Gambar : Khlorin Diffuser Pasir
DAFTAR PUSTAKA
E. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 1 Kesimpulan
Berdasar analisis data dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan :
a. SSP Biologi berbasis New Taxonomy of Science Education (NTSE) untuk meningkatkan karakter kreatif dan mandiri siswa SMA dikembangkan dengan metoderesearch and development. Tahapanresearch, yaitu studi pendahuluan yang merupakan studi pustaka dan survei lapangan. Tahapan development meliputi desain produk, validasi ahli dan praktisi, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan.
b. SSP Berbasis New Taxonomy of Science Education (NTSE) mampu meningkatkan karakter siswa SMA.
2. Rekomendasi
Untuk turut serta mensukseskan gerakan pendidikan karakter nasional maka beberapa langkah yang perlu diambil oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, yaitu : 1. Mengadakan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mengembangkan
perangkat pembelajaran yang mampu meningkatkan karakter peserta didik, misalnya melalui kegiatan :
a. Analisis terhadap KTSP, mencari titik temu antara Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan berbagai karakter yang akan diintegrasikan.
b. Menggali kearifan lokal untuk diintegrasikan dalam kurikulum dan menjadi bagian dari pendidikan karakter.
2. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan atau rujukan untuk dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah serta dapat diimplementasikan juga kedalam mata pelajaran lain agar siswa terbiasa dengan kurikulum yang menganut pendidikan karakter dalam kehidupan sehari–hari.
3. Melakukan kegiatan pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran yang memuat pendidikan karakter, misalnya workshop dan seminar. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman praktisi pendidikan mengenai pendidikan karaker secara komprehensif.
4. Mengadakan program kegiatan pembiasaan karakter, koordinasi pelaksanaan, pemantauan dan penilaian, dan evaluasi terus menerus dari pengawas Dinas Pendidikan kepada pihak sekolah dan komite sekolah melalui laporan hasil evaluasi yang diserahkan ke Dinas Pendidikan.
5. Seluruh staf di dinas juga menjalankan pendidikan karakter untuk memberi contoh kepada pihak sekolah sehingga terjadi pendidikan karakter yang komprehensif. Pendidikan karakter akan tercapai bila semua unsur yang terlibat dari atas sampai keakar–akarnya sehingga terjadi hubungan yang berkesinambungan.
DAFTAR PUSTAKA
Brog, Walte R. & Meredith Daonien Gall. (1983). Educational research an introduction. New York & London : Longman
Cormack, Mc & Yager.(1989).Taxonomy of Science Education
Dick, W. C. & Carey, J.D. (2005). The sistematic design of instruction (ged). San Fransisco : Pearson
Johnson, K.D., Rayle, D.L., & Wedberg, H.L. (1984).Biology an introduction.California : The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc.
Kemdiknas. (2010).Desain Induk Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemdiknas Sugiyono. (2010).Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Analisis Mutu Layanan Puskesmas Berdasarkan Tingkat Kepentingan Pasien dan Kinerja Jasa Pelayanan (Studi Kasus di Puskesmas Mergangsan dan Pakualaman
Yogyakarta)
( Oleh : dr. Betty Ekawaty, SpKK, drg. Punik Mumpuni Wijayanti, M.Kes, Adi Nugroho, ST)
Abstract
This study aims to analyze the level of health center visitors satisfaction based on Importance and Performance Services and determine the priorities in the form of service improvements. The approach used is a sampling technique using a questionnaire with a random distribution pattern. Grouping data based on a Likert scale with the dimension parameters are used based on tangible, reliability , responsiveness, assurance (security) and empathy. Analysis of data processing using the method of Important Performance Analysis (IPA) and the Potential Gain in Customer Value (PGCV). Adequacy of test data using the 10% level of accuracy and confidence level of 90%, error 0.1 (10%) obtained a minimum number of questionnaires for 21.2. With a significance level of 5% table r values obtained by 0.239 to obtain 21 valid attributes. The analysis carried out the conclusion that the visitors of Pakualam and Mergansang health centers assess the satisfaction they get is not fully in accordance with their interests or expectations as evidenced by the average value of the interests / expectations of greater value than the average performances that is equal to 4.24 and 3.24. Based on the analysis obtained Important Performance Analysis service is a top priority bathroom facilities, timesliness of service, hospitality towards visitors, openness in accepting criticism and advice, information bord, and quick respone in resolving complaints. The result is different from by the method using Potential Gains in Customer Value. But researchers recomonded to use Important Performance Analysis (IPA)methode because it saves time and cost.
