DAFTAR PUSTAKA
D. Kesimpulan
4. Hambatan Listrik
Ketika arus listrik mengalir dalam kawat konduktor, elektron mengalami rintangan dari molekul-molekul dan ion-ion dalam konduktor tersebut, sehingga aliran arus listrik mengalami hambatan. Hambatan konduktor bergantung pada jenis konduktor, luas penampang konduktor, panjang konduktor dan temperatur konduktor. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut.
R = ρ l
A Keterangan:
R : hambatan (Ω)
ρ : hambatan jenis (kg/m3) l : panjang kawat (m)
A : luas penampang kawat (m2) C. Hipotesis
Kerjakanlah soal di bawah ini dengan benar!
1. Seorang siswa diminta untuk mengukur tegangan dan kuat arus menggunakan voltmeter dan amperemeter pada rangkaian berikut.
Skema rangkaian yang tepat untuk pengukuran tegangan dan kuat arus pada R2 adalah ...
a.
b.
c.
d.
e.
2. Voltmeter V memiliki hambatan 1 kΩ, sedangkan amperemeter A memiliki hambatan 1 Ω. Kedua alat ini digunakan untuk mengukur hambatan X dengan menggunakan rangkaian seperti pada gambar.
Jika pada voltmeter terbaca 5 V dan pada amperemeter 25 mA, besar hambatan X adalah ...
a. 250 Ω b. 200 Ω c. 100 Ω d. 0,25 Ω e. 0,20 Ω
3. Faras melakukan sebuah percobaan dengan merangkai resistor, potensiometer, sumber tegangan, saklar, voltmeter dan amperemeter. Dia menggunakan tiga potensiometer yang berbeda untuk melihat perbedaan tegangan dan kuat arus yang terbaca pada voltmeter dan amperemeter. Saat saklar dihubungkan, terlihat nilai pada voltmeter dan amperemeter untuk masing-masing potensiometer yang berbeda seperti gambar berikut.
Grafik yang tepat untuk menggambarkan percobaan Faras adalah ...
a. b.
c. d.
I V
I
R
I V
R V
e.
4. Fani merangkai sejumlah resistor identik dengan nilai 120 Ω secara paralel. Dia ingin kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut sebesar 5 A. Jika sumber tegangan yang akan dihubungkan pada rangkaian adalah 100 V, maka jumlah resistor yang dibutuhkan adalah ...
a. 4 buah b. 5 buah c. 6 buah d. 7 buah e. 8 buah
I V
LEMBAR KERJA SISWA
KELAS KONTROL (PERTEMUAN KE-2)
A. Tujuan Percobaan
1. Siswa mampu mengidentifikasi prinsip utama susunan seri dan paralel resistor setelah melakukan diskusi kelompok dan mengolah data yang didapat.
2. Siswa mampu menganalisis rangkaian seri dan paralel setelah melakukan diskusi kelompok dan mengolah data yang didapat.
B. Dasar Teori
1. Rangkaian Seri Resistor
Rangkaian seri adalah rangkaian yang tidak memiliki percabangan, terlihat seperti gambar berikut.
Gambar 1 Rangkaian seri resistor
Jika dilakukan pengukuran pada rangkaian seri resistor, maka diperoleh prinsip utama rangkaian seri. Adapun prinsip utama rangkaian seri, yaitu:
a) Kuat arus yang mengalir pada tiap resistor sama besar dan akan sama dengan kuat arus utama rangkaian.
b) Tegangan pada masing-masing resistor sebanding dengan hambatan resistor.
c) Tegangan yang diberikan pada rangkaian seri sama dengan jumlah tegangan tiap resistor.
Jika persamaan 𝑉 = 𝐼𝑅𝑠 dan 𝑉𝑛 = ∑ 𝐼𝑅𝑛 disubstitusikan ke poin c, maka diperoleh persamaan
𝑅𝑠 = ∑ 𝑅𝑛 = 𝑅1+ 𝑅2+ . . . +𝑅𝑛 2. Rangkaian Paralel Resistor
Rangkaian paralel adalah rangkaian yang memiliki titik percabangan, terlihat seperti gambar berikut.
Kelompok:
Anggota Kelompok:
1.
2.
3.
4.
Gambar 2 Rangkaian paralel resistor
Jika dilakukan pengukuran pada rangkaian paralel resistor, maka diperoleh prinsip utama rangkaian paralel. Adapun prinsip utama rangkaian paralel, yaitu:
a) Tegangan pada ujung-ujung tiap resistor sama besar dan sama dengan tegangan yang diberikan pada rangkaian.
b) Arus yang melalui tiap resistor berbanding terbalik dengan hambatan resistor.
c) Kuat arus yang diberikan pada rangkaian paralel sama dengan jumlah kuat arus melalui tiap resistor.
