• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Konfigurasi Jaringan Logistik

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Pasokan bawang merah yang masuk ke Kota Bogor rata-rata sekitar 825 ton per bulan. Kebutuhan bawang merah untuk konsumsi dan industri sebanyak 311,3 ton per bulan atau sebesar 37,73% dari jumlah pasokan yang masuk ke Kota Bogor. Sisa pasokan bawang merah yang masuk ke Bogor sebesar 62,27% didistribusikan ke pasar-pasar yang berada di luar wilayah Kota Bogor. Dengan demikian, Kota Bogor telah dapat memenuhi kebutuhan bawang merah untuk konsumsi dan industri. Kelebihan pasokan yang masuk ke Kota Bogor memiliki potensi untuk dapat digunakan dalam industri pengolahan yang berbasis bawang merah.

Dalam aliran rantai pasokan komoditas bawang merah, anggota primer yang terlibat adalah pengirim, pedagang besar, pedagang pengecer, konsumen rumah tangga dan industri. Anggota sekunder pada rantai pasokan bawang merah adalah lembaga pengangkutan yang bergerak di bidang jasa transportasi, produsen kemasan, buruh angkut dan produsen atau pedagang mesin pengiris bawang. Secara umum, pola rantai pasokan bawang merah di Kota Bogor dimulai dari pengirim dari luar daerah dan grosir di Pasar Induk Cibitung yang menyediakan bawang merah untuk kemudian disalurkan ke pedagang besar di Pasar Induk Kemang dan Pasar Baru Bogor. Pedagang pengecer yang berada di pasar-pasar tradisional di Kota Bogor membeli bawang merah dari pedagang besar dan menjual kembali ke konsumen rumah tangga. Industri-industri pengolahan yang menggunakan bawang merah sebagai bahan bakunya mendapatkan komoditas tersebut dari pedagang besar di Pasar Induk Kemang.

Terdapat 16 saluran pasokan bawang merah di Kota Bogor yang secara umum dimulai dari pengirim luar daerah dan grosir di Pasar Induk Cibitung yang menjual bawang merah ke pedagang besar di Pasar Induk Kemang dan Pasar Baru Bogor. Pedagang besar tersebut kemudian menjual bawang merah

ke pedagang pengecer di pasar-pasar tradisional Kota Bogor hingga akhirnya bawang merah tersebut sampai ke tangan konsumen.

Berdasarkan analisis marjin pemasaran, secara spesifik saluran pemasaran yang paling efisien secara operasional adalah saluran pemasaran ke-1. Hal ini terjadi karena saluran pemasaran pertama memiliki marjin pemasaran yang paling rendah dibandingkan saluran pemasaran lainnya dimana biaya operasionalnya sebesar Rp 950,00 dan keuntungan Rp 850,00 sehingga marjin pemasarannya sebesar Rp 1.800,00.

Model transshipment menghasilkan alokasi bawang merah yang meminimalkan biaya pasokan bawang merah ke pasar-pasar di Kota Bogor. Biaya pasokan minimal diperoleh jika setiap bulannya pedagang besar Pasar Induk Kemang mendapat pasokan bawang merah dari pengirim (510 ton) dan grosir Pasar Induk Cibitung (177,5 ton), pedagang besar Pasar Baru Bogor mendapat pasokan bawang merah dari grosir Pasar Induk Cibitung (137,5 ton), pengecer Pasar Baru Bogor mendapat seluruh pasokan bawang merah dari pedagang besar Pasar Baru Bogor sebanyak 104 ton. Pasar Sukasari dan Pasar Gunung Batu memperoleh pasokan bawang merah dari pedagang besar Pasar Induk Kemang dengan jumlah secara berurutan sebesar 6 ton dan 4,5 ton. Pemasokan bawang merah dengan alokasi tersebut akan lebih efisien karena akan mengurangi biaya pasokan sebesar Rp 20.582.000,00 per bulan.

B. Saran

Dalam lingkup yang lebih luas, sebaiknya dilakukan mengenai pasokan bawang merah dari masing-masing sentra produksi bawang merah. Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan mengenai rantai pasokan komoditas bawang merah di Kota Bogor melalui pasar-pasar modern sehingga dapat diketahui tingkat keefisienan rantai pasokan yang melibatkan pasar-pasar modern.

DAFTAR PUSTAKA

Biro Pusat Statistik. 2004. Kota Bogor dalam Angka 2004. Jakarta. _______________. 2005. Statistika Indonesia 2005. Jakarta.

