Berisi kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan pembahasan selama pelaksanaan kerja praktek dengan tindak lanjut berikutnya yaitu beberapa saran yang diusulkan oleh penulis.
11 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Profil PT. BAF ( Bussan Auto Finance ) di Tegal 2.1.1 Sejarah Instansi
PT Bussan Auto Finance (BAF) adalah perusahaan pembiayaan yang saat ini berkonsentrasi pada pembiayaan motor Yamaha. BAF didirikan pada tahun 1997. Dengan modal disetor sebesar Rp 275 Milyard (dinaikkan dari Rp 25 milyard pada bulan Januari 2006), komposisi pemegang sahamnya adalah:
Tabel 2.1 Pemegang Saham
Perusahaan Persentase saham
1. Mitsui & Co Ltd 75% 2. PT Mitsui Indonesia 15% 3. Yamaha Motor Co Ltd 7% 4. PT Yamaha Motor Kencana Indonesia 3%
Adapun susunan Dewan Direksi sejak tahun 2009 adalah sebagai berikut: Tabel 2.2 Susunan Dewan Redaksi
Nama Jabatan
1. Mr. Mutsuo Harada President Director
2. Mr. Sigit Sembodo Director
3. Mr. Yoshihiko Shichida Director
4. Mr. Armando Lung Director
5. Mrs. Tina Liliani Director
Saat ini BAF memiliki 147 kantor cabang dan tidak kurang dari 158 POS (point of service) di seluruh pelosok Nusantara, dengan jumlah karyawan sekitar 9,000 orang. Total jumlah konsumen yang pernah dan sedang dibiayai oleh BAF telah mencapai lebih dari 1.8 juta orang. Selama tahun 2008, BAF membiayai lebih dari 650 ribu unit kendaraan bermotor baru. Dengan total asset lebih dari 8 triliun rupiah,BAF meraih keuntungan bersih sebesar 231 Millyar.
Pada tahun 2006-2007 yang lalu BAF terpilih menjadi perusahaan pembiayaan terbaik menurut majalah Investor. Awal tahun 2008 BAF mendapatkan peringkat A+ oleh PEFINDO dan meraih “Top Brand Award 2008” untuk kategori pembiayaan kendaraan bermotor roda dua” dari Frontier. Tahun 2009 BAF menerima penghargaan sebagai perusahaan pembiayaan dengan kinerja "Sangat Bagus" selama 5 tahun
13
berturut-turut dari majalah Infobank serta mendapatkan peringkat AA- dari PEFINDO.
Pencapaian tersebut tidak lepas dari komitment BAF untuk melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Dalam penyelenggaraan usahanya, BAF telah membangun dan menerapkan pengendalian internal (internal control) yang baik sesuai standar internasional, didukung oleh pengembangan sumber daya manusia yang komprehensif. Sebagai bagian dari keluarga besar Mitsui & Co Ltd, BAF menerapkan kontrol internal dalam kerangka kerja COSO sebagaimana disyaratkan oleh Sarbanes-Oxley Act 404 (SOX 404).
Kepatuhan (compliance) kepada peraturan perusahaan dan perundang-undangan yang berlaku menjadi salah satu prioritas perusahaan. Setiap karyawan wajib untuk memahami kepatuhan tersebut dengan membaca dan menandatangani Buku Panduan Compliance (Compliance Guideline) yang disediakan oleh perusahaan. Sosialisasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan etika bekerja, peraturan perusahaan, kepatuhan, dan beraneka ragam dorongan untuk menjadi karyawan yang efektif. disampaikan melalui berbagai media komunikasi internal, termasuk bulletininternal.
Dalam kaitannya dengan kegiatan sosial kepada masyarakat, BAF telah dan akan senantiasa menjalankan panggilannya dengan setia. Berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) telah dan sedang dilakukan bersama beberapa
mitra, misalnya penghijauan ( bersama masyarakat setempat ), donor darah nasional (bersama PMI), safety riding course (bersama dealer Yamaha), pendidikan luar ruang untuk anak jalanan (bersama PPM), pengobatan gigi gratis (bersama FKG-UI), pendidikan perencanaan keuangan keluarga bagi masyarakat awam ( bersama PPM) dan lain-lain.
VISI PERUSAHAAN
“Mitra jasa keuangan terkemuka milik masyarakat, bagi masyarakat, di dalam masyarakat”.
MISI PERUSAHAAN
“Memberikan layanan solusi keuangan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan hidup sehari-hari masyarakat Indonesia”.