Jika persamaan 𝐼 = 𝑉
𝑅𝑝 dan 𝐼𝑛 = ∑ 𝑉
𝑅𝑛 disubstitusikan ke poin c, maka diperoleh persamaan
1
𝑅𝑝 = ∑ 1
𝑅𝑛 = 1
𝑅1+ 1
𝑅2+ . . . + 1
𝑅𝑛 C. Hipotesis
D. Kesimpulan
Kerjakanlah soal di bawah ini dengan benar!
1. Perhatikan gambar di bawah ini!
Kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ...
a. 0,02 A b. 0,2 A c. 2 A
d. 20 A e. 2 mA
2. Haris melakukan percobaan untuk mengetahui cahaya yang dihasilkan dari masing-masing lampu. Dia menggunakan enam buah lampu sejenis seperti pada gambar di bawah. Saat saklar S dihubungkan, maka lampu yang menyala paling terang adalah lampu ...
a. A dan B b. C c. D
d. E e. F
3. Silva memiliki lima buah lampu identik yang dirangkai seperti gambar berikut.
Jika dia menambahkan lampu keenam, L6, diantara lampu L1 dan L2, maka ...
a. lampu L1 dan L2 lebih terang dari semula b. lampu L3, L4, dan L5 lebih terang dari semula
c. lampu L1 lebih redup dan lampu L2 lebih terang dari semula d. lampu L1 dan L2 lebih redup dari semula
e. lampu L2 dan L4 menyala sama terang
4. Seorang guru memberikan tantangan bagi siswanya untuk mencari kuat arus pada rangkaian berbentuk lingkaran seperti gambar berikut.
Kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ...
a. 1
5 A b. 1
3 A c. 4
5 A d. 1 A e. 3 A
LEMBAR KERJA SISWA
KELAS KONTROL (PERTEMUAN KE-3)
A. Tujuan Percobaan
1. Siswa mampu menganalisis rangkaian seri dan paralel menggunakan hukum Kirchhoff setelah melakukan diskusi kelompok dan mengolah data yang didapat.
2. Siswa mampu mengidentifikasi besaran daya listrik melalui peristiwa dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan diskusi kelompok dan mengolah data yang didapat.
B. Dasar Teori
1. Hukum I Kirchhoff
Hukum I Kirchhoff menyatakan bahwa pada rangkaian listrik yang bercabang, jumlah kuat arus yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang itu.
∑ 𝐼𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 = ∑ 𝐼𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
Skema aliran arus berdasarkan hukum I Kirchhoff dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 1 Hukum I Kirchhoff 2. Hukum II Kirchhoff
Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah aljabar perubahan tegangan yang mengelilingi suatu rangkaian tertutup (loop) sama dengan nol.
∑ 𝑉 = 0
Gaya gerak listrik dalam sumber tegangan menyebabkan arus listrik mengalir sepanjang loop dan arus listrik yang mendapat hambatan menyebabkan penurunan tegangan, sehingga hasil penjumlahan dari jumlah
Kelompok:
Anggota Kelompok:
1.
2.
3.
4.
GGL dalam sumber tegangan dan penurunan tegangan sepanjang rangkaian tertutup (loop) sama dengan nol.
∑ 𝜀 + ∑ 𝐼𝑅 = 0 3. Daya Listrik
Daya listrik merupakan banyaknya energi listrik tiap satuan waktu.
Daya yang diubah oleh peralatan listrik dapat dicari dengan menggunakan konsep “energi yang diubah bila muatan Q bergerak melintasi beda potensial sebesar V adalah QV”. Hal demikian menjadikan daya sebagai kecepatan perubahan energi.
𝑃 =𝑄𝑉
𝑡
Muatan yang mengalir per detik, 𝑄/𝑡, merupakan arus listrik, 𝐼. Dengan demikian didapat:
𝑃 = 𝐼𝑉 𝑃 = 𝐼(𝐼𝑅) = 𝐼2𝑅
𝑃 = (𝑉
𝑅) 𝑅 =𝑉2
𝑅 Keterangan:
𝑄 = besar muatan yang dipindahkan (coulomb) 𝑉 = beda potensial (V)
𝑡 = waktu (s) 𝐼 = arus listrik (A) 𝑅 = hambatan listrik (Ω) C. Hipotesis
D. Kesimpulan
Kerjakanlah soal di bawah ini dengan benar!
1. Devi merangkai komponen seperti gambar berikut.
Jika dia menggunakan sumber tegangan dengan hambatan dalam masing-masing bernilai 0,5 Ω, maka kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ...
a. 0,5 Ω b. 1,0 Ω c. 1,5 Ω
d. 2,0 Ω e. 2,5 Ω
2. Suci merangkai komponen seperti gambar di bawah. Dia ingin menghitung besar kuat arus pada beberapa resistor yang dirangkainya.
