• Tidak ada hasil yang ditemukan

podium dapat dilengkapi monitor kecil untuk sponsor

RUNDOWN "DEBAT"

4. Kenaikan BBM memacu inflasi

kenaikan harga BBM akan memacu terjadinya inflasi. Inflasi akan membuat jumlah orang miskin semakin banyak, bahkan membuat orang yang tadinya tidak miskin bisa menjadi miskin.

Dalam pertemuan antara Presiden SBY dan Presiden terpilih, Jokowi di Bali, menurut Ketua DPP Demokrat Ikhsan Modjo, bukan hanya membahas soal kenaikan BBM bersubsidi, tapi juga ruang fiskal negara.

Pernyataan Ikhsan Modjo

 "Bicara tentang ruang fiskal, bicara tentang dampak sosial yang terjadi karena

kenaikan BBM. Jadi ini tidak pada konteks 2014 tapi 2015, tapi media yang membuat harus naik 2014,"

 "Masalah hubungan institusi itu juga banyak, masa semuanya fokus pada BBM.

Kenapa tidak menyusun cara untuk pindah ke gas dan lain lain, ini yang harus dipikirkan bersama jangan semata-mata selalu kenaikan BBM,"

Soal transisi masa pemerintahan ini termasuk salah satunya adalah kenaikan BBM bersubsidi yang sedang ramai dibicarakan, para pengamat juga memberikan statement-nya.

Pengamat Politik: Negoisasi SBY – Jokowi Soal Kenaikan BBM Berlangsung Alot

Penolakan SBY untuk menaikkan harga BBM sesuai permintaan Jokowi dinilai sebagai penyelamat bagi citranya di penghujung masa pemerintahan SBY. Hal ini dikatakan oleh Pengamat Politik, Arya Fernandez. Menurutnya, tarik – menarik citra ini akan sulit menemui jalan keluarnya.

Pernyataan Arya Fernandez

 “Jokowi mungkin sudah melakukan negosiasi, Jokowi tentu mendorong SBY agar

menaikkan BBM sehingga tidak dilakukan di masa Jokowi. SBY juga akan dilema menaikkan harga BBM. Menurut saya titik temunya akan susah karena keduanya juga berkepentingan agar BBM tidak dinaikkan,”

 “Perlu juga pendapat ahli ekonomi untuk memberikan masukan pada mereka apakah

secra hitung-hitungan devisa Negara masih bisa menahan subsisdi yang sudah bocor di sektor energi. SBY akan “bunuh diri” karena selama 10 tahun citranya sudah baik. Dua-duanya (Jokowi-SBY) ingin mendapatkan citra yang positif. Masa SBY harus bunuh diri di akhir pemerintahan,”

Pengamat Perminyakan/Politisi Nasdem, Kurtubi.

Seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan kedua harga kommoditas publik (elpiji nonsubsidi dan bahan bakar minyak (BBM))

Pernyataan Kurtubi

 "Sebagai negarawan seharusnya Presiden SBY tidak ragu mengeluarkan kebijakan

kenaikan harga elpiji dan BBM,"

Kurtubi menilai pemerintahan yang baru dilantik mendatang tidak akan elok jika langsung menaikkan harga-harga, apalagii elpiji dan BBM.

Pengamat politik-ekonomi, Ichsanuddin Noorsy

Selama ini PDIP menjadi oposisi yang paling tidak mendukung adanya kebijakan yang tidak pro rakyat. Akan tetapi, saat ini Noorsy mempertanyakan inkonsitensi PDIP yang selama ini dikenal dengan pro ‘wong cilik’ terkait kenaikkan BBM. Sikap tunduk terhadap harga pasar terkait dengan dukungan kebijakan penaikan harga BBM dinilai melanggar konstitusi. Kebijakan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) yang berencana menaikkan harga BBM menyalahi konstitusi tepatnya UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 sampai 3.

Pernyataan Noorsy

 "Saat menjadi oposisi kenaikan harga BBM disebut tidak prorakyat. Kenapa

sekarang enggak bilang demikian juga?"

 "Kalau benar mengikuti konstitusi. Konstitusi kita tidak akan memberikan ruang bagi

harga pasar atau harga keekonomian,"

 "Jadi jangan bicara terlampau jauh, padahal cara berpikir kita lagi digeser ke logika

harga pasar dan harga ekonomi internasional,"

 "Kita menghitung betul-betul berpatok dengan harga minyak pasar Internasional.

