Jumlah Kepala RA sebanyak 25.435 orang yang memimpin sebanyak 25.435 lembaga RA. Dari jumlah tersebut bila dilihat dari latar belakang pendidikan atau kualifikasi pendidikan sebanyak (60,06%) atau 15.275 orang memiliki jenjang pendidikan belum S1, sebanyak (38,94%) atau 9.904 orang berpendidikan S1, sebanyak (1,00%) atau 255 orang berpendidikan S2 dan sisanya sebanyak 1 orang (0.00%) berpendidikan S3.
Dari grafik diatas terlihat bahwa masih banyak sekali Kepala RA yang berlatar belakang pendidikan < S1, hal ini perlu perhatian dan dorongan dari pemerintah agar para Kepala RA tersebut minimal memiliki pendidikan minimal S1, dikarenakan hal ini berkaitan dengan skill individu tersebut untuk manajemen tata kelola lembaga agar lebih baik.
23
Gambar 1.19. Kualifiaksi Pendidikan Kepala MI TP. 2011-2012
Jumlah Kepala MI sebanyak 23.071 orang dengan Latar Belakang Pendidikan Kepala MI sebanyak 8.908 orang (38,61%) berpendidikan < S1, sebanyak 835 orang (3,62%) berpendidikan S2 dan sebanyak 1 orang (0,00%) berpendidikan S3. Sementara sebagian besar Kepala MI berpendidikan S1, yaitu sebanyak 13.327 orang (57,77%).
Latar Belakang Pendidikan dari 1.686 orang Kepala MIN sebanyak 262 orang (15,54%) berpendidikan < S1, sebanyak 230 orang (13,64%) berpendidikan S2 dan tidak ada Kepala MIN yang berpendidikan S3. Sementara sebagian besar Kepala MIN berpendidikan S1, yaitu sebanyak 1.194 orang (70,82%). Sementara dari 21.385 orang Kepala MIS sebagian besar berpendidikan S1, yaitu sebanyak 12.133 orang (56,74%), sebanyak 8.646 orang (40,43%) berpendidikan < S1, sebanyak 605 orang (2,83%) berpendidikan S2 dan sisanya sebanyak 1 orang (0,00%) berpendidikan S3.
Dari data diatas terlihat bahwa, kualitas Kepala MIS masih sangat memprihatinkan, yang berpendidikan < S1 pada
24
Gambar 1.20. Kualifiaksi Pendidikan Kepala MTs TP. 2011-2012
MIS sebanyak 40,43% sedangkan pada MIN hanya tinggal 15,54%. Ini berarti bahwa pemerintah harus lebih banyak memberikan perhatian kepada swasta dalam hal peningkatan kompetensi Kepala MI, padahal kontribusi swasta pada dunia Pendidikan Islam sangat besar dan harus diperhitungkan.
Untuk jenjang MTs, dari sebanyak 15.244 orang kepala MTs, 3.788 orang atau (24,85%) masih berlatar belakang < S1, 1.629 orang (10,69%) berpendidikan S2 dan sebanyak 15 orang (0,10%) berpendidikan S3. Sementara sebagian besar Kepala MTs berpendidikan S1, yaitu sebanyak 9.812 orang (64,37%).
Latar Belakang Pendidikan dari 1.437 orang Kepala MTsN, hanya sebanyak 145 orang (10,09%) berpendidikan < S1, 501 orang (34,86%) berpendidikan S2 dan 3 orang (0,21%) berpendidikan S3. Namun yang berpendidikan S1 sebanyak 788 orang (54,84%). Sementara dari 13.807 orang Kepala MTsS, sebagian besar berpendidikan S1 yaitu sebanyak 9.024 orang (65,36%), sebanyak 3.643 orang (26,39%) berpendidikan < S1,
25
Gambar 1.21. Kualifiaksi Pendidikan Kepala MA TP. 2011-2012
1.128 orang (8,17%) berpendidikan S2 dan sisanya sebanyak 12 orang (0,09%) berpendidikan S3.