Jika hambatan dalam pada masing-masing sumber tegangan adalah 0,5 Ω, maka kuat arus yang mengalir pada resistor 1 Ω, 2,5 Ω, dan 6 Ω adalah ...
a. 7
9 A,4
9 A,1
3 A b. 7
9 A,1
3 A,4
9 A c. 4
9 A,1
3 A,7
9 A
d. 1
3 A,4
9 A,7
9 A e. 1
3 A,7
9 A,4
9 A
3. Pada saat praktikum, guru meminta siswa untuk merangkai komponen yang telah disediakan seperti gambar di bawah ini!
Setelah itu, siswa diminta untuk mengubah posisi saklar ke keadaan on. Saat saklar terhubung ke rangkaian, kuat arus yang mengalir pada titik A dan B adalah ...
a. 4,69 A b. 4,63 A c. 4,61 A
d. 4,59 A e. 4,53 A
4. Keluarga Pak Nasa menyewa listrik PLN sebesar 500 W dengan tegangan 110 V. Jika untuk penerangan keluarga Pak Nasa menggunakan lampu 100 W, 220 V, maka jumlah maksimum lampu yang dapat dipasang adalah ...
a. 5 buah b. 10 buah c. 15 buah d. 20 buah e. 25 buah
179 LAMPIRAN B Instrumen Penelitian
1. Kisi-kisi Instrumen Tes 2. Instrumen Tes
3. Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen 4. Soal Instrumen Tes
5. Kisi-Kisi Instrumen Non Tes (Lembar Observasi) 6. Lembar Observasi
Lampiran B.3
Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen
Rata-rata = 11,00 Reliabilitas Tes = 0,86
Simpangan Baku = 4,49 Butir Soal = 22
Korelasi XY = 0,75 Jumlah Subyek = 35
No. Validitas Taraf Kesukaran Daya Pembeda
Keputusan Indeks Kategori Indeks Kategori Indeks Kategori
1 0,688 Valid 0,500 Sedang 0,818 Baik Sekali Tidak Digunakan
2 0,490 Valid 0,825 Mudah 0,546 Baik Digunakan
3 0,519 Valid 0,500 Sedang 0,546 Baik Digunakan
4 0,406 Valid 0,700 Sedang 0,546 Baik Digunakan
5 0,237 Tidak Valid 0,500 Sedang 0,182 Jelek Tidak Digunakan
6 0,418 Valid 0,475 Sedang 0,546 Baik Digunakan
7 0,479 Valid 0,200 Sukar 0,455 Baik Digunakan
8 0,142 Tidak Valid 0,650 Sedang 0,182 Jelek Tidak Digunakan
9 0,418 Valid 0,300 Sukar 0,455 Baik Digunakan
10 0,722 Valid 0,625 Sedang 0,818 Baik Sekali Digunakan
11 0,395 Valid 0,800 Mudah 0,455 Baik Digunakan
12 0,455 Valid 0,700 Sedang 0,364 Cukup Tidak Digunakan
13 0,440 Valid 0,525 Sedang 0,636 Baik Tidak Digunakan
14 0,598 Valid 0,500 Sedang 0,727 Baik Sekali Digunakan
15 0,474 Valid 0,500 Sedang 0,546 Baik Digunakan
16 0,459 Valid 0,225 Sukar 0,546 Baik Digunakan
17 0,181 Tidak Valid 0,550 Sedang 0,364 Cukup Tidak Digunakan 18 -0,034 Tidak Valid 0,425 Sedang 0,00 Jelek Tidak Digunakan
19 0,480 Valid 0,275 Sukar 0,546 Baik Digunakan
20 0,411 Valid 0,425 Sedang 0,546 Baik Digunakan
21 0,644 Valid 0,525 Sedang 0,727 Baik Sekali Digunakan
22 0,455 Valid 0,275 Sukar 0,455 Baik Digunakan
Lampiran B.4
INSTRUMEN TES KEMAMPUAN MENGANALISIS Materi: Listrik Dinamis
Petunjuk Pengerjaan:
1. Soal terdiri dari 15 soal pilihan ganda.
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
3. Tuliskan nama, kelas dan nomor presensi pada lembar jawaban yang telah disediakan.
4. Beri tanda silang (×) untuk jawaban yang dipilih.
5. Selama tes berlangsung, tidak diperkenankan membuka buku, catatan dan alat bantu hitung.
6. Tidak diperkenankan bekerja sama dengan teman lain.
7. Bacalah soal dengan teliti, serta kerjakanlah soal yang dianggap mudah terlebih dahulu.
8. Periksa kembali jawaban Anda sebelum dikumpulkan.
1. Pada saat praktikum, guru membuat rangkaian beserta dengan nilainya seperti gambar di bawah. Namun, ada satu sumber tegangan, E2, yang memiliki nilai X. Guru meminta siswa melengkapi sumber tegangan E2 untuk menghasilkan kuat arus sebesar 10 mA. Besar sumber tegangan yang cocok untuk dipasang pada rangkaian tersebut adalah ...
a. 6 V b. 7 V c. 8 V d. 9 V e. 10 V
2. Siswa mendapatkan tugas dari guru untuk membuat rangkaian yang terdiri dari lima buah resistor, dua buah sumber tegangan dan satu saklar seperti gambar berikut.
