• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TARGET KINERJA DAN PENDANAAN

B. Kerangka Pendanaan

jasa di Biro Hubungan Masyarakat

Nilai n/a 75 80 85 90

B. Kerangka Pendanaan

Untuk mencapai sasaran strategis tahun 2020-2024, Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian akan melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan arah kebijakan dan strategi serta struktur organisasi Kementerian Perindustrian yang dijabarkan pada bab III. Berikut ini kerangka pendanaan dari program dan kegiatan Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian tahun 2020-2024.

Tabel 4.2 Kerangka Pendanaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Kehumasan Tahun 2020-2024

Kode Sasaran Kegiatan /

Indikator Sasaran Satuan Alokasi Anggaran (Rp Ribu)

2020 2021 2022 2023 2024

TJ Terwujudnya pelayanan Informasi dan hubungan masyarakat yang mendukung pembangunan industri

TJ1 Capaian

Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik

Predikat 13.800.266 13.874.668 12.049.592 42.693.639 42.698.197

A. Perspektif Pemangku Kepentingan

SK.1

SK1.1 Persentase pemberitaan positif sektor industri di media massa

persen 2.495.955 2.022.147 2.068.338 3.722.044 3.356.287

SK1.2 Persentase Jumlah Media Partner Yang Mempublikasikan Kinerja Kemenperin

persen 2.431.226 3.037.872 1.675.833 20.087.500 26.243.111

SK1.3 Tingkat Interaksi (Engagement rate) akun media sosial

Kemenperin dengan Masyarakat

persen 1.660.744 2.521.319 1.536.488 5.654.033 3.583.955

B. Perspektif Proses Bisnis Internal SK.2 Terwujudnya strategi

komunikasi yang efektif dan komunikasi dengan media massa yang optimal

3.261.568 2.160.056 2.124.964 5.699.400 2.895.690

SK2.1 Persentase rekomendasi strategi komunikasi yang ditindaklanjuti

persen 2.787.342 1.703.406 1.813.770 4.411.900 2.295.690

SK2.2 Persentase kehadiran undangan media massa dalam peliputan

pimpinan Kemenperin

persen 474.226 456.650 311.194 1.287.500 600.000

SK.3 Terwujudnya pelayanan

publik yang berkualitas 932.851 792.311 786.336 2.643.016 1.353.979 SK3.1 Tingkat Kepuasan

Eksternal terhadap

SK3.2 Tingkat ketepatan waktu penyediaan informasi publik

Persen 401.774 343.185 162.776 830.000 472.524

C. Perspektif Pembelajaran Organisasi SK.4 Meningkatnya Kinerja

ASN Biro Hubungan Masyarakat

2.507.397 2.971.722 3.484.052 4.157.046 4.514.903

SK4.1 Rata-rata capaian kinerja pegawai Biro Humas

nilai 2.507.397 405.597 439.914 452.046 425.752

Kode Sasaran Kegiatan /

Indikator Sasaran Satuan Alokasi Anggaran (Rp Ribu)

2020 2021 2022 2023 2024

SK4.2 Rata-rata indeks profesionalitas ASN Kemenperin

indeks - 2.566.125 3.044.138 3.705.000 4.089.151

SK.5 Meningkatkan efektivitas organisasi Biro Humas

510.525 114.350 102.111 380.600 340.272

SK5.1 Nilai SAKIP Biro Humas nilai 510.525 81.200 70.625 156.000 128.896 SK5.2 Rekomendasi hasil

pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh biro hubungan masyarakat

persen - 33.150 31.486 224.600 211.376

SK.6 Meningkatnya

Pemanfaatan Industri barang dan jasa dalam negeri

- 103.262 42.040 50.000 60.000

SK6.1 Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro Hubungan Masyarakat

nilai - 103.262 42.040 50.000 60.000

Tabel 4.2 merupakan tabel yang menjelaskan tentang kebutuhan pendanaan untuk mencapai outcome Biro Humas dari tahun 2020 hingga tahun 2024. Pada tahun 2021 terdapat perubahan indikator pada Sasaran Kegiatan 4 (SK4), Sasaran Kinerja 5 (SK5) dan Sasaran Kinerja 6 (SK6) dimana anggaran pada komponen indikator SK4.2, SK5.2 dan SK6.1 pada tahun 2020 masih mendukung indikator SK4.1 dan SK5.1. Hal ini dikarenakan pada tahun 2020 indikator SK4.2, SK5.2 dan SK6.1 belum digunakan dan baru digunakan mulai akhir tahun 2021.

Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakomodir kesesuaian kegiatan pada RO/KRO dengan tugas masing-masing pokja yang telah disepakati. Disamping itu, penyesuaian ini juga mempermudah pemantauan realisasi anggaran dan realisasi fisik yang ada pada aplikasi pemantauan kinerja Biro Humas.

BAB V PENUTUP

Rencana Strategis Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perindustrian Tahun 2020-2024 merupakan rencana kerja jangka menengah dan merupakan penjabaran program, kegiatan, sasaran, dan indikator kinerja dalam upaya untuk mencapai tujuan Biro Hubungan Masyarakat pada khususnya, serta Sekretariat Jenderal dan Kementerian Perindustrian pada umunya selama 5 (lima) tahun ke depan. Penyusunan Renstra dilakukan secara sistematis, komprehensif, integratif, dan sinergis dengan menggunakan alat bantu peta strategi dan Key Performance Indicator (KPI) agar penggunaan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. Rencana Strategis Biro Hubungan Masyarakat akan di-review secara berkala setiap tahunnya dan dilakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan kebijakan jika dipandang perlu.

Kegiatan-kegiatan tahunan telah disusun dan direncanakan berdasarkan kondisi lingkungan saat ini. oleh karena itu seiring dengan berjalannya waktu pelaksanaan, kegiatan-kegiatan tersebut dapat diperkaya sesuai dengan perubahan lingkungan yang ada ketika menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT).

Renstra Biro Hubungan Masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan memberikan kejelasan terhadap tahap-tahap pencapaian tujuan Biro Hubungan Masyarakat serta Sekretariat Jenderal dan Kementerian Perindustrian secara sistematis.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Pohon Kinerja Biro Hubungan Masyarakat Tahun 2020-2024

Lampiran 2. Matriks Kinerja dan Kerangka Pendanaan Biro Hubungan Masyarakat Tahun 2020 – 2024

SATUAN Target Alokasi Anggaran (dalam Rp

Miliar) Unit

Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024

Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Publik 13,8 13,8 12,1 42,7 42,7

TJ Terwujudnya pelayanan Informasi dan hubungan masyarakat yang mendukung pembangunan industri TJ1 Capaian Penganugerahan

Keterbukaan Informasi A. Perspektif Pemangku Kepentingan

SK.1 Meningkatnya pemberitaan media massa dan interaksi media sosial terhadap kinerja Kemenperin SK1.1 Persentase pemberitaan

positif sektor industri di media massa

persen n/a 98,50 98,70 98,90 99,10 Seluruh Pokja Biro

Humas SK1.2 Persentase Jumlah Media

Partner Yang SK1.3 Tingkat Interaksi

(Engagement rate) akun B. Perspektif Proses Bisnis Internal

SK.2 Terwujudnya strategi komunikasi yang efektif dan komunikasi dengan media massa yang optimal

SK2.1 Persentase rekomendasi strategi komunikasi yang SK2.2 Persentase kehadiran

undangan media massa dalam peliputan pimpinan Kemenperin

persen 70 75 80 85 88 Pokja Pemberitaan

KODE KEGIATAN / INDIKATOR SASARAN / KRO / RO /

KOMPONEN

SATUAN Target Alokasi Anggaran (dalam Rp

Miliar) Unit

SK3.1 Tingkat Kepuasan Eksternal terhadap SK3.2 Tingkat ketepatan waktu

penyediaan informasi publik

Persen 99 99,37 99,38 99,39 99,40 Pokja Informasi

Publik C. Perspektif Pembelajaran Organisasi

SK.4 Meningkatnya Kinerja ASN Biro Hubungan Masyarakat

SK4.1 Rata-rata capaian kinerja pegawai Biro Humas

nilai 90 91 92 93 94 Sub Bagian Tata Usaha SK4.2 Rata-rata indeks

profesionalitas ASN SK5.2 Rekomendasi hasil

pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh biro hubungan masyarakat

persen n/a 91,50 92 92,50 93 Sub Bagian Tata Usaha

SK.6 Meningkatnya Pemanfaatan Industri barang dan jasa dalam negeri

SK6.1 Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro Hubungan Masyarakat

