• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV BENTUK PERLINDUNGAN LAZADA.CO.ID SEBAGAI

C. Implementasi Tanggung Jawab Lazada.co.id Dalam

2. Kerusakan saat Pengiriman dan Akibat Hukumnya

Dalam hal terjadinya kegagalan pengiriman barang pada saat pengiriman namun pihak ekspedisi menyatakan barang yang dikirim hilang/rusak maka tanpa mengurangi hak Penjual untuk melakukan pengiriman ulang atau tindakan

142 Alan Davidson. Op.cit., hlm 35-36.

perbaikan lainnya, Penjual dapat saja memutuskan untuk mengakhiri atau membatalkan pesanan atau kontrak pelanggan.143

Dalam hal hilang/rusaknya barang yang dikirim tersebut tentu saja Penjual akan mengalami kerugian, dalam hal ini Lazada.co.id menyediakan fitur klaim transportasi bagi penjual yang sudah menyerahkan barangnya kepada kurir namun dinyatakan hilang/rusak hingga akhirnya order dibatalkan akan mendapatkan penggantian atas barang tersebut.144

Sedangkan bagi pembeli yang telah membayarkan pembayaran atas pesanan barang tersebut maka Lazada.co.id akan mengembalikan pembayaran (refund) atas pesanan tersebut kepada pembeli. Hal tersebut diatur dalam syarat dan ketentuan Lazada.co.id bab Penjualan angka 7 sub bab Kegagalan Pengiriman Produk.145

Jika melihat pada Pasal 7 huruf g UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan salah satu dari kewajiban pelaku usaha adalah:

“Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.”146

Ketentuan yang terdapat dalam syarat dan ketentuan Lazada.co.id bab Penjualan angka 7 sub bab Kegagalan Pengiriman Produk tersebut sudah sesuai dengan Pasal 7 huruf g UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

143 Lazada (7), “Klaim Transportasi”, diakses dari

https://sellercenter.lazada.co.id/seller/helpcenter/Klaim-Transportasi.html, pada 19 November 2019 pukul 14.00 WIB

144 Ibid.,

145 Lazada (5), Op.cit.,

146 Indonesia (UU Perlindungan Konsumen), Op.cit.,

Berdasarkan ketentuan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen diatas dapat juga disimpulkan bahwa syarat dan ketentuan Lazada.co.id sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengaturan hukum perlindungan konsumen terdapat pada:

a. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat;

b. Pasal 1320, Pasal 1330, Pasal 1338, dan Pasal 1457 Kitab Undang- Undang Hukum Perdata (KUHPerdata);

c. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

2. Pengguna jasa layanan e-commerce termasuk ke dalam konsumen akhir menurut Penjelasan Pasal 1 angka 2 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, oleh karena itu pengguna jasa layanan e-commerce dilindungi sebagai konsumen berdasarkan ketentuan perlindungan konsumen.

3. Lazada.co.id sebagai penyelenggara layanan e-commerce telah cukup baik dalam melindungi konsumen dengan aturan yang terdapat dalam Syarat dan Ketentuan Lazada.co.id, dalam hal ini Lazada.co.id telah cukup baik dalam mengatur hak dan kewajiban penjual dan pembeli yang mana dalam hal ini sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Aspek-aspek hak konsumen yang telah diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 dianggap sudah sesuai dengan Syarat dan Ketentuan Lazada.co.id seperti

halnya Pertama, hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; Kedua, hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; Ketiga, hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Keempat, hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan; Kelima, hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut; Keenam, hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen; Ketujuh, hak unduk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; Kedelapan, hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut :

1. Bagi Konsumen disarankan agar dapat mengetahui dan memahami tentang aturan-aturan serta bentuk-bentuk perlindungan hukum terkait dengan transaksi elektronik pada platform online seperti halnya pada Lazada.co.id.

2. Pemerintah harus dapat berperan sebagai penyeimbang kedudukan antara penyelenggara layanan e-commerce, pelaku usaha dan konsumen dengan cara membuat aturan yang lebih luas dan tegas mengenai aturan dalam

bertransaksi di internet, mensosialisasikan apa yang menjadi hak dan kewajiban konsumen sesuai UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen kepada masyarakat luas, serta melakukan pengawasan yang ketat secara berkala atas kegiatan usaha agar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

3. Bagi Lazada.co.id selaku penyelenggara layanan e-commerce untuk dapat tetap melindungi hak konsumennya dan dapat terus memberikan layanan terbaik kepada konsumennya baik dari pemberian informasi, menanggapi keluhan maupun membantu penyelesaian sengketa.

BUKU

Abdurahman. 2009. Sosiologi dan Metodelogi Penelitian Hukum. Malang: UMM Press.