Keywords : Level Satisfaction, Scale Likert, Potential Gain in Customer Value, Important Performance Analysis (IPA)
A. PENDAHULUAN
Kondisi ekonomi yang dinamis beberapa tahun ini, membuat masyarakat semakin sulit untuk memenuhi harapan kebutuhan hidupnya. Fenomena ini cukup dirasakan golongan masyarakat dengan strata sosial menengah ke bawah. Dimana kontinuitas hidup cenderung bergeser hanya pada bagaimana untuk dapat memenuhi kebutuhan sandang dan pangan. Pentingnya pola hidup sehat dan berimbang menjadi skala prioritas terakhir pada penggunaan anggaran pendapatan yang diperoleh. Dimana rata–rata 60 % pendapatan telah habis dalam memenuhi kebutuhan wajib. Cukup bertolak belakang terhadap gencarnya promosi kesehatan yang dilakukan oleh instansi–instansi kesehatan terhadap pentingnya pola hidup sehat sejak dini. Kecenderungan menurunnya kesadaran masyarakat ini cukup menimbulkan pro dan kontra dari beberapa analis maupun masyarakat. Dalih mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat bukan menjadi alasan utama untuk malas memeriksakan kesehatannya. Sejak berdirinya puskesmas sebagai salah satu instansi pelayanan kesehatan yang bisa ditemukan di tingkat kecamatan menjadikan proses pelayanan menjadi lebih praktis. Mulai dari checkup sampai pada pemeriksaan suatu penyakit dapat dilakukan dengan mudah dan praktis. Dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, paradigma pelayanan pun mulai bergeser. Dimana puskesmas yang dulu hanya memiliki beberapa fungsi bergeser pada kompleksitas pelayanan. Tuntutan pelayanan dan kualitas yang optimal menjadikan perannya sebagai partner pemerintah
menjadi lebih berat. Mulai dari biaya yang cukup mahal serta pelayanan yang buruk masih menghantui lembaga–lembaga kesehatan yang ada pada saat ini tanpa terkecuali Puskesmas. Instansi yang berada dalam pengawasan pemerintah ini mulai menjadi sorotan publik semenjak maraknya tindakan sewenang–wenang yang dilakukan bagian internalnya. Mulai dari penyalahgunaan obat sampai pada pelayanan birokrasi yang rumit. Sarana dan prasarana yang belum memadai serta kualitas SDM yang rendah. Yang berakibat pada pelayanan buruk pada pasien. Jika dilihat dari fungsinya, Puskesmas merupakan salah satu instansi yang berwenang memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Sebagai instansi yang bukan berorientasi pada profit, Puskesmas dituntut untuk lebih bersikap profesional sehingga tidak kalah bersaing dengan lembaga–lembaga kesehatan lain yang dikelola oleh sektor swasta. Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki Puskesmas diharapkan mampu memberikan nilai lebih, salah satunya melalui pelayanan yang baik dan profesional.
B. TUJUAN DAN MANFAAT
Persepsi terhadap kualitas pelayanan, akan menjadi faktor penting bagi masyarakat (pasien) dalam menentukan puskesmas sebagai tempat terpercaya dalam mendapatkan pelayanan terbaik. Dengan memenuhi harapan tersebut, diharapkan kepuasan masyarakat dapat tercapai. Melalui harapan tersebut, penelitian berinisiatif melakukan penelitian tentang Analisis Mutu Layanan Puskesmas Berdasarkan Tingkat Kepentingan Pasien dan Kinerja Jasa Pelayanan dengan tujuan dapat melakukan perbaikan kualitas layanan di Puskesmas Mergangsan dan Pakualam serta dapat menentukan prioritas perbaikan terhadap layanan yang ada. Dengan menganalisis tingkat kepentingan / harapan(Importance)pasien dan kepuasan terhadap kinerja (performance) Puskesmas, sejauh mana keinginan pengunjung tentang layanan yang mereka peroleh melalui Tingkat Kesesuaian dan Potential Gain in Customer Value. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan evaluasi bagi Puskesmas untuk membantu menentukan strategi–strategi yang lebih berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.