nilai n/a 75 80 85 90 Sub Bagian Tata Usaha

Lampiran 3. Matriks Keterkaitan Antara Aktivitas/Kegiatan, KRO, RO, Indikator Kinerja Dan Sasaran Kegiatan Biro Hubungan Masyarakat 2020-2024

TARGET ALOKASI TARGET ALOKASI TARGET ALOKASI TARGET ALOKASI TARGET ALOKASI TJ Terwujudnya pelayanan Informasi dan hubungan masyarakat yang

mendukung pembangunan industri

TJ1 Capaian Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Predikat Menuju

Informatif

SK.1 Meningkatnya pemberitaan media massa dan interaksi media sosial terhadap kinerja Kemenperin

SK1.1 Persentase pemberitaan positif sektor industri di media massa persen Belum Jadi IK

2.495.955

98,50 2.022.147 98,70 2.068.338 98,90 3.722.044 99,10 3.356.287

1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal 1831.EBA.958 Layanan Hubungan Masyarakat

051 Melakukan Pemberitaan di Media Online 879.880 841.495 854.450 1.850.000 1.137.774

059 Membuat Monitoring Analisa dan Kumpulan Berita Sektor Industri

A Melakukan Monitoring Berita Sektor Industri 752.523 618.088 568.640 461.776 553.426 1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal

1831.EBA.958 Layanan Hubungan Masyarakat

052 Menyelenggarakan Koordinasi Pemberitaan dan Liputan Kegiatan Pimpinan

A Menyelenggarakan Koordinasi Pemberitaan Sektor Industri 371.503 396.880 318.974 1.287.500 533.111

C Diskusi Pimpinan Kemenperin dengan Media Massa 72.750 132.190 191.654

054 Publikasi Kinerja Industri di Media Cetak dan Penyiaran 1.869.473 2.047.832 909.603 8.300.000 9.600.000

056 Mengelola Promosi Kebijakan/Industri 117.500 460.970 255.602 10.500.000 16.110.000

SK1.3 Tingkat Interaksi (Engagement rate) akun media sosial Kemenperin dengan Masyarakat

persen 2 1.660.744 3,15 2.521.319 3,20 1.536.488 3,25 5.654.033 3,30 3.583.955

1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal 1831.EBA.958 Layanan Hubungan Masyarakat

053 Mengelola Publikasi Audio Visual 799.530 1.054.065 397.295 2.954.033 583.955

055 Publikasi Kinerja Industri di Media Digital

A Publikasi Kinerja Industri di Media Digital 816.674 1.187.434 950.201 1.350.000 1.500.000

B Publikasi Making Indonesia 4.0 di Media Digital 44.540 279.820 188.992 1.350.000 1.500.000

B. Perspektif Proses Bisnis Internal

SK.2 Terwujudnya strategi komunikasi yang efektif dan komunikasi dengan media massa yang optimal

SK2.1 Persentase rekomendasi strategi komunikasi yang ditindaklanjuti persen 60 2.787.342 62 1.703.406 65 1.813.770 68 4.411.900 70 2.295.690 1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal

1831.EBA.958 Layanan Hubungan Masyarakat 057 Mengelola Hubungan Masyarakat

A Membina Hubungan Pimpinan dengan MD3 dan Lembaga Negara Lainnya 487.804 493.516 425.663 712.975 405.700

B Menyelenggarakan, Koordinasi Kegiatan Kehumasan dengan Bakohumas/GPR dan Instansi/Lembaga Terkait Lainnya

