• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Hasil penelitian pada kawasan menunjukkan bahwa tingkat vitalitas lingkungan pada komplek ruko Asia Mega Mas dalam kategori sedang, dengan kata lain kawasan hidup tapi dalam keadaan kacau dan tidak tertata. Aktifitas, kegiatan dan kepadatan pengunjung yang tinggi pada komplek ruko Asia Mega Mas tidak diimbangi dengan kualitas atau kondisi fisik yang baik. Buruknya kondisi parkir, jalur pejalan kaki, ruang terbuka dan penghijauan serta kurangnya faktor keselamatan dan keamanan dalam kawasan membuat penlilaian menjadi rendah.

Aspek kenyamanan dalam hal ini berkaitan dengan faktor aksesibilitas, parkir, jalur pejalan kaki (pedestrian) dan ruang terbuka dan penghijauan. Banyaknya jaringan jalan yang tersedia sebagai akses masuk ke kawasan tersebut, sehingga hal ini menyebabkan tingginya jumlah pengunjung yang datang ke kawasan. Tingginya jumlah pengunjung yang datang ke kawasan tersebut menyebabkan tingginya jumlah kendaraan yang parkir di kawasan. Pejalan kaki membutuhkan kenyamanan ketika berjalan di jalur pedestrian sehingga dapat memberikan kesempatan untuk berkeliling menikmati perjalanan yang dapat meningkatkan gairah aktifitas. Semakin teraturnya penataan ruang terbuka hijau, maka hal tersebut dapat menyebabkan tingginya kepadatan pengunjung.

Aspek keselamatan berkaiatan dengan proteksi kebakaran dan struktur

juga meningkatkan nilai isian ruko. Semakin tinggi penilaian sistem struktur bangunan maka semakin tinggi pula tingkatan orang yang berjualan dan pengunjung yang berdatangan, hal ini juga berkaitan dengan isian ruko dan pada akhirnya dapat meningkatkan nilai vitalitas kawasan menjadi tinggi.

Aspek keamanan berkaitan dengan aktifitas perdagangan dan penerangan.

Semakin banyaknya jenis kegiatan perdagangan, maka hal tersebut dapat menyebabkan tingginya tingkat isian dan waktu berlangsungnya kegiatan di kawasan ini. Banyaknya fasilitas penerangan yang tersedia sebagai pendukung aktifitas pada malam hari di kawasan tersebut, menyebabkan kepadatan pengunjung yang datang ke kawasan, terutama di malam hari.

Sedangkan aspek kesenangan berkaitan dengan faktor tata guna lahan, keragaman fungsi komersial, daya tarik kawasan dan tampilan bangunan (arsitektur).

Perubahan fungsi ini menjadi fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah mengakibatkan intensitas kegiatan menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya.

Keragaman fungsi komersil di kawasan membutuhkan ruang tersendiri ketika berlangsungnya kegiatan tersebut, sehingga pengunjung mendapatkan kesempatan untuk berkeliling menikmati setiap kegiatan di kawasan. Kegiatan utama di kawasan, yaitu adanya aktifitas perdagangan dengan mayoritas berlangsung di siang hari mempengaruhi aktifitas pedagang kaki lima dengan jenis dagangan yang lebih bervariasi, dengan waktu jualan pada malam hari. Dalam hal ini menjadi tingginya nilai daya tarik kawasan menyebabkan tingginya tingkat isian ruko, kepadatan

kawasan. Sedangkan pada hasil observasi menunjukkan bahwa faktor kesenangan merupakan faktor yang memberikan hubungan yang kuat terhadap vitalitas lingkungan kawasan dari sisi pengunjung kawasan. Sedangkan hubungan yang lemah terdapat pada faktor kenyamanan. Para pengunjung seakan mengabaikan kenyamanan dan lebih mementingkan kesenangan dalam hal datang ke suatu kawasan.

Dari segi penghuni faktor yang mempunyai hubungan yang sedang di dalam vitalitas lingkungan kawasan adalah faktor keamanan. Sedangkan faktor yang mempunyai hubungan paling lemah adalah keselamatan. Faktor keamanan yang kurang membuat para penghuni ruko enggan berniaga pada kawasan khususnya pada malam hari. Semakin sedikit ruko yang beroperasi dikarenakan faktor keamanan maka tidak tercipta kesenangan bagi pengunjung kawasan yang berdampak pada vitalitas lingkungan kawasan tersebut. Faktor keselamatan yang kurang penting dikarenakan pada kawasan memang belum pernah terjadi kebakaran.

6.2 Saran

Peneliti menyarankan perlu adanya tindakan perbaikan dalam hal ini renovasi dan rehabilitasi guna meningkatkan kualitas fisik pada kawasan komplek ruko Asia Mega Mas Medan. Konsep peningkatan kualitas fisik mengacu pada aspek kenyamanan, keamanan, keselamatan dan kesenangan. Adapun konsep peningkatan kualitas fisik kawasan adalah sebagai berikut.

- Menempatkan material jalan dengan kualitas material perkerasan setara paving block dengan kualitas pondasi yang kuat. Keunggulan paving block untuk pengerasan jalan lingkungan yaitu mempermudah melakukan pemasangan tanpa alat berat, bisa dibongkar, elastis, dinamik, kejut dan tahan tumpahan bahan pelumas atau pemanasan mesin kendaraan.

- Penataan lahan parkir yang aksesnya dekat dengan area aktifitas yang tinggi, agar pengunjung tetap merasa nyaman untuk datang ke kawasan.

- Membuat jalur pedestrian dengan lebar ideal 1,5 sampai 2 meter dengan penggunaan material kasar, tidak menempatkan hambatan serta perbedaan ketinggian untuk meningkatkan gairah aktifitas pengunjung di kawasan.

- Menempatkan sistem vegetasi berupa dengan tajuk pohon yang dapat meneduhkan pengguna jalan kaki di dalam kawasan dan kendaraan yang parkir pada siang hari.

- Menyediakan gang kebakaran dengan lebar minimal 3 meter yang bebas hambatan dan menempatkan fire hydrant untuk keselamatan ketika terjadi kebakaran.

- Mengkaji sistem struktur bangunan di kawasan untuk mendapatkan penilaian tahan terhadap api dan gempa.

- Meningkatkan intensitas kegiatan dengan menempatkan berbagai jenis kegiatan perdagangan yang membuat para pengunjung semakin lama berada di kawasan.

- Menata titik lampu penerangan dengan jarak 10 sampai 15 meter sehingga tidak menghasilkan black spot dengan cahaya yang cukup dan tidak menyilaukan ketika pada malam hari.

- Penempatan lokasi pedagang kaki lima yang layak dan legal sebagai daya tarik kawasan sehingga tidak mengganggu fungsi jalan, parkir, dan penghuni ruko pada kawasan sehingga tercipta suatu vitalitas lingkungan yang berkepanjangan.

Diperlukan adanya suatu peraturan pada pemerintah setempat yang menetapkan hal-hal dalam pemberian izin lokasi ataupun izin mendirikan bangunan komplek ruko dalam skala besar dengan mengacu aspek kenyamanan, keselamatan, keamanan dan kesenangan sehingga nantinya komplek ruko tersebut mempunyai vitalitas lingkungan dan berdampak pada vitalitas kawasan area disekitar komplek ruko tersebut. Adanya peraturan tersebut juga nantinya akan mampu mengurangi komplek ruko yang mati atau tidak ada kegiatan seperti yang sekarang banyak terjadi.