Chopra, S dan P. Meindl. 2001. Supply Chain Management : Strategi, Planning and Operation. Prentice-Hall, Inc., New Jersey.

Departemen Pertanian. 2006. Pembakuan Standar Mutu Produk Beberapa Segmen Pasar Di Propinsi Nusa Tenggara Barat. www.deptan.go.id/psa/doc/baku_standar_ bmerah _ntb.htm [28 Mei 2006] Departemen Produksi Tanaman Hortikultura Indonesia, 2006 dalam

www.BPS.go.id[2 Desember 2006]

Dimyati, TT dan A. Dimyati. 2003. Operations Research Model-Model Pengambilan Keputusan. Sinar Baru Algensindo, Bandung.

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Bogor. 2006. Prognosa Semester 1 Periode Januari-Juni 2006. Diperindagkop, Bogor.

Direktorat Bina Produksi Hortikultura. 2003. Pertumbuhan Sentra Produksi Sayuran (Cabe Merah, Bawang Merah, Bawang Putih, Kentang, Kubis dan Tomat). Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jakarta.

Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian. 2006. Pedoman Umum Pelaksanaan Program dan Anggaran Kinerja PPHP Tahun 2006. http://agribisnis.deptan.go.id/Pustaka /Pedoman %20Umum%20Tahun%202006.pdf. [2 Desember 2006]

Eltram, LM. 1991. Supply Chain Management : The Industrial Organisation Perspective. International Journal of Physical Distribution & Logistics Management Vol. 21 No. 1 pp 13-22. MCB University Press.

Gaspersz, V. 1998. Production Planning and Inventory Control. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Handoko, H. 1997. Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. BPFE, Yogyakarta.

Hamid, A. 2004. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Usahatani Bawang. Skripsi. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian IPB, Bogor.

Indrajit, RE dan R. Djokopranoto. 2003. Konsep Manajemen Supply Chain : Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang. PT Grasindo, Jakarta.

Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran. Prenhalindo, Jakarta.

Miranda dan A.W. Tunggal. 2005. Manajemen Logistik dan Supply Chain Management. Harvarindo, Jakarta.

Musaddad, D dan R.M. Sinaga. 1994. Pengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Buletin Penelitian Hortikultura 26 (2) : 134 – 141.

Rahayu, E dan N. Berlian. 1998. Bawang Merah. Cetakan IV. Penebar Swadaya, Jakarta.

Republika Online. 2004. Bawang Merah Pengompes Payudara Bengkak. http://republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp? [19 Februari 2006]

Ritonga, OS. 2005. Analisis Pemasaran Komoditas Kentang dengan Pendekatan Konsep Supply Chain Management diKota Semarang Propinsi Jawa Tengah. Skripsi. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Fakultas Pertanian IPB, Bogor.

Rosantiningrum, R. 2004. Analisis Produksi dan Pemasaran Usahatani Bawang Merah (Studi Kasus Desa Banjaranyar, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Propinsi Jawa Tengah). Skripsi. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian IPB, Bogor.

Rukmana, R. 1994. Bawang Merah Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen. Kanisius, Yogyakarta.

Sa’id E. G. dan A. H. Intan. 2001. Manajemen Agribisnis. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Siagian, YM. 2005. Aplikasi Supply Chain Management Dalam Dunia Bisnis. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Simchi-Levi, D. Kaminsky, P. Simchi-Levi, E. 2003. Designing, and Managing The Supply Chain : Concepts, Strategies and Case Studies. McGraw-Hill, New York.

Siswanto, A. 1990. Sistem Komputer Manajemen LINDO. Elexmedia Komputindo, Jakarta.

Sukartawi. 1993. Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. Edisi I. Cetakan 2. PT Raja Grafindo, Jakarta.

Sudiyono, A. 2002. Pemasaran Pertanian. Universitas Muhammadiyah malang, Malang.

Susiyana, AO. 2005. Analisis Rantai Persediaan (Supply Chain) Komoditas Jeruk Medan. Skripsi. Program Studi Manajemen Agribisnis Departemen Ilmu- ilmu Sosial fakultas Pertanian IPB, Bogor.

Thierauf, R. J. dan R. J. Klekamp. 1983. Decision Making Through Operation Research. John Willey and Sons, New York.

Wibowo, S. 1999. Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah dan Bawang Bombay. Cetakan 9. Penebar Swadaya, Jakarta.