201.680

122.522 291.740 712.975 405.500

C Menyelenggarakan Seminar/Diskusi/Koordinasi Pimpinan Dengan Instansi/Lembaga Terkait Lainnya

587.771

389.060 230.627 712.975 405.530

D Menyelenggarakan Seminar/Diskusi/Koordinasi Pimpinan Dengan Industri/Asosiasi Industri/Komunitas

667.965

251.453 218.770 712.975 405.549

058 Menyelenggarakan Perencanaan Strategi Komunikasi 842.122 446.855 646.970 1.560.000 673.411

KODE KEGIATAN / SASARAN KEGIATAN / INDIKATOR SASARAN / KRO / RO /

KOMPONEN SATUAN 2020 2021 2022 2023 2024

TARGET ALOKASI TARGET ALOKASI TARGET ALOKASI TARGET ALOKASI TARGET ALOKASI SK2.2 Persentase kehadiran undangan media massa dalam peliputan pimpinan

Kemenperin

persen 70 474.226 75 456.650 80 311.194 85 1.287.500 88 600.000

052 Menyelenggarakan Koordinasi Pemberitaan dan Liputan Kegiatan Pimpinan

B Menyelenggarakan Liputan dan Pendampingan Kegiatan Pimpinan 474.226 456.650 311.194 1.287.500 600.000

SK.3 Terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas

SK3.1 Tingkat Kepuasan Eksternal terhadap pelayanan publik Kementerian Perindustrian

Indeks (skala 1-4)

3 531.077 3,11 449.126 3,12 623.560 3,15 1.813.016 3,18 881.455

1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal 1831.EBA.958 Layanan Hubungan Masyarakat

061 Pengelolaan Unit Pelayanan Publik Kementerian Perindustrian 531.077 449.126 623.560 1.813.016 881.455

SK3.2 Tingkat ketepatan waktu penyediaan informasi publik Persen 99,36 401.774 99,37 343.185 99,38 162.776 99,39 830.000 99,40 472.524 1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal

1831.EBA.958 Layanan Hubungan Masyarakat

062 Pengelolaan Layanan Informasi Publik Kementerian Perindustrian 401.774 343.185 162.776,00 830.000 472.524

C. Perspektif Pembelajaran Organisasi

SK.4 Meningkatnya Kinerja ASN Biro Hubungan Masyarakat

SK4.1 Rata-rata capaian kinerja pegawai Biro Humas nilai 90 2.507.397 91 405.597 92 439.914 93 452.046 94 425.752 1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal

1831.EBA.962 Layanan Umum

A Pelayanan umum, Pelayanan rumah tangga dan perlengkapan 2.245.643 280.948 277.979 249.046 221.752

C Pengelolaan Kepegawaian 258.754 123.609 158.935 200.000 201.000

1831.EBA.994 Layanan Perkantoran

002 Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

C Langganan Daya dan Jasa Biro Humas 3.000 1.040 3.000 3.000 3.000

SK4.2 Rata-rata indeks profesionalitas ASN Kemenperin indeks Belum Jadi

IK

71 2.566.125 73 3.044.138 76 3.705.000 80 4.089.151

1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal 1831.EBA.958 Layanan Hubungan Masyarakat

063 Menyelenggarakan Pembinaan Jabatan Fungsional Pranata Humas Kementerian Perindustrian

217.767

240.894 508.000 521.186

1831.EBA.994 Layanan Perkantoran

002 Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

A Operasional Perkantoran dan Pimpinan 2.348.358 2.803.244 3.197.000 3.567.965

SK.5 Meningkatkan efektivitas organisasi Biro Humas

SK5.1 Nilai SAKIP Biro Humas nilai 68 510.525 70 81.200 72 70.625 74 156.000 76 128.896 1831.EBD Layanan Manajemen Kinerja Internal

1831.EBD.952 Layanan Perencanaan dan Penganggaran

051 Penyusunan rencana program dan penyusunan rencana anggaran 510.525 81.200 70.625 156.000 128.896

SK5.2 Rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh biro hubungan masyarakat

persen Belum Jadi IK

91,50 33.150 92 31.486 92,50 224.600 93 211.376

1831.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal 1831.EBA.962 Layanan Umum