Guru hanya memberi tahu nilai empat resistor dan dua sumber tegangan kepada siswa. Guru meminta siswa untuk mencari tahu nilai X pada resistor lainnya sehingga saat saklar dihubungkan kuat arus yang mengalir sebesar 1 A.
Resistor yang cocok dipasang ke rangkaian tersebut bernilai ...
a. 2 Ω b. 3 Ω c. 4 Ω d. 5 Ω e. 6 Ω
3. Nia melakukan pengukuran pada dua buah resistor, yaitu R1 dan R2 seperti gambar di bawah. Terlihat bahwa tegangan yang terbaca pada voltmeter satu, V1, adalah 12 V dan pada voltmeter 2, V2, adalah 18 V. Jika kuat arus yang mengalir pada rangkaian adalah 2 A, maka hambatan total pada rangkaian adalah ...
a. 0,5 Ω b. 0,1 Ω c. 5 Ω
d. 10 Ω e. 15 Ω
4. Aulia merangkai tiga hambatan dengan nilai 3 Ω, 2 Ω, dan 6 Ω secara paralel, kemudian dia menghubungkannya pada sumber tegangan. Ternyata kuat arus yang keluar dari sumber sebesar 3 A. Jika Aulia merangkai kembali ketiga hambatan tersebut secara seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan yang sama, kuat arus yang keluar adalah 0,5 A. Besar sumber tegangan dan hambatan dalam yang Aulia gunakan adalah ...
a. 4 V, 1 Ω b. 6 V, 1 Ω c. 4 V, 2 Ω d. 6 V, 2 Ω e. 2 V, 4 Ω
5. Abib dan Sidik melihat banyak burung berterbangan saat mereka berjalan.
Abib bertanya kepada Sidik, apa yang akan terjadi jika burung-burung tersebut bertengger di atas kabel listrik. Jawaban yang tepat untuk pertanyaan Abib adalah ...
a. burung-burung tersebut akan tersengat listrik karena arus listrik akan mengalir melalui tubuhnya
b. burung-burung tersebut akan tersengat listrik karena kedua kaki burung memiliki beda potensial yang berbeda
c. burung-burung tersebut akan tersengat listrik karena kedua kaki burung memiliki beda potensial yang sama
d. burung-burung tersebut tidak akan tersengat listrik karena kedua kaki burung memiliki beda potensial yang berbeda
e. burung-burung tersebut tidak akan tersengat listrik karena kedua kaki burung memiliki beda potensial yang sama
6. Terdapat dua buah baterai, mempunyai GGL dan hambatan dalam masing-masing berbeda, dihubungkan secara seri satu sama lain. Kemudian, kedua baterai tersebut dihubungkan kembali secara seri dengan hambatan luar, sehingga besar arus listrik dalam rangkaian tersebut adalah 4 𝐴. Jika polaritas salah satu baterai dibalik, maka besar arus listrik dalam rangkaian berkurang menjadi 2 𝐴. Dengan demikian, besar perbandingan GGL kedua baterai adalah
… a. 1 ∶ 2 b. 1 ∶ 3 c. 2 ∶ 1 d. 3 ∶ 1 e. 3 ∶ 2
7. Gambar di bawah ini tampak seperti pohon resistor.
Kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ...
a. 0,1 mA b. 0,1 A c. 1 mA d. 1 A e. 2 A
8. Diketahui terdapat empat buah resistor dengan hambatan masing-masing 2 Ω.
Rangkaian yang memiliki hambatan pengganti 1
2Ω adalah ...
a. b.
c. d.
e.
