• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Administrasi Kependudukan

2.2.4. Kependudukan

Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis republik Indonesia selama enam bulan atau lebih dan orang yang berdomisili kurang dari enam bulan dan menetap. Teori malthus dalam Bailah (2019) menuturkan bahwa pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur sedangkan pertumbuhan ketersediaan bahan makanan mengikuti deret hitung, pada kasus ini dimana terdapat permasalahan meledaknya jumlah penduduk di kota yang tidak diimbangi dengan ketersediaan, akhirnya makanan pun berkurang, hal ini membuat pertimbangan yang kurang menguntungkan jika kita kembali kepada teori malthus. Teori malthus jelas menekan tentang pentingnya keseimbangan pertambahan jumlah penduduk menurut deret hitung. Teori malthus tersebut sebenarnya sudah mempermasalahkan daya dukung lingkungan dan daya tampung lingkungan tanah sebagai salah satu komponen lingkungan alam yang tidak mampu lagi menyediakan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan jumlah penduduk yang terus bertambah dan semakin banyak. Jumlah penduduk harus seimbang dengan batas ambang lingkungannya agar nanti tidak menjadi beban lingkungan atau mengganggu daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Aliran Marxist dalam Bailah (2019) aliran ini tidak sependapat dengan malthus (bila tidak dibatasi penduduk akan kekurangan bahan pangan) menurut Marxist tekanan penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan tetapi, tekanan terhadap kesempatan untuk bekerja. Marxist menyatakan bahwa semakin banyak jumlah manusia maka semakin banyak jumlah produk yang akan dihasilkan jadi dengan demikian tidak harus ada

pembatasan penduduk. Teori ini pada umumnya digunakan untuk negara berekonomi sosial seperti Eropa Timur, RRC, Korea, Rusia, dan Vietnam. Dasar pegangan Marxist adalah berawal dari pengalaman bahwa manusia sepanjang sejarah akan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Identitas diri, konsep diri merupakan kumpulan keyakinan dan persepsi diri untuk diri sendiri yang terorganisir dengan kata lain, konsep diri tersebut bekerja sebagai skema dasar. Diri memberikan sebuah konsep berpikir yang menentukan bagaimana itu mengolah informasi tentang diri kita sendiri termasuk motivasi, keadaan emosional, evaluasi diri kemampuan dan banyak hal lainnya. (Klein, dalam Robert 2013).

Identitas pribadi seseorang berawal dari pengalaman langsung dimana dia akan sama selama sekian tahun. Sedangkan identitas ego sendiri merupakan identitas yang menyangkut kualitas eksistensial dari subyek yang dimana identitas ego merupakan mempertahankan suatu gaya individualitas nya sendiri dan dalam hal ini, kesamaan batiniah serta gaya hidup pribadinya yang unik harus diterima oleh orang lain dan juga masyarakat. Jadi disini identitas ego merupakan kesamaan komunitas dalam gaya individualitas nya yang diakui oleh diri sendiri dan orang lain.

Erikson (1968) menjelaskan identitas sebagai perasaan subjektif tentang diri yang konsisten dan berkembang dari waktu ke waktu. Dalam berbagai situasi sosial dan tempat seseorang kemungkinan bisa memiliki perasaan menjadi orang yang sama. Ada beberapa pandangan Erikson tentang identitas yaitu: identitas dialami sebagai suatu rasa subyektif tentang kesamaan dan komunitas dengan diri sendiri yang semakin meningkat. Manusia mengalami di dalam batinnya dia tetap

tinggal diri, tetap sama dengan dirinya sendiri. Identitas ego bukan saja suatu kesadaran dari subjektif tetapi juga suatu proses pembentukan identitas dimana upaya tak sadar untuk mencapai suatu watak pribadi yang memainkan peran penting, pertumbuhan identitas merupakan perkembangan yang pelan-pelan terjadi untuk membentuk inti diri dari individu. Identitas bersifat psikososial karena identitas merupakan solidaritas batin dengan cita-cita identitas kelompok, pembentukan identitas merupakan suatu proses yang terjadi dalam pribadi individu dan di tengah-tengah masyarakat.