B Pengelolaan keuangan dan perbendaharaan 33.150 31.486 224.600 211.376

SK.6 Meningkatnya Pemanfaatan Industri barang dan jasa dalam negeri SK6.1 Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan

barang dan jasa di Biro Hubungan Masyarakat

nilai Belum Jadi IK

75 103.262 80 42.040 85 50.000 90 60.000

1831.EBA.994 Layanan Perkantoran

002 Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

B Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 103.262 42.040 50.000 60.000

D Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 151.629 229.430 300.000 350.000

2022 2023 2024

KODE KEGIATAN / SASARAN KEGIATAN / INDIKATOR SASARAN / KRO / RO /

KOMPONEN SATUAN 2020 2021

Lampiran 4. Pedoman Kinerja Biro Hubungan Masyarakat 2020-2024

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK1 Meningkatnya pemberitaan media massa dan interaksi media sosial terhadap

kinerja industri

SK1.1 Persentase pemberitaan positif

sektor industri di media massa n/a 98,5 98,7 98,9 99,1 DEFINISI

Salah satu strategi untuk meningkatkan publikasi kinerja Kementerian Perindustrian adalah dengan menyebarluaskan informasi kinerja sektor industri kepada media massa.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan porsi pemberitaan positif sektor industri di media massa baik media cetak, media elektronik, media online maupun media sosial. Kegiatan dilakukan dengan membandingkan jumlah berita positif dengan total pemberitaan sektor industri di media massa selama 1 (satu) tahun.

SUMBER DATA

Laporan Media Monitoring CARA MENGHITUNG

Indikator kinerja Persentase pemberitaan positif sektor industri di media massa diperoleh dengan menghitung perbandingan total pemberitaan positif sektor industri selama 1 (satu) tahun dengan jumlah total pemberitaan sektor industri selama 1 tahun (berita positif ditambah berita negatif) sebagai berikut:

𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑖𝑓 𝑠𝑒𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑖𝑛𝑑𝑢𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑖𝑛𝑑𝑢𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 x 100%

SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA

Persen Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK1 Meningkatnya pemberitaan media massa dan interaksi media sosial terhadap

kinerja industri

SK1.2 Persentase jumlah media partner yang mempublikasikan kinerja

Kemenperin 80 81 82 83 84

DEFINISI

Salah satu strategi untuk meningkatkan publikasi kinerja Kementerian Perindustrian adalah dengan menyebarluaskan pemberitaan terkait kinerja dan kebijakan sektor industri kepada media massa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan porsi pemberitaan sektor industri di media massa. Kegiatan dilakukan dengan mengirimkan siaran pers kepada redaksi dan jurnalis media partner Kementerian Perindustrian sejumlah 80 media massa atau dengan mengundang wartawan untuk meliput kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian. Untuk melihat efektivitas publikasi kinerja industri, jumlah media massa yang memuat pemberitaan dibandingkan dengan jumlah media partner Kementerian Perindustrian. Media Massa yang menjadi media partner Kemenperin terdiri dari media yang tergabung dalam Forum Wartawan Industri (FORWIN) dan media yang tersertifikasi Dewan Pers. Persentase media massa yang mempublikasikan kinerja Kemenperin ditargetkan meningkat dari tahun ke tahun.

SUMBER DATA

Laporan Media Monitoring CARA MENGHITUNG

Efektivitas publikasi kinerja industri diukur berdasarkan persentase jumlah media partner yang mempublikasikan kinerja Kemenperin. Langkah perhitungannya adalah sbb:

1. Membuat rekapitulasi pemberitaan positif sektor industri pada media massa setiap bulannya.

2. Sortir berita berdasarkan nama media yang menerbitkan berita.

3. Menghitung jumlah media partner Biro Humas Kemenperin yang memuat pemberitaan positif terkait kinerja industri selama 1 bulan.