9. Rangkaian pada gambar di bawah memiliki tiga bola lampu yang identik, masing-masing dengan hambatan R.
Jika saklar S ditutup, maka kecerahan lampu L1, L2, dan L3 adalah ...
a. lampu L1 akan menyala lebih terang dibandingkan dengan lampu L2 dan L3
b. lampu L2 akan menyala lebih terang dibandingkan dengan lampu L1 dan L3
c. lampu L3 akan menyala lebih terang dibandingkan dengan lampu L1 dan L2
d. lampu L1 dan L2 akan menyala lebih terang dibandingkan dengan lampu L3
e. lampu L1, L2, dan L3 memiliki kecerahan yang sama
10. Fatih melakukan sebuah percobaan dengan merangkai komponen seperti gambar di bawah ini!
Jika saklar S1 dihubungkan oleh Fatih, maka kuat arus yang mengalir pada rangkaian tertutup adalah ...
a. 0,5 mA b. 1 mA c. 0,5 A d. 1 A e. 2 A
11. Erna melakukan percobaan dengan merangkai komponen seperti gambar di bawah. Dia ingin mengetahui kuat arus yang mengalir pada rangkaian yang dibuatnya.
Jika diketahui resistor r = 1,0 Ω, maka besar arus I1 yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ...
a. 0,769 A b. 0,796 A c. 0,679 A d. 0,697 A e. 0,976 A
12. Imas merangkai komponen seperti gambar berikut.
Dia ingin menghitung kuat arus yang mengalir pada rangkaian dengan menggunakan amperemeter. Nilai kuat arus yang terbaca pada amperemeter A1, A2 dan A3 secara berturut-turut adalah ...
a. 0,75 A; 2,5 A; 2,25 A b. 2,25 A; 0,75 A; 2,5 A c. 2,25 A; 2,5 A; 0,75 A d. 2,5 A; 0,75 A; 2,25 A e. 2,5 A; 2,25 A; 0,75 A
13. Seorang ayah dan anaknya bertentangan mengenai merangkai tiga lampu pijar identik yang mereka miliki dengan nilai 100 W; 110 V menggunakan sumber tegangan 220 V. Jika mereka ingin menghasilkan nyala lampu sebesar 200 W, maka lampu pijar tersebut harus dihubungkan ke sumber tegangan dengan cara ...
a. dua lampu disusun secara paralel b. dua lampu disusun secara seri c. tiga lampu disusun secara paralel d. tiga lampu disusun secara seri
e. satu lampu disusun secara paralel dengan dua lampu lain yang disusun seri 14. Fitri membuat rangkaian seperti gambar berikut.
Jika dia menyusun dua resistor dan satu sumber tegangan secara seri, maka daya listrik pada rangkaian tersebut adalah ...
a. 48 watt b. 24 watt c. 12 watt d. 6 watt e. 3 watt
15. Seorang anak memiliki sebuah lampu pijar dengan spesifikasi 30 V, 90 W.
Lampu tersebut dipasang pada sumber tegangan 120 V. Hambatan R dipasangkan secara seri dengan lampu supaya daya lampu memiliki nilai tetap, tampak seperti gambar berikut.
Besar hambatan R pada rangkaian adalah ...
a. 20 Ω b. 30 Ω c. 40 Ω d. 50 Ω e. 60 Ω
Lampiran B.5
Kisi-kisi Instrumen Non Tes (Lembar Observasi)
No. Indikator Skor Maksimal
1 Aktif dalam mengumpulkan informasi. 3
2 Terfasilitasi dengan informasi yang ada. 6
3 Terbantu dengan informasi yang ada. 6
Jumlah 15
241 Lampiran B.6
Instrumen Non-Tes (Lembar Observasi)
Indikator No. Kriteria Skor Checklist
()
Aktif dalam mengumpulkan
informasi
1
Semua siswa berpartisipasi aktif dalam mengumpulkan informasi (100%
dari jumlah siswa di kelas). 3
Sebagian besar siswa berpartisipasi aktif dalam mengumpulkan informasi
(≥ 50% dari jumlah siswa di kelas). 2
Beberapa siswa berpartisipasi aktif dalam mengumpulkan informasi (<
50% jumlah siswa di kelas). 1
Seluruh siswa tidak berpartisipasi dalam mengumpulkan informasi (0% dari
jumlah siswa di kelas). 0
Terfasilitasi dengan informasi yang ada
2
Semua siswa mampu mendapatkan informasi yang dibutuhkan sesuai
dengan waktu yang ditentukan (100% dari jumlah siswa di kelas). 3 Sebagian besar siswa mampu mendapatkan informasi yang dibutuhkan
sesuai dengan waktu yang ditentukan (≥ 50% dari jumlah siswa di kelas). 2 Beberapa siswa mampu mendapatkan informasi yang dibutuhkan sesuai
dengan waktu yang ditentukan (< 50% jumlah siswa di kelas). 1 Seluruh siswa tidak mampu mendapatkan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan waktu yang ditentukan (0% dari jumlah siswa di kelas). 0
3
Semua siswa mampu menganalisis rangkaian dengan benar berdasarkan
informasi yang didapat (100% dari jumlah siswa di kelas). 3 Sebagian besar siswa mampu menganalisis rangkaian dengan benar
