• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesehatan Masyarakat

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Dari pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Mata Pencaharian penduduk sebagai peternak sekitar 13,2% tertinggi kedua setelah mata pencaharian sebagai petani sekitar 47,5%. Luas lahan yang digunakan untuk kegiatan berternak sesuai dengan tanah atau pekarangan yang dimiliki peternak. Peternak di Kecamatan masih bersifat tradisional bisa dilihat dari penempatan kandang yang umumnya ditempatkan di dalam pemukiman yaitu di lahan atau pekarangan pemilik ternak dengan jarak minimal satu meter dan maksimal 20 meter dari rumah peternak. Berasarkan hasil Penelitian di Laboratorium Lingkungan dan Laboratorium Klinik Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan didapat hasil mengenai kualitas air bersih di tiga Desa/Kelurahan yang dijadikan sampel yaitu di Desa Cisantana memiliki kualitas air yang sudah tidak memenuhi syarat sebagai air bersih karena mengandung 2400 JPT Bakteri Coliform/100 ml melebihi syarat yang diperbolehkan oleh WHO yaitu 10 JPT Bakteri Coliform/100 ml. Desa Cileuleuy memiliki kualitas air yang masih memenuhi syarat sebagai air besih karena tidak melebihi syarat yang diperbolehkan oleh WHO yaitu memiliki jumlah bakteri dalam air 9 JPT Bakteri Coliform/100ml. Dan Desa Cipari masih memenihi syarat sebagai air bersih karena tidak memiliki kandungan bakteri dalam air. Kualitas Udara dilihat dari jumlah gas methane di Desa Cisantana sekitar 407,25 m3(33,6%), di Kelurahan Cipari sekitar 320 m3 (26,5%)

Risti Gusyah, 2014

Hubungan kualitas lingkungan dengan tingkat kesehatan masyarakat sekitar usaha peternakan di kecamatan Cigugur kabupaten Kuningan

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

serta Desa Cileuleuy sekitar 14,5m3(1,2%) dan berdasarkan hasil wawancara masyarakat yang tinggal di dekat kandang mengenai kondisi udara, didapatkan hasil bahwa masyarakat sering mencium bau kotoran atau pakan ternak pada waktu pagi hari dan sore hari, karena pada waktu tersebut para peternak mulai melakukan aktifitasnya yaitu memerah sapi yang sebelumnya para peternak membersihkan kandang dari kotoran dan pakan yang tersisa. Selain waktu tersebut yaitu siang dan malam hari hanya tercium oleh masyarkat yang memiliki jarak tempat tinggal dengan kandang sekitar > 5 meter. Dan kondisi terparah saat musim hujan karena air dapat mengalirkan kotoran ke lingkungan rumah terutama yang memiliki tempat tinggal di atas kandang ternak. 2. Tingkat kesehatan Masyarakat dilihat dari Intensitas sakitnya yaitu di

Desa Cisantana mendapatkan nilai 85 termasuk dalam kategori tingkat kesehatan masyarakat yang cukup baik(sedang), Desa Cileuleuy mendapatkan nilai 52 termasuk dalam kategori tingkat kesehatan masyarakat yang cukup baik(sedang) dan Kelurahan Cipari mendapatkan nilai 52 termasuk dalam kategori tingkat kesehatan masyarakat yang cukup baik(sedang) sehingga ketiganya masuk kedalam kategori tingkat kesehatan yang cukup baik(sedang) dilihat dari intensitas sakit yang masih dalam kadar normal. Jenis Penyakit yang dialami masyarakat di ketiga desa terbanyak yaitu penyakit Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) sekitar 68 responden, dan penyakit yang paling sedikit yaitu DBD/Malaria sekitar dua orang yaitu di Desa Cisantana. Jenis Penyakit gatal-gatal dialami oleh 12 orang dan penyakit pencernaan dialami oleh 19 orang. Jenis Penyakit menurut data Laporan Bulanan Puskesmas Sukamulya tahun 2013, Desa Cisantana memiliki penyakit tertinggi yaitu ISPA akut tidak

Risti Gusyah, 2014

Hubungan kualitas lingkungan dengan tingkat kesehatan masyarakat sekitar usaha peternakan di kecamatan Cigugur kabupaten Kuningan