4. Jumlah media partner yang mempublikasikan kinerja sektor industri per bulan dibagi dengan jumlah total media partner yang ditetapkan Biro Hubungan Masyarakat (sebanyak 80 media massa).

5. Persentase jumlah media partner yang mempublikasikan kinerja Kemenperin selama satu tahun dihitung dengan merata-ratakan persentase jumlah media partner yang mempublikasikan kinerja industri per bulan.

SATUAN KLASIFIKASI

Persen Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK1 Meningkatnya pemberitaan media massa dan interaksi media sosial terhadap

kinerja industri

SK1.3 Tingkat Interaksi (Engagement rate) akun media sosial

Kemenperin dengan Masyarakat

2 3,15 3,2 3,25 3,3 DEFINISI

Engagement Rate adalah indikator besar atau kecilnya interaksi akun media sosial Kemenperin yang terdiri dari akun Twitter, Facebook dan Instagram dengan pengikutnya.

Kunci dari komunikasi interaksional ini adalah umpan balik (feedback) atau tanggapan terhadap pesan atau konten tertentu.

Semakin tinggi angka engagement rate artinya semakin baik pula kualitas akun media sosial tersebut karena feedback yang didapatkan dari audience juga akan semakin tinggi.

Engagement rate pada akun media sosial Kementerian Perindustrian antara lain Twitter, Facebook, dan Instagram dihitung per postingan maksimal 1 minggu setelah tanggal posting kemudian dirata-ratakan untuk mendapatkan angka rata-rata engagement rate seluruh akun media sosial Kemenperin.

Standar nilai yang biasa digunakan untuk menilai engagement rate suatu media sosial adalah sebagai berikut:

- Kurang dari 1% = engagement rate rendah

- Antara 1% and 3.5% = engagement rate baik/rata-rata - Antara 3.5% and 6% = engagement rate tinggi

- Diatas 6% = engagement rate sangat tinggi SUMBER DATA

Laporan Media Monitoring CARA MENGHITUNG

Langkah mengitung engangement rate akun media sosial kemenperin :

1. Hitung engangement rate (ER) setiap postingan pada instagram, twitter dan facebook.

Engagement rate setiap post akan dihitung setelah 1 minggu posting

2. Hitung rata-rata engagement rate masing-masing akun media sosial Kemenperin

ER Instagram per post =

ER Twitter per post = (jumlah retweets+replies+likes+ profile clicks + link clicks+ hashtag clicks+ detail expands+ media engagements)/jumlah impressions) x 100%

ER Facebook per post =

3. Rata-rata engagement rate akun media sosial Kemenperin = (ER twitter + ER instagram + ER facebook)/3

SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA

Persen Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK2 Terwujudnya strategi komunikasi yang efektif dan komunikasi dengan media

massa yang optimal

SK2.1 Persentase rekomendasi strategi

komunikasi yang ditindaklanjuti 60 62 65 68 70 DEFINISI

Strategi Komunikasi Publik Kemenperin merupakan dokumen yang menjabarkan visi dan Misi Kementerian, yang disinergikan dengan arah kebijakan negara, guna mewujudkan kinerja Komunikasi Publik di lapangan sebagai upaya mendukung perwujudan program-program Kementerian Perindustrian.

Tujuan:

1. Meningkatnya keasadaran publik mengenai kebijakan, program dan hasil kegiatan pembangunan Kementerian Perindustrian

2. Tumbuhnya keterlibatan publik dalam berbagai aktifitas

3. Penguatan SDM, manajemen komunikasi di lingkungan Kementerian Perindustrian Untuk menentukan strategi komunikasi, Biro Hubungan Masyarakat membuat beberapa isu utama yang akan diangkat sepanjang tahun, selain itu dilakukan juga pemantauan dan analisis pemberitaan dimedia massa. Dari kedua hal tersebut Biro Humas membuat strategi komunikasi berupa agenda setting / rekomendasi untuk menindaklajuti atau merespon berita yang berkembang dimedia massa. Rekomendasi yang ada, akan dilaksanakan oleh pengelola kehumasan di tiap satker dan kelompok kerja terkait di Biro Humas. Hasil pelaksanaan akan di pantau dan dianalisis sehingga dapat diukur berapa persen rekomendasi yang dilaksanakan.