Amiruddin dan Zainal Askin. 2003. Pengantar Metode Penelitian Hukum.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dirdjosisworo, Soedjono. 1999. Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Ikhsan, Edy dan Mahmul Siregar. 2009. Metode Penelitian dan Penulisan Hukum Sebagai Bahan Ajar. Medan: Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Fajar, Mukhti dan Yulianto Achmad. 2010. Dualisme Penelitian Hukum Empiris

& Normatif. Jakarta: Pustaka Pelajar

Sunggono, Bambang. 2007. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Andi. 2002. Apa dan Bagaimana E-commerce. Semarang: Wahana Komputer.

Anggawirya, Erhans. 2003. Internet Sekarang Belajar Sekarang Lancar. Jakarta:

PT Ercontara Rajawali.

Barkatullah, Abdul Halim. 2008. Hukum Perlindungan Konsumen Kajian Teoritis dan Perkembangan Pemikiran. Banjarmasin: FH Unlam Press.

Dikdik M. Arief Mansur dan Elisatris Gultom. 2009. Cyber Law Aspek Hukum Teknologi Informasi. Bandung: Refika Aditama.

Fuady, Munir. 2012. Pengantar Hukum Bisnis (Bandung: Citra Aditya Bakti.

Goldsmith, Jack L. 1999. Against Cyberanarchy. University of Chicago Law Occasional Paper. No. 40.

Hadjon, Philipus. dkk. 2011. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia.

Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Halim, Abdul dan Teguh Prasetyo. 2006. Bisnis E-commerce. (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Kansil, C.S.T. 1982. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia.

PN.Balai Pustaka. Jakarta.

Khadafi, Muhammad. 2016. Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi E-commerce (Studi Kasus E-commerce Melalui Sosial Media Instagram). Jurnal Hukum Universitas Hidayadullah Jakarta.

Kristiayanti, Celina Tri Siwi. 2011. Hukum Perlindungan Konsumen. Jakarta : Sinar Grafika.

Miru, Ahmadi. 2011. Hukum Perlindungan Konsumen. Jakarta: PT. Raja Grafindo.2013. Prinsip-Prinsip Perlindungan Hukum Bagi Konsumen di

Miru,Ahmadi dan Sutarman Yodo. 2007. Hukum Perlindungan Konsumen.

Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Nasution, Az. 2006. Hukum Perlindungan Konsumen Suatu Pengantar. Jakarta:

Diadit Media.

Nugroho, Susanti Adi Nugroho. 2008. Proses Penyelesaian Sengketa Konsumen Ditinjau dari Hukum Acara serta Kendala Implementasinya. Jakarta:

Kencana.

Purba, Hasim. 2006. Suatu Pedoman Memahami Ilmu Hukum. CV.Cahaya Ilmu.

Medan.

Purbo, Onno dan Aang Arif Wahyudi. 2001. Mengenal e-commerce. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Raditio, Resa. 2014. Aspek Hukum Transaksi Elektronik Perikatan. Pembuktian dan Penyelesaian Sengketa. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rahardjo, Satjipto. 2003. Sisi-sisi Lain dari Hukum di Indonesia. Jakarta:

Kompas.

Riawan, Belly dan I Made Mahartayasa. 2015. Perlindungan Konsumen dalam Kegiatan Transaksi Jual Beli Online di Indonesia. Kertha Semaya Jurnal.

03. 01.

Rotchild, John A. 2016.Research Handbook on Electronic Commerce Law.

(Northamthon. USA: Edwrd Elgar Publishing) Hal 265.

Sadar, M. Makarau. Makarao dan Habloel Mawadi. 2012. Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia. Jakarta: Akademia.

Samsul, Inosentius. 2004. Perlindungan Konsumen. Kemungkinan Penerapan Tanggung Jawab Mutlak. Jakarta: Universitas Indonesia.

Sanusi, Masri. 2013. “Aspek Hukum Perlindungan Konsumen E-commerce.” Ad Daulah.

Sidabalok, Janus. 2014. Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia. (Bandung:

Citra Aditya Bakti.

Sjahputra, Iman Sjahputra. 2010. Perlindungan Konsumen Dalam Transaksi Elektronik. Bandung: PT.ALUMNI.

Soekanto, Soerjono. 2010. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. 2003. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Cet. Ke 7. Ed. Pertama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sutanto, Happy. 2008. Hak-Hak Konsumen Jika Dirugikan. Jakarta: Visimedia.

B. Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Tentang Perlindungan Konsumen. UU No. 8 Tahun 1999

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE).

Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Pemberdayaan Hak-Hak Konsumen di Indonesia (Jakarta: Direktorat Perlindungan Konsumen Ditjen Perdagangan dalam Negeri Departemen Perindustrian dan Perdagangan bekerjasama dengan Yayasan Gemainti. 2001).

