Bab V : Kesimpulan dan Saran
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Pada bagian akhir tesis ini akan dikemukakan hal-hal pokok yang disajikan sebagai pemaknaan penelitian secara terpadu terhadap hasil penelitian yang diperoleh dalam bentuk kesimpulan dan rekomendasi.
5.1Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dalam penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
Hasil data pretest dan postest terlihat adanya peningkatan hasil pembelajaran. Data N-gain pemahaman materi kelas eksperimen 1 sebesar 0,38; kelas eksperimen 2 sebesar 0,29 dan kelas kontrol sebesar 0,24. Berdasarkan data pretest dan postest diperoleh kesimpulan terdapat peningkatan pemahaman materi geografi, dari data N-gain kemampuan pemahaman materi geografi dengan pendekatan metoda creative problem solving berbasis teknologi informasi pada kelas eksperimen 1 lebih baik dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pendekatan metoda inquiry berbasis teknologi informasi dan pendekatan metoda ekspositori. Dari data N-gain di atas kelas eksperimen 1 termasuk kategori sedang, sedangkan skor n-gain kelas eksperimen 2 dan kelas kontrol termasuk kategori rendah.
Selama pembelajaran dengan creative problem solving berbasis teknologi informasi dan inquiry berbasis teknologi informasi , peserta didik menunjukkan kemampuan yang sangat baik pada saat pembelajaran bila dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metoda pembelajaran ekspositori berbasis teknologi informasi. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran ekspositori yang sering dilakukan sehingga peserta didik tidak merasakan perubahan pembelajaran.
Berdasarkan hasil uji hipotesis bahwa :(1) Terdapat perbedaan pemahaman materi geografi antara kelas yang menggunakan metoda Creative problem solving
Erni Widiawati, 2013
Penerapan Metode Pembelajaran Creative Problem Solving Dan Inquiry Berbasis Teknologi Informasi Geografi Dalam Menumbuhkan Pemahaman Geografi
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berbasis Teknologi Informasi dan kelas metoda Ekspositori Berbasis Teknologi Informasi. (2) Terdapat perbedaan pemahaman materi geografi antara kelas yang menggunakan metoda Creative problem solving Berbasis Teknologi Informasi dan kelas metoda Ekspositori Berbasis Teknologi Informasi. (3) Tidak terdapat perbedaan pemahaman materi geografi antara kelas yang menggunakan metoda Inquiry Berbasis Teknologi Informasi dan kelas metoda Ekspositori Berbasis Teknologi Informasi. Metoda Inquiry Berbasis Teknologi Informasi dan kelas metoda Ekspositori Berbasis Teknologi Informasi sama-sama memberikan kotribusi yang baik dalam pemahaman materi geografi. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan Creative problem solving Berbasis Teknologi Informasi lebih baik yang ditunjukkan oleh ada yang peningkatan pemahaman materi geografi yang lebih tinggi. Walaupun terdapat kendala dalam penerapan metoda pembelajaran creative problem solving dalam proses pembelajaran yaitu kurangnya waktu untuk menggali pengetahuan peserta didik. Namun terlepas dari berbagai kendala yang ditemui dalam proses pembelajaran, penggunaan creative problem solving berbasis teknologi informasi diharapkan menjadi salah satu alternatif metoda pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan pemahaman materi geografi.
5.2 Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut :
1) Upaya menumbuhkan pemahaman perlu dilakukan secara terus menerus dengan cara pembelajaran yang variatif dan dilakukan dengan perencanaan pengajaran yang tepat untuk memperoleh hasil yang maksimal.
2) Bagi guru :
a. Metoda Creative problem solving berbasis Teknologi Informasi dan metoda Inquiry berbasis Teknologi Informasi dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran bagi guru geografi.
Erni Widiawati, 2013
Penerapan Metode Pembelajaran Creative Problem Solving Dan Inquiry Berbasis Teknologi Informasi Geografi Dalam Menumbuhkan Pemahaman Geografi
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
b. Hasil penelitian ini menunjukkan Creative problem solving Teknologi Informasi lebih efektif dalam menumbuhkan pemahaman materi geografi. c. Alokasi waktu untuk setiap tahap dalam pembelajaran hendaknya benar-benar
diperhatikan agar setiap tahap pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. d. Guru sebaiknya menciptakan suasana belajarr yang dapat meningkatkan
keaktifan peserta didik dan keingintahuan terhadap materi yang dapat menumbuhkan pemahaman peserta didik. Dengan demikian kejenuhan peserta didik dapat diatasi, dan para peserta didik akan mampu meningkatkan pemahaman yang juga dapat meningkatkan daya ingat terhadap apa yang dipelajari.