SUMBER DATA

Laporan Media Monitoring CARA MENGHITUNG

Persentase rekomendasi strategi komunikasi diperoleh dengan perhitungan sbb:

- Rekomendasi strategi komunikasi yang dibuat setiap minggu akan di evaluasi apakah sudah dilaksanakan atau belum

- Jumlah rekomendasi yang dilaksanakan akan dibagi dengan total rekomendasi yang sudah dibuat selama satu tahun sehingga bisa dihitung prosentasenya.

SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA

Persen Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK2 Terwujudnya strategi komunikasi yang efektif dan komunikasi dengan media

massa yang optimal

SK2.2 Persentase kehadiran undangan media massa dalam peliputan pimpinan Kemenperin

70 75 80 85 88

DEFINISI

Kehadiran jurnalis untuk meliput kegiatan pimpinan Kemenperin mengindikasikan prioritas media massa atas isu-isu terkait Kementerian Perindustrian. Para jurnalis yang menghadiri undangan meliput berpeluang mendapatkan informasi yang eksklusif langsung dari para narasumber, sekaligus memperdalam isu-isu yang dibahas. Bagi Kemenperin, kehadiran para jurnalis secara langsung dapat meningkatkan media exposure. Dengan bertemu secara langsung, para narasumber juga berkesempatan memberikan keterangan atau klarifikasi terkait isu tertentu.

SUMBER DATA

Laporan Pokja Pemberitaan dan Prasarana Media CARA MENGHITUNG

Persentase kehadiran undangan media massa dalam peliputan pimpinan Kemenperin diperoleh dengan perhitungan sbb:

1. Mendata jumlah undangan liputan untuk media massa untuk setiap kegiatan

2. Mendata kehadiran para jurnalis media yang menghadiri undangan liputan untuk tiap kegiatan

3. Menghitung persentase kehadiran undangan media dengan membandingkan jumlah wartawan yang hadir dengan jumlah undangan media yang disebar

4. Persentase kehadiran undangan media massa dihitung untuk setiap kegiatan pendampingan pimpinan, dan nilai akhir diperoleh dari nilai rata-rata

SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA

Persen Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK3 Terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas

SK3.1 Indeks Kepuasan Eksternal terhadap pelayanan publik Kementerian Perindustrian

3,1 3,11 3,12 3,15 3,18 DEFINISI

Indeks Kepuasan Eksternal terhadap pelayanan publik merupakan hasil Survei Indeks kepuasan Masyarakat kepada pengguna layanan Unit Pelayanan Publik (UP2) Pusat Kementerian Perindustrian. Pedoman survei mengacu pada 9 (sembilan) ruang lingkup berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2014 mengenai Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Ruang lingkup tersebut telah dikembangkan menjadi variabel/unsur sesuai dengan karakteristik pelayanan Pusat Kementerian Perindustrian antara lain : (1) Kemudahan prosedur pelayanan; (2) Persyaratan pelayanan; (3) Keberadaan petugas pelayanan; (4) Tanggung jawab petugas pelayanan; (5) Kemampuan petugas pelayanan; (6) Ketepatan waktu penyelesaian pelayanan; (7) Keadilan mendapatkan pelayanan; (8) Kesopanan petugas pelayanan; (9) Keramahan petugas pelayanan; (10) Kesesuaian biaya pelayanan; (11) Kesesuaian jam buka dan jam tutup pelayanan; (12) Kenyamanan pelayanan; (13) Maklumat Pelayanan; (14) Sarana pengaduan/keluhan; (15) Ketanggapan petugas pelayanan.

SUMBER DATA

Hasil Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap Layanan Penerbitan Rekomendasi/Pertimbangan Teknis/Surat Keterangan pada Unit Pelayanan Publik (UP2) Pusat Kementerian Perindustrian

CARA MENGHITUNG

Pengumpulan data untuk pengukuran indeks kepuasan masyarakat dapat dilakukan melalui survey secara elektronik melalui website SIINAS dan google form serta wawancara tatap muka. Pengukuran dilakukan 1 kali dalam setahun. Hasil survey menggunakan skala 1-4.

