Studi Pendahuluan
SIMPULAN DAN REKOMENDASI A.Simpulan
3. Kepada LPTK
167
Bambang Supriatno, 2013
Pengembangan Program Perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Berbasis Ancorb Untuk Mengembangkan Kemampuan Merancang Dan Mengembangkan Desain Kegiatan
Laboratorium
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Pembelajaran sains pada hakekatnya harus diimplementasikan melalui proses kegiatan laboratorium. Dengan adanya sejumlah masalah kegiatan laboratorium di lapangan, telah menurunkan efektivitas pembelajaran sains, khususnya Biologi. Berdasarkan penelitian ini, salah satu sumber masalahnya adalah ketidakmampuan dalam merancang kegiatan laboratorium yang diimplementasikan melalui Desain Kegiatan Laboratorium dalam bentuk Lembar Kegiatan Siswa. Mata kuliah Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah memiliki potensi strategis untuk membekali kemampuan mahasiswa calon guru Biologi dalam mengembangkan kegiatan laboratorium. Sangat disayangkan mata kuliah ini hanya merupakan mata kuliah pilihan, dengan beban 2 SKS. Padahal dengan adanya masalah-masalah yang muncul di lapangan, berdasarkan penelitian ini perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah dapat mengatasi masalah tersebut. Hasil Penelitian awal menunjukkan banyak peralatan laboratorium yang tidak terpelihara, terbengkalai dan rusak, bahkan kerusakan terjadi pada alat yang masih utuh dibungkus bertahun-tahun. Kenyataan ini menunjukkan investasi peralatan tidak diimbangi dengan peningkatan derajat kemampuan hasil belajar sains. Salah satu alasan penting adalah ketiadaan petunjuk praktikum. Hal ini semestinya tidak terjadi apabila guru di lapangan memiliki kompetensi yang memadai dalam merancang dan mengembangkan kegiatan laboratorium. Dengan adanya masalah tersebut dan potensi mata kuliah Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah untuk mempersiapkan calon guru yang mampu mengatasi masalah di lapangan, serta pendapat dan saran dari dosen dan mahasiswa, kiranya LPTK patut mempertimbangkan mata kuliah ini menjadi
168
Bambang Supriatno, 2013
Pengembangan Program Perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Berbasis Ancorb Untuk Mengembangkan Kemampuan Merancang Dan Mengembangkan Desain Kegiatan
Laboratorium
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
mata kuliah wajib, dengan beban minimal 3 SKS. Dengan menaikkan statusnya menjadi mata kuliah wajib, maka akan diikuti oleh semua mahasiswa program studi Pendidikan Biologi, dan dengan demikian akan lebih mengkarakterisasi kualitas lulusan calon guru Biologi,.
Bambang Supriatno, 2013
Pengembangan Program Perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Berbasis Ancorb Untuk Mengembangkan Kemampuan Merancang Dan Mengembangkan Desain Kegiatan
Laboratorium
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu Daftar Pustaka
Afamasaga-Fuata’i , K. (2009). Secondary Pre-service Teachers‟ Use of Vee
Diagrams to Analyse Problems and Illustrate Multiple Solutions. Mathematics Education Research Journal 2008/2009, Vol. 9, 15–29 Alvarez, M.C. (1987). The use of knowledge Vee diagramas an aid to reading
comprehension and problem solving. American Reading Forum. Vol. 7, 131-140
Alvarez, M. C. & Risko,V. J. (2007). The Use Of Vee Diagrams With Third Graders As A Metacognitive Tool For Learning Science Concepts. [Online]. Tersedia:
http://www.americanreadingforum.org/Yearbooks/87_yearbook/pdf/1 6_Alvarez.pdf [13 Februari 2010]-
Anderson, L., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longma
Arikunto, S. (2002). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta Bumi Aksara Badan Standar Nasional Pendidikan. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia No. 16 Tahun 2007 tentang: Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta;
Bates, G C. (1978). The Role of the Laboratory in Secondary Scholl Science Programs. Washington. National Science Teachers Assoosiation. Borrmann, T ( 2008). Laboratory Education in New Zealand. Eurasia Journal of
Mathematics, science & Tehcnology education. 2008, 4(4), 327 – 335. Canas, A. J., & Novak, J.D. (2009). Why the Focus Question? Tersedia
www.cmap.Ihmc.us/docs/focusquestion.html , 29 Nop. 20012
Carin, Arthur A. (1997). Teaching Modern Science. New Jersey. Prentice-Hall, Inc
Bambang Supriatno, 2013
Pengembangan Program Perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Berbasis Ancorb Untuk Mengembangkan Kemampuan Merancang Dan Mengembangkan Desain Kegiatan
Laboratorium
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Costa, A.I (1985). Developing Minds. Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development.
