DAFTAR LAMPIRAN
KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1 Pada kegiatan BRDP, warga sangat aktif pada tahap evaluasi. Namun, pada tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan, warga tidak banyak aktif terlibat dalam kegiatan BRDP. Aktifnya komunikasi partisipatif warga pada tahap evaluasi dikarenakan mereka ingin menjadi anggota UPKD yang berhak memperoleh bantuan modal bergulir. Sehingga mereka ingin ikut mengevaluasi siapa saja yang nantinya dapat memperoleh bantuan modal tersebut. Sedangkan pada tahap perencanaan dan pelaksanaan, warga merasa pengurus UPKD tidak transparan dan jujur dalam kegiatan perbaikan jalan di Desa Pondok Kubang.
2 Faktor-faktor komunikasi partisipatif warga dalam kegiatan BRDP adalah kredibilitas agen pendamping yang terdiri dari keahlian, kejujuran, daya tarik dan keakraban; dan keragaan individu yang terdiri dari kesempatan, kemauan dan kemampuan tidak berhubungan dengan komunikasi partisipatif warga dalam kegiatan BRDP. Artinya, komunikasi partisipatif dalam kegiatan BRDP tidak dipengaruhi oleh faktor kredibilitas agen pendamping (fasilitator) dan faktor keragaan individu.
3 Tingkat kepuasan warga berhubungan nyata dengan komunikasi partisipatif pada kegiatan BRDP jika warga terlibat secara aktif pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Artinya, jika komunikasi partisipatif pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi warga secara aktif berpartisipasi maka warga merasa puas dengan kegiatan BRDP yang dilaksanakan di Desa Pondok Kubang. Keterlibatan warga pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, membuat warga merasa puas terhadap kegiatan BRDP di Desa Pondok Kubang.
2. Saran
Agen pendamping (Pengurus UPKD dan POKJA) perlu lebih memberikan motivasi, semangat dan dorongan kepada warga desa untuk menyampaikan saran dan pendapatnya dalam pertemuan atau musyawarah formal maupun informal. Agen pendamping perlu lebih aspiratif melalui komunikasi dua arah dan berorientasi kepada kebutuhan warga desa, sehingga warga desa memiliki kemauan untuk lebih partisipatif dalam kegiatan BRDP. Artinya, agen pendamping harus memperhatikan kepentingan warga desa. Agen pendamping pun harus lebih jujur dan transparan dalam pelaksanaan kegiatan BRDP. Pada dasarnya, warga desa telah memiliki kemampuan dan ini menjadi tanggung jawab agen pendamping, dalam hal ini adalah pengurus UPKD dan pengurus POKJA untuk lebih terbuka dalam memberikan kesempatan kepada warga desa. Karena prinsipnya, pembangunan BRDP ini adalah pembangunan yang benar-benar dilakukan oleh warga, untuk warga, dan atas pilihan warga sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Belch George E. dan Belch Michael A. 2001. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communication Perspective. New York. McGraw Hill Companies.
Berlo D.K. 1960. The Process of Communication, USA: Hall, Rinehart and Winston, Inc.
BRDP. 2004. Buku Panduan UPKD Program Kiegiatan Desa. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah BRDP Propinsi Bengkulu. Bengkulu BRDP. 2006. Laporan Akhir Tahun Program Kegiatan Desa. Unit Pengelola
Keuangan Desa (UPKD) Propinsi Bengkulu. Bina Swadaya. Bengkulu. Daniel, L. 1960. The Passing of Traditional Society: Modernizing The Middle
East.
Depdikbud. 1986. Kamus Lengkap Sosiologi. Terjemahan Kartini Kartono. Rajawali Press. Jakarta.
Devito A Yoseph, 1997. Komunikasi Antar Manusia. Edisi Bahasa Indonesia. Proffesional Book. Jakarta.
Dewi I.K. 1997. Pengaruh Peranan Pemerintah dan Sosial Ekonomi pada Partisipasi Masyarakat dalam Mengelola Lingkungan Hidup di Perkampungan Kota (Studi Kasus: Kampung Bubulak dan Lebak Pasar Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor). Tesis. Bogor: Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.
Effendy. O.U 1993. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
____________, 2000. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung. Citra Aditya Bakti.
Gaventa J. dan C. Valderrama. 2001. Mewujudkan Partisipasi; 21 Teknik Partisipasi Masyarakat untuk Abad 21. Terjemahan; E. Edin. The British Council. Jakarta.
