BAB II KAJIAN TEORI
A. Hakikat Kepemimpinan
6. Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam
Kepemimpinan adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggerakkan bawahannya mencapai tujuan yang telah ditentukan. Tergeraknya para bawahan untuk mengikuti semua keinginan pemimpin tersebut bukan karena kepura-puraan saja melainkan karena kesadaran diri dan karena sikap seorang pemimpin yang memang patut untuk diikuti. Seorang pemimpin itu juga merupakan bagian dari anggoota sebuah organisasi, sehingga hak kuasa yang dimilikinya hanya sebagai suatu simbol dan kedudukan saja bukan kepemilikan yang hakiki.
The leader adalah orang yang dianggap mempunyai suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lainnya baik dalam jangka panjang maupun pendek berdasarkan kewenangan dan kekuasaan yang dimilikinya. Leading adalah upaya mengarahkan suatu individu ataupun kelompok dalam pencapaian suatu tujuan, walaupun terkadang tujuan yang ingin dicapai itu adalah tujual perindividual orang saja. Sehingga dalam hal ini banyak sekali terjadi orang yang berada di luar organisasi dapat menggerakkan orang-orang yang berada dalam organisasi untuk mencapai tujuannya. Leadership adalah suatu kegiatan yang
mengkoordinir kemampuan yang dimiliki oleh orang lainnya dengan tujuan memanfaatkan orang-orang atau kelompok tertentu pada situasi tertentu.
Dalam dunia pendidikan, kepemimpinan pendidikan adalah upaya untuk melaksanakan proses pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang ingin dicapai dapat berjalan dengan semestinya. Kepala madrasah terdiri dari dua suku kata yaitu “kepala” dan “madrasah” . kata kepala berarti ketua atau disebut juga dengan pimpinan dalam suatu lembaga. Sedangkan madrasah merupakan suatu wadah yang didalamnya terdapat kegiatan belajar mengajar untuk mencerdaskan peserta didik, menggali bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik.98
Wahjosumidjo mengemukakan kepala sekolah merupakan tenaga fungsional guru yang diberikan tugas lebih untuk memimpin sebuah sekolah dimana disekolah tersebut dilaksanakan proses transfer ilmu dari guru ke peserta didik, sehingga terjalin interaksi antara guru dan peserta didik, begitu juga antara guru dan orang tua siswa.99
Kepala madrasah merupakan penanggung jawab terhadap sumber daya manusia yang ada di madrasahnya, hal ini dikarenakan agar semua komponen manusia yang ada di suatu madrasah dapat menjalankan tugasnya sesuai porsi masing-masing. Ini dapat dilakukan dengan cara penyampaian yang lugas dan baik dari kepala madrasah kepada bawahannya.
Tugas kepala madrasah adalah menjalankan fungsi kepemimpinan, baik fungsi yang berhubungan langsung dengan tujuan pencapai pendidikan ataupun fungsi menciptakan
98 Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: di Sekolah, Madrasah dan
Perguruan Tinggi, ( Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), h. 183-184
suasana madrasah yang kondusif agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Kepala madrasah dikatakan berhasil apabila ia mampu memahami segala kendala yang dimiliki madrasahnya sebagai sebuah organisasi yang kompleks, dan ia mampu melaksanakan perannya sesuai dengan amanah yang diberikan.
Jadi pengertian dari kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan mempengaruhi dan mengajak semua pihak yang ada di madrasah untuk melaksanakan tugas pembelajaran yang sesuai dengan prinsip pedagogik dan tingkah laku diantara individu dan kelompok yang mengakibatkan secara bersama-sama melaksanakan tujuan pendidikan di madrasah tersebut.100
Kepemimpinan dalam bahasa inggris yaitu leadership yang asal katanya adalah leader yaitu pemimpin, ketua. Para ahli banyak berbeda pendapat dalam mendefinisikan arti kepemimipinan, diantaranya yaitu:
a) Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi mengemukakan definisi dari kepemimpinan yaitu “suatu langkah untuk mengajak dan mempengaruhi orang atau kelompok tertentu meraih tujuan yang ingin”.101
b) Miftah Thoha mendefinisikan kepemimpinan sebagai “suatu cara yang dilakukan untuk mempengaruhi orang-orang yang mau diarahkan untuk mencapai tujuan lembaga”.102
100 Wasty Sumanto dan Hendiyat Soetopo, Kepemimpinan dalam Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, t.t), h. 18
101Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, Pedoman Penyelenggaraan Administrasi Pendidikan di
Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), h. 87
c) Moch. Idochi Anwar juga menyatakan “kepemimpinan adalah usaha seseorang dengan semua kemampuan yang dimilikinya untuk mengajak, mendorong, mengarahkan serta menggerakkan orang-orang atau kelompok tertentu agar mau bekerja sama dengan penuh keyakinan dan semangat untuk mencapai tujuan organisasi”.103
Dari pengertian beberapa tokoh di atas dapat dijelaskan bahwa kepemimpinan (leadership) suatu langkah atau cara seseorang untuk mengajak, mengkoordinir dan menggerakkan individu atau kelompok tanpa adanya pemaksaan dari pihak mana saja dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan.