Untuk tingkat kompetensi Kepala MTs tampaknya cukup baik karena kepala MTs baik negeri maupun swasta sudah diatas 50% berpendidikan S1. Namun tetap harus ada dorongan dari pemerintah agar para Kepala MTs yang belum berpendidikan minimal S1, agar segera meningkatkan kualifikasinya mengingat tantangan dunia pendidikan ke depan jauh lebih besar, sehingga harus dipimpin oleh seorang individu yang mumpuni secara skill.
Untuk jenjang MA, dari sebanyak 6.664 orang kepala MA, sebanyak 930 orang atau (13,96%) masih berlatar belakang <
S1, sebanyak 1.110 orang (16,66%) telah berpendidikan S2 dan sebanyak 18 orang (0,27%) berpendidikan S3. Sedangkan yang berpendidikan S1 sebanyak 4.606 orang (69,12%).
Latar Belakang Pendidikan dari 758 orang Kepala MAN sebanyak 43 orang (5,68%) berpendidikan < S1, 379 orang (50,00%) berpendidikan S1 dan 330 orang (43,54%)
26
berpendidikan S2. Sedangkan hanya sebagian kecil saja Kepala MAN berpendidikan S3, yaitu sebanyak 6 orang (0,79%). Sementara dari 5.906 orang Kepala MAS, berpendidikan S1 sebanyak 4.227 orang (71,57%), 887 orang (15,02%) berpendidikan < S1, 780 orang (13,21%) berpendidikan S2 dan sisanya sebanyak 12 orang (0,20%) berpendidikan S3.
Berdasarkan data diatas, untuk Kepala MA kondisi lebih baik lagi dari MTs. Dimana hanya berkisar 5% – 15% masih berpendidikan < S1, sisanya sudah S1, S2 dan S3. Sehingga pada tingkat MA, tugas pemerintah harus memperbaiki kualifikasi pendidikan Kepala MA untuk minimal berpendidikan S1 hanya pada sekitar 15%. Sedangkan untuk yang telah berpendidikan ≥ S1 perlu ditingkatkan kemampuan mereka dalam hal manajemen dan pengelolaan madrasah.
6. Pendidik (Guru)
Jumlah Pendidik di jenjang RA sebanyak 117.544 orang dengan komposisi berdasarkan kualifikasi pendidikan, sebanyak 72.496 orang (61,68%) berpendidikan < S1, 44.576 orang (37,92%) berpendidikan S1 dan sisanya sebanyak 472 orang (0,40%) berpendidikan ≥ S2. Mayoritas Pendidik RA berpendidikan < S1 (61,68%) cukup memprihatinkan, mengingat pertumbuhan teknologi semakin kompetitif dan masukan informasi semakin komplek maka disaat ini sangat diperlukan pendidik yang mempunyai kognitif dan wawasan yang tinggi serta bijak dalam menghadapi pengaruh era global kepada anak
27
Gambar 1.22. Pendidik RA TP. 2011-2012
didiknya mengingat anak RA termasuk anak didik pada umur PAUD, yang sangat riskan terhadap hal tersebut. Kedepan diharapkan semua Pendidik RA berpendidikan minimal S1.
Dilihat dari status kepegawaian, mayoritas Pendidik RA berstatus Non PNS yakni sebanyak 107.465 orang (91,43%). Sementara hanya sebagian kecil saja yang berstatus sebagai PNS, yakni sebanyak 10.079 orang (8,57%). Oleh karena itu perlu diberi peluang kepada Pendidik RA untuk menjadi PNS agar kesejahteraan dan jenjang karir mereka lebih baik lagi. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah terhadap PAUD sudah cukup baik.
