6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Komunikasi antar pribadi yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) adalah empati dan dukungan, jika empati dan dukungan dalam komunikasi antar pribadi antara dokter dengan pasien baik maka perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM). Hal ini karena empati dan dukungan yang diberikan dokter sangat baik terhadap pasien, sehingga pasien merasa nyaman dalam melakukan pengobatam dan perilaku pencegahan.
2. Komunikasi antar pribadi yang tidak berpengaruh terhadap perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) adalah keterbukaan, rasa positif, kesetaraan dan kenyaman, jika keterbukaan, rasa positif, kesetaraan dan kenyamanan dalam komunikasi antar pribadi dokter dengan pasien tidak baik maka perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus (DM) juga tidak baik. Hal ini karena keterbukaan, rasa positif, kesetaraan dan kenyamanan yang diberikan dokter dalam komunikasi belum sepenuhnya dirasakan oleh pasien dengan baik.
3. Variabel dominan yang paling memengaruhi perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus adalah adalah empati.
6.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan, maka dapat diberikan saran atau rekomendasi sebagai berikut:
1. Diharapkan pasien lebih berpartisipasi terhadap keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, kesetaraan dan kenyamanan yang diberikan dokter demi perubahan perilaku pencegahan pada pasien diabetes mellitus. Jauhkan perasaan tidak dekat dan malu dengan dokter karena itu akan menghambat pasien dalam proses pengobatan dan penyembuhan penyakit.
2. Diharapkan dokter memperhatikan keadaan pasien agar komunikasi dapat lebih efektif agar tercapai satu pemaknaan yang sama terhadap suatu pesan yang disampaikan.
3. Diharapkan terciptanya komunikasi verbal yang baik antara dokter dan pasien agar tercapai proses pengobatan dan penyembuhan terhadap pasien diabetes mellitus.
4. Kepada dokter dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Kabupaten Langkat dapat membuat alur komunikasi antar pribadi yang baik dan efektif untuk meingkatkan pelayanan prima pada pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Anastasia, A & Urbina,S, 1997, Tes Psikologi, Edisi Bahasa Indonesia, PT. Prenhalindo, Jakarta
Arif, F., 2006, Pola Makan Modern Terhadap Kejadian Penyakit Diabetes Melitus di Kota Bulen Surabaya, Gadjah Mada Press, Yogyakarta
Babyak S., & Yoshida, T., 2006, Theories of Human Communication, Belmont, California:
Wadsworth Publishing Company.
Berlo, D., 2007, Emphaty In Communication, Pipera Press, Mc.Grill, Singapore Boelen, 2005, Pengertian KIP/K (Komunikasi Inter Personal), Gramedia, Jakarta Brittner D., 2005, Communication and Human Behaviour, Prentice Hall, New Jersey.
Brislin & Yoshida, 2006, Komunikasi Antar Pribadi Dokter Dengan Pasien Dalam Terhadap Motivasi Pasien Dalam Pengobatan, Andi Press, Yogyakarta.
Carma, L. & Gregory Makoul, 2002, Patient Education & Counseling 48.
Chen, R.M. 2004, Effective supervision a practical approach. New York : Mc.
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006, Buku Ajar Ilmu Penyakit, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Depkes R.I., 2005. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Mellitus. Jakarta.
Ganong, 2006, Patofisiologi, EGC, Jakarta.
Hadisaputro S & Setyawan H. 2009, Epidemiologi dan Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Mellitus tipe 2. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang,
Hiswani, 2001. Penyuluhan Kesehatan Pada Penderita Diabetes Mellitus. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Julfendri, 2007, Sistem Regulasi Pelayanan Kesehatan di Indonesia, jurnal: PMPK UGM, Yogyakarta.
Jumarin, N., 2007, Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia: Teori dan Aplikasi Dalam Praktik, EGC, Jakarta.
Kash & Cobb, 2006, Keperawatan Medikal Bedah.Edisi 8.Volume 2. EGC, Jakarta.