Dahar, R.W. (2011). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Erlangga. Denemark, H.A. (1993) The search foe “scienctific Knowledge” in Federal
Courts in the Post-Frye Era : Refuting the assertion that “Law seeks
Justice While Science Seeks truth. Berkeley Technologi Law Journal. Volume 8, Issue 2 (235-265
Dick, W. & Crey, L. (1985). The Systematic Design of Instruction. London: Scott, Foresman and Company..
Dikmenli, M. (2009) Biology student teachers‟ ideas about purpose of laboratory work. Asia-Pacific Forum on Science Learning and Teaching, Volume 10, Issue 2, Article 9 (Dec.,)
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. (2004). Standar Kompetensi Guru Pemula Sekolah Lanjutan Pertama/Sekolah Menengah Atas. Jakarta:
Donovan, S., and Bransford, J. (2004). How Students Learn: Science in the Classroom. Washington, D. C: National Academy Press,
Fensham, Peter. (1988). Development and Dilemmas in Science Education. London. The Falmer Press.
Hodson, D. (1991) Practical work in science: time for a reappraisal. Studies in Science Education, 19, 175–184.
Hofstein, A. & Lunetta, V. (2003 ). The Laboratory in Science Education: Foundations for the Twenty-First Century.Wiley Periodicals, Inc. Hofstein, A. & Mamlok-Naaman, R. (2007). The Laboratory in Science
Education: the State of the Art, Chemistry Education Research and Practice, 2007, 8 (2), 105-107
Huiit, B. (1997). Educational Phychology Interactive: Metacognition. (Online). Tersedia: www.edpsycinteractive.org/topics/cognition/metacogn.html (12 Nov. 2012)
Bambang Supriatno, 2013
Pengembangan Program Perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Berbasis Ancorb Untuk Mengembangkan Kemampuan Merancang Dan Mengembangkan Desain Kegiatan
Laboratorium
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Johnstone, A.H. & Al-Shuaili, A. (2001) Learning in the laboratory; some thoughts from the literature. U. Chem.Ed., 2001,5 42-51.
Kapenda, et. al. (2002). Characteristics of Practical Work in Science Classrooms in Namibia. Research in Science & Technological Education, Vol. 20. No. 1, 2002. 53-62
Kevin D. (2010). Inference or Observation?. Science and Children, v48 n2 p44-47 Oct 2010.
Lagowski, J.J. (2002). The role of the laboratory in chemical education. http://www.utexas.edu/research.
Lin, Xiaodong. (2001). Designing Metacognitive Activities. ETR&D, Vol. 49, No. 2, pp. 23–40 ISSN 1042–1629
Malderez , Angi. (2003). Key Concepts in elt Observation. ELT journal Volume 57/2 April 2003. Oxford University Press.
Meltzer, D.E. (2002). ―The Relationship between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gain in Physics: „hidden variable‟ in Diagnostic
Pretest Scores‖ American Journal Physics. 70, (12), 1259-1267. Millar, R. (2004). The role of practical work in the teaching and learning of
science. Washington, DC. National Academi of Science.
Millar, R. and Abrahams, I. (2009). Practical work: making it more effective. SSR 91(334)
Millar & Osborne. (1998). Beyond 2000: Science education for future, London: King’s College London.
Muwange, Johnnie W.F & Zake. (2005). Is Science Education in a Crisis? Some of the problems in South Africa. tersedia pada http://www.sciecneinafrica.co.za/scicrisis.htm
Naisbitt, J., & Aburdene, P. (1990). Megatrends 2000: Ten new Directions for the 1990’s. New York: William Morow and Company, Inc.