Hamijoyo S. S. 2005. Komunikasi Partisipatoris. Pemikiran dan Implementasi Komunikasi dalam Pengembangan Masyarakat. Humaniora. Bandung. Hanafi Abdillah. 1986. Memasyarakatkan Ide-Ide Baru. Jakarta: Usaha
Ife Jim. 2002. Community Development. Pearson Education Australia Pty Limited. Australia.
Jahi A. 1988. Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-negara Dunia Ketiga. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Kasali Rhenald. 2001. Membidik Pasar indonesia: Segmentasi Targetting Positioning. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Kotler P., Susanto AB. 1999. Manajemen Pemasaran di Indonesia: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta. Salemba Empat. Levis R. 1996.Komunikasi Penyuluhan Pedesaan. Bandung. Remaja Rosdakarya. Lionberger H.F., and P.H. Gwin. 1982. Communication Strategies: A Guide for
Agricultural Change Agents. Ilionis: The Interstate Printers & Publishers. Melkote Srinivas R. 2006. Everett M. Rogers and His Contributions to the Field
of Communication and Social Change in Developing Countries. Journal of Creative Communications 1:1 (2006) SAGE Publications New Delhi l Thousand Oaks l London
Miles, Matthew B. dan Huberman A.Michael. 1984. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. California. SAGE Publications.
Mubyarto. 1985. Peluang Kerja dan Berusaha di Pedesaan. BPEE., Yogyakarta.
Mulyana Deddy. 2003. Ilmu Komunikasi. PT Remadja Rosdakarya. Bandung. Nasdian. 2003. Pengembangan Masyarakat (Community Development). Bagian
Ilmu-ilmu Sosial, Komunikasi dan Ekologi Manusia. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian-IPB. Bogor
Ponti, G.C. 2007. Efektivitas Komunikasi Partisipatif dalam Pelaksanaan Prima Tani di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Pontianak. Tesis. Bogor. Program pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Rahmani A.W. 2005. Efektivitas Komunikasi dalam Pemberdayaan Kelompok Mandiri Lahan Kering (Kasus: Program PIDRA di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat). Tesis. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Riduwan. 2004. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Alfabeta Bandung.
Ruh Sanyoto. 2006. Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Anak Nakal (Studi Kasus di Panti Sosial Marsudi Putra Antasena
Magelang Jawa Tengah. Tesis. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Sahidu A. 1998. Partisipasi Msyarakat Tani Pengguna Lahan Sawah dalam Pembangunan Pertanian di Daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Disertasi. Bogor: Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.
Sarwititi, 2005. Tantangan Intelektual Terhadap Komunikasi Pembangunan. Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol.03, No.01. Februari 2005.
Schramm, W., Kincaid, DL. 1977. Azas-Azas Komunikasi Antar Manusia. Jakarta. LP3ES.
Servaes Jan. 2005. Mapping the New Field of Communication for Development and Social Change.. School of Journalism and Communication University of Queensland. Paper dipresentasikan dalam The Social Change in the 21 st Century Conference di Centre for Social Change Research Queensland University of Technology. 28 Oktober 2005.
Slamet, M. 1992. Perspektif Ilmu Penyuluhan Pembangunan Menyongsong Era Tinggal Landas. PT Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara. Jakarta. Soekanto, S. 1985. Kamus Sosiologi. Jakarta: Rajawali Press.
Soekartawi. 2005.Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. UI Press. Jakarta.
Soemardjo. 1999. Transformasi Model Penyuluhan Pertanian Menuju Pengembangan Kemandirian Petani (Kasus di Propinsi Jawa Barat).
Disertasi S3 Program Pascasarjana IPB Bogor.
Soemardjo dan Saharudin. 2003. Metode-metode Partisipatif dalam Pengembangan Masyarakat. Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian dan program Pascasarjana. IPB. Bogor.
Suhendar. 2004. Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Program Warga Peduli Lingkungan Hidup (WPL): Satu Model Penguatan Kapasitas WPL di RW 05 Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.
Tesis. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Sulistiyowati F., Setyowati, Y., Wuryantoro, T. 2005. Komunikasi Pemberdayaan. APMD Press. Yogyakarta.
Sumarwan U. 2003. Perilaku Konsumen. Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta. Ghalia Indonesia.
Wahyuni S. 2006. Proses Komunikasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Masyarakat Desa (Kasus: Program Raksa Desa di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor). Tesis. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Yanuara M. 1999. Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Hutan; Suatu Studi Partisipasi Masyarakat Lokal di Wilayah Proyek Pengembangan Hutan Kemasyarakatan di Kabupaten Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat. Tesis. Bogor: Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian
KOMUNIKASI PARTISIPATIF WARGA PADA