• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerjasama Puskesmas Dengan SD Negeri Krapyak

KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teori

6. Kerjasama Puskesmas Dengan SD Negeri Krapyak

Tim Penyusun RKJM SDN Kryapak. (2013). Ada beberapa tujuan pendukung

puskesmes berkerjasama dengan SD Negeri Krapyak untuk pelaksanaan 7K adalah

sebagai berikut:

a. Tujuan puskesmas bekerjasama dengan SD Negeri Krapyak untuk membuat

sekolah tersebut sebagai panutan bagi sekolah yang lain di daerah sedayu untuk

mengutamakan kebersihan dan kesehatan diri sendiri maupun lingkungan, ada

beberapa sekolah-sekolah yang lain yang berkerjasama dengan puskesmas dari SD

sampai SLTA puskesmas selalu mensosialisasikan tentang kesadaran akan pola

hidup sehat. Beberapa progam puskesmas untuk sekolah dasar seperti:

b) Sosialisasi tentang kebersihan diri sendiri dan lingkungan.

c) Sosialisasi kesahatan alat reporduksi.

d) Menganjurkan untuk melaksanakan kebersihan lingkungan sekolah.

b. Manfaat bagi sekolah

Sekolah jadi mempunyai manfaat yang sangat positif karena membantu guru

mengenalkan dan melaksanakan progam kebersihan dan kesehatan atau pun

progam-progam yang lain yang di lakukan puskesmas untuk sekolah. Progam puskesmas

tersebut dilakukan selama sekolah masih memerlukan pendampingan untuk masalah

kesehatan. Tim Penyusun RKJM SDN Kryapak. (2013-2014).

h. Kerangka Berfikir

Di dalam sekolah masih ada siswa yang kurang mengerti tentang 7K dan

belum melaksanakan progam tersebut secara maksimal karena itu para siswa harus

lebih diberikan sosialisasi, pengenalan, dan penerapan didalam lingkungan sekolah.

Maka dari itu guru lebih memberikan sebuah solusi agar para siswa mengerti dan

melakukan 7K tersebut di lingkungan sekolah, dilingkungan keluarga dan masyarakat.

Anak sekolah dasar merupakan kelompok usia dalam masa yang rentan

terhadap perkembangan dan pertumbuhan, di masa ini anak masih ingin

bermain-main maka dari itu guru harus pandai dalam melakukan pendekatan untuk

memberikan pengarahan dan pemahaman guna mempelajari 7K mungkin untuk anak

kelas 1-3 belum bisa menerapkan 7K secara keseluruhan karena anak masih ingin

bersenang-senang jadi guru harus memberikan stimulus-stimulus eksternal yang bisa

menggunakan sebuah permainan yang menarik. Selain itu anak untuk kelas 4-6

mungkin pendekatannya dengan cara lain karena mereka sudah mulai paham sedikit

demi sedikit menerapkan 7K di lingkungan sekolah maka pekerjaan guru agak lebih

Perturan Perintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005

Tentang Standar Pendidikan Nasional pasal 42 dan 43 no 2 menatakan: 2) Setiap

satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yangmeliputi lahan, ruang kelas, ruang

pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan,

ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi

daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat

berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses

pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Pasal 43 (1) Standar keragaman jenis

peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA), laboratorium bahasa,

laboratorium komputer, dan peralatan pembelajaran lain pada satuan

pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus

tersedia. Maka dari itu sekolah harus meningkatkan sekolah dan siswa lebih

memaksimalkan kinerja siswa dan sekolah dalam progam 7K maka sekolah

mengadakan suatu kegiatan yang sifatnya berkelanjutan contohnya: kerja bakti

membersihkan halaman sekolah, kerja bakti, belajar kelompk, membersihkan kelas

dan fasilitas yang ada di sekolahan, mengadakan sholat berjamaah pada saat dzuhur

bagi yang beragama islam yang non islam mengadakan doa bersama, itu beberapa

contoh kegiatan untuk beberapa kegiatan 7K.

Salah satu upaya untuk mengetahui pelaksanaa 7K (keamanan, kerapian,

kebersihan, keimanan, kekeluargaan dan kerindangan) adalah dengan mengonservasi

SD Negeri Krapyak, Argorejo, Sedayu, Bantul seperti apa pelaksanaan 7K apakah

berjalan dengan baik atau kurang baik, yang harus dionservasi seperti:

1. Apakah siswa menjaga kebersihan halaman sekolah dan didalam kelas? 2. Apakah siswa menjaga kerapian diri sendiri dan kerapian kelasnya?

3. Apakah siswa selalu menjaga keindahan kelas, kamar kecil, perpustakaan,dan

4. Apakah siswa bisa menjaga keamanan barang-barang pribadinya dengan baik

atau tidak?