Nilai-nilai
1. Menjunjung tinggi integritas dan keadilan 2. Berpikiran terbuka dan menyukai tantangan
3. Menjadi spesialis Yamaha dengan memberikan layanan yang sesuai kebutuhan pasar
15
2.1.2 Logo PT. BAF (Bussan Auto Finance )
Gambar 2.1 logo BAF
Arti logo BAF adalah perusahaan resmi pembiayaan motor Yamaha dari Jepang / Bussan.
2.1.3 Badan Hukum PT. BAF (Bussan Auto Finance )
17
2.1.4 Job Description PT. BAF 1. BRANCH HEAD (BH) :
Memimpin Kantor Cabang PT. BAF yang berkenaan dengan masalah pencapaian penjualan dan collection di cabang, mengkoordinasi berbagai departemen supaya menjadi sebuah team work yang solid sehingga dapat mencapai target perusahaan
2. ADMIN FINANCE
Melakukan koordinasi dan Kontroling Arus Keuangan Cabang, Controling Teller/kasir.
3. ADMIN HEAD :
Melakukan administrasi umum cabang, melakukan pencetakan PO dan Pencairan dana ke Dealer (Disbusre).
4. HEAD COLECTOR
Melakukan Controling OD (Over Due) Cabang, 5. MARKETING HEAD
Melakukan Relationship Ke Dealer dalam Upaya Pencapaian Target Penjualan Cabang, Controling Tingkat Collection Surveyor
6. TELLER
Menerima Pembayaran Angsuran Konsumen di Kantor PT BAF dan di POS/Dealer
7. ADMIN STAFF
Melakukan pengecekan ulang kelengkapan persyaratan kredit di bawah koordinasi Admin Head
8. CHIEFE REPOSER
Melakukan Controling terhadap Tunggakan / OD Konsumen umur 60 – 180 hari
9. CHIEFE COLECTOR
Melakukan Controling terhadap Tunggakan / OD Konsumen umur 1 – 60 hari
10.CHIEFE REMEDIAL
Melakukan Controling Terhadap Tunggakan / OD KOnsumen umur 180 + dan Melakukan Tarik Barang
11.CHIEFE SURVEYOR
Melakukan Koordinasi dengan surveyor dalam pencapaian Target Marketing dan menjalin Relationship Dealer
12.FIELD SURVEYOR
Melakukan Veriifikasi Lapangan terhadap Pengajuan Kredit Motor, Menentukan layak atau tidaknya Konsumen dalam pengajuan kredit
13.BRANCH OFFICE STAFF
Meakukan Penginputan Aplikasi Kredit Konsumen, Melakukan Pengecekan terhadap Pengajuan Kredit Konsumen
19
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Pengertian Delphi
Borland delphi merupakan suatu bahasa pemrograman yang memberikan berbagai fasilitas pembuatan aplikasi visual. Keunggulan bahasa pemrograman ini terletak pada produktivitas, kualitas, pengembangan perangkat lunak, kecepatan kompilasi, pola desain yang
menarik serta diperkuat dengan pemrogramannya yang terstruktur. Keunggulan lain dari Delphi adalah dapat digunakan untuk merancang program aplikasi yang memiliki tampilan seperti program aplikasi lain yang berbasis windows. [1]. Untuk pemrograman database, Borland Delphi menyediakan dan mendukung beberapa format database, seperti Microsoft Acces, Oracle, MySQL dan lain-lain.Dengan banyaknya format database yang mampu didukung oleh Borland Delphi, serta dengan terintegrasinya komponen-komponen untuk berinteraksi dengan database tersebut, menjadikan bahasa pemrograman ini menjadi salah satu bahasa pemrograman yang banyak diminati di kalangan programer dalam membangun aplikasi yang menggunakandatabase.
2.2.2 Pengertian Database
Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur atau diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan mudah dan efisien.
Secara manual database dapat berupa lemari arsip, sedangkan secara komputerisasi database merupakan file archive. Secara umum database berkaitan dengan pengarsipan data secara komputerisasi sehingga memudahkan dalam pengaksesan data pada suatu waktu dengan cepat. Beberapa alasan perlunya dibuat database (khususnya secara komputerisasi) : a) Efisiensi b) Security c) No Redudancy d) Integrated e) Sharing f) Transaction g) Konsistensi
Dalam pembuatan suatu database diperlukan suatu software yang khusus digunakan untuk pembuatan database. Software tersebut sering disebut sebagai Database Management System (DBMS).