Waterman (1984) menyatakan bahwa identitas berarti memiliki gambaran diri yang jelas meliputi sejumlah tujuan yang ingin dicapai, nilai dan kepercayaan yang dipilih oleh individu tersebut. Kemudian Marcia dalam Ginanjar (2002) juga mengemukakan bahwa identitas diri merupakan komponen penting yang menunjukan identitas personal individu. Semakin sadar seorang individu tersebut akan keunikan dan kemiripan yang dimilikinya dengan orang lain dan sadar apa kelemahan dan kekuatan yang dimiliki olehnya maka dirinya bisa dikatakan berkembang atau pun sebaliknya, jika kurang berkembang maka individu tersebut akan bergantungan dengan sumber eksternal untuk evaluasi diri.

Kartu Tanda Penduduk Menjadi salah satu penduduk yang tinggal di suatu wilayah tentunya kita harus memiliki identitas khusus. Memiliki identitas khusus artinya kita memiliki data khusus di suatu wilayah yang ditempati, salah satunya memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). KTP merupakan identitas resmi penduduk atau bukti data diri yang diterbitkan oleh instansi pelaksana yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Dan KTP merupakan bukti bahwa seseorang tersebut merupakan warga negara Indonesia dan diakui secara sah di mata negara. untuk

mendapatkan KTP seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan salah satunya berusia 17 tahun, jika dahulu KTP berbentuk kertas yang di laminating sekarang KTP mempunyai sistem yang bisa digunakan secara komputerisasi dan telah dikeluarkan dari tahun 2009 yang disingkat dengan e-KTP. Kartu Tanda Penduduk elektronik merupakan dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan atau pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berlandaskan data base kependudukan nasional dan setiap warga negara hanya mempunyai satu dan di dalam nya telah terisi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK sendiri merupakan identitas tunggal yang dimiliki setiap penduduk dan dapat berlaku seumur hidup. Kegunakan NIK ini biasanya sebagai salah satu syarat dalam penerbitan paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, sertifikat atas hak tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya, Undang-Undang No, 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan.

Kartu Keluarga atau KK merupakan kartu identitas keluarga yang memuat data lengkap tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga. KK untuk penduduk warga negara Indonesia telah diterbitkan oleh pemerintah kabupaten dan di proses penerbitannya di Tempat Perekaman Data Kependudukan (TPDK) kecamatan. Di dalam KK terdapat nomor kartu keluarga, nomor lengkap setiap anggota keluarga, nomor induk kependudukan (NIK), alamat, jenis kelamin, nama lengkap, tempat tanggal lahir, pendidikan, agama, pekerjaan, status, hubungan dalam keluarga, kewarganegaraan, dokumentasi dan nama orang tua.

Kartu Keluarga wajib dimiliki setiap keluarga, kantor kelurahan, ketua RT (Rukun Tetangga), dan kepala keluarga. KK merupakan dokumen milik PEMDA

Provinsi setempat setiap perubahan baik itu data maupun biodata wajib melapor lurah dan membawa dua lembar KK untuk dibawa ke kantor kelurahan lalu diperbaharui sehingga akan terbit KK yang baru. Salah satu kegunaan kartu keluarga antara lain sebagai persyaratan untuk pembuatan KTP dan persyaratan pembuatan akte kelahiran. Ketika anak sekolah maka harus memenuhi persyaratan salah satunya membutuhkan kartu keluarga, dalam kartu keluarga terdapat nomor seri yang akan berlaku selama tidak ada perubahan, nomor KK terdiri dari 16 digit, nomor tersebut merupakan kombinasi dari variabel kode wilayah, tanggal pencatatan dan juga nomor seri keluarga. Apabila suatu keluarga pindah maka kartu keluarga harus diserahkan ke ketua RT dan diserahkan ke lurah lalu dari lurah akan dibuatkan surat keterangan pindah sehingga di proses KK yang baru. Berikut merupakan Persyaratan permohonan KK:

1. Siapkan surat pengantar dar RT dan RW tempat anda tinggal.

2. Kartu Tanda Penduduk untuk setiap anggota yang sudah berusia 18 tahun.

3. Formulir permohonan yang bisa diperoleh di kelurahan setempat.

Setelah semua berkas telah terkumpul maka proses pembuatan berkas ini bisa berjalan jika terjadi kendala dan petugas meminta biaya tertentu maka sebaiknya tidak diberikan biaya tersebut mengingat Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 pasal 79A, segala pengurusan berkas penting termasuk kartu keluarga, tidaklah dipungut biaya alias gratis. jika terjadi hal seperti ini maka hendaklah melaporkan kejadian tersebut karena kejadian ini termasuk dalam kategori pemerasan atau pungutan liar.