berdasarkan informasi yang didapat (≥ 50% dari jumlah siswa di kelas). 2 Beberapa siswa mampu menganalisis rangkaian dengan benar berdasarkan
informasi yang didapat (< 50% jumlah siswa di kelas). 1
242 Seluruh siswa tidak mampu menganalisis rangkaian dengan benar
berdasarkan informasi yang didapat (0% dari jumlah siswa di kelas). 0
Terbantu dengan informasi yang ada
4
Semua siswa mampu memahami materi dari informasi yang ada (100% dari
jumlah siswa di kelas). 3
Sebagian besar siswa mampu memahami materi dari informasi yang ada (≥
50% dari jumlah siswa di kelas). 2
Beberapa siswa mampu memahami materi dari informasi yang ada (< 50%
dari jumlah siswa di kelas). 1
Seluruh siswa tidak mampu memahami materi dari informasi yang ada (0%
dari jumlah siswa di kelas). 0
5
Semua siswa termotivasi untuk mencari informasi (100% dari jumlah siswa
di kelas). 3
Sebagian besar siswa termotivasi untuk mencari informasi (≥ 50% dari
jumlah siswa di kelas). 2
Beberapa siswa termotivasi untuk mencari informasi (< 50% jumlah siswa
di kelas). 1
Seluruh siswa tidak termotivasi untuk mencari informasi (0% dari jumlah
siswa di kelas). 0
243 LAMPIRAN C
Analisis Data Hasil Penelitian
1. Data Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
2. Hasil Pretest Kelas Eksperimen 3. Hasil Pretest Kelas Kontrol
4. Data Hasil Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
5. Hasil Posttest Kelas Eksperimen 6. Hasil Posttest Kelas Kontrol
7. Uji Normalitas Data Pretest Kelas Eksperimen 8. Uji Normalitas Data Pretest Kelas Kontrol 9. Uji Normalitas Data Posttest Kelas Eksperimen 10. Uji Normalitas Data Posttest Kelas Kontrol 11. Uji Homogenitas Data Pretest
12. Uji Homogenitas Data Posttest 13. Uji Hipotesis Data Pretest 14. Uji Hipotesis Data Posttest
15. Data Persentase Indikator Kemampuan Menganalisis
16. Data Hasil Observasi
Lampiran C.1
Data Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Nama Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
S1 54 40
S2 47 47
S3 34 54
S4 47 54
S5 60 40
S6 34 40
S7 40 60
S8 40 47
S9 47 54
S10 60 47
S11 47 40
S12 60 54
S13 67 54
S14 54 40
S15 40 47
S16 34 54
S17 60 47
S18 40 47
S19 54 34
S20 60 40
S21 40 47
S22 40 40
S23 60 40
S24 40 54
S25 67 67
S26 40 54
S27 40 67
S28 34 54
S29 40 67
S30 47 60
S31 40 40
S32 40 40
S33 40 54
S34 40 40
S35 54 54
Rerata 46,88 49,08
Lampiran C.2
Hasil Pretest Kelas Eksperimen
Perolehan nilai terendah hingga tertinggi berdasarkan hasil pretest yang didapat dari kelas eksperimen adalah sebagai berikut:
34 40 40 40 47 54 60
34 40 40 40 47 54 60
34 40 40 40 47 60 60
34 40 40 47 54 60 67
40 40 40 47 54 60 67
Dari data di atas, maka dapat ditentukan beberapa nilai, yaitu:
Jumlah siswa (n) = 35 Nilai Maksimal (Xmax) = 67
Nilai Minimal (Xmin) = 34
Untuk membuat tabel terdistribusi frekuensi diperlukan beberapa nilai, diantaranya:
a. Rentang (R) = Nilai maksimal – nilai minimal
= 67 – 34
= 33
b. Banyaknya kelas (K) = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 35
= 5,09 ≈ 6 c. Panjang kelas (P) = R/K
= 33/6
= 5,5 ≈ 6
Tabel Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Eksperimen Interval Frekuensi (f)
34-39 4
40-45 14
46-51 5
52-57 4
58-63 6
64-69 2
Jumlah 35
Berikut disajikan tabel deskriptif dari data Pretest Kelas Kontrol dengan menggunakan SPSS 23:
Statistics
Pretest Eksperimen
N Valid 35
Missing 0
Mean 46,8857
Median 40,0000
Mode 40,00
Std. Deviation 9,95806
Variance 99,163
Skewness ,572
Std. Error of Skewness ,398
Kurtosis -,940
Std. Error of Kurtosis ,778
Range 33,00
Minimum 34,00
Maximum 67,00
Lampiran C.3
Hasil Pretest Kelas Kontrol
Perolehan nilai terendah hingga tertinggi berdasarkan hasil pretest yang didapat dari kelas kontrol adalah sebagai berikut
34 40 40 47 54 54 60
40 40 40 47 54 54 60
40 40 47 47 54 54 67
40 40 47 47 54 54 67
40 40 47 54 54 54 67
Dari data di atas, maka dapat ditentukan beberapa nilai, yaitu:
Jumlah siswa (n) = 35 Nilai Maksimal (Xmax) = 67
Nilai Minimal (Xmin) = 34
Untuk membuat tabel terdistribusi frekuensi diperlukan beberapa nilai, diantaranya:
a. Rentang (R) = Nilai maksimal – nilai minimal