Ada berbagai jenis DBMS yang dapat digunakan untuk membuat database, antara lain :
21 b) My-SQL c) Postgre SQL d) SQL Server e) Paradox f) Visual Foxpro g) DB4O h) db2 i) Oracle j) dbu.
Kita dapat memilih salah satu dari berbagai macam DBMS yang ada. Untuk semakin mempermudah pengelolaan database biasanya DBMS di kombinasukan dengan suatu bahasa pemrograman tertentu, misalnya Paradox dengan Delphi, DB4O dengan Java dan lain sebagainya.
2.2.3 Database dengan delpi
Database dengan menggunakan Delphi menggunakan konsep seperti gambar dibawah ini :
Keterangan : File Database Komponen Tabel Komponen Data Control Komponen DataSource
1. File Database : File database dari system database lain seperti Dbase (*.dbf), paradox ( *.db ), Microsoft Accsess ( *.mdb ), dan lain-lain.
2. Komponen table : komponen yang mewakili file database. Setiap melakukan proses dalam komponen table tersebut, maka isi file database yang terjoneksi ke komponen tersebut berubah juga.
3. Komponen DataSource : Komponen penghubung antara komponen table dengan komponen data control. Dalam DataSource harus diisi table yang berelasi ke datasouurce tersebut.
4. Komponen-komponen Data control : komponen yang digunakan untuk menampilkan data-data yang bersal dari datasource ( tabel ). Data control ada yang berbentuk table, label, edit box, gambar, combobox, listbox dan lain-lain.
2.2.4 Database Desktop Paradox
Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase.
23
Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.
Struktur field pada paradox : 1) Field Name
Field name merupakan nama pengenal kolom pada suatu tabel.
Terdapat beberapa aturan dalam penulisan field name antara lain :
Panjang maximum 25karakter
Tidak boleh diawali dengan spasi tapi boleh mengandung spasi
Unik, artinya tidak ada nama kolom yang sama.
Tidak boleh mengandung tanda koma ( , ), tanda pipi ( | ), dan tanda seru ( ! ).
Hindari kata-kata yang merupakan perintah sql
2) Type
Digunakan untuk menentukan type data yang dapat ditampung dalam field.
3) Size
Merupakan ukuran dari panjang data yang diizinkan untuk suatu field.
4) Key
Dapat berupa primary key sebagai key yang membedakan untuk setiap baris kolom.
Syarat untuk primary key adalah unik, artinya tidak boleh ada data yang memiliki primary key yang sama.
Keuntungan Paradox antara lain :
1) Sudah terinstal saat kita menginstal Delphi
2) Bisa di akses langsung tanpa harus mendeklarasikan nama database
Kelemahannya:
1) jika record banyak, performance menurun kadang index ngawur
2) tidak ada trigger
3) tidak ada Stored Procedure dan Function 4) tidak ada View
25
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Jadwal Kerja Praktek
Kerja praktek yang dilaksanakan di PT. BAF ( Bussan Auto Finance ) Tegal, berlangsung dari tanggal 22 Agustus 2009 sampai dengan 11 September 2009. Pada hari pertama pembimbing memberikan penjelasan mengenai tugas yang harus dikerjakan selama kerja praktek. Penyelesaian tugas kerja praktek dilakukan di rumah. Hasil pekerjaan diserahkan kepada pembimbing perusahaan dan disetujui oleh pembimbing perusahaan.
3.2 Data Kerja Praktek 3.2.1 Analisis Masalah
Sistem yang saat ini digunakan di PT. BAF (Bussan Auto Finance) Tegal masih dalam bentuk manual yaitu dengan menggunakan Microsoft exel untuk pencarian data customer dalam penentuan layak tidaknya customer melanjutkan proses pengajuan kredit motor. Pada pelaksanaannya customer datang ke dealer setempat untuk mengajukan kredit motor kemudian data customer tersebut di kirim ke PT. BAF ( Bussan Auto Finance ) untuk di proses, customer masuk dalam kategori repeat order, bad debt atau new customer dan layak tidaknya customer melakukan kredit motor.
Customer dikelompokan dalam kategori bad debt jika : 1. Keterlambtan ≥3 bulan.
