• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

4.3 Temuan Penelitian

4.3.3 Hasil Temuan Pada Responden (Yg)

4.3.3.5 Dampak Perilaku Self Injury

4.3.3.5.1 Kepuasan diri

Dampak internal atau dampak yang menuju pada diri sendiri bagi subjek pelaku self injury adalah timbulnya kepuasan bagi diri bagi subjek pelakunya. Yg merasakan ketenangan setelah melakukan self injury

tersebut. Ketenangan tersebut memunculkan rasa nyaman sehingga Yg melakukan self injury tersebut hingga berulang kali.

Gak tahu, gak tahu kenapa, spontan saja. Mungkin juga karena aku sudah ngerasain ketenangan dari ngelakuin kayak gitu, gitu loh. Jadi secara gak langsung kayak gitu jadi biasa menurut aku. Kalau gak kayaK gitu aku bingung harus ngapain, pikiran ku kacau banget, tapi kalau udah kayaK gitu aku bisa tenang (A1-W20: 31032013).

Selain ketenangan dan kenyamanan yang dirasakan Yg akibat dari

self injury adalah Yg merasakan lega. Sebelumnya Yg merasakan adanya beban yang bergejolak didalam dirinya, kemudian setelah melakukan self injury Yg merasakan bebannya bisa ikut keluar bersama darah yang keluar dari luka self injury-nya tersebut dalam hal ini adalah luka sayatan permukaan kulit pergelangan tangan. Ketika Yg mencabuti rambutnya dia merasakan kenyamanan dari suara rambut yang tercabut olehnya. Yg tidak akan berhenti mencabut rambutnya jika belum mencapai jumlah yang banyak hingga merasa tenang.

Selain itu ya sensasi plong, lega gitu, gitu Ds. Kan, kan sebelumnya beban ku terasa berat banget seolah di dalAm badan ku ada sesuatu yang bergejolak, terasa penuh dan berat, nah kalau pas nyayat itu, bebanku seolah ikut keluar dari luka ku Ds ikut kayak darah ngalir gitu. Kalau yang nyabutin rambut, kalau belum banyak gak bakal berenti nyabutin, itu rasanya suka banget kalau dengar bunyi rambut yang tercabut gitu, kayak gitu Ds. Nyaman banget rasanya (A3-W24: 160613).

4.3.3.5.2 Interaksi sosial

Self injury bisa berdampak pada interaksi sosial pelakunya. Secara tidak langsung perbedaan dengan orang lain yang dirasakan oleh Yg sebagai pelaku self injury dapat berpengaruh. Yg tidak merasakan adanya

perubahan sifat diri dari sebelum menjadi pelaku self injury dengan sekarang saat menjadi pelaku self injury. Yg merasa sifat, karakter, dan kepribadiannya tidak ada yang berubah, namun ada perubahan perilaku sosial pada Yg yaitu Yg lebih cenderung senang menarik diri dari lingkungan sekitarnya.

Kalau perubahan dalam diri gak ada, sama saja dari dulu sampai sekarang kayak gini terus. Aku tetap seorang yang pendiam, susah bergaul dan adaptasi sama orang baru. Tapi aku tuh lebih seneng menarik diri dan ngebatesin diri sama orang lain tuh soalnya aku takut di cap sebagai orang aneh gara-gara perilaku ku ini Ds (A1-W21: 310313).

Yg mempunyai self disclosure yang rendah, dia tidak mau orang lain mengetahui bahwa dia adalah seorang pelaku self injury. Alasan Yg tidak menginginkan orang lain mengetahui tentang perilaku self injury-nya tersebut adalah karena Yg tidak ingin dianggap bodoh oleh orang lain.

Bukannya malu, tapi gak mau saja diceritain sama orang lain, entar dikatain orang bodoh, apa apa kaya gitu (A1-W22: 310313)

Gak, aku susah adaptasi apa lagi kalo orangnya ke aku tuh gak easy going, ya sudah. (A1-W23: 310313).

Hubungan dalam interaksi sosial dipengaruhi oleh kepribadian dan karakter dari orang tersebut. Yg menjelaskan bahwa karakternya yang pendiam sangat mempengaruhi hubungan sosial dengan orang di sekitarnya sedangkan komunikasi merupakan hal penting dalam hubungan sosial seseorang. Yg cenderung pasif dalam interaksi sosial dengan lingkungan sehingga lingkungan lebih mendominasi dalam kehidupan Yg.

Mereka itu ada kalau butuh doang, baru datang. Pacar yang tak sayang-sayang eh di belakan-belakangnya nyakitin, ngadu domba kaya gitu. Coba saja sekarang si Sf, aku gak tahu salah apa, tiba-tiba kaya gitu ngelarang-ngelarang aku. Padahal sudah tak anggap sahabat baik. Terus teman-teman yang lain ku juga, apa namanya (terdiam) kalau di depan tuh baik tapi kalau di belakang tuh malah jelek-jelekin, ngomongin yang jelek-jelek (A1-W25: 310313).