Tetapi tidak menghitung dari biaya produksi yang juga kita keluarkan,"

 “Dalam konstitusi Pasal 33 Ayat 1, 2 dan 3, mengatur kekayaan alam yang

menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara,”

 “Harusnya, tim transisi pemerintahan yang dibentuk oleh Jokowi-JK jangan terlalu

berpikir satu arah, hanya opsi kenaikan BBM,”

 “Mereka jangan hanya berpikir untuk menaikkan BBM dengan opsi mulai dari

Rp1.000, Rp1.500, sampai dengan Rp3.000. Mereka harusnya enggak hanya berpikir soal spending, tapi juga revenue,”

Pasal 33

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup

orang banyak dikuasai oleh Negara.

(3) Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pengamat energi, Marwan Batubara: SBY dan Jokowi Hanya mementingkan Citra Politik

Langkah SBY menurunkan harga BBM jelang pemilu 2009 dan sikap PDI-P yang selalu menolak kenaikan harga BBM semasa pemerintahan SBY membuat Indonesia tidak bisa menghemat anggaran untuk infrastruktur karena harus mengeluarkan anggaran besar untuk subsidi BBM.

Pernyataan Marwan

 "Pak SBY misalnya kembali menurunkan harga, padahal harga itu sudah bagus dan

tidak terlalu berbeda dengan harga pasar. Dengan begitu kan banyak penghematan yang penghematan ini bisa dipakai untuk yang produktif. Tapi, dia turunkan,”

 “PDIP sepanjang pemerintahan SBY itu terus saja bersuara menolak kenaikan.

Meskipun secara obyektif kenaikan itu harus dan layak dilakukan. Tapi, PDIP itu selalu digaris depan dan menolak.”

Dia menambahkan, pemerintah harus mengubah pola pemberian subsidi BBM seperti

sekarang ini menjadi subsidi langsung. Ini agar lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mendukung jika ada kenaikan harga BBM subsidi, asalkan dana penghematan tersebut harus dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

Pernyataan Sofjan Wanandi (APINDO)

 "Kita dari sisi pengusaha mendukung saja, tapi jika penghematan dari kenaikan itu

untuk membangun infrastruktur strategis, jadi kita dukung,"

 "Kalau naikkan BBM subsidi untuk bayar gaji atau belanja pegawai (PNS) enggak

setuju,"

 "Ya ngaruh, pasti bikin inflasi, harga jadi naik tapi untuk sementara atau 6 bulan

saja. Yang penting dana penghematan kenaikan BBM subsidi itu dialihkan untuk membangun infrastruktur, seperti jalan, pelabuhan agar cost logistik tidak

memberatkan pengusaha, kita minta bangun itu, lalu bisa bangun power plan juga (pembangkit),"

Inkonsistensi PDIP dalam Kenaikan BBM

Tahun lalu PDIP menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Ssat itu, PDIP mengeluarkan Buku Putih yang berisi alternatif agar APBN tidak babak belur tanpa menaikan harga BBM. Namun, saat ini sikap PDIP justru mendesak SBY agar menaikan harga BBM. Sejumlah kalangan menilai PDIP inkonsisten dalam menyikapi kenaikan BBM pada masa

pemerintahan Jokowi – JK. Menaggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP Eva Kusuma Sundari membantahnya. Menurutnya, konsep Buku Putih itu tetap akan digunakan oleh partainya.

Pernyataan Eva Kusuma Sundari

 "Opsi lain adalah penghematan belanja aparatur baik pegawai pusat maupun pegawai daerah yg bersumber dari APBN, koreksi secara menyeluruh belanja pegawai non gaji,"

 "Perlu juga harmonisasi APBN dengan APBD termasuk re-design RAPBN RAPBD untuk pengetatan belanja aparatur,"

Eva mengatakan Jokowi-JK bersikap realistis, kenaikan BBM merupakan opsi terbuka dan mungkin harus ditempuh bukan sekedar menghadapi emergency. Tapi juga memperbaiki efektifitas subsidi yang sekarang banyak dinikmati industri dan orang kaya sekaligus membersihkan praktek mafia.

Konsistensi PDIP saat ini masih menjadi pertanyaan besar, apakah selama ini PDIP hanya merupakan manuver politik untuk meraih simpati masyarakat? Hal ini juga kemudian ditanggapi oleh Wakil Sekretaris Jendral PDIP, Ahmad Basarah. Menurutnya, partainya selama ini memang menentang pengurangan subsidi, tetapi inti penolakan PDIP yang sebenarnya bukanlah soal kenaikan harga.