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. UU No. 1 Tahun 1946. LN No. 23 Tahun 1847. Pasal 1338.

C. Jurnal

Rusmawati, Dianne Eka. “Perlindungan Hukum bagi Konsumen dalam Transaksi E-commerce.” Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum. 2014.

Holija, “Pengintegrasian Urgensi dan Eksistensi Tanggung Jawab Mutlak Produk Barang Cacat Tersembunyi Pelaku Usaha Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen di Era Globalisasi”. Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 14 No. 1, Januari 2014, Palembang : Fakultas Syariah, hlm. 3.

D. Website

Databoks, “Berapa Pengguna Media Sosial Indonesia?”, dalam https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/02/08/berapa-pengguna-media-sosial-indonesia. (diakses pada tanggal 11 September 2019, Pukul 18.00 WIB).

Roy Franedya, “RI Kini Punya Startup Unicorn ke-5, Namanya OVO”, dalam https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191003061130-37-104026/ri-kini-punya-startup-unicorn-ke-5-namanya-ovo/3startup-unicorn-ke-5-namanya-ovo/3.

(diakses pada tanggal 29 September 2019 Pukul 13.00 WIB).

Esther Dwi Magfirah, “Perlindungan Konsumen Dalam E-commerce”, dalam https://www. solusihukum.com, (diakses pada tanggal 10 September 2019, Pukul 20.00 WIB).

Berinovasi.com, “Perkembangan E-commerce di Indonesia”, dalam http://berinovasi.com/2017/12/11/perkembangan-e-commerce-di-indonesia/, (diakses pada 14 Februari 2019, Pukul 13.30 WIB)

Fahmi Maisam Cahyo, “Kelebihan dan Kekurangan E-commerce”, dalam

https://www.nurulfikri.ac.id/index.php/id/artikel/item/667-kelebihan-dan-kekurangan-e-commerce, (diakses pada tanggal 20 Juni 2019, Pukul 09.00 WIB)

Kompas.com, “YLKI Buka Akses Pengaduan Secara "Online"”, dalam https://nasional.kompas.com/read/2017/05/21/11444811/ylki.buka.akses.pengadu an.secara.online., (diakses pada tanggal 10 September 2019, Pukul 21.00 WIB)

Kominfo, “Pemerintah Didesak Terbitkan Aturan Perlindungan Konsumen”, dalam https://kominfo.go.id/content/detail/1892/e-commerce-pemerintah-didesak-terbitkan-aturan-perlindungan-konsumen/0/sorotan_media, diakses tanggal 10 September 2019, Pukul 13.00 WIB.

Hira Jhamtani, “Perundingan WTO Dan Usulan Bagi Pemerintah”, dalam https://bebaspikir.com/2016/04/pemerintah-dan-perundingan-dagang-wto/,

diakses pada tanggal 29 September 2019, Pukul 22.00 WIB.

Ning Rahayu, “Pertumbuhan E-Commerce Pesat di Indonesia”, dalam https://www.wartaekonomi.co.id/read216302/pertumbuhan-e-commerce-pesat-di-indonesia.html (diakses pada tanggal 2 September 2019 Pukul 17.00 WIB.)

Isharyanto Ciptowiyono, “Liberalisasi Perdagangan: Sejarah dan Faktor Pendorong”,https://www.kompasiana.com/isharyanto/54f7cc91a333118d508b468 0/liberalisasi-perdagangan-sejarah-dan-faktor-pendorong, diakses pada tanggal 29 September 2019, Pukul 22.15 WIB.

Tri Andry, “Mengenal 7 Model Bisnis Website E-Commerce dan Contohnya”, diakses dari http://entrepreneurcamp.id/website-e-commerce/ (diakses pada tanggal 6 Maret 2019 pukul 13.00 WIB)

Roy Franedya, “Asing Kuasai Startup Unicorn Indonesia”, dalam https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20180131145224-37-3055/asing-kuasai-startup-unicorn-indonesia, (diakses pada 30 September 2019, Pukul 10.00 WIB).

Novi Kristiadi, “E-Commerce, Manfaat dan Keuntungannya”, diakses dari

https://www.kompasiana.com/novikristiadi/5992634e93be2508e06c5402/e-commerce-manfaat-dan-keuntungannya, pada tanggal 10 September 2019 Pukul 20.30 WIB.

Lazada, “Online Shopping Mall Terkemuka di Indonesia”, diakses dari https://www.lazada.co.id/ , pada 9 November 2019 pukul 09.00 WIB

Lazada (2), “Tentang Lazada”, diakses dari

https://www.lazada.co.id/about/?spm=a2o4j.home.footer_top.6.416318a0tFtv52, pada 9 November 2019 Pukul 09.00 WIB.