Jika ditinjau dari kategori jenis kelamin, maka sebanyak 11.203 orang (9,53%) berjenis kelamin laki-laki, sementara 106.341 orang (90,47%) berjenis kelamin perempuan. Tampak terlihat Pendidik RA lebih didominasi oleh kaum perempuan, hal ini dapat dipahami karena secara psikologis perempuan lebih dekat dengan anak-anak usia dini disebabkan sifat keibuannya.
28
Jumlah Guru di jenjang MI sebanyak 306.054 orang dengan komposisi berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 135.067 orang (44,13%) berjenis kelamin laki-laki sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 170.987 orang (55,87%). Jika dilihat dari status kepegawaian, mayoritas berstatus Non PNS yakni sebanyak 184.672 orang (60,34%), sedangkan yang berstatus PNS, sebanyak 121.382 orang (39,66%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan sebanyak 105.477 orang (34,46%) berpendidikan kurang dari S1, 196.415 orang (64,18%) berpendidikan S1, dan yang berpendidikan S2 atau lebih hanya 4.162 orang (1,36%).
Sama dengan tingkat RA, untuk Guru MI didominasi kaum perempuan. Hal ini dimaklumi karena pada Pendidikan Dasar dibutuhkan kesabaran dan ketekunan yang lebih untuk mendidik mereka. Untuk status kepegawaian demikian pula, pada tingkat ini Non PNS masih banyak. Sedangkan untuk kualifikasi pendidikan sudah cukup baik sekitar 65% sudah berpendidikan ≥ S1. Perbaikan kompetensi pada guru tingkat ini tetap harus dilaksanakan dan peningkatan kualifikasi harus dilakukan pada Guru MI tersebut sekitar 35% yaitu yang masih berpendidikan <
S1.
Pada MIN jumlah guru sebanyak 34.157 orang atau 11,16% dari total guru di Madrasah Ibtidaiyah, komposisi berdasarkan jenis kelamin sebanyak 12.501 orang (36,60%) berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sebanyak 21.656 orang (63,40%). Jika dilihat dari status kepegawaian, guru yang
29
Gambar 1.23. Pendidik MI TP. 2011-2012
berstatus Non PNS sebesar 12.303 orang (36,02%). Sedangkan yang berstatus sebagai PNS, sebanyak 21.854 orang (63,98%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan sebanyak 11.071 orang (32,41%) berpendidikan < S1, berpendidikan S1 sebanyak 22.150 orang (64,85%), dan guru yang berpendidikan ≥ S2 sebanyak 936 orang (2,74%).
Untuk guru MIN berdasarkan status kepegawaian masih 63,98% PNS, angka ini masih sangat kecil karena seharusnya pada Madrasah Negeri paling tidak guru Pemerintah (PNS) mencapai 80-90%. Demikian pula masih adanya guru MIN yang berpendidikan < S1 (32,41%) pada Madrasah Negeri perlu menjadi perhatian.
Pada MIS jumlah guru sebanyak 271.897 orang atau 88,84% dari total guru di MI dengan komposisi berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 122.566 orang (45,08%) laki-laki sedangkan perempuan sebanyak 149.331 orang (54,92%). Jika dilihat dari status kepegawaian, mayoritas guru MIS berstatus Non PNS yakni
30
sebesar 172.369 orang (63,39%). Sedangkan yang berstatus PNS, sebanyak 99.528 orang (36,61%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan sebanyak 94.406 orang (34,72%) berpendidikan < S1, berpendidikan S1 sebanyak 174.265 orang (64,09%), dan berpendidikan ≥ S2 sebanyak 3.226 orang (1,19%).
Untuk Madrasah Ibtidaiyah Swasta, perimbangan guru laki-laki dan perempuan cukup berimbang sedangkan berdasarkan kualifikasi pendidikan hampir sama dengan dengan MIN, masih cukup banyak guru yang berpendidikan < S1 yaitu sekitar 35%.