2. Sudah pernah di tolak dari lembaga pembiayaan lain. Customer di kelompokan dalam kategori repeat order jika :
1. OD ( Over Due ) / keterlambatan ≥2 bulan.
2. Sudah jalan ½ dari tenor/ jangka waktu pengambilan kredit.
3.2.1.1 Analisis prosedural dan aliran sistem yang sedang berjalan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pada sistem yang sedang berjalan, terdapat beberapa prosedur pada sistem manual yang sedang berjalan. Diantaranya :
1. Customer mengisi formulir permohonan kredit motor
2. Pegawai menyerahkan formulir permohonan kredit motor ke BAF ( Bussan Auto Finance ) untuk diproses customer masuk kedalam kategori apa dan layak tidaknya customer tersebut mengajukan kredit motor.
3. Setelah informasi data-data customer diketahui maka pihak BAF memberi tahukan dealer bahwa customer tersebut termasuk dalam kategori apa dan layak tidaknya customer melakukan kredit motor.
Untuk lebih jelasnya aliran dokumen tersebut dapat terlihat pada flow map dibawah ini :
27
Gambar 3.1 flowmap pengolahan data customer secara manual
3.2.2 Analisis Kebutuhan Non Fungsional.
Analisis kebutuhan non fungsional dilakukan untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan non fungsional. Analisis kebutuhan ini diperlukan untuk menentukan keluaran yang akan dihasilkan sistem, masukan yang diperlukan sistem, lingkup proses yang digunakan untuk mengolah masukan menjadi keluaran, volume data yang akan ditangani sistem, jumlah pemakai dan kategori pemakai, serta kontrol terhadap sistem.
3.2.2.1 Analisis Perangkat Keras
Adapun spesifikasi komputer pada PT. BAF (Bussan Auto Finance) adalah sebagai berikut:
1. Processor : Intel Pentium IV 2.0Ghz 2. Memory : RAM DDR 512 MB 3. Harddisk minimal 120 GB 4. VGA Card 128 MB 5. Keyboard dan Mouse
Perangkat keras yang telah dimiliki PT. BAF (Bussan Auto Finance) saat ini, sudah memenuhi standar kebutuhan minimum spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sistem informasi pensiun menggunakaan Borland Delphi 7.0.
3.2.2.2 Analisis Perangkat Lunak/Software
Perangkat lunak (software) yang digunakan PT. BAF (Bussan Auto Finance) saat ini adalah sebagai berikut:
a. Sistem operasi : Microsoft WindowsXP b. Softwarelainnya : Microsoft Office2007
Spesifikasi perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mendukung aplikasi yang akan dibangun adalah sebagai berikut:
29
b. Microsoft Office 2003 / 2007 Sebagai media penyimpanan data customer (databasecustomer)
c. Borland Delphi 7.0 sebagai implementasi perancangan system.
3.2.3 Analisis Kebutuhan Fungsional
Analisis kebutuhan fungsional dilakukan untuk memberikan gambaran aliran data yang ada pada program aplikasi yang akan dibangun. Kebutuhan fungsional pada PT. BAF (Bussan Auto Finance) meliputi entity relational diagram, diagram konteks, data flow diagram, kamus data.
3.2.3.1 Entity Relational Diagram
Database merupakan kumpulan data yang saling berkaitan satu dengan lainnya yang direalisasikan dengan relation key yang digambarkan dalam entity relationship diagram (ERD). Adapun ERD yang terbentuk adalah sebagai berikut:
3.2.3.2 Diagram Konteks
Diagram konteks adalah alat struktur analisis yang menggambarkan hubungan dan keterkaitan suatu sistem dengan entitas serta aliran data dari entitas menuju sistem dan dari sistem menuju entitas. Diagram konteks dari sistem yang akan dibuat seperti gambar di bawah ini.
petugas pencarian data Aplikasi customer BAF Data Customer
Informasi data customer
Data login ( username dan password )
Informasi data login
Gambar 3.3 Diagram Konteks
3.2.3.3 Data Flow Diagram(DFD)
Data Flow Diagram ( DFD ) adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untukmenggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari system, dimana data disimpan, proses apa saja yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang disimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.
31
3.2.3.3.1 Data Flow Diagram Level 0
Gambar 3.4 DFD level 0
3.2.3.3.2 Data Flow Diagram Level 1 Proses Login
3.2.3.3.3 DFD Level 1 Proses Pengolahan Data Customer
33
3.2.3.4 Process Specification ( PSPEC ) DFD Level 0
Merupakan penggambaran alur dari data yang mengalir di data flow dagram. Adapun spesifikasi prosesnya nya adalah sebagai beikut:
Tabel 3.1 Spesifikasi Proses Login
Process Keterangan
Nomor proses 1
Nama proses Login
Deskripsi Proses ini hanya bias diakses oleh petugas dan untuk dapat masuk ke proses selanjutnya logn harus valid. Masukan Data Login ( username dan passwors ) Keluaran Informasi data login dan login valid Logika Proses Petugas memasukan username dan
password, jika username dan password benar maka petugas dapat melanjutkan kegiatan proses selanjutnya. Jika username dan password sala maka petugas tidak dapat melnjukan kegiatan proses selanjunya.