Lampiran 1. Tahapan Tata Laksana Penelitian Hasil Pengolahan Data Penyusunan Model Matematik Formulasi Masalah Pengambilan Data Definisi dan Identifikasi

masalah Observasi Lapang Studi Pustaka Mulai Selesai Sesuai Ya Tidak

Lampiran 2. Peta Lokasi Penelitian P. Sukasari P. Merdeka P. Gunung Batu P. Kebon Kembang P. Warung Jambu P. I nduk Kemang P. Padasuka P. Baru I ndustri Bubuk Bawang Merah I ndustri Bawang Goreng Keterangan : Batas Kotamadya Batas Kecamatan 73

Lampiran 3. Sumber dan Penyebaran Pasokan Bawang Merah per Bulan di Kota Bogor

Ket : *) Dari berbagai daerah, tergantung musim Pengirim *) 510 ton (61,82%) Cibitung 315 ton (38,18%) Pasokan ke Kota Bogor 825 ton Pasar Baru 75 ton (9,1%) Pasar Induk Kemang

750 ton (90,9%)

Industri (bawang goreng &

tepung bawang) 11,3 ton (1,37%) Pasar-Pasar di Kota

Bogor 300 ton (36,36%)

Luar Kota Bogor 513,7 ton (62,27%)

Pasar Gunung Batu 4,5 ton (0,55%)

Pasar Baru 104 ton (12,6%)

Pasar Kebon Kembang 90 ton (10,9%) Pasar Sukasari 6 ton (0,73%) Pasar Merdeka 9 ton (1,1%) Pasar Padasuka 4,5 ton (0,55%)

Pasar Warung Jambu 82 ton (9,94%)

Lampiran 4. Perhitungan Marjin Pemasaran Bawang Merah Saluran Pasokan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 (per kg)

Saluran Pasokan 1 2 3 4 5 6

Asal Pasokan Pengirim

Komponen Marjin Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%)

Pengirim

Harga Jual 2000 2000 2000 2000 2000 2000

Pedagang Besar PIK

Harga Beli 2000 2000 2000 2000 2000 2000 Biaya Pemasaran Upah Tenaga Kerja 100 5,56 100 5,00 100 5,26 100 5,00 100 5,00 100 5,00 Biaya Transportasi

Bongkar Muat dan Penimbangan 30 1,67 30 1,50 30 1,58 30 1,50 30 1,50 30 1,50 Penyusutan 190 10,56 190 9,50 190 10,00 190 9,50 190 9,50 190 9,50 Biaya Lain-Lain 55 3,06 55 2,75 55 2,89 55 2,75 55 2,75 55 2,75

Total Biaya Pemasaran 375 20,83 375 18,75 375 19,74 375 18,75 375 18,75 375 18,75

Keuntungan 375 20,83 375 18,75 375 19,74 375 18,75 375 18,75 375 18,75

Harga Jual 2750 2750 2750 2750 2750 2750

Pengecer Ps. Baru Ps. Warung Jambu Ps.Kebon

Kembang Ps. Merdeka Ps. Sukasari

Ps. Gunung Batu

Harga Beli 2750 2750 2750 2750 2750 2750 Biaya Pemasaran

Upah Tenaga Kerja 95 5,28 110 5,50 100 5,26 110 5,50 110 5,50 120 6,00 Biaya Transportasi 200 11,11 200 10,00 200 10,53 210 10,50 200 10,00 190 9,50 Penyusutan 200 11,11 220 11,00 210 11,05 220 11,00 200 10,00 200 10,00 Biaya Lain-Lain 80 4,44 80 4,00 85 4,47 90 4,50 110 5,50 100 5,00

Total Biaya Pemasaran 575 31,94 610 30,50 595 31,32 630 31,50 620 31,00 610 30,50

Keuntungan 475 26,39 640 32,00 555 29,21 620 31,00 630 31,50 640 32,00

Harga Jual 3800 4000 3900 4000 4000 4000

Lampiran 4. Perhitungan Marjin Pemasaran Bawang Merah Saluran Pasokan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 (per kg). (Lanjutan)

Saluran Pasokan 1 2 3 4 5 6

Komponen Marjin Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%)

Konsumen

Harga Beli 3800 4000 3900 4000 4000 4000

Total Biaya Keseluruhan 950 52,78 985 49,25 970 51,05 1005 50,25 995 49,75 985 49,25

Total Keuntungan 850 47,22 1015 50,75 930 48,95 995 49,75 1005 50,25 1015 50,75

Total Marjin 1800 100,00 2000 100,00 1900 100,00 2000 100,00 2000 100,00 2000 100,00