Hasil pengolahan data kuisioner menghasilkan nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) menggunakan skala 1-4 dengan rincian sebagai berikut:

SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA

Indeks Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK3 Terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas

SK3.2 Tingkat ketepatan waktu

penyediaan informasi publik 99,36 99,37 99,38 99,39 99,40 DEFINISI

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik terdapat ketentuan batas waktu menjawab permohonan informasi melalui PPID, yaitu 10 hari (kerja). Apabila dalam waktu 10 hari tersebut tidak dapat memenuhi permohonann informasi maka dalam Undang-Undang diperbolehkan menambah waktu jawab selama 7 hari (kerja). Melalui e-PPID dalam website Kemenperin maupun aplikasi maka proses waktu menjawab dapat di monitor.

SUMBER DATA

Hasil pencatatan rata-rata waktu jawab petugas dan tim penghubung PPID melalui website kemenperin dan aplikasi dan tingkat kepuasan pemohon informasi atas jawaban yang diberikan.

CARA MENGHITUNG

Tingkat ketepatan waktu penyediaan informasi publik adalah perbandingan permohonan informasi publik yang dijawab tepat waktu terhadap total jumlah permohonan selama satu tahun

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, waktu menjawab adalah 10 (sepuluh) hari dimulai dari Kepala PPID menerima form permohonan informasi dan jawaban sudah harus diterima oleh pemohon 10 hari (kerja).

Tingkat ketepatan waktu penyediaan informasi publik = (jumlah permohonan informasi publik yang dijawab tepat waktu / total permohonan informasi publik) x 100%

Perhitungan dilakukan selama satu tahun

SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA

Persen Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK4 Meningkatnya Kinerja ASN Biro Hubungan Masyarakat

SK4.1 Rata-rata capaian kinerja pegawai

Biro Humas 90 91 92 93 94

DEFINISI

Dalam rangka meningkatkan kinerja SDM Biro Hubungan Masyarakat maka diperlukan indikator kinerja ASN untuk menggambarkan produktivitas dari SDM pada unit kerja dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi. Kinerja pegawai terdiri dari unsur disiplin, unsur SKP, dan unsur produktivitas.

SUMBER DATA

Aplikasi Kinerja Pegawai Intranet Kementerian Perindustrian CARA MENGHITUNG

Indikator ini dinilai dengan menggunakan rata-rata rekapitulasi capaian kinerja pegawai di lingkungan Biro Hubungan Masyarakat per bulan.

Rata-rata capaian kinerja pegawai Biro Humas = Total rata-rata capaian kinerja pegawai Biro Humas per bulan)/12

SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA

Nilai Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Kode Sasaran Kegiatan/ Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024 SK4 Meningkatnya Kinerja ASN Biro Hubungan Masyarakat

SK4.2 Rata-rata indeks profesionalitas

ASN Biro Humas 70 75 80 85 88

DEFINISI

Indeks profesionalitas ASN Kementerian Perindustrian adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur secara kuantitatif tingkat profesionalitas pegawai ASN yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar penilaian dan evaluasi dalam upaya pengembangan profesionalisme ASN.

SUMBER DATA

Data jenjang pendidikan formal, Data Diklat, DP3, Data Absensi Pegawai CARA MENGHITUNG

Perhitungan indeks merujuk pada peraturan BKN Nomor 8 tahun 2019 tanggal 15 Mei 2019 tentang pedoman tata cara dan pelaksanaan pengukuran Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara. Kategori tingkat Profesionalitas ASN dibuat dalam rentang nilai sebagai berikut:

a. 91-100 (sangat tinggi);

b. 81-90 (tinggi);

c. 71-80 (sedang);

d. 61-70 (rendah);

e. 60 ke bawah (sangat rendah).

SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA

Indeks Maximize Biro Hubungan Masyarakat

Dokumen terkait