3) Bagi peserta didik diharapkan keefektifan dalam metoda Creative problem solving Berbasis Teknologi Informasi dapat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar.
4) Bagi sekolah, penelitian ini dapat memberikan manfaat, kontribusi dan sumbangan bagi pengembangan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran geografi.
5) Bagi peneliti diharapkan adanya penelitian lanjutan dengan aspek penelitian yang lebih luas dengan meneliti kemampuan lain secara lebih terperinci yang belum terjangkau, misalnyanya kemampuan penalaran, penalaran logis, kemampuan berpikir kreatif maupun koneksi.
107
Erni Widiawati, 2013
Penerapan Metode Pembelajaran Creative Problem Solving Dan Inquiry Berbasis Teknologi Informasi Geografi Dalam Menumbuhkan Pemahaman Geografi
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Aksela, M. (2005). Supporting Meaningful Chemistry Learning and Higher-order Thingking Through Computer-Assisted inquiry: A design Research Approach/Academic Dissertation. Finland : Chemistry Education Center Departement of Chemistry of Helsinki.
Alfeld, Peter. ny. Understanding Mathematics : G. Polya, How to solve it. Tersedia : http://www.math.utah.edu/~pa/math/polya.html. Diakses : 7 Desember 2012.
Arikunto, Suharsimi. (2005). Manajemen Penelitian. Rineka Cipta, Jakarta, Indonesia
---. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. PT. Rineka Cipta, Jakarta. Indonesia.
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. PT. Binatama Raya, Jakarta, Indonesia.
Bintarto. (1968), Beberapa Aspek Geografi. Yogyakarta : Karya
Dahar Ranta Willis Pof. Dr.M.SC, 2011, Teori-teori Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Penerbit Erlangga
Davis, Gary. ny. Creative problem solving : Creativity is forever. Tersedia : http://members.optusnet.com.au/charles57/Creative/Brain/cps.htm.
Diakses 6 Desember 2012
Desmita. (2009). Psikologi : Perkembangan Peserta Didik. Bandung. PT Remaja Rosdakarya
Djamarah, Syaiful B dan Zain, Aswan. (2002) Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Geografi Sekolah Menengah Atas dan Madarasah Aliyah. Jakarta: DEPDIKNAS
Ennis, R. H. (1996). Critical Thinking . USA : Prentice Hall, Inc.
Furchan, Arief. (2004). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Hadi, Sutrisno. 1983. Analisis Regresi. Cetakan I. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
107
Erni Widiawati, 2013
Penerapan Metode Pembelajaran Creative Problem Solving Dan Inquiry Berbasis Teknologi Informasi Geografi Dalam Menumbuhkan Pemahaman Geografi
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ………….... 2004. Metodologi Research Jilid 2. Yogyakarta. Andi ………. 1997. Analisis Regresi. Yogyakarta. Penerbit Andi ……… 2000. Statistik jilid 2.Yogyakarta. Penerbit Andi
Jauhar, M. (2011), Implementasi PAIKEM, Jakarta, Prestasi Pustakaraya. Joyce, B, Weil, Marsha. (1972). Models of Teaching. Prentice Hall, Inc.
Krismanto, M.Sc. (2003). Beberapa Teknik, Model dan Strategi dalam Pembelajaran Matematika. PPPG Matematika. Yogyakarta.
Margono. (2000). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Muthe, Bernawi. (2009). Desain Pembelajaran. Yogyakarta. Pustaka Insan Madani. Miller, Patricia H. (1989) Theoriis of Development Psychology. W.H Freeman and
Company.
Rosalin, Elin. (2008). Gagasan merancang pembelajaran kontekstual. Bandung : PT Karsa Mandiri Persada.
Roestiyah. (1998). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. PT Rineka Cipta
Sanjaya, Wina. Dr. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta
Slavin, Robert.E. (2008). Cooperative Learning; Teori, Riset dan Praktik. Bandung. PT. Nusa Media
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta. PT. Rineka Cipta
Syah, M. (2010), Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Syah, Muhibbin. (2002). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : Rosda karya
Sukmadinata, N. S. (2004). Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi . Bandung:Kesuma Karya Bandung.