Tabel 3.2 Spesifikasi Proses Pengolahan Data Customer
Process Keterangan
Nomor proses 2
Nama proses Pengolahan data customer
Deskripsi Proses ini hanya bias diakses oleh petugas.kegiatan yang dilakukan yaitu mengolah data customer.
Masukan Data customer
Keluaran Informasi data customer
Logika Proses Petugas dalam mengolah data customer dapat melakukan penambahan data dan pencarian data. Semua data customer disimpan di T.customer.
35
3.2.3.5 Spesifikasi proses DFD Level 1 Proses Login
Merupakan penggambaran alur dari data yang mengalir di data flow diagram. Adapun spesifikasinya adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3 Spesifikasi Proses Cek Validasi Login
Process Keterangan
Nomor proses 1.1
Nama proses Cek Validasi Login
Deskripsi Proses ini hanya bias diakses oleh petugas untuk memasukan username dan password.
Masukan Data login yang akan dimasukan Keluaran Info data login yang telah dimasukan Logika Proses Petugas memasukan username dan
password. Jika username dan pasword benar maka petugas dapat melanjutkan kegiatan proses selanjutnya. Jika username dan password salah maka petugas tidak dapat melanjutkan proses selanjutnya.
Tabel 3.4 Spesifikasi Proses Login Valid
Process Keterangan
Nomor proses 1.2
Nama proses Login Valid
Deskripsi Proses ini hanya bisa diakses oleh petugas untuk memasukan password dan username
Masukan Data login yang akan dimasukan Keluaran Informasi data login
Logika Proses Petugas memasukan password dan username, kemudian data di cek di t_petugas.jika data login cocok maka login valid dan petugas dapat
37
Tabel 3.5 Spesifikasi Proses Login Gagal
Process Keterangan
Nomor proses 1.3
Nama proses Login Gagal
Deskripsi Proses ini hanya bisa diakses oleh petugas untuk memasukan password dan username
Masukan Data login yang akan dimasukan Keluaran Informasi data login
Logika Proses Petugas memasukan password dan username, kemudian data di cek di t_petugas.jika data login tidak cocok maka login gagal dan petugas tidak dapat melanjutkan ke proses 2
3.2.3.6 Spesifikasi Proses DFD Level 1 Proses Pengolahan Data Customer Merupakan penggambaran alur dari data yang mengalir di data flow diagram. Adapun spesifikasinya adalah sebagai berikut:
Tabel 3.6 Spesifikasi Proses Tambah Data Customer
Process Keterangan
Nomor proses 2.1
Nama proses Tambah data customer
Deskripsi Pada proses ini petugas bisa menambah data customer yaitu nama, alamat, TTL, Jenis kelamin, pekerjaan, nomor
telephone.
Masukan Data customer yang akan ditambahkan Keluaran Data customer yang telah ditambahkan. Logika Proses Petugas mencari data customer nama
customer atau TTL . jika data tidak tersimpan dalam T.customer maka data yang dicari tidak ditemukan, dan jika data telah tersimpan dalam T.customer maka data yang dicari ditemukan.
39
Tabel 3.7 Spesifikasi proses cari data customer
Process Keterangan
Nomor proses 2.2
Nama proses Cari data customer
Deskripsi Proses cari data customer yaitu proses dimana petugas bisa mencari data berdasarkan nama customer. Masukan Data customer yang akan dicari Keluaran Data customer yang telah dicari
ditemukan dan data customer yang telah dicari tidak ditemukan.
Logika Proses Petugas dalam mengolah data customer dapat melakukan penambahan data dan pencarian data. Semua data customer disimpan di T.customer.