Jumlah Guru di jenjang MTs sebanyak 311.201 orang dengan komposisi berdasarkan jenis kelamin sebanyak 162.431 orang (52,19%) laki-laki sedangkan yang perempuan 148.770 orang (47,81%). Jika dilihat dari status kepegawaian, mayoritas berstatus Non PNS yakni sebesar 221.642 orang (71,22%). Sedangkan yang berstatus PNS, sebanyak 89.559 orang (28,78%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan sebanyak 79.014 orang (25,40%) berpendidikan < S1, berpendidikan S1 sebanyak 224.742 orang (72,22%), dan berpendidikan ≥ S2 sebanyak 7.445 orang (2,39%).
Tidak berbeda dengan tingkat MI, pada tingkat MTs guru PNS relative kecil, 1/3 bagian saja. Namun tingkat pendidikan guru MTs relative lebih baik karena sekitar 75% berpendidikan ≥ S1. Bahwa perbaikan tingkat pendidikan pada guru MTs masih terletak pada sekitar 25% guru yang masih Belum S1. Pada
31
Gambar 1.24. Pendidik MTs TP. 2011-2012
tingkat MTs ternyata guru laki-laki lebih banyak dari guru perempuan. Ini terbukti minat laki-laki sebagai guru lebih kearah tingkat yang lebih tinggi. Hal ini perlu diteliti lebih dalam lagi penyebabnya.
Pada MTsN jumlah guru sebanyak 48.866 orang atau 15,70% dari total guru di Madrasah Tsanawiyah, mempunyai komposisi berdasarkan jenis kelamin sebanyak 20.912 orang (42,79%) laki-laki sedangkan yang perempuan sebanyak 27.954 orang (57,21%). Jika dilihat dari status kepegawaian, guru yang berstatus Non PNS sebesar 15.277 orang (31,26%), dan yang berstatus sebagai PNS, sebanyak 33.589 orang (68,74%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan, sebanyak 5.595 orang (11,45%) berpendidikan < S1, berpendidikan S1 40.533 orang (82,95%), dan berpendidikan ≥ S2 sebanyak 2.738 orang (5,60%).
Pada MTsN, guru perempuan lebih banyak dari guru laki-laki. Dan belum semua guru berstatus PNS, masih ada 1/3-nya yang masih Non PNS. Padahal sebagai Madrasah Negeri
32
setidaknya 80-90% guru sebaiknya sudah PNS. Untuk tingkat pendidikan guru pada MTsN sudah cukup baik, sudah hampir 90% guru MTsN berpendidikan ≥ S1.
Pada MTsS jumlah guru sebanyak 262.335 orang atau 84,30% dari total guru di Madrasah Tsanawiyah. Mempunyai komposisi berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 141.519 orang (53,95%) laki-laki dan sebanyak 120.816 orang (46,05%) perempuan. Jika dilihat dari status kepegawaian, mayoritas guru MTsS berstatus Non PNS yakni sebesar 206.365 orang (78,66%). Hanya sedikit yang berstatus sebagai PNS, sebanyak 55.970 orang (21,34%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan sebanyak 73.419 orang (27,99%) berpendidikan < S1, berpendidikan S1 sebanyak 184.209 orang (70,22%), dan berpendidikan ≥ S2 sebanyak 4.707 orang (1,79%).
Pada MTsS, guru laki-laki lebih banyak dari guru perempuan. Madrasah Tsanawiyah Swasta memiliki guru mayoritas guru Non PNS (guru tetap yayasan, guru honorer, dll).
Sedangkan tingkat pendidikan guru MTsS sudah lebih dari 70%
berpendidikan ≥ S1.
