• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPALA DESA

C. Analisis Univariat

1. Kepemimpinan Kepala Desa

Kepemimpinan yang efektif dari seorang Kepala Desa sangat diperlukan,salah satunya dalam rangka membina suatu Masyarakat yang ada di Desa. Pembinaan masyarakat di Desa merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh seorang Kepala Desa dengan melihat kondisi Masyarakat yang ada saat ini. Masalah ketentraman dan Ketertiban di Masyarakat merupakan suatu hal yang penting dalam keberlangsungan hidup bermasyarakat. Kepemimpinan Kepala Desa di bahas dalam Empat indikator,yaitu :

a. Cara Berkomunikasi

Komunikasi merupakan sarana yang paling utama dalam kehidupan manusia, yang berarti tak seorang pun yang dapat menarik diri dari proses ini, baik dalam fungsinya sebagai individu maupun makhluk social.

Komunikasi itu ada dimana-mana, yang berarti hamper seluruh kegiatan manusia selalu tersentuh komunikasi. Banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam kehidupan bermasyarakat ( Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komukasi, Jakarta PT.Rajagrafindo Utama, 2007)

Cara berkomunikasi adalah salah satu factor penentu dalam dalam mencapai organisasi yang efektif. Cara berkomunikasi, merupakan sarana untuk mengadakan koordinasi antara bagian subsistem dalam perkantoran. Menurut Kohler ada dua model cara berkomunikasi dalam rangka meningkatkan kinerja dalam mencapai tujuan dalam perkantoran.

Pertama komunikasi kordinatif yaitu cara berkomunikasi yang berfungsi untuk menyatukan bagian-bagian (subsistem) perkantoran. Kedua, komunikasi interaktif adalah cara berkomunikasi pertukaran informasi yang berjalan secara berkesinambungan, pertukaran pendapat, dan sikap yang dipakai sebagai dasar penyesuaian diantara sub-sub system dalam perkantoran maupun antara perkantoran dan mitra kerja.

Berdasarkan hasil penelitian Variabel cara berkomunikasi pada penilitaian ini di dapati bahwa 45% dari hasil analysis jawaban masuk dalam ketegori bernilai cukup baik ini berarti bahwa cara berkomunikasi kepala desa sudah cukup baik untuk meningkatkan Efektivitas Pelayanan

Masyarakat Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea cukup baik, dan ini sejalan dengan Penelitian yang telah di lakukan oleh Patimah (skripsi, Pengaruh Komunikasi Kepala Desa Terhadap Kinerja Aparat Desa di Desa Baregbeg,Kecamatan Baregbeg Kab Ciamis), dan dapat disimpulkan pula.

b. Pemberian Motivasi

Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang di harapkann oleh organisasi untuk memberikan andil positif terhadap semua kegiatan Aparat di Desa dalam mencapai tujuan. Pemberian motivasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh Kepala Desa untuk meningkatkan Efektivitas Pelayanan Masyarakat. Tanpa pemberian motivasi Aparat tidak dapat memenuhi tugasnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Terkait beberapa penjelasan mengenai pemberian motivasi baik untuk mengetahui apa definisi dari motivasi itu sendiri. Beberapa pengertian yang terkait dengan pemberian motivasi (Reskar,2001:7).

1) Motivasi adalah keinginan (desires, wants), tujuan (aims,goals), kebutuhan (needs), dorongan (drives) motif, sikap, insentif.

2) Motivasi adalah dorongan dalam diri yang berhubungan dengan tingkat, arah dan persistensi-konsistensi usaha yang dilakukan seseorang dalam bekerja.

3) Motivasi internal adalah dorongan (Drives) dan perilaku (attitude) Untuk memotivasi orang lain, kita dapat memberi penghargaan, menghargai, menciptkan pekerjaan yang lebih menarik menjadi

pendengar yang baik memberi tantangan serta menolong tetapi tidak melakukan sesuatu bagi orang lain yang sebenarnya dapat dilakukan oleh dirinya sendiri, Mengingat pentingnya motivasi,maka wujud perhatian Kepala Desa ialah melakukan usaha dengan jalan memberikan motivasi terhadap aparat untuk meningkatkan efektivitas pelayanan aparat pada masyarakat.

Pemberian motivasi ini banyak macamnya seperti penghargaan hal ini dimaksudkan agar para aparat dapat bekerja dengan baik dan merasa senang dengan semua tugas yang diembannya yang pada akhirnya akan tercipta suasana yang kondusif. Sehubungan dengan hal diatas maka pemberian motivasi merupakan masalah yang sangat penting dalam suatu Desa.

Salah satu Teori yang paling banyak diacu adalah Teori /Hirarki kebutuhan yang dikemukan oleh Abraham Maslow yang memandang kebutuhan manusia berdasarkan suatu hirarki kebutuhan dari kebutuhan yang paling rendah hingga kebutuhan yang paling tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Efektivitas Pelayanan Masyarakat di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto setelah dilakukan analisis data menunjukkan bahwa pemberian motivasi bernilai cukup baik ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Umi Kulsum tahun 2008 dengan judul “Pengaruh Motivasi terhadap prestasi Kerja Karyawan bagian Produksi pada PT.Pesona Remaja Malam”

menggunakan analisis regresi dengan variabel X adalah Pemeberian Motivasi hasil pada penelitian ini menunjukkan pemberian motivasi berpengaruh positif secara simultan terhadap prestasi kerja, artinya jika motivasi kerja meningkat maka prestasi kerja akan meningkat.