3.2.3.7 Kamus Data
Kamus data merupakan media penyimpanan dari elemen-elemen yang berada dalam suatu system. Kamus data mempunyai fungsi yang sama dalam pemodelan system dan juga berfungsi membantu pelaku system untuk mengerti aplikasi secara detail dalam mereorgansasikan semua elemen data yang
digunakan dalam system sehingga pemakai dan penganalisa system punya dasar pengertian yang sama tentang asukan, keluaran, penyimpanan dan proses. Adapun kamus data dalam aplikasi yang dibangun adalah sebagai berikut :
Tabel 3.8 Kamus Data Data Login
Tabel 3.9 Kamus Data Data Petugas nama : data login
Deskripsi : berisikan data username dan password Struktur data : @username, password
@username : [A-Z | a-z |0-9] Password : [A-Z| a-z | 0-9]
nama : data login
Deskripsi : berisikan data username dan password Struktur data : @username, password
@username : [A-Z | a-z |0-9] Password : [A-Z| a-z | 0-9]
nama : data petugas
Deskripsi : berisikan data petugas
Struktur data : @nip, nama_petugas, jenis_kelamin, TTL, alamat, nomor_telephone, username, password @nip : [0-9|A-Z|a-z] Nama_petugas : [A-Z|a-z] Jenis_kelamin : [A-Z|a-z] TTL : [0-9|A-Z|a-z] Alamat : [0-9|A-Z|a-z] Nomor_telephone :[0-9]
@username : [A-Z | a-z |0-9] Password : [A-Z| a-z | 0-9]
41
Tabel 3.10 Kamus Data Data Customer nama : data customer
Deskripsi : berisikan data customer
Struktur data : @no_customer, nama_customer, jenis_kelamin, TTL, alamat, nomor_telephone, pekerjaan
@no_customer : [0-9] Nama_ customer : [A-Z|a-z] Jenis_kelamin : [A-Z|a-z] TTL : [0-9|A-Z|a-z] Alamat : [0-9|A-Z|a-z] Nomor_telephone :[0-9]
Pekerjaan : [A-Z|a-z] Ambil_Barang Merk : [A-Z|a-z] Barang_Bekas/Baru : [A-Z|a-z] Type_Barang : [A-Z|a-z] Tenor :[0-9] Angsuran_ke : [0-9] OD_N1 : [0-9] OD_N2 : [0-9] OD_N : [0-9]
3.2.4 Perancangan Database 3.2.4.1 Skema Relasi
Secara umum sasaran perancangan database adalah mengasilkan himpuan skema relasi yang mengijinkan pengguna untuk menyimpan informasi-informasi tanpa redundansi yang tidak dikehendaki ( meminialisasi redundansi ) serta yang mengijinkan pengguna untuk mencari informasi yang dikehendaki dengan cara yang mudah.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah merancang relasi-relasi menjadi bentuk normal (normal form ). Untuk menentukan skema suatu relasi ada dalam bentuk normal yang dikehendaki, kita perlu tambahan informasi dari kondisi system yang kita modelkan. Pada gambar dibawah ini dapat dilihat skema relasi yang akan dibangun
43
3.2.4.2 Struktur Tabel
Struktur table yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berkut :
1.Tabel t_login
Tabel 3.11 Struktur Tabel t_login
No Nama field Type Ukuran Keterangan
1 Username Varchar 50
2 Password Varchar 255
2.Tabel t_customer
Tabel 3.12 Struktur Tabel t_customer
No Nama field Type Ukuran keterangan
1 No_customer Int 11 Primary
key 2 Nama_customer Varchar 50 3 Alamat Tinytext 4 Pekerjaan Varchar 30 5 Jenis_kelamin Varchar 10 6 No_telephone Varchar 25 7 Ambil_Barang_Merk Varchar 10 8 Ambil_Barang_Bekas/Baru Varchar 10
9 Type_Barang Varchar 10 10 Angsuran_ke Integer 5 11 Tenor Integer 5 12 OD_N1 Integer 5 13 OD_N2 Integer 5 14 OD_N Integer 5
3.2.5 Perancangan Antar Muka
Perancangan antarmuka menjelaskan tampilan kasar dari program yang akan dibangun.
3.2.5.1 Perancangan Antar Muka Aplikasi 1. Antar Muka Login
45
2.Antar Muka Menu Utama ( T2 )
Gambar 3.9 Antar Muka Menu Utama ( T2 ) 3.Antar Muka Menu Tambah Data Customer
4.Antar Muka Menu Cari Data Customer
Gambar 3.11 Antar Muka Cari Data Customer
3.2.6 IMPLEMENTASI 1. Interface login
47
2 Interface login gagal
Gambar 3.13 Interface Login gagal 3. Interface Menu Utama
4. Interface Tamabah Data Customer
Gambar 3.15 Interface Menu Tambah Data Customer 5. Interface Cari Data Customer
49
6 Interface Result Cari Data Customer
Gambar 3.17 Interface Result Cari Data Customer