakat yang
sering menjadi keluhan adalah mahalnya biaya pengurusan dan proses pengurusan yang cenderung berbelit-belit. Seperti informasi yang didapat dari keterangan camat, bahwa 1% biaya dari harga tanah adalah milik kecamatan dan dapat digunakan seperlunya. Ini menjadi satu masukan yang sangat penting untuk diketahu masyarakat, sehingga nantinya tidak mendapat perlakuan yang tidak sesuai berkaitan masalah pembiayaan pada pengurusan Surat keterangan Tanah.
Meski ada ketentuan mengenai biaya pengurusan Surat Keterangan Tanah, masyarakat cendrung tidak tahu akan hal tersebut. Ketidaktahuan ini berdampak pada anggapan masyarakat akan adanya pungutan liar dan mahalnya biaya yang dibebankan kepada masyarakat. Informasi ataupun pemberitahuan yang terbuka akan menjadi jalan penyelesaian masalah yang sangat baik. Sehingga tidak ada permasalahan dan keluhan masyarakat mengenai pembiayaan.
Lambatnya proses pengurusan Surat Keterangan Tanah menjadi hal yang dikeluhkan masyarakat. Dari hasil penelitian memang tidak ada ketentuan mengenai waktu yang digunakan dalam pengurusan ini. Akan tetapi lama tidaknya waktu tergantung proses pengecekan atau penyelidikan yang dilakukan kecamatan terhadap kebenaran suatu tanah. Permasalahan ini seharusnya diselesaikan dengan jalan adanya pemberitahuan kepada masyarakat akan proses pengecekan selain proses pada tahap pemeriksaan berkas. Sehingga masyarakat paham akan waktu yang digunakan atau mengerti tidak adanya ketentuan batas waktu yang ditentukan berdasarkan prosedur, melainkan bagaimana kerjasama antara pemerintah kecamatan dengan masyarakat untuk bersama-sama dalam pengurusan Surat Keterangan Tanah.
BAB VI
PENUTUP
Berdasarkan uraian-uraian yang telah penulis kemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka pada bab ini penulis akan mengambil beberapa kesimpulan dari hasil penelitian lapangan yang penulis lakukan selama ini serta memberikan saran sebagai langkah terakhir dalam penulisan hasil penelitian ini.
VI.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang dilakukan di Kantor Camat Silimakuta Kabupaten Simalungun adalah sebagai berikut :
1. Kepemimpinan Camat Silimakuta Kabupaten Simalungun saat ini sudah terlaksana dengan c u k u p baik. Artinya hal-hal yang berhubungan dengan antara atasan dengan bawahan, baik dari segi komunikasi, motivasi, penentuan kerja dan pemberian tanggung jawab, penilaian kinerja dan pengawasan yang dilakukan sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan para informan.
2. Kinerja birokrasi dalam hal ini efektivitas dan efisiensi kerja pegawai pada Kantor Camat Siliomakuta juga sudah cukup baik. Terlihat dengan penyelesaian pekerjaan yang tepat waktu, hasil kerja yang memuaskan, pemberian pelayanan kepada masyarakat juga cukup mumpuni. Fasilitas-fasilitas yang ada cukup membantu dan memudahkan para pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya serta adanya motivasi dari atasan yang semakin membuat para pegawai
semakin bersemangat dalam bekerja dengan didorong suasana kerja yang kondusif dan nyaman.
3. Gaya kepemimpinan Camat sangat berpengaruh b a i k terhadap peningkatan kinerja birokrasi pada Kantor Camat Silimakuta Kabupaten Simalungun. Dalam hal ini, Camat kecamatan Silimakuta menggunakan gaya kepemimpinan tipe demokratis. Hal ini dapat dilihat dengan pernyataan yang disampaikan oleh Camat itu sendiri maupun para pegawai itu sendiri. Camat merupakan orang yang bertanggung jawab penuh terhadap segala pekerjaan dan keputusan yang diambil. Berhasil atau tidaknya suatu pekerjaan di Kantor Camat Silimakuta bergantung kepada kinerja para pegawai dan keefektivitasan kerja pegawai yang tidak jauh dari pengaruh kepemimpinan Camat.
4. Surat Keterangan Tanah merupakan salah satu berkas yang harus dimiliki masyarakat yang memiliki tanah. Banyak alasan yang mendasari pentingnya Surat Keterangan Tanah, yaitu untuk untuk memberi kepastian hukum atas tanah tersebut, untuk melakukan peminjaman ke bank, serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti sengketa dan lainnya serta adanya kepastian mengenai luas tanah dan batas-batas tanah tersebut. Selain alasan tersebut, Surat Keterangan Tanah juga merupakan berkas atau surat yang harus dimiliki masyarakat jika ingin melakukan pengurusan surat-surat lainnya, seperti sertifikat hingga akte jual beli tanah.