= 67 – 34
= 33
b. Banyaknya kelas (K) = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 35
= 5,09 ≈ 6 c. Panjang kelas (P) = R/K
= 33/6
= 5,5 ≈ 6
Tabel Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Kontrol Interval Frekuensi (f)
34-39 1
40-45 11
46-51 7
52-57 11
58-63 2
64-69 3
Jumlah 35
Berikut disajikan tabel deskriptif dari data Pretest Kelas Kontrol dengan menggunakan SPSS 23:
Statistics
Pretest Kontrol
N Valid 35
Missing 0
Mean 49,0857
Median 47,0000
Mode 40,00a
Std. Deviation 8,79964
Variance 77,434
Skewness ,431
Std. Error of Skewness ,398
Kurtosis -,529
Std. Error of Kurtosis ,778
Range 33,00
Minimum 34,00
Maximum 67,00
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Lampiran C.4
Data Hasil Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Nama Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
S1 74 60
S2 67 67
S3 74 74
S4 87 67
S5 74 67
S6 74 60
S7 74 60
S8 67 60
S9 60 67
S10 94 60
S11 60 67
S12 74 87
S13 74 74
S14 74 60
S15 60 60
S16 74 60
S17 74 60
S18 74 60
S19 74 60
S20 87 60
S21 87 60
S22 94 67
S23 60 60
S24 60 67
S25 74 74
S26 74 67
S27 74 74
S28 87 60
S29 67 74
S30 60 67
S31 60 60
S32 74 67
S33 60 67
S34 87 67
S35 74 67
Rerata 73,20 65,37
Lampiran C.5
Hasil Posttest Kelas Eksperimen
Perolehan nilai terendah hingga tertinggi berdasarkan hasil pretest yang didapat dari kelas eksperimen adalah sebagai berikut
60 60 67 74 74 74 87
60 60 74 74 74 74 87
60 60 74 74 74 74 87
60 67 74 74 74 87 94
60 67 74 74 74 87 94
Dari data di atas, maka dapat ditentukan beberapa nilai, yaitu:
Jumlah siswa (n) = 35 Nilai Maksimal (Xmax) = 94
Nilai Minimal (Xmin) = 60
Untuk membuat tabel terdistribusi frekuensi diperlukan beberapa nilai, diantaranya:
a. Rentang (R) = Nilai maksimal – nilai minimal
= 94 – 60
= 34
b. Banyaknya kelas (K) = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 35
= 5,09 ≈ 6 c. Panjang kelas (P) = R/K
= 34/6
= 5,67 ≈ 6
Tabel Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Eksperimen Interval Frekuensi (f)
60-65 8
66-71 3
72-77 17
78-83 0
84-89 5
90-95 2
Jumlah 35
Berikut disajikan tabel deskriptif dari data Pretest Kelas Eksperimen dengan menggunakan SPSS 23:
Statistics
Posttest Eksperimen
N Valid 35
Missing 0
Mean 73,2000
Median 74,0000
Mode 74,00
Std. Deviation 9,90781
Variance 98,165
Skewness ,386
Std. Error of Skewness ,398
Kurtosis -,360
Std. Error of Kurtosis ,778
Range 34,00
Minimum 60,00
Maximum 94,00
Lampiran C.6
Hasil Posttest Kelas Kontrol
Perolehan nilai terendah hingga tertinggi berdasarkan hasil pretest yang didapat dari kelas kontrol adalah sebagai berikut
60 60 60 60 67 67 74
60 60 60 67 67 67 74
60 60 60 67 67 67 74
60 60 60 67 67 67 74
60 60 60 67 67 74 87
Dari data di atas, maka dapat ditentukan beberapa nilai, yaitu:
Jumlah siswa (n) = 35 Nilai Maksimal (Xmax) = 94
Nilai Minimal (Xmin) = 60
Untuk membuat tabel terdistribusi frekuensi diperlukan beberapa nilai, diantaranya:
a. Rentang (R) = Nilai maksimal – nilai minimal
= 87 – 60
= 27
b. Banyaknya kelas (K) = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 35
= 5,09 ≈ 6 c. Panjang kelas (P) = R/K
= 27/6
= 4,5 ≈ 5
Tabel Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Kontrol Interval Frekuensi (f)
60-64 16
65-69 13
70-74 17
75-79 5
80-84 0
85-89 1
Jumlah 35
Berikut disajikan tabel deskriptif dari data Pretest Kelas Kontrol dengan menggunakan SPSS 23:
Statistics
Posttest Kontrol
N Valid 35
Missing 0
Mean 65,3714
Median 67,0000
Mode 60,00
Std. Deviation 6,26890
Variance 39,299
Skewness 1,381
Std. Error of Skewness ,398
Kurtosis 2,623
Std. Error of Kurtosis ,778
Range 27,00
Minimum 60,00
Maximum 87,00
Lampiran C.7
Uji Normalitas Data Pretest Kelas Eksperimen
Uji normalitas data pretest yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Shapiro Wilk menggunakan software SPSS 23, dengan hasil sebagai berikut:
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Pretest Eksperimen .270 35 .000 .872 35 .001
a. Lilliefors Significance Correction
Analisa:
Jika nilai Sig. (2-tailed) > taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data terdistribusi normal.