PDIP menilai, dana yang dialihkan dari pos subsidi BBM telah gagal dimanfaatkan oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan.

Pernyataan Wakil Sekretaris Jendral PDIP Ahmad Basarah

 "PDIP mengkritik iya, betul sekali. Tapi apakah kritik sekedar kritik? Saya kira tidak.

Kritik kami bukan pada kenaikan, tapi pemanfaatan dari hasil pencabutan subsidi,"

 "Kami melihat kompensasi sering sekali dipakai untuk kepentingan di luar

kesejahteraan rakyat. Misalnya untuk pemilu,"

 "Kebijakan menaikan harga BBM diharapkan dapat merubah postur APBN kita," Sepuluh tahun PDIP memosisikan diri sebagai oposisi pemerintahan dengan menolak kenaikan BBM. Kini, opsi mendukung kenaikan BBM pada saat pemerintahan Jokowi – JK bukanlah hal yang ‘diharamkan’ lagi. Ketua PDI Perjuangan, Effendi Simbolon mengaku partainya tetap konsisten, meski opsi tersebut bisa saja memungkinkan.

Pernyataan Effendi Simbolon

 "Kami mengoreksi pemerintahan baik pusat dan daerah berdasarkan panduan. Kami

mengoreksi (secara) terukur. Kalau sekarang kami dianggap tidak konsisten, justru kami konsisten apa yang kami yakini berdasarkan pokok bahasannya,"

 "Justru itu lebih berbahaya. Berarti Anda (Jokowi-JK) tidak commit dong. Ini kan

harus masuk program-program andalan yang selama ini sudah dipilih oleh rakyat. Apa janji-janji Pak Jokowi kan harus masuk, harus diundangkan dalam APBN. Ini yang kemudian kita akhiri konsekuensi logis dari itu kemudian dampaknya dianggap kami tidak konsisten saya kira tidak benar,"

Effendi juga menilai tidak ada perbedaan pendapat pada PDIP terkait wacana kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, saat ini yang terjadi hanyalah dinamika berpikir pada masing-masing kader.

 "Berpikir itu tidak membuat kami di PDI Perjuangan ada perbedaan,"

 "Namanya juga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tapi tidak ada perbedaan,"  "Jangan karena dulu kami menentang, sekarang mendukung kami dibilang tidak

prorakyat,"

 "Kita tidak kemudian setuju (kenaikan BBM). Tapi kita harus lihat anggaran kita

terlalu besar. Selagi masih bisa dihemat agar efisiensi dan RAPBN nanti juga bisa kita alihkan,"

 "Dengan subsidi ini juga bisa mengantarkan era Indonesia menuju perbaikan rakyat.

Bisa dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat yang tertinggal di pelosok,"

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah mengatakan, Jokowi tidak perlu memaksakan kehendak untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ketika resmi menjabat presiden nantinya.

Pernyataan Ahmad Basarah

 "Kalau pada akhirnya, karena alasan formal dan dukungan parlemen bagi Jokowi

tidak terpenuhi, Jokowi juga jangan memaksakan diri untuk menaikkan harga BBM,"

 "Rakyat yang akan merasakan dampak dari masalah kenaikan harga BBM terhadap

perekonomian, pembangunan ekonomi termasuk kesejahteraan rakyat,"

 "Bila masyarakat bisa menerima alasan kenaikan harga BBM, maka Jokowi harus

mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM itu,"

Presiden Terpilih Joko Widodo berencana mengurangi subsidi harga BBM di masa pemerintahannya nanti. Namun demikian, tidak semua fungsionaris PDIP setuju. Soal kebulatan suara PDIP ini dikatakan juga oleh Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Parreira bahwa suara Jokowi adalah suara PDIP.

Pernyataan Andrean Hugo

 "Ya kalau Pak Jokowi sudah berbicara itu, itulah suara PDI Perjuangan," Namun, sebelumnya Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait menyatakan ketidaksetujuannya dengan rencana menaikkan harga BBM.

Pernyataan Maruarar Sirait

 "Saya secara pribadi menyatakan tolak kenaikan BBM karena masih banyak cara

untuk lebih efisiensi. Ini yang jadi tantangan kita,"

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dolfie O.F. Palit, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera menaikkan harga BBM sebelum Oktober 2014.