Faktor kepemimpinan juga tidak dapat dilepaskan dari faktor orang yang dipimpin, keduanya saling bergantung dan saling bekerja sama. Sehingga tidak mungkin adanya pimpinan tanpa adanya orang yang dipimpin. Karena dalam proses memimpin terjadi interaksi antara kedua belah pihak. Dalam dunia pendidikan kepemimpinan pendidikan adalah usaha yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam menggerakkan, mempengaruhi dan memberikan semangat kerja kepada seluruh tenaga pengajar, staf dan karyawan yang ada di madrasah tersebut untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan seorang kepala madrasah harus mampu bekerja sama dan berinteraksi secara baik dengan seluruh karyawannya.
b. Fungsi Kepemimpinan Madrasah
103 Moch. Idochi Anwar, Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan, Teori,
Kepemimpinan berfungsi untuk berinteraksi langsung dengan organ di dalam organisasi, kelompok atau individu pada organisasi yang dipimpinnya. Inilah yang disebut dengan pemimpin, berinteraksi, tumbuh dan besar bersama dengan individu di dalamnya.104
Bernard dalam Burhanuddin menyebut bahwa kepemimpinan fungsi untuk menentukan sasaran atau tujuan, manipulasi cara, perubahan tindakan dan merancang usaha yang terkoordinasi.105 Pemimpin sangat menerntukan arah dan tujuan dari organisasi yang dinakhodainya. Keberadaan pemimpin diharapkan menjadi pemersatu satu sama lain antar individu. Sama halnya dengan kepala madrasah yang merupakan pemimpin dilembaga pendidikan diharapkan mampu melakukan pemberdayaan guru maupun tenaga pendidik pada umumnya.
Kepemimpinan juga dapat dikelompokkan menjadi lima fungsi kepemimpinan, diantarannya: (1) Fungsi instruksi yaitu pemimpin harus mampu berkomunikasi satu arah dengan tujuan keputusan dapat dilaksakan secara cepat dan efesien., (2) Konsultatif yaitu Pemimpin memberikan ruang untuk masukan (feed Back) dari bawahan untuk kesempurnaan keputusan yang akan di ambil maupun akan diputuskan. Konsultasi ini juga memiliki fungsi untuk mendapatkan dukungan penuh dari dewan guru maupun tenanga kependidikan di Madrasah. (3) Partisipatif, berfungsi untuk keikutsertaan orang-orang yang dipimpinnya dalam pengambilan keputusan maupun dalam pelaksanaan putusan organisasi. Di samping itu partisipasi seorang pemimpin dalam kegiatan di madrasah harus tetap pada
104Vethzal Rivai, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h. 53
105Burhanudin, Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), h. 5
posisi pemimpin bukan sebagai pelaksana. (4) Pemimpin juga berfungsi untuk melakukan penunjukkan delegasi. Penunjukkan ini baik melalui putusan bersama maupun secara personal seorang pimpinan, yang tentunya pemegang delegasi itu memiliki prinsip sesuai dengan kehendak organisasi. (5) Pengendalian, yaitu pemimpin yang baik mampu mengendalikan anggotannya secara teratur dan terkoordinir secara tepat. Pengendalian ini diharapkan dapat tercapainya tujuan yang telah disepakati secara bersama di dalam organisasi. Burns juga menyebutkan bahwa kepemimppinan merupakan agen perubahan, Pelatih, Penentu arah serta juru bicara.106