LANDASAN TEORI
B. Penelitan yang relevan
1. Kerangka Berfikir
a. Interaksi antara media pembelajaran dengan sikap diri mahasiswa
Sikap tidak dibawa dari lahir, seseorang pada waktu dilahirkan belum mempunyai sikap tertentu. Sikap terhadap obyek tertentu ditentukan oleh perkembangan individu yang bersangkutan oleh karena itu sikap dapat berubah-ubah dan dapat dipelajari. Reaksi sikap dapat berupa respon postif jika seseorang merasa nyaman dan senang bila berada dalam lingkungan suatu obyek atau sebaliknya respon negatif apabila seorang merasa tidak nyaman berada dekat obyek. Bila ciri-ciri positif dapat muncul dalam suatu pembelajaran maka diharapkan kemungkinan dapat meningkatkan hasil belajar tinggi akan dapat dicapai.
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar serta membawa pengaruh psikologis terhadap mahasiswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan isi materi perkuliahaan. Media pembelajaran juga dapat meningkatkan pemahaman, penyajian data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.
Pemilihan media pembelajaran harus melihat kondisi mahasiswa. Mahasiswa yang mempunyai sikap diri positif dapat menggunakan media pembelajaran apapun, sedangkan mahasiswa yang mepunyai sikap diri negatif harus mempertimbangan
83
khusus dalam memilih media. Media pembelajaran bagi mahasiswa yang mempunyai sikap diri negatif harus lebih interaktif dan menarik, sehingga mengajak mahasiswa untuk dapat ikut serta dan memberikan umpan balik pada media pembelajaran yang digunakan
b. Hasil Belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahaan menggunakan media Edmodo dengan mahasiswa yang menggunakan media cetak
Pemilihan media pembelajaran sangat mempengaruhi proses pembelajaran dan berimbas pada hasil akhir dalam bentuk hasil belajar, semakin baik media pembelajaran maka akan semakin baik peningkatan hasil belajar mahasiswa.
Media cetak adalah seperangkat bahan ajar yang disajikan secara sistematis sehingga penggunanya dapat belajar dengan atau tanpa seorang fasilitator atau guru. Dengan demikian maka sebuah media cetak harus dapat dijadikan sebuah bahan ajar sebagai pengganti fungsi dosen. Kalau dosen memiliki fungsi menjelaskan sesuatu maka media cetak harus mampu menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang mudah diterima peserta didik sesuai dengan tingkat pengetahuan dan usianya.
Sebuah media cetak akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan media cetak memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Dengan demikian maka media cetak harus menggambarkan KD yang akan dicapai
84
oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dilengkapi dengan ilustrasi.
Penyusunan bahan ajar manual tidak mampu mengatasi permasalahan belajar yang dihadapi mahasiswa untuk secara mudah dan cepat memahami kompetensi yang ingin di capai, untuk itu diperlukan alternatif bahan ajar yang lebih interaktif penganti media cetak yaitu dengan menggunakan edmodo.
Proses pembelajaran yang disertai penggunaan media pembelajaran edmodo merupakan alternatif pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan, penalaran dan ketrampilannya untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah PAI.
Media pembelajaran saat ini sudah semakin beragam, mulai dari media konvensional seperti buku dan alat peraga tradisional sampai dengan media modern audio visual berupa kaset tape, VCD (Video Compact Disk), maupun alat paraga modern lainnya. Dengan beragam media tersebut, maka suatu sistem pembelajaran yang dapat menghadirkan suasana menyenangkan mutlak diperlukan. Oleh karena itu tidak salah jika edmodo merupakan salah satu alternatif media yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. Media pembelajaran dalam bentuk edmodo akan dapat mengarahkan perhatian mahasiswa untuk berkonsentrasi pada materi perkuliahaan dan mengungkap bahwa visual dapat memperlancar pencapaian tujuan yang memahami dan mengingatkan informasi atau pesan yang terkandung dalam edmodo. Belajar dengan menggunakan indra ganda yaitu pandangan dan pendengaran akan memberikan keuntungan bagi
85
mahasiswa. Mahasiswa akan belajar lebih banyak dari pada jika materi disajikan dalam bentuk pandangan saja.