Pernyataan Dolfie O. F. Palit

 “Kalau pemerintahan SBY punya kemauan politik, maka dia akan menaikkan harga

Andi Widjajanto Wakil Ketua Tim Transisi presiden terpilih Joko Widodo juga menambahkan besarnya kenaikan harga BBM masih bisa diakumulasikan.

Pernyataan Andi Widjajanto

 “Besar kenaikannya masih kami simulasikan. Kemungkinan di antara Rp 1.000, Rp

2.000, hingga Rp 3.000 per liter,”

Dia juga mengusulkan dua pilihan waktu untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi, yaitu pada akhir Oktober 2014 atau pada bulan Maret-April 2015.

Kritik Atas Inkonsistensi PDIP

Terkait rencana kenaikan BBM ini, PDI P mendapat sindiran dari Wasekjen PKS, Fahri Hamzah. Pasalnya, dahulu PDIP paling ngotot menolak kenaikan. Namun, ketika Jokowi-JK ingin memerintah, malah mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan BBM.

Fahri menyebut, PKS tetap konsisten bersama PDIP untuk menolak kenaikan BBM. Bahkan saat menolak BBM dulu, PKS sempat diminta keluar dari partai pemerintah. Fahri terus menyindir PDIP, sikap penolakan ini wujud kesetiaan dan konsistensi PKS dengan PDIP.

Pernyataan Fahri Hamzah

 "Intinya ikut PDIP, tolak kenaikan BBM, itu wujud koalisi kita,"

 "Deal wujud koalisi dengan PDIP, kali ini koalisi Merah Putih dukung PDIP bahwa

tolak kenaikan,"

 "Pokoknya kita ikut PDIP, tolak kenaikan PDIP. PKS itu teman setia PDIP, makanya

kita tolak kenaikan BBM,"

Selain itu, Kelangkaan BBM menurut Fahri, hendaknya dijadikan momentum oleh Jokowi dan PDIP membuktikan sikap pro rakyatnya.

 "Dari dulu, PKS dan PDIP menolak pencabutan subsidi BBM. PKS tetap konsisten

dan saya harapkan PDIP juga konsisten tolak kenaikan BBM dengan mencabut subsidi rakyat. Intinya untuk menolak kenaikan BBM PKS sepakat dengan PDIP. Ini bukti bahwa PKS meski di oposisi tidak serta-merta menolak semua sikap

pemerintah,"

 "Kalau mau mengalihkan subsidi BBM, kami masih bisa terima, tapi harus jelas

dialihkannya kemana? Pastikan pengalihan subisidi BBM tidak membebani rakyat karena dampak kenaikan BBM akan membuat harga barang dan jasa juga naik. Nah, PDIP harus pikirkan bagaimana caranya,"

 "Paling tidak, Jokowi bisa kasih hadiah rakyat dengan tidak menaikan harga BBM,

bukan justru setelah menang rakyat menjadi tambah susah,"

 ”Kalau memang mau dialihkan subsidi tersebut, kami masih bisa terima, tapi juga

harus jelas dialihkannya kemana?Rakyat harus dijelaskan pengalihan subisidi BBM tidak membebani mereka karena dampak kenaikan BBM pastinya akan membuat harga barang dan jasa juga naik. Necara rumah tangga rakyat tidak boleh terbebani karena pemasukan tidak bertambah sementara pengeluaran menaik pesat. Nah PDIP harus pikirkan caranya.Caranya gimana? Kalau mengutip Cak Lontong, Mikir!!!!,”

Fahri menegaskan, apabila ingin mengalihkan subsidi BBM lanjutnya, PDIP dan Jokowi harus bisa menjelaskan kepada rakyat. Jangan sampai subsidi dihilangkan kehidupan rakyat semakin berat akibat kenaikan harga-harga sebagai dampak kenaikan BBM.

Sejalan dengan PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), ikut mempertanyakan konsistensi PDIP terkait kenaikan BBM bersubsidi. Pasalnya, PDIP Dapat dikatakan sebagai garda terdepan yang menolak keras kenaikan BBM pada saat pemerintahan SBY.

Pernyataan politikus PAN Teguh Juwarno

 "Tahun lalu ditentang keras oleh PDIP di parlemen,"

 "Apakah tepat bila mengambil kebijakan strategis yang notabene tahun lalu ditentang

keras oleh PDIP?"

