• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Tujuan Penelitian

4. Keputusan menjadi nasabah

a. Pengertian keputusan pembelian

Menurut Kotler dan Amstrong (2008: 13) mendefinisikan

keputusan pembelian sebagai aktifitas konsumen dimana membeli

atau menggunakan jasa yang paling disukai.

Sudaryono (2016: 99) menyatakan bahwa orang yang

mengambil keputusan harus mempunyai satu pilihan dari beberapa

alternatif yang tersedia. Bila seseorang dihadapkan pada dua

pilihan, yaitu membeli dan tidak membeli dan kemudian dia

memilih membeli, maka dia ada dalam membuat suatu keputusan.

Amirullah dikutip dalam Nurlaeli (2017) menyatakan

bahwa pengambilan keputusan merupakan proses penilaian dan

pemilihan berbagai alternatif sesuai kepentingan dengan

menetapkan pilihan yang dianggap menguntungkan.

Sehingga dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan

nasabah adalah pengambilan pilihan dari beberapa alternatif yang

ada dimana yang dipilih merupakan jasa yang paling disukai.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian

Menurut Kotler (1999: 109) para konsumen tidak asal saja

mengambil keputusan pembelian. Berikut adalah faktor yang

mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan, yaitu:

a) Faktor-faktor budaya

Misalnya kebudayaan, sub-kultur dan kelas sosial pembeli.

b) Faktor-faktor sosial

Misalnya kelompok acuan (Reference group), konsumen,

keluarga dan peranan serta status sosial.

c) Faktor-faktor pribadi

Misalnya usia dan tahapan daur hidup, pekerjaan, keadaan

ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri.

d) Faktor-faktor psikologi

Misalnya motivasi, persepsi, belajar, kepercayaan dan sikap.

c. Proses keputusan membeli

Menurut Suryani (2008: 17) konsumen akan mengalami 5

tahapan untuk meraih hasil dan keputusan pembelian, yaitu:

1) Mengenali kebutuhan

Pada tahapan ini konsumen merasakan bahwa ada hal yang

dirasakan kurang dan menuntut untuk dipenuhi. Konsumen

dialaminya dengan yang diharapkan. Kesadaran akan perlunya

memenuhi kebutuhan ini terjadi karena adanya rangsangan dari

dalam maupun luar.

2) Mencari informasi

Apa yang terbaik yang harus dilakukan untuk memenuhi

kebutuhan tersebut, pertanyaan ini akan muncul pada

konsumen. Supaya dirinya dapat memenuhi kebutuhan dengan

cara terbaik, maka konsumen berusaha untuk mencari

informasi. Pencarian informasi ini aka berbeda tingkatannya

tergantung pada persepsi konsume atas resiko dari produk yang

akan dibelinya. Produk yang dinilai berisiko akan

menyebabkan situasi pengambilan keputusan lebih kompleks,

sehingga upaya pencarian informasi akan lebih banyak.

Sebaliknya produk yang dipersepsikan kurang berisiko akan

mendorong konsumen untuk tidak terlalu intensif mencari

informasi. Konsumen umumnya mencari informasi dari

berbagai sumber.

3) Mengevaluasi alternatif

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut akan

menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen untuk mengambil

keputusan. Konsumen akan mempertimbangkan manfaat

termasuk kepercayaan kepercayaan merk dan biaya atau risiko

4) Mengambil keputusan

Setelah melalui evaluasi dengan pertimbangan yang matang,

konsumen akan mengambil keputusan. Terdapat dua faktor

yang mempengaruhi keputusan membeli dan tujuan pembelian

yaitu sikap orang lain dan faktor situasional yang tidak dapat

diprediksikan (tidak terduga).

5) Evaluasi paskapembelian

Setelah membeli, konsumen akan mengevaluasi atas keputusan

dan tindakannya dalam membeli. Jika konsumen menilai

kinerja produk atau layanan yang dirasakan sama atau melebihi

apa yang diharapkan, maka konsumen akan merasa puas dan

sebaliknya jika kinerja produk atau jasa yang diterima kurang

dari yang diharapkan maka konsumen akan tidak puas. Dan

sikap kepuasan konsumen ini akan mempengaruhi perilaku

selanjutnya.