Jumlah Guru di jenjang MA sebanyak 144.988 orang, dengan komposisi berdasarkan jenis kelamin sebanyak 80.088 orang (55,24%) laki-laki dan sebanyak 64.900 orang (44,76%) perempuan. Jika dilihat dari status kepegawaian, mayoritas berstatus Non PNS sebesar 102.367 orang (70,60%) dan berstatus PNS sebanyak 42.621 orang (29,40%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan sebanyak 25.920 orang
33
Gambar 1.25. Pendidik MA TP. 2011-2012
(17,88%) berpendidikan < S1, 113.020 orang (77,95%) berpendidikan S1, dan berpendidikan ≥ S2 sebanyak 6.048 orang (4,17%).
Guru MA relative lebih banyak guru laki-laki (55,24%), yang berstatus PNS lebih banyak secara % dari guru MTs, yakni sekitar 29% sudah PNS. Tingkat pendidikan guru MA relative sudah cukup baik, sekitar 82% sudah ≥ S1.
Pada MAN jumlah guru sebanyak 29.821 orang atau 20,57% dari total guru di Madrasah Aliyah, dengan komposisi berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 14.000 orang (46,95%) laki-laki sedangkan sebanyak 15.821 orang (53,05%) berjenis kelamin perempuan. Jika dilihat dari status kepegawaian, guru MAN yang berstatus Non PNS sebesar 9.443 orang (31,67%). Sedangkan yang berstatus sebagai PNS, yakni sebanyak 20.378 orang (68,33%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan sebanyak 2.396 orang (8,03%) berpendidikan < S1, berpendidikan S1 sebanyak 24.850 orang (83,33%), dan berpendidikan ≥ S2 sebanyak 2.575 orang (8,63%).
34
Pada MAN, guru perempuan lebih banyak dari laki-laki, dan status kepegawaian masih 68% PNS, berarti masih 32%
yang berstatus Non PNS. Sedangkan tingkat pendidikan guru MAN sudah baik, 92% sudah berpendidikan ≥ S1. Sehingga beban Pemerintah yang mutlak harus ditingkatkan sekitar 8%
guru, yaitu guru yang harus ditingkatkan menjadi S1. Namun karena tuntutan dunia pendidikan sekarang ini sudah tidak dapat dielakkan lagi bahwa guru MA setidaknya harus S2. Oleh karena itu paling tidak untuk guru MAN, harus dipenuhi prasyaratan tersebut.
Pada MAS jumlah guru sebanyak 115.167 orang atau 79,43% dari total guru di Madrasah Aliyah, dengan komposisi berdasarkan jenis kelamin sebanyak 66.088 orang (57,38%) laki-laki dan sebanyak 49.079 orang (42,62%) berjenis kelamin perempuan. Jika dilihat dari status kepegawaian, mayoritas guru MAS berstatus Non PNS yakni sebesar 92.924 orang (80,69%). Sedangkan yang berstatus sebagai PNS, hanya 22.243 orang (19,31%). Jika dilihat berdasarkan kualifikasi pendidikan sebanyak 23.524 orang (20,43%) berpendidikan < S1, sebanyak 88.170 orang (76,56%) berpendidikan S1, dan berpendidikan ≥ S2 sebanyak 3.473 orang (3,02%).
Untuk guru pada Madrasah Aliyah Swasta dibandingkan dengan tingkat MTs dan MI relatif cukup baik. Tingkat pendidikan guru MAS sudah sekitar 80% berpendidikan ≥ S1.
35
Gambar 1.26. Pendidik RA, MI, MTs dan MA yang bersertifikat TP. 2011-2012
Berdasarkan data diatas, tampaknya banyak tugas yang harus diemban pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama terhadap peningkatan mutu guru diantaranya :
• Mengkondisikan agar para Pendidik mulai dari jenjang RA sampai dengan MA, paling tidak harus memiliki pendidikan minimal S1. Hal ini berkaitan dengan persyaratan pemberian tunjangan profesi, yaitu untuk mendapatkan tunjangan profesi pendidikan, pendidik harus berpendidikan minimal S1 atau D4 dan mengikuti pendidikan profesi agar mendapatkan sertifikat pendidikan (Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 9).