Rasio Keuntungan-Biaya 0,89 1,03 0,96 0,99 1,01 1,03

Keterangan : (%) Sebaran Marjin PIK : Pasar Induk Kemang

Lampiran 5. Perhitungan Marjin Pemasaran Bawang Merah Saluran Pasokan 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 (per kg)

Saluran Pasokan 7 8 9 10 11 12

Asal Pasokan Ps. Induk Cibitung

Komponen Marjin Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%)

Bandar PIC

Harga Jual 1800 1800 1800 1800 1800 1800

Pedagang Besar PIK

Harga Beli 1800 1800 1800 1800 1800 1800 Biaya Pemasaran

Upah Tenaga Kerja 100 5,00 100 4,55 100 4,76 100 4,55 100 4,55 100 4,55 Biaya Transportasi 175 8,75 175 7,95 175 8,33 175 7,95 175 7,95 175 7,95 Bongkar Muat 55 2,75 55 2,50 55 2,62 55 2,50 55 2,50 55 2,50 Penyusutan 200 10,00 200 9,09 200 9,52 200 9,09 200 9,09 200 9,09 Biaya Lain-Lain 60 3,00 60 2,73 60 2,86 60 2,73 60 2,73 60 2,73

Total Biaya Pemasaran 590 29,50 590 26,82 590 28,10 590 26,82 590 26,82 590 26,82

Keuntungan 360 18,00 360 16,36 360 17,14 360 16,36 360 16,36 360 16,36

Harga Jual 2750 2750 2750 2750 2750 2750

Pengecer Ps. Baru Ps. Warung Jambu Ps.Kebon

Kembang Ps. Merdeka Ps. Sukasari Ps. Gunung Batu Harga Beli 2750 2750 2750 2750 2750 2750 Biaya Pemasaran

Upah Tenaga Kerja 95 4,75 110 5,00 100 4,76 110 5,00 110 5,00 120 5,45 Biaya Transportasi 200 10,00 200 9,09 200 9,52 210 9,55 200 9,09 190 8,64 Penyusutan 200 10,00 220 10,00 210 10,00 220 10,00 200 9,09 200 9,09 Biaya Lain-Lain 80 4,00 80 3,64 85 4,05 90 4,09 110 5,00 100 4,55

Total Biaya Pemasaran 575 28,75 610 27,73 595 28,33 630 28,64 620 28,18 610 27,73

Keuntungan 475 23,75 640 29,09 555 26,43 620 28,18 630 28,64 640 29,09

Harga Jual 3800 4000 3900 4000 4000 4000

Lampiran 5. Perhitungan Marjin Pemasaran Bawang Merah Saluran Pasokan 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 (per kg), (Lanjutan)

Saluran Pasokan 7 8 9 10 11 12

Komponen Marjin Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%)

Konsumen

Harga Beli 3800 4000 3900 4000 4000 4000

Total Biaya Keseluruhan 1165 58,25 1200 54,55 1185 56,43 1220 55,45 1210 55,00 1200 54,55

Total Keuntungan 835 41,75 1000 45,45 915 43,57 980 44,55 990 45,00 1000 45,45

Total Marjin 2000 100,00 2200 100,00 2100 100,00 2200 100,00 2200 100,00 2200 100,00

Rasio Keuntungan-Biaya 0,72 0,83 0,77 0,80 0,82 0,83

Keterangan : (%) Sebaran Marjin PIK : Pasar Induk Kemang

Lampiran 6. Perhitungan Marjin Pemasaran Bawang Merah Saluran Pasokan 13, 14, 15, dan 16 (per kg)

Saluran Pasokan 13 14 15 16

Asal Pasokan Pengirim

Komponen Marjin Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%)

Bandar PIC

Harga Jual 1800 1800 1800 1800

Pedagang Besar Ps. Baru

Harga Beli 1800 1800 1800 1800 Biaya Pemasaran

Upah Tenaga Kerja 100 5,00 100 4,55 100 4,55 100 4,76 Biaya Transportasi 130 6,50 130 5,91 130 5,91 130 6,19 Bongkar Muat 40 2,00 40 1,82 40 1,82 40 1,90 Penyusutan 150 7,50 150 6,82 150 6,82 150 7,14 Biaya Lain-Lain 100 5,00 100 4,55 100 4,55 100 4,76