Menurut Bobbi de Porter & Mike Hernaki (2002: 31) Media Pembelajaran yang dipilih diharapkan dapat mencakup aspek penglihatan (visual), pendengaran (auditif) dan gerak (motorik), karena selain bertujuan memudahkan peserta didik dalam belajar juga mampu menanamkan konsep semakin banyak indera dan gerak mahasiswa yang terlibat dalam proses belajar semakin mudah mahasiswa belajar yang bermakna79.
Media pembelajaran dalam bentuk edmodo memberikan konteks untuk memahami teks dan membantu mahasiswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingkatkannya kembali.
edmodo dapat berperan dalam menghemat waktu dosen mengajar dan mengubah peran dosen menjadi fasilitator serta membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Sedangkan peran edmodo bagi mahasiswa adalah membantu mahasiswa untuk dapat belajar tanpa harus ada dosen atau mahasiswa lain, mahasiswa dapat belajar kapan dan dimana saja, mahasiswa dapat belajar dengan kecepatannya sendiri, mahasiswa dapat belajar menurut urutannya sendiri dan membantu potensi mahasiswa untuk menjadi mahasiswa mandiri.
79
DePorter, B. 2004. Quantum Teaching, Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang ruang Kelas.Kaifa.Jakarta, hal. 31
86
c. Hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahaan menggunakan media Edmodo dengan mahasiswa yang menggunakan media cetak dengan sikap diri positif terhadap mata kuliah PAI
Sikap diri mahasiswa terhadap mata kuliah PAI merupakan atribut. Sikap merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Sikap juga merupakan sesuatu yang dipelajari dan sikap menentukan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan. Pada umumnya rumusan-rumusan mengenai sikap mempunyai persamaan unsur yaitu adanya kesediaan untuk berespon terhadap suatu situasi. Semakin positif sikap diri mahasiswa terhadap mata kuliah aplikasi semakin baik dorong respon yang ada dalam diri mahasiswa untuk dapat menguasai obyek yang dianggap menguntungkan bagi mahasiswa itu sendiri.
Mahasiswa yang mempunyai sikap positif terhadap mata kuliah cenderung dapat lebih mudah beradaptasi dalam media pembelajaran apapun. Mahasiswa yang mempunyai sikap diri positif dengan proses pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran yang memiliki aspek penglihatan (visual), pendengaran (auditif) dan gerak (motorik) maka hasil belajar akan lebih baik daripada media pembelajaran yang bersifat monotan.
87
d. Hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahaan menggunakan media Edmodo dengan mahasiswa yang menggunakan media cetak dengan sikap diri negatif terhadap mata PAI
Sikap diri mahasiswa terhadap mata kuliah PAImerupakan atribut. Sikap siswa terhadap mata kuliah PAI merupakan pengorganisasian keyakinan, perasaan, dan kecenderungan perilaku yang relatif bersifat permanen pada mata kuliah PAI. Terdapat tiga komponen sikap pada mata kuliah PAI, yaitu komponen kognitif, komponen perasaan dan komponen kecenderungan tindakan. Komponen kognitif yaitu keyakinan seseorang terhadap suatu obyek. Misalnya, sikap mahasiswa terhadap mata kuliah PAI. Komponen perasaan mengacu pada emosi yang berhubungan dengan obyek. Apakah obyek tersebut menyenangkan atau tidak, disukai atau tidak. Emosi inilah yang memberikan karakter sikap yang bersifat mendorong. Komponen kecenderungan tindakan merujuk pada kesiapan tingkah laku yang berkenaan dengan sikap. Ketika seseorang memiliki sikap positif terhadap obyek, ia cenderung memihak, membantu dan mendukung obyek tersebut, namun ketika sikapnya adalah negatif maka ada kecenderungan untuk menghindari obyeknya. Maka dapat dinyatakan bahwa mahasiswa yang memiliki sikap sikapnya negatif akan menghindari obyek yang tidak disukainya.
Mahasiswa yang mempunyai sikap negatif terhadap mata kuliah akan lebih baik menggunakan media pembelajaran yang bersifat interaktif dan adanya umpan balik dari media pembelajaran ke mahasiswa, karena media pembelajaran yang memiliki aspek penglihatan (visual), pendengaran (auditif) dan gerak (motorik)
88
maka hasil belajar akan lebih baik daripada media pembelajaran yang bersifat monoton.
D. Kerangka Berfikir
Berdasarkan keterangan tersebut di atas, maka dapat digambarkan kerangka berpikir sebagai berikut :
Gambar 2.1. Kerangka berpikir