Sumarmi. (2012). Model-Model pembelajaran Geografi.Aditya Media Publishing. Sumaatmadja, Nursid. (1996). Studi Geografi sebagai Suatu Pendekatan Analisis
Keruangan. Bandung: Alumni Bandung
Soekartawi, (2003). Prinsip Dasar E-learning : Teori dan Aplikasinya di Indonesia. Jurnal Teknodik, Edisi No.12/VII/Oktober/2003
107
Erni Widiawati, 2013
Penerapan Metode Pembelajaran Creative Problem Solving Dan Inquiry Berbasis Teknologi Informasi Geografi Dalam Menumbuhkan Pemahaman Geografi
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung, Penerbit Pustaka Setia. Soemanto, Wasty. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta.
Spiegel, Murray R, Seri Buku Schaum, Teori dan Soal, Statistika, Edisi Kedua. Alih Bahasa oleh Drs. I Nyoman Susila, M.Sc. dan Ellen Gunawan, M.M., Penerbit Erlangga, 1988.
Taufik. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Inti Prima.
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP UPI. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT. IMTIMA.
Trianto. (2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif yang Berorientasi Konstruktif, Jakarta, Tim Prestasi Pustaka.
Pepkin, Karen L. (2000). Creative problem solving in math. Tersedia : http://hti.math.uh.edu/curriculum/units/2000/02/00.02.04.pdf. Diakses : 6 Mei 2012.
Uno, Hamzah B.(2010). Model Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta. Bumi Aksara
Walpole, Ronald E., Pengantar Statistika, Edisi ke-3, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992.
Winataputra, Udin S. Dkk. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Universitas Terbuka
Internet
Cochran, Rachel et al.(2007). The impact of Inqury-Based Mathematics on Context Knowledge and Classroom Practice. Journal. Tersedia: http://www.rume.org/crume2007/papers/cochran-mayer-mullins.pdf Maryani, E. Geografi Dalam Perspektif Keilmuan Dan Pendidikan di Persekolahan.
Tersedia:http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/19 6001211985032-ENOK_MARYANI/GEOGRAFI.pdf; 29 Januari 2013. Sarlito Wirawan Sarwono, 2009, Berpikir Kritis Dan Benar, diambil
darihttp://www.ahmadheryawan.com/opini-media/sosial-politik/4246-berpikir-kritis-dan-benar.pdf; 13 Desember 2012; 21:11 wib.
Leeva. (2011). Creative Problem Solving. http://leevanews.com/260/model-pembelajaran-creative-problem-solving-cps. Diakses tanggal 21 Oktober 2012.
107
Erni Widiawati, 2013
Penerapan Metode Pembelajaran Creative Problem Solving Dan Inquiry Berbasis Teknologi Informasi Geografi Dalam Menumbuhkan Pemahaman Geografi
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kesumah, W. (2011). Model-Model Pembelajaran. http://wijayalabs.wordpress. com/2008/04/22/model-model-pembelajaran/. Diakses tanggal 30 oktober 2012
Pepkin K.L. (2004). Creative Problem Solving In Math. Tersedia di: http://www.uh.edu/hti/cu/2004/v02/04.htm [5 Januari 2013].
Tesis
Iriany, (2009). Model Pembelajaran Inkuiri Laboratorium Berbasis Teknologi Informasi Pada konsep Laju Reaksi Untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Dan Berpikir Kreatif Siswa SMU. Tesis. UPI. Bandung : Tidak diterbitkan.
Rahman, B. 2009. Perbandingan Kemampuan Koneksi Matematik Siswa yang Pembelajarannya Menggunakan Model Creative Problem Solving (CPS) dengan Siswa yang Pembelajarannya Menggunakan Model Konvensional. Skripsi FPMIPA UPI. Bandung: tidak diterbitkan.
Jurnal
Krathwol, David R. . A Revision of Bloom’s Taxonomy : An Overview. Tersedia :
http://ayip7miftah.files.wordpress.com/2011/12/krathwohl.pdf. Diakses
tanggal : 19 Februari 2013.
Bloom, B. S. ed. et al. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: Handbook 1, Cognitive Domain. New York: David McKay.