Nizar Natsir (2005:45) dengan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pemberian Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja pada Hadji Kalla Alauddin Makassar”. Hasil penelitian menyatakan Pengaruh Motivasi terhadap Produktivitas kerja Karyawan sangat siginifikan terhadap kepuasan kerja.

Beberapa ahli berpendapat tentang pemimpin diamtarnya menurut Drs. H. Malayu S.p. Hasibuan Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya

c. Kemampuan Memimpin

Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah Organisasi baik Organisasi dalam skala besar maupun kecil.

Dalam organisasi Publik,bawahan bekerja selalu tergantung pada Pimpinan bila pimpinan tidak memiliki kemampuan memimpin, maka tugas-tugas yang sangat kompleks tidak dapat dikerjakan dengan baik begitupun sebaliknya. Jadinsuatu pemimpinan atau Kepala Organisasi akan di akui sebagai seorang pemimpinan apabila iya dapat memberi pengaruh dan mampu mengarahkan bawahannya kearah tujuan organisasi.

Kualitas dari pemimpin seringkali dianggap sebagai faktor terpenting dalam keberhasilan atau kegagalan organisasi demikian juga keberhasilan

atau kegagalan suatu organisasi baik yang berorientasi bisnis maupun Publik biasanya,dipersepsikan sebagai keberhasilan atau kegagalan pemimpin. Beberapa ahli berpendapat tentang pemimpin diamtarnya menurut Drs .H. Malayu S.P. Hasibuan Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dalam pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

Sedangkan menurut Pancasila Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh, yang mendorong, menuntun, dan membimbing asyhannya.

Dengan kata lain beberapa asas utama dari Kepemimpinan dari Pancasila adalah:

Ing Ngarsa Suntulada Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Ing Madia Mangun Karsa pemimpin harus mampu membangkitkan semangat bersuakarsa dan berkreasi pada orang-orang yang dipimpinnya. Tut Wuri Handayani pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang diasuhnya berani berjalan didepan dan sanggup bertanggung jawab. Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri tetapi itu tidak memadai apabila iya tidak berhasil menumbuhkan dan menambahkan segala yang terbaik dalam diri pada bawahannya.

Dari beberapa definisi pemimpin dapat disimpulkan bahwa pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat,sikap dan gaya yang baik untuk mrngurus atau mengatur orang lain .

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan memimpin Kepala Desa dalam meningkatkan Efektivitas Pelayanan Masyarakat di Desa Karelayu bernilai cukup baik,ini didasari dari selalu konsultasi dengan bawahannya menjalin keakrapan baik di luar ,maupun di dalam kantor. Hal ini menunjukkan bahwa pimpinan selalu menjaga suasana keakraban anatara Kepala Desa dengan Aparatnya dan selalu memberikan pujian apabila ada aparat melakukan pekerjaan dengan hasil yang memuaskan.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai tehnik Kepemimpinan yang digunakan untuk mengambil keputusan daalam memutuskan dan memecahakan masalah.

d. Pengambilan Keputusan

Keputusan merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi. Dalam kamus besar ilmu penegtahuan pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu.

Menurut J.Reason pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan dari suatu jalur tindakan diantara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan suatu yang bersifat final.

Pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk perbuatan berpikir dan hasil dari suatu perbuatan itu di sebut keputusan. Pada

pengambilan keputusan, Pemimpin menjadi penting disebabkan kemampuan memimpin akan menentukan keputusan yang efektif,terutama yang berkaitan dengan mutu keputusan yang diambil.

Model keputusan yang bisa menyesuaikan situasi dan kondisi yang dihadapi,serta sifat permasalahan yang harus dipecagakan serta penerimaan para Aparat sebagai pelaksana keputusan membentuk semanagat bagi Aparat.

Para beberapa kejadian seringkali kita temukan keganjalan pemimpin dalam memutuskan sesuatu, sehingga menimbulkan konflik.

Pentingnya pemimpin dalam organisasi, terutama yang berkaitan dengan pengambilan keputusan juga diperkuat oleh beberapa penelitial menurut Boald Hooijberg (Phipps,2011) bahwa organisasi adalah cerminan dalam pemimpin tertinggi mereka

Pada penelitian ini hasil dari analisis variabel Pengambilan keputusan menunjukkan bahwa bernilai cukup baik karena Kepala Desa mampu memposisikan diri sebagai Pemimpin yang dalam pengambilan keputusan selalu mengedepankan hasil suara terbanya.

Berdasarkan hasil penelitian dan keterangan di atas pengambilan keputusan sangat penting dalam menentukan Efektivitas setiap kegiatan dan ini menunjukkan bahwa pertimbangan dalam pengambilan keputusan sangat penting melalui evaluasi penelaran masalah berhubungan dengan segala aspek pengambilan keputusan,dimana tujuannya akan mengarahkan aparat pada kinerja yang lebih baik.

Dokumen terkait