Menurut Lovelock dan Wright (2005: 75) ketika pelanggan

memutuskan untuk membeli suatu jasa guna memenuhi

kebutuhannya yang belum terpenuhi, mereka umumnya akan

melewati proses pembelian yang lebih rumit apabila mereka

membeli barang. Proses pembelian ini di bagi atas tiga tahap yang

Gambar 2. 1

Proses pembelian: aktivitas pelanggan dalam memilih, menggunakan dan menilai jasa

Dalam tahap pertama yaitu tahap pra-pembelian.Tahap ini

merupakan tahap dimana pelanggan mengidentifikasi berbagai

Sadar akan adanya kebutuhan

Pencarian informasi

• Mendefinisikan kebutuhan

• Mencar-cari solusi

• Mengidentifikasi pemasok jasa alternatif

Minta layanan dari penyedia terpilih (atau mengusulkan layanan sendiri)

Penyerahan atau pemberian jasa Evaluasi terhadap kinerja jasa

Keinginan mendatang Tahap Pra- Pembelian Tahap Pertemuan atau Pelaksanaan Jasa Tahap Pasca- Pembelian

Evaluasi terhadap penyedia jasa alternatif: Mengkaji dokumen (mis. Iklan, brosur, situs web, dll), Berkonsultasi dengan orang lain (mis. Teman, keluarga, dan pelanggan lain) Mengunjungi penyedia jasa yang mungkin; berbicara dari hati ke hati

alternatif, menimbang-nimbang manfaat dan resiko dan membuat

keputusan. Disini kebutuhan dan harapan individu sangatlah

penting karena hal itu mempengaruhi pilihan-pilihan mana saja

yang akan dipertimbangkan pelanggan. Orang yang pertama kali

menggunakan jasa mungkin memiliki ketidakpastian yang lebih

tinggi dan khawatir dengan resiko yang dibayangkannya. Berikut

merupakan jenis resiko yang dibayangkan, yaitu resiko fungsional

(hasil kinerja yag tidak baik), resiko finansial (kerugian uang, biaya

tak terduga), resiko waktu (waktu terbuang, akibat-akibat

keterlambatan), resiko fisik (kerugian pribadi atau kerusakan

barang milik), resiko psikologis (ketakutan pribadi dan emosi),

resiko sosial (bagaimana orang lain berpikir dan bereaksi) dan

resiko inderawi (dampak yang tidak terduga terhadap salah datu

panca indera).

Tahap selanjutnya yaitu tahap pertemuan jasa, dimana terjadi

penyerahan jasa melalui interaksi antar pelanggan dan penyedia

jasa. Pelanggan mendasarkan keputusan tentang kualitas jasa pada

beberapa faktor yang mempengaruhi hasil tahap ini. Faktor-fakktor

tersebut adalah lingkungan jasa, karyawan penyedia jasa dan jasa

pendukung.

Tahap ketiga atau tahap terakhir yaitu tahap pasca pembelian,

dimana pelanggan menilai kualitas jasa dan kepuasan atau

akan mempengaruhi sikap mereka kemudian. Karena pelanggan

akan mengevaluasi kualitas jasa dengan membandingkan apa yang

mereka harapkan dengan apa yang mereka anggap telah mereka

terima. Jika harapan mereka terpenuhi bahkan terlampaui maka

mereka yakin telah menerima jasa yang berkualitas tinggi. Dan

sebaliknya jika pengalaman menggunakan jasa itu tidak sesuai

harapan maka mereka akan merasa jasa itu buruk.

d. Indikator keputusan membeli

Rahma (2007) menyebutkan indikator-indikator dari

variabel keputusan pembelian adalah

1. Daya tarik

2. Kemantapan membeli

3. Sesuai kebutuhan

Dokumen terkait