 "Kita percaya Pak Jokowi-JK akan menemukan solusi yang terbaik untuk rakyat

Indonesia,"

Untuk membuat kebijakan menaikkan harga BBM dalam masa pemerintahan SBY yangt tinggal beberapa hari lagi, tidak mungkin untuk dilakukan. Kebijakan ini tentunya menjadi tantangan bagi pemerintahan Jokowi – JK. Mengingat pada masa pemerintahan sebelumnya, PDIP sangat menolak kebijakan ini dan saat ini adalah imbas yang harusdihadapi di masa pemerintahan Jokowi – JK.

Sementara itu, Wasekjen Partai Golkar, Roem Kono mengatakan kalau PDIP dan Jokowi-JK tidak konsisten menolak kenaikan BBM maka masyarakat akan langsung menghakiminya. Rakyat menurutnya PDIP hanya memanfaatkan isu ini untuk mendapatkan simpati karena selama 10 tahun pemerintahan SBY, mereka menolak kenaikan BBM.

Pernyataan Roem Kono

 "Selama ini PDIP menolak kenaikan harga BBM. Bila Jokowi menaikkan harga

BBM, PDIP akan membela habis-habisan kebijakan Jokowi tersebut. Rakyat tentu akan berpikiran, oo gini cara PDIP. Dulu menolak kenaikan BBM, sekarang mendukung,"

 "Akan jadi perdebatan bila Jokowi menaikan harga BBM di DPR,"

Sementara itu, wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo juga menilai ketidak konsistenan PDIP terkait rencana kenaikan BBM ini. Menurutnya, sikap PDIP yang dahulu menolak kenaikan BBM tak ubahnya seperti pencitraan guna mendapatkan simpati rakyat.

Dahulu, saat pemerintahan SBY PDIP sangat menolak kenaikan BBM dan menyatakan pro-rakyat. Menurutnya, PDI Perjuangan menjadi pemenang Pemilu karena berhasil memainkan isu kenaikan harga BBM.

Pernyataan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo

 "PDIP memaksa presiden sekarang menaikkan harga BBM artinya tidak konsisten.

PDIP jadikan rakyat komoditi dan tunggangan untuk pencitraan memuluskan kekuasaan yang mereka raih sekarang,"

Pembelaan Puan Maharani Terkait Kenaikan BBM

PDI Perjuangan dapat dikatakan sebagai garda terdepan yang dahulu menolak kenaikan BBM pada masa pemerintahan SBY. Namun, kini ketika Jokowi – JK terpilih menjadi Presiden dan

Wakil Presiden periode 2014 – 2019, partai moncong putih ini justru berbelok memberikan dukungannya dalam menaikan BBM. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan akan sikap PDIP, terlebih dengan Buku Putih PDIP yang disinyalir mengatakan bahwa adanya alternatif – alternatif lain selain menaikan BBM pada saat mengkritisi kebijakan tersebut pada masa SBY. Inilah yang menjadi tantangan bagi pemerintahan baru guna membuktikan “kesaktian” Buku Putih tersebut. Sikap PDIP yang kini membolehkan kenaikan BBM pasca Jokowi terpilih menjadi Presiden dinilai tidak konsisten oleh sejumlah elit politik. Menanggapi hal itu, Puan Maharani memberikan statement-nya.

Pernyataan Puan Maharani

 "Kita pernah nolak bukan karena kita tidak dukung, tapi kan ada kalkulasi,"

 "Kita buat simulasi, apa kalau dinaikkan itu yang terbaik, kalau tidak apa itu terbaik.

Kita berkeinginan jangan sampai pemerintahan stuck karena defisit anggaran,"

 "Jangan buang bola lah, pemerintahan ini kan masih pemerintahan SBY,"

--- Pernyataan yang relatif masih belum satu suara dari jajaran elit tokoh PDIP mengenai

kenaikan harga BBM bersubsidi ini menjadi pertanyaan berikutnya, apakah Jokowi tetap akan membela “Wong Cilik” untuk tidak menaikan BBM bersubsidi atau berbalik mengikuti PDIP yang sudah menghalalkan kenaikan BBM saat pemerintahan Jokowi nanti? Bagaimana Buku Putih PDIP yang dikatakan sebagai alternatif selain menaikkan harga BBM bersubsidi ketika permasalahan yang sama juga menimpa masa pemerintahannya saat ini?