5. Masih banyak masyarakat Kecamatan silimakuta yang belum memiliki Surat Keterangan Tanah, dikarenakan tanah yang mereka miliki merupakan tanah warisan turun menurun. Setelah peneliti terjun langsung kemasyarakat, diperoleh alasan lain mengapa masih banyak masyarakat belum memiliki Surat Keterangan Tanah yaitu: Pertama, masyarakat belum menyadari pentingnya Surat Keterangan Tanah sebagai tanda keabsahan tanah mereka. Kedua, yaitu masyarakat enggan mengurus Surat Keterangan Tanah karena proses yang lama dan berbelit-belit.
6. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat penting dalam meningkatkan kinerja birokrasi. Salah satu pemimpin yang memiliki wilayah kerja tersendiri adalah Camat. Sebagai pemimpin dalam wilayah kecamatan, camat memiliki peran yang sangat penting dalam pelayanan publik, hal ini dikarenakan camat memiliki wewenang yang dapat memberi arahan kepada pegawai dalam meningkatkan setiap pengurusan pelayanan publik.
7. Salah satu tugas pemerintahan kecamatan adalah tempat dimana dilakukan pengurusan Surat Keterangan Tanah. Selain melakukan pengurusan Surat Keterangan Tanah, Pemerintah Kecamatan juga memiliki wewenang untuk mengeluarkan Surat Keterangan Tanah tersebut. Dilain pihak, surat keterangan tanah tersebut sangat penting untuk menjamin tidak adanya sengketa kepemilikan tanah antara masyarakat. Oleh karena itu, kepemimpinan seorang camat disini sangat penting untuk mengawal proses pembuatan Surat Keterangan
Tanah dan juga mempersuasif masyarakat agar masyarakat tahu seberapa pentingnya Surat Keterangan Tanah tersebut dalam hal menjamin keabsahan tanah mereka.
VI.2. Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis kemukakan sebagai bahan masukan untuk lebih meningkatkan mutu dan manfaat penelitian ini, khususnya bagi Kantor Camat Silimakuta Kabupaten Simalungun sebagai objek penelitian adalah sebagai berikut :
1.Kepemimpinan Camat Silimakuta saat ini sudah cukup baik dan sebaiknya agar tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi
2.Camat Silimakuta menggunakan gaya kepemimpinan tipe demokratis dalam menjalankan kepemimpinannya dan hal ini berdampak cukup baik terhadap kinerja birokrasi di Kecamatan silimakuta. Namun, gaya kepemimpinan tipe demokratis ini juga memiliki kelemahan yaitu proses pengambilan keputusan memakan waktu cukup banyak dan sulitnya mencapai kesepakatan. Oleh karena itu, Camat Silimakuta harus mampu menyikapi kelemahan tersebut agar tidak menjadi penghambat kinerja kecamatan sebagai agen pelayanan publik.
3. Kinerja pegawai dan tingkat efektivitas kerja pegawai sejauh ini juga cukup baik dan memuaskan dan agar dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi.
4. Lebih meningkatkan fasilitas ataupun sarana dan prasarana agar dapat mendukung peningkatan kinerja para pegawai sehingga hasil kerja para pegawai akan lebih efektif dan efisien.
5. Meningkatkan kualitas dan sumber daya aparatur yang profesional melalui pendidikan ataupun pelatihan untuk ditempatkan sesuai dengan kompetensinya sehingga mendukung terciptanya program kerja dan rencana kegiatan yang jelas.
6.Perlunya memperhatikan aspek kuantitas kerja dalam membangun efektivitas kerja pegawai pada Kantor Camat Silimakuta Kabupaten Simalungun, dimana fasilitas- fasilitas pendukung yang kurang memadai, baik itu pengadaan peralatan kantor dan biaya patut dibenahi. 7. Dalam hal pengurusan Surat Keterangan Tanah, dari informasi yang
diperoleh peneliti di lapangan, bahwa pengurusan Surat Keterangan Tanah dibebankan biaya sebesar 1% dari harga tanah yang akan di urus Surat Keterangan Tanahnya. Ini berarti perlu adanya penginformasian dari pemerintah kecamatan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat.
8.Hal yang sama juga harus diberlakukan mengenai informasi waktu dalam pengurusan Surat Keterangan Tanah. Tidak adanya ketentuan mengenai batas waktu penyelesaian hendaknya harus diinformasikan pemerintah kecamatan kepada masyarakat untuk meminimalisasi adanya adanya anggapan masyarakat akan ketidakbagusan dari kinerja pemerintah kecamatan. Sehingga harus ada penegasan mengenai peningkatan kerjasama pemerintah kecamatan dengan masyarakat dalam pengurusan Surat Keterangan Tanah yang baik.
9.Pemerintah Kecamatan sebaiknya mengintensifkan lagi sosialisasi tentang pentingnya Surat Keterangan Tanah untuk meminimalisir terjadinya
konflik kepemilikan tanah dimasyarakat. Hal ini juga secara tidak langsung akan menjadi ajang edukasi bagi masyarakat dalam hal ini pentingnya pengurusan Surat Keterangan Tanah.