Jika nilai Sig. (2-tailed) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data tidak terdistribusi normal.
Kesimpulan:
Nilai Sig. (2-tailed) (0,001) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data tidak terdistribusi normal.
Lampiran C.8
Uji Normalitas Data Pretest Kelas Kontrol
Uji normalitas data pretest yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Shapiro Wilk menggunakan software SPSS 23, dengan hasil sebagai berikut:
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Pretest Kontrol .192 35 .002 .897 35 .003
a. Lilliefors Significance Correction
Analisa:
Jika nilai Sig. (2-tailed) > taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data terdistribusi normal.
Jika nilai Sig. (2-tailed) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data tidak terdistribusi normal.
Kesimpulan:
Nilai Sig. (2-tailed) (0,003) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data tidak terdistribusi normal.
Lampiran C.9
Uji Normalitas Data Posttest Kelas Eksperimen
Uji normalitas data posttest yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Shapiro Wilk menggunakan software SPSS 23, dengan hasil sebagai berikut:
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Posttest Eksperimen .268 35 .000 .862 35 .000
a. Lilliefors Significance Correction
Analisa:
Jika nilai Sig. (2-tailed) > taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data terdistribusi normal.
Jika nilai Sig. (2-tailed) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data tidak terdistribusi normal.
Kesimpulan:
Nilai Sig. (2-tailed) (0,000) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data tidak terdistribusi normal.
Lampiran C.10
Uji Normalitas Data Posttest Kelas Kontrol
Uji normalitas data posttest yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Shapiro Wilk menggunakan software SPSS 23, dengan hasil sebagai berikut:
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Posttest Kontrol .261 35 .000 .773 35 .000
a. Lilliefors Significance Correction
Analisa:
Jika nilai Sig. (2-tailed) > taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data terdistribusi normal.
Jika nilai Sig. (2-tailed) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data tidak terdistribusi normal.
Kesimpulan:
Nilai Sig. (2-tailed) (0,001) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka data tidak terdistribusi normal.
Lampiran C.11
Uji Homogenitas Data Pretest
Uji homogenitas data pretest yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Levene menggunakan software SPSS 23, dengan hasil sebagai berikut:
Test of Homogeneity of Variances
Pretest
Levene Statistic df1 df2 Sig.
.824 1 68 .367
ANOVA
Pretest
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 84.700 1 84.700 .959 .331
Within Groups 6004.286 68 88.298
Total 6088.986 69
Analisa:
Jika nilai Sig. (2-tailed) > taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka sampel memiliki kemampuan yang sama (homogen).
Jika nilai Sig. (2-tailed) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka sampel memiliki kemampuan yang berbeda (heterogen).
Kesimpulan:
Nilai Sig. (2-tailed) (0,367) > taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka sampel memiliki kemampuan yang sama (homogen).
Lampiran C.12
Uji Homogenitas Data Posttest
Uji homogenitas data posttest yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Levene menggunakan software SPSS 23, dengan hasil sebagai berikut:
Test of Homogeneity of Variances
Posttest
Levene Statistic df1 df2 Sig.
2.752 1 68 .102
ANOVA
Posttest
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 1072.514 1 1072.514 15.604 .000
Within Groups 4673.771 68 68.732
Total 5746.286 69
Analisa:
Jika nilai Sig. (2-tailed) > taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka sampel memiliki kemampuan yang sama (homogen).
Jika nilai Sig. (2-tailed) < taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka sampel memiliki kemampuan yang berbeda (heterogen).
Kesimpulan:
Nilai Sig. (2-tailed) (0,102) > taraf signifikansi (𝛼) (0,05), maka sampel memiliki kemampuan yang sama (homogen).