5. Apakah sekolah memiliki kerindangan yang cukup?

6. Apakah kekeluargaan antar siswa dengan guru terjalin baik?

7. Apakah para siswa antusias pada mata pelajaran pendidikan agama islam atau

pun non islam?

Guru juga mempunyai peran untuk kelangsungan 7K dengan baik karena

untuk memotivasi dan memberikan pengarahaan kepada siswa untuk patuh pada

peraturan 7K tersebut.

i. Penelitian yang Relevan

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Penelitian yang dilakukan oleh Danang Hanggara. (2014) dengan judul kesadaran

kesehatan pribadi kelas IV, V, dan VI di SD Bangunjiwo, Kasihan,

Bantul .”Kesehatan pribadi merupakan hal yang sangat penting bagi anak

khususnya anak usia Sekolah Dasar, dengan menjaga kesehatan pribadi anak dapat

terhindar dari berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh. Pada

kenyataannya di SD Bangunjiwo masih ada beberapa anak yang kurang

memperhatikan kebersihan pribadinya. Hal itu didukung dengan fasilitas

kebersihan yang masih kurang memadahi sehingga siswa belum menyadari

pentingnya kesehatan pribadi.

Penelitian ini bertuuan untuk mengetahui gambaran prilaku siswa kelas atas SD

Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul terhadap kesehatan pribadi

yang mencakup perilaku terhadap kesehatan kulit, perilaku terhadap kesehatan

mata, perilaku terhadap kesehatan hidung, perilaku terhadap kesehatan rambut,

perilaku terhadap kesehatan kuku, perilaku kesehatan terhadap gigi dan mulut,

perilaku terhadap kesehatan kaki dan tangan, kebersihan pakaian.Penelitian ini

merupakan penelitian kantitatif jenis penelitian deskriptif, menggunakan metode

penelitian yang digunakan adalah seluruh siswa kelas IV, V, VI SD Bangunjiwo

yang berjumlah 87 siswa. Uji validitas menggunakan rumus proudct momen dari

karl person dan uji Reliabilitas menggunakan progam komputer SPPSS 17

Windows dengan rumus Alpha Cronchach diperoleh koofisensi realibilitas sebesar

0,961 %.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku kelas atas

SD Bangunjiwo terdapat kesehatan pribadi ditunjukan sebesar 8% (75 siswa),

berbeda pada kategori “sangat tinggi” 23% (20 siswa), kategori “tinggi” 34% (30

siswa), kategori “cukup”29,99% (20 Siswa),sedagkan pada kategori kurang dan

sangat kurang sebesar 4,60% (4 siswa)”.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Yoga Mahendra. (2015). Dengan judul Peran siswa

kelas IV dan V SD Negeri Jlaban Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulonprogo

Dalam Kegiatan Lingkungan Sehat.” Lingkungan sekolah sehat sangat penting untuk diwujudkan, tetapi di SDN Jlaban, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon

Progo masih ditemukan sampah yang dibuang disembarang tempat, masih ada

coretan-coretan di meja, kursi,dan dinding ruang kelas, keadaan kamar mandi/WC

yang belum dijaga kebersihannya, serta masih ada beberapa siswa yang belum

menjagga perilakunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peran

siswa kelas IV dan V SDN Jlaban, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo

dalam kegiatan lingkungan sekolah dan peranan dalam lingkungan fisik sekolah

sehat yang mencakup peran dalam lingkungan fisik sekolah dan peran dalam

lingkungan mental dan sosial.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif

kualitatif.Metode yang digunakan adalah metode survei.Instrument penelitian

menggunakan angket.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V

SDN Jlaban. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan

dan V SDN Jlaban yang berjumlah 47 siswa.Teknik anilisis data menggunakan

teknik deskriptif dengan presentase. Uji validitas menggunakan rumus product moment dari Karl Person dan uji reliabilitas menggunakan bantuan komputer progam SPSS 16.0 for windows dengan rumus Alpha Croncbach, diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,954.Hasil penelitian peran siswa kelas IV dan V

SDN Jlaban dalam kegiatan lingkungan sekolah sehat menunjukan bahwa 6,5% (3

siswa) berada pada kategori “ berperan sangat baik”, 21,3% (10 siswa) pada

kategori “berperan baik”, 38,3% (18 siswa) pada kategori “ cukup berperan”,

29,8% (14 siswa) pada kategori “kurag berperan”, dan 4,2% (2 siswa) pada

kategori “sangat kurang berperan” , peran siswa di dalam lingkungan fisik sekolah

lebih besar dibandingkan peran siswa di dalam lingkungan mental dan sosial,

dengan perbandingan presentase 60% : 40%.

BAB III

METODE PENELITIAN

Dokumen terkait