4.3.3.6 Karakteristik pelaku self injury

Karakteristik seseorang dapat dilihat dari bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi masalah, bagaimana penyesuaian diri, pengendalian emosi serta bagaimana hubungan kedekatan interpersonal. Yg menjelaskan bahwa dirinya sangat merasa terbebani oleh karakternya yang pendiam. Hambatan untuk berkomunikasi menjadikan subjek merasa tertekan dan timbul perasaan berbeda dengan orang lain. Yg tidak mampu untuk memulai pembicaraan dengan orang lain, jadi jika tidak diajak bicara terlebih dahulu Yg merasa enggan untuk berbicara dengan orang lain.

Karakter aku, yang pendiam. Gak ada, kalau masalah cuman sesaat doang. Aku pengin kayak gitu tapi kok aku kayak gini, jadi aku susah gitu loh buat bergaul. Kalau lagi lihat ramai-ramai apa, aku pengin gabung, tapi aku gak bisa, kayak gitu. Gak bisa ngomong (menegaskan). Aku suruh ngomong tuh gak bisa, kecuali dia yang duluan kayak gitu (A1-W28: 310313).

Ketika Yg ada masalah yang menimbulkan emosi negatif, dia suka mengalami gangguan makan seperti tidak nafsu makan atau bahkan makan berlebih. Yg mampu menahan lapar hingga tiga sampai empat hari atau kadang makan berlebihan dalam beberapa hari. Gangguan makan tersebut umum dialami oleh pelaku self injury. Gangguan makan pada Yg berdampak

bagi fisiknya, ia terlihat sangat kurus karena berat badan yang tidak seimbang dengan tinggi badannya.

Iya, kadang-kadang tuh, gak nafsu makan sama sekali, aku bisa tahan dua hari tiga hari gak makan. Tapi kalau lagi doyan ya doyan banget kayak gitu. Kayak musim-musiman kayak gitu (A2-W19: 080413). Yg sangat tidak menyukai dirinya sendiri. Ia mengharapkan bisa menjadi seperti orang lain yang dapat bergaul dengan lingkungan. Yg menganggap dirinya orang yang tidak berguna dan tidak dianggap oleh orang di sekitarnya.

Enggak suka, aku gak suka sama aku yang pendiam, aku pengin kayak orang lain, pengin cerewet gitu, kadang-kadang aku menganggap diri aku gak berguna kayak gitu. Kadang-kadang ya karena itu juga, ngapain sih aku hidup, disini gak berguna, gak ada yang perduli sama aku, gak ada yang menganggap aku penting kayak gitu (A1-W21: 080413). Kalau di lingkungan sih, aku ngerasa, kok aku aku gak dianggep banget sih sama mereka, karena aku pendiam, aku lebih senang menyendiri aja kayak gitu (A1-W22: 080413).

4.3.3.6.1 Menghadapi masalah

Masalah yang sering dialami oleh Yg merupakan masalah yang umum terjadi dan dialami oleh kebanyakan orang. Yg sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahannya tersebut, sering kali ia merasa kebingungan untuk menemukan solusi bagi permasalahannya. Misalnya masalah hubungan dengan lawan jenis, masalah yang menyangkut keluarga dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas kuliah. Seseorang menanggapi suatu masalah dengan respon yang berbeda-beda pada masing-masing individu meskipun masalah yang dihadapi sama. Self

injury merupakan salah satu bentuk respon dari permasalahan yang menyebabkan munculnya emosi negatif yang dirasakan Yg.

Iya, bingung harus gimana buat nyelesain masalahnya. Bingung harus ngapain jadi aku suka putus asa dulu kalau ada masalah gitu suka buntu pikirannya, gak tahu (terdiam) kalau sudah gitu mesti nangis, nangis dan nagis, ambil silet ya sudah deh nyayat-nyayat tangan, habis itu nangisnya berhenti, kayak gitu (A1-W30: 310313). Masalah yang terasa paling berat bagi Yg adalah masalah hubungan dengan lawan jenis. Yg cenderung bersikap agresif, hal ini terlihat dari penjelasan tentang rasa dendam yang dirasakannya terhadap mantan pacarnya yang telah menyakitinya. Kecemasan sangat jelas terlihat, Yg merasa takut kehilangan mantan pacarnya tersebut.

Masalah cowok itu serasa gak berenti-berenti, dan gak selesai-selesai. aku dendam banget sama dia, rasanya pengin banget bunuh dan ngerusak hidup itu cowok. Aku sudah bisa ngelepas dia, tapi kadang dia muncul lagi, mau ku tuh kalau dia gak sayang sama aku, mending menghilang saja sekalian. Tapi aku takut banget, takut kehilangan dia. Aku bingung harus ngapain, aku bingung dengan perasaan ku, disisi lain aku sayang banget sama dia, tapi aku gak tahan dia nyakitin aku terus. Disisi lain aku gak bisa lepas dari dia soalnya, kehormatanku sudah dia ambil Ds. Aku bingung harus gimana, bingung banget! (A3-W28: 160613).

Kesulitan dalam menemukan solusi membuat Yg menyalurkannya dengan perilaku self injury. Jika ada masalah Yg sering kali memendamnya, hal ini disebabkan karena Yg mengalami kesulitan dalam berkomunikasi sehingga tekanan yang diakibatkan oleh masalah tersebut menjadi lebih besar.

Ya… lebih dipendam sendiri, terus larinya ya ke situ (self injury) (A1-W31: 310313).