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

spesifik sekitar 296 orang dari total 879 orang sakit dalam satu tahun(2013). Desa Cipari memiliki penyakit tertinggi yaitu Diare sekitar 234 orang dari total 519 orang sakit dalam satu tahun(2013). Desa Cileuleuy memiliki penyakit tertinggi yaitu Influenza sekitar 164 orang dari total 691 orang sakit dalam satu tahun(2013). Waktu terjadinya penyakit tertinggi di Desa Cisantana yaitu pada bulan Februari, di Desa Cipari pada bulan Oktober dan di Desa Cileuleuy pada bulan Maret. Jika dilihat dari bulan terjadinya sakit adalah bulan dimana di Kecamatan Cigugur sedang musim hujan. Jenis Pelayanan Kesehatan yang sering dikunjungi masyarakat yaitu Puskesmas dengan alasan biaya lebih murah dan pelayanannya cukup baik. Biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk berobat yang paling banyak dipilih oleh responden tergolong rendah yaitu kurang dari 50 ribu dalam satu tahun, ini bisa mengindikasikan bahwa masyarkat memilih pelayanan kesehatan yang murah seperti puskesmas dan mengindikasikan masyarakat memiliki penyakit yang masih ringan.

3. Hasil Intensitas sakit yang didapatkan menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas lingkungan dengan tingkat kesehatan masyarakat di tiga lokasi penelitian yang dikategorikan ke dalam lokasi yang sempit (Cileuleuy), sedang (Cisantana) dan luas (Cipari) dengan kualitas lingkungan yaitu kualitas air melalui uji laboratorium(secara bakteriologis) dan kualitas udara yang memiliki hasil yang bervareasi.

B. Rekomendasi

1. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peternak mengenai lokasi penempatan kandang yang sesuai dengan peraturan

Risti Gusyah, 2014

Hubungan kualitas lingkungan dengan tingkat kesehatan masyarakat sekitar usaha peternakan di kecamatan Cigugur kabupaten Kuningan

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

yang berlaku yaitu di tempat yang jauh dari pemukiman agar tetap terjaga kualitas kesehatannya.

2. Perlu adanya perhatian pemerintah daerah untuk hal-hal kecil seperti penempatan kandang dan sanitasi kandang, selain bisa memenuhi kebutuhan akan daging dan susu dapat pula meningkatkan produksi daging dan susu tersebut.

3. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan lingkungan dan pola hidup yang sehat. Sehingga dapat mengurangi sumber dari penyaluran agen penyakit kepada masyarakat.

4. Diharapkan ada penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan limbah dari ternak di Kecamatan Cigugur yang akan memberikan bahan masukan untuk para peternak memanfaatkan limbah hasil dari berternak.

1

Risti Gusyah, 2014

Hubungan kualitas lingkungan dengan tingkat kesehatan masyarakat sekitar usaha peternakan di kecamatan Cigugur kabupaten Kuningan

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. (2012). Kecamatan Cigugur Dalam Angka 2012. Kuningan: BPS Kabupaten Kuningan

Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan. (2013). Populasi Sapi Perah di Kabupaten Kuningan. Kuningan: Tidak Ditebitkan

Fahmi Achmadi, U.(2013). Kesehatan Masyarakat teori dan aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Kardjowigono, S (2010). Ilmu Tanah. Jakarta: CV Akademika Pressindo

Kartasudjana, R (2001). Teknik budidaya ternak. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Muladro. (2011). Dampak pembangunan sub sektor peternakan (sapi) terhadap lingkungan. Journal. Kumpulan Pemikiran, hal 8 – 9.

Nursusandari, Eva (2009). Persepsi, Preferensi dan Willing to pay masyarakat terhadap lingkungan pemukiman sekitar kawasan industri. Bogor: IPB PERMENKES RI No.416 (1990). Baku Mutu air bersih. Dewan Perwakilan

Rakyat Republik Indonesia: Jakarta

Soemirat, juli (2011). Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Sugiyono, (2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta Tika, Pabundu (2005). Metode Penelitian Geografi. Bandung: Alfabeta

________. (2013). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

________. (2010). Komposisi Penduduk berdasarkan usia. [online]. Tersedia di

http://repository.upi.edu/674/6/S_GEO_0906616_CHAPTER3. [diakses 18 Februari 2014]

________. (2013). Peternakan. [online]. Tersedia di http://sosekpeternakanunhas. blogspot.com/. [diakses 24 Februari 2014]

________. (2012). Kecamatan Cigugur. [online]. Tersedia di http://kuningankab .go.id/sumber-daya-alam/perikanan. [diakses 8 April 2014]

2

Risti Gusyah, 2014

Hubungan kualitas lingkungan dengan tingkat kesehatan masyarakat sekitar usaha peternakan di kecamatan Cigugur kabupaten Kuningan

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

________. (2012). Kualitas Lingkungan. [online]. Tersedia di http://catatantua.

Dokumen terkait