Jokowi memang seharusnya menjadi Presiden seluruh rakyat Indonesia dan bukan presiden PDIP lagi. Hal ini memungkinkan Jokowi bisa jadi Common Enemy bagi partainya sendiri. Jika Jokowi menolak kebijakan partai, dan tetap membela wong cilik agar tidak menaikan BBM, secara legalitas formal Jokowi bisa saja tidak didukung PDIP saat membuat kebijakan-kebijakan nanti. Tentunya oposisi terhadap pemerintahan Jokowi semakin banyak.

Konflik yang terjadi antara Gaza dan Israel hingga detik ini kian darurat. Ekskalasi serangan yang dilakukan oleh militer Israel semakin meningkat, Sedikitnya, akibat gempuran tentara zionis tersebut, 50 orang tewas, dan 500 lainnya terluka.

Serangan Israel merambat ke Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia cabang Gaza, Roket Israel jatuh hanya 20 meter dari kediaman Abdillah Onim di Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia cabang Gaza, tembok rumah hancur, genteng di bagian atas hancur, kaca-kaca pecah, dan bekas jatuhnya roket menimbulkan bongkahan dengan kedalaman 50 meter.

 Tokoh agama sekaligus pendakwah, Yusuf Mansyur menyatakan kesedihannya karena

hancurnya Graha Tahfidz

 Pernyataan Yusuf Mansyur

 "Yaa Allah... Graha Tahfidz Daarul Qur'an Gaza Palestina yang baruuuuuu aja diresmikan, bantuan muslim Indonesia, dirudal Israel,"

Yusuf menyatakan komentar tersebut dengan disertai mengunggah tiga buah foto. Foto pertama menunjukkan gedung keseluruhan Graha Tahfidz yang sudah selesai dibangun. Foto kedua menunjukkan papan nama bertuliskan 'Rumah Tahfidz Daarul Quran Gaza'. Sedangkan foto ketiga menunjukkan seorang pria yang berdiri di tengah-tengah reruntuhan bangunan tersebut dengan latar belakang papan nama Graha Tahfidz.

 "Tulislah ALLAHUAKBAR di komentar sebagai wujud dukungan terhadap para relawan dan semua saudara kita disana," ucapnya.

 "Mari kita pekikkan takbir dengan menuliskan ALLAHUAKBAR di komentar. Sungguh tidak rela Gaza diserang lagi oleh zionis laknatullah,"

 Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa menyikapi perkembangan Gaza Digempurnya Gaza oleh pasukan Israel memicu banyak kecaman, salah satunya dari Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa. Ia mengatakan aksi Israel harus ditentang karena telah melakukan tindakan penghukuman kolektif terhadap warga Palestina.

 Pernyataan Marty Natalegawa

 "Indonesia mengecam aksi militer Israel di Gaza, suatu tindakan yang telah menimbulkan banyak korban sipil yang tidak berdosa di kalangan Palestina dan menciptakan hambatan baru bagi kondisi yang kondusif terhadap proses perdamaian Palestina-Israel,"

 "Tindakan Israel ini perlu ditentang. Aksi militer yang semakin menambah

penderitaan rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat akibat pengepungan Israel yang merupakan suatu //collective punishment// terhadap rakyat Palestina,"

Menurutnya, permasalahan utama di Palestina adalah pendudukan Palestina oleh Israel yang harus segera diakhiri melalui proses perundingan perdamaian.

 Direktur Pusat Kajian Timur Tengah & Dunia Islam (PKTTDI) Universitas

Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hery Sucipto, menyerukan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) turun tangan menghentikan serangan Israel

Hery mendesak PBB dan negara-negara maju lainnya untuk segera menghentikan serangan Israel terhadap Gaza. Namun, respon dari PBB dinilai lamban. Upaya ini dilakukan guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi.

Dia meyakini suara Indonesia masih didengar oleh Israel. Oleh karena itu, dia meminta kepada Presiden SBY untuk berperan aktif dalam membantu perdamaian di Gaza.

 Pernyataan Hery Sucipto:

 "Serangan Israel ini sudah kelewat batas, dan dilakukan di bulan suci Ramadhan. Dunia, terutaa PBB, harus mencegah dan menghentikan kebiadaban Israel terhadap bangsa Plestina,"

 "Indonesia punya posisi strategis di kancah internasional. Ini kesempatan baik buat