• Memenuhi kebutuhan guru madrasah negeri pada tingkat pendidikan RA, MI sebaiknya berpendidikan S1. Untuk MTs dan MA sebaiknya berpendidikan S2.
• Memenuhi pengangkatan guru madrasah negeri menjadi PNS.
36
Gambar 1.27. Pendidik RA yang Bersertifikat TP. 2011-2012
Berdasarkan data yang ada, jumlah guru RA yang sudah bersertifikat sebanyak 14.740 orang atau (12,54%) dari jumlah guru RA keseluruhan 117.544 orang. Pada jenjang MI, guru yang sudah bersertifikat sebanyak 80.757 orang atau (26,39%) dari jumlah guru MI seluruhnya 306.054 orang. Untuk jenjang MTs, guru yang bersertifikat sebanyak 108.842 orang atau (34,97%) dari jumlah guru MTs seluruhnya 311.201 orang. Sedangkan jumlah guru MA yang sudah bersertifikat sebanyak 48.204 orang atau (33,25%) dari jumlah guru MA seluruhnya 144.988 orang.
Sehingga secara total guru yang sudah bersertifikat sebanyak 252.543 orang atau (28,71%) dari total guru RA, MI, MTs dan MA sebanyak 879.787 orang. Dari data diatas menunjukkan bahwa jumlah guru yang sudah bersertifikat ternyata masih kurang dari 50%. Untuk mensukseskan apa yang diamanahkan dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, masih diperlukan pengembangan program-program Pendidikan Islam yang mendukung program Sertifikasi Guru.
37
Gambar 1.28. Pendidik MI yang Bersertifikat TP. 2011-2012 Berdasarkan status kepegawaian, dari guru RA yang sudah bersertifikat, sebanyak 912 orang (6,19%) berstatus PNS, dan 13.828 orang (93,81%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru RA yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 143 orang (15,68%) berpendidikan < S1, 26 orang (2,85%) berpendidikan ≥ S2, dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 743 orang (81,47%). Sedangkan guru RA yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 223 orang (1,61%) berpendidikan < S1, 4.782 orang (34,58%) berpendidikan S1, dan sebagian besar guru berpendidikan ≥ S2 yaitu 8.823 orang (63,81%).
Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MI yang sudah bersertifikat, sebanyak 45.786 orang (56,70%) berstatus PNS, dan sebanyak 34.971 orang (43,30%) berstatus Non PNS.
Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MI yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 7.580 orang (16,56%) berpendidikan < S1, 620 orang (1,35%) berpendidikan ≥ S2,
38
Gambar 1.29. Pendidik MIN dan MIS yang Bersertifikat TP. 2011-2012
dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 37.586 orang (82,09%). Sedangkan guru MI yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 8.124 orang (23,23%) berpendidikan < S1, 426 orang (1,22%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 26.421 orang (75,55%).
Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MIN yang sudah bersertifikat, sebanyak 6.189 orang (83,21%) berstatus PNS, dan 1.249 orang (16,79%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MIN yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 599 orang (9,68%) berpendidikan <
S1, 255 orang (4,12%) berpendidikan ≥ S2, dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 5.335 orang (86,20%).
Sedangkan guru MIN yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 160 orang (12,81%) berpendidikan < S1, 117 orang (9,37%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 972 orang (77,82%).
39
Gambar 1.30. Pendidik MTs yang Bersertifikat TP. 2011-2012
Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MIS yang sudah bersertifikat, sebanyak 39.597 orang (54,01%) berstatus PNS, dan 33.722 orang (45,99%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MIS yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 6.981 orang (17,63%) berpendidikan < S1, 365 orang (0,92%) berpendidikan ≥ S2, dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 32.251 orang (81,45%). Sedangkan guru MIS yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 7.964 orang (23,62%) berpendidikan < S1, 309 orang (0,92%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 25.449 orang (75,47%).
Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MTs yang sudah bersertifikat, sebanyak 52.376 orang (48,12%) berstatus PNS, dan 56.466 orang (51,88%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MTs yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 6.334 orang (12,09%)
40
Gambar 1.31. Pendidik MTsN dan MTsS yang Bersertifikat TP. 2011-2012
berpendidikan < S1, 1.705 orang (3,26%) berpendidikan ≥ S2, dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 44.337 orang (84,65%). Sedangkan guru MTs yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 12.489 orang (22,12%) berpendidikan < S1, 883 orang (1,56%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 43.094 orang (76,32%).
Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MTsN yang sudah bersertifikat, sebanyak 18.442 orang (83,71%) berstatus PNS, dan 3.588 orang (16,29%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MTsN yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 952 orang (5,16%) berpendidikan <
S1, 1.060 orang (5,75%) berpendidikan ≥ S2, dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 16.430 orang (89,09%).
Sedangkan guru MTsN yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 664 orang (18,51%) berpendidikan < S1, 60 orang (1,67%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 2.864 orang (79,82%).
41
Gambar 1.32. Pendidik MA yang Bersertifikat TP. 2011-2012 Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MTsS yang sudah bersertifikat, sebanyak 33.934 orang (39,09%) berstatus PNS, dan 52.878 orang (60,91%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MTsS yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 5.382 orang (15,86%) berpendidikan < S1, 645 orang (1,90%) berpendidikan ≥ S2, dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 27.907 orang (82,24%). Sedangkan guru MTsS yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 11.825 orang (22,36%) berpendidikan < S1, 823 orang (1,56%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 40.230 orang (76,08%).
Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MA yang sudah bersertifikat, sebanyak 26.310 orang (54,58%) berstatus PNS, dan 21.894 orang (45,42%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MA yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 3.068 orang (11,66%) berpendidikan < S1, 1.764 orang (6,71%) berpendidikan ≥ S2,
42
dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 21.478 orang (81,63%). Sedangkan guru MA yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 4.047 orang (18,48%) berpendidikan < S1, 659 orang (3,01%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 17.188 orang (78,51%).
Jumlah guru MAN yang sudah bersertifikat sebanyak 14.175 orang (47,53%) dari jumlah guru MAN. Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MAN yang sudah bersertifikat, sebanyak 12.366 orang (87,24%) berstatus PNS, dan 1.809 orang (12,76%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MAN yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 613 orang (4,96%) berpendidikan < S1, 1.437 orang (11,62%) berpendidikan ≥ S2, dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 10.316 orang (83,42%). Sedangkan guru MAN yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 327 orang (18,08%) berpendidikan < S1, 36 orang (1,99%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 1.446 orang (79,93%).
Jumlah guru MAS yang sudah bersertifikat sebanyak 34.029 orang (29,55%) dari jumlah guru MAS. Berdasarkan status kepegawaian, dari guru MAS yang sudah bersertifikat, sebanyak 13.944 orang (40,98%) berstatus PNS, dan 20.085 orang (59,02%) berstatus Non PNS. Jika dilihat dari kualifikasi pendidikan, guru MAS yang berstatus PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 2.455 orang (17,61%) berpendidikan < S1, 327 orang
43
Gambar 1.33. Pendidik MAN dan MAS yang Bersertifikat TP. 2011-2012
Tabel 1. Ketersediaan Ruang Kelas pada RA/BA, MI, MTs dan MA TP. 2011-2012
(2,35%) berpendidikan ≥ S2, dan paling banyak guru yang berpendidikan S1 yaitu 11.162 orang (80,05%). Sedangkan guru MAS yang berstatus Non PNS dan sudah bersertifikat sebanyak 3.720 orang (18,52%) berpendidikan < S1, 623 orang (3,10%) berpendidikan ≥ S2, dan sebagian besar guru berpendidikan S1 yaitu 15.742 orang (78,38%).
7. Kondisi Sarana Pendidikan