Bambang Supriatno, 2013
Pengembangan Program Perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Berbasis Ancorb Untuk Mengembangkan Kemampuan Merancang Dan Mengembangkan Desain Kegiatan
Laboratorium
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Nicol, D. J. and Macfarlane-Dick, D. (2006). Formative Assessment and self-regulated learning: a model and seven principles of good feedback practice, Studies in Higher Education, 31, 2, 199-218.
Nickels,M. (1998) The Nature of Modern Science & Scientific Knowledge, Tersedia www.indiana.edu/~ensiweb/mart.nos.pdf, 16 desember 2012 Novak, J. D. & Gowin, D. B. (1985). Learning How to Learn. Cambridge :
Cambridge University Press.
NSTA & AETS .(2003). Standar for Science Teacher Preparation.Tersedia: www.nsta.org/preservice. 16 Januari 2010.
Rahman, T. (2008). Pengembangan Program Pembelajaran Praktikum untuk Meningkatkan Kemampuan Generik Calon Guru Biologi. Disertasi Doktor pada FPS UPI: Tidak diterbitkan.
Russell , T and Harlen, W. (1990). Practical Tasks, England: Paul Chapman Publishing Company,.
Rustaman, N. dan Wulan, A.R. (2007). Strategi Pembelajaran Biologi. Bandung: Universitas Terbuka.
Sadler, D. R. (1998). Formative assessment: revisiting the territory, Assessment in Education, 5, 1, 77-84.
Sagala, S. (2009). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.
Sampson, V., Grooms, J., and Walke, J. (2009). Argument-Driven Inqury, A way to promote learning during laboratory activitie. The Science Teacher, hal 42-47
Schalk, H. H.& Van der Schee, J.A. & Boersma, K..Th. (2011). The Development of Understanding of Evidence in Pre-University Biology Education in the Netherlands. Res Sci Educ DOI 10.1007/s11165-011-9276-8 Steen, L.A. (Eds). (2001). Mathematic and Democracy: The Case For
Quantitative Literacy. United State of America: The National Council on Education and The Disciplines.
Bambang Supriatno, 2013
Pengembangan Program Perkuliahan Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Berbasis Ancorb Untuk Mengembangkan Kemampuan Merancang Dan Mengembangkan Desain Kegiatan
Laboratorium
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu Sudjana. (1992). Metoda Statistik. Bandung: Tarsito.
Supriatno, B.(2007). Profil Lembar Kegiatan Biologi Siswa Sekolah Menengah. Proceding Seminar Nasional Jurusan Pendidikan Biologi.
Supriatno, B., Rustaman, N., Redjeki, S., dan Sudargo,.F. (2009), Uji Langkah Kerja Laboratorium Biologi Sekolah. Proceding Seminar Nasional Jurusan Pendidikan Biologi.
Supriatno, B., Rustaman, N., Redjeki, S., dan Sudargo,.F. (2010). Mengapa kegiatan laboratorium tidak efektif?. Proceding Seminar Nasional Universitas Lampung.
Tanner K.D. (2009). Feature Approaches to Biology Teaching and Learning Talking to Learn: Why Biology Students Should Be Talking in Classrooms and How to Make It Happen. CBE—Life Sciences Education Vol. 8, 89–94
Thiessen, R. (1993). The Vee Diagram; A Guide for Problem Solving. [online]. Tersedia: http://www.aimsedu.org/Puzzle/arrrec/vee.pdf [10 Juni 2010].
Woolnough, B. & Allsop, T. (1985) Practical Work in Science. London. Cambridge University Press.
Woodley, E. (2009). Practical Work in School Science-Why is it important. School Science Review (SSR) 91(339). Tersedia:
www.gettingpractical.org.uk/documents/EmmaWoodleyarticle.pdf Yilmaz, I & Yalcin, N. (2012). The Relationship of Procedural and Declarative
Knowledge of Science Teacher Candidates in Newton‟s Laws of
Motion to Understanding. American International Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 3