Total Biaya Pemasaran 520 26,00 520 23,64 520 23,64 520 24,76

Keuntungan 480 24,00 480 21,82 480 21,82 480 22,86

Harga Jual 2800 2800 2800 2800

Pengecer Ps. Baru Ps. Sukasari Ps. Gunung Batu Ps. Padasuka

Harga Beli 2800 2800 2800 2800 Biaya Pemasaran

Upah Tenaga Kerja 105 5,25 110 5,00 115 5,23 100 4,76 Biaya Transportasi 0 0,00 180 8,18 190 8,64 120 5,71 Penyusutan 150 7,50 210 9,55 220 10,00 210 10,00 Biaya Lain-Lain 100 5,00 100 4,55 95 4,32 80 3,81

Total Biaya Pemasaran 355 17,75 600 27,27 620 28,18 510 24,29

Keuntungan 645 32,25 600 27,27 580 26,36 590 28,10

Harga Jual 3800 4000 4000 3900

Lampiran 6. Perhitungan Marjin Pemasaran Bawang Merah Saluran Pasokan 13, 14, 15, dan 16 (per kg), (Lanjutan)

Saluran Pasokan 13 14 15 16

Komponen Marjin Rp (%) Rp (%) Rp (%) Rp (%)

Konsumen

Harga Beli 3800 4000 4000 3900

Total Biaya Keseluruhan 875 43,75 1120 50,91 1140 51,82 1030 49,05

Total Keuntungan 1125 56,25 1080 49,09 1060 48,18 1070 50,95

Total Marjin 2000 100,00 2200 100,00 2200 100,00 2100 100,00

Rasio Keuntungan-Biaya 1,29 0,96 0,93 1,04

Keterangan : (%) Sebaran Marjin PIC : Pasar Induk Cibitung

Total biaya pemasaran = upah tenaga kerja + biaya transportasi + biaya mbongkar muat dan penimbangan + biaya penyusutan + biaya lain-lain

Biaya lain-lain = biaya sewa kios + biaya listrik, air, kebersihan dan keamanan + retribusi Biaya penyusutan = elian VolumePemb t VolumeSusu x Harga Beli

Marjin Pemasaran untuk setiap saluran pasokan ke-i = Harga jual oleh anggota rantai pasokan ke-i – biaya pemasaran anggota rantai pasokan ke-i

Total Marjin = Marjin pemasaran pedagang besar + marjin pemasaran pedagang pengecer

Keuntungan untuk setiap saluran pasokan ke-i = marjin pemasaran anggota rantai pasokan ke-i – harga beli oleh anggota rantai pasokan ke-i

Total Keuntungan = Keuntungan pedagang besar + keuntungan pedagang pengecer

Sebaran marjin = n TotalMarji Pemasaran biayaKegiatan x 100% 80

Lampiran 7. Selisih Biaya Selama Ini dengan Biaya Pasokan Optimal (per bulan)

Simbol Variabel Keputusan

Biaya (Rp per kg)

Aktual Hasil Perubahan Alokasi Pasokan (kg) Jumlah (Rp) Pasokan (kg) Jumlah (Rp) X13 Pengirim ke pedagang besar di PIK 2.220 510.000 1.132.200.000 687.500 1.526.250.000

X23 Bandar PIC ke pedagang besar PIK 2.230 240.000 535.200.000 0 0

X24 Bandar PIC ke pedagang besar PBB 2.120 75.000 159.000.000 137.500 291.500.000

X35 Pedagang besar PIK ke pengecer PBB 3.150 66.000 207.900.000 0 0

X39 Pedagang besar PIK ke pengecer PS 3.110 3.800 11.818.000 6.000 18.660.000

X310 Pedagang besar PIK ke pengecer PGB 3.090 3.200 9.888.000 4.500 13.905.000

X45 Pedagang besar PBB ke pengecer PBB 2.950 38.000 112.100.000 104.000 306.800.000

X49 Pedagang besar PBB ke pengecer PS 3.240 2.200 7.128.000 0 0

X410 Pedagang besar PBB ke pengecer PGB 3.260 1.300 4.238.000 0 0

Total 2.179.472.000 2.157.115.000

Selisih 22.357.000

Keterangan : PIC : Pasar Induk Cibitung PIK : Pasar Induk Kemang PBB : Pasar Baru Bogor PWJ : Pasar Warung Jambu

PKK : Pasar Kebon Kembang PM : Pasar Merdeka

PS : Pasar Sukasari PGB : Pasar Gunung Batu PPs : Pasar Padasuka

Lampiran9. Solusi Optimal Berdasarkan Perhitungan Lindo

Dokumen terkait