Kumar, 2006, Informasi Diabetes Mellitus/ Kencing Manis / Penyakit Gula Darah Pengertian, Definisi, Pencegahan, Perawatan, Petunjuk, dll. Diakses tanggal 13 September 2009 pukul 11.05 WIB, available at.
http://74.125.153.132/search?q=cache:HhMS 6kOlzwJ:organisasi.org/
Laing, A. & Lee, 2007, Human communication (Komunikasi antar manusia), Jakarta.
Liliweri, A., 2008, Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Miller, W., L, 2006, Theories of Human Communiation, Wadsworth Publication, New Jersey.
Muhzam, P., 2009, Diabetes Melitus dan Penatalaksanaannya. Diakses tanggal 13 Agustus 2011 http://74.125.153.132/search?q=cache: VTMfExifiYQJ:
www.sidenreng.com.
Murti, B., 1997. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Niven, N., 2009, Psikologi Kesehatan, ECG, Jakarta.
Notoadmodjo, S., 2010, Perilaku Kesehatan, Gramedia, Jakarta.
Prakosa, A., 2007, Pengertian Komunikasi Antar Pribadi, Gramedia, Jakarta.
PERKENI, 2002. Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan XVIII Ilmu Penyakit Dalam 2003, Surabaya.
__________, 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta
Purwanto, S., 2008. Mengefektifkan kinerja Melalui Komunikasi. PT. Pustaka Binawan Presindo.
Rakhmat, J., 2007, Psikologi Komunikasi, Remaja Rosdakarya, Bandung.
Riduwan, M., 2002. Metode dan Teknik Penyusunan Tesis, Alphabet, Bandung.
Sarwono, 2007, Combined theray : insulin da oral hypoglycemic agents in type 2 diabetes mellitus. AculaMedicaIndonesiana the Indonesiana Journalof Internal Medicine 2, (24) : 86.
Shadine, M., 2010. Mengenal Penyakit Hipertensi, Diabetes, Stroke, dan Serangan Jantung.
Jakarta: Penerbit Keenbooks.
Sibarani, T., 2005, Informasi Diabetes Mellitus / Kencing Manis / Penyakit Gula Darah - Pengertian, Definisi, Pencegahan, Perawatan, Petunjuk, dll. Diakses tanggal 13 September 2009 pukul 11.15 WIB, available at http://74.125.153.132/search?q=cache:HhMS_6kOlzwJ:organisasi.org/
Soegondo, S, & Suyono, S., 2004. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Jakarta:
Balai Penerbit FKUI.
Stuart & Sundeen, W., 2005, Introduction to Communication Studies, Sage Publications.
Sugiyono, 2003, Metode Penelitian Administratif, Cetakan ke 9 Alfabeta, Bandung.
Supratiknya, A., (2005) Overweight dan Obesitas sebagai suatu resiko penyakit degeneratif, Rienika Cipta, Jakarta.
Suyono, S., 2006, Teori Komunikasi, Universitas Terbuka, Jakarta.
Sugiyo, 2007, Masalah Diabetes di Indonesia. Edisi 3. Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
Taylor, G., 2007, Pengaruh Komunikasi Terapeutik Yang Effektif Terhadap Motivasi Pasien Untuk Melakukan Pengobatan Lanjutan, Tesis:FKM UI, Jakarta
Trenholm & Jensen, 2006, How To Implemented Effective Communication, Prada Jhon, New York.
Wahyuni, I.W., 2004. Hubungan antara Persepsi Gaya Kepemimpinan Situasional dan Efektivitas Komunikasi Interpersonal dengan Komitmen Kerja. Program Studi Ilmu Psikologi. PPs UGM, Yogyakarta
Winkel, 2006, Qualitative Research for Nurseslondon : Blackwell Science.
Wiryanto, 2007, Komunikasi Dan Penggunaanya, Gramedia, Jakarta.
Yuni, P., 2009, Peranan Gizi Dalam Diabetes Mellitus. Diakses tanggal 13 September, available at http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkmhiswani4. pdf)
Lampiran 1