B. Pembahasan dan Temuan Pokok
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian ini adalah:
1. Upaya pengembangan pestisida nabati di Desa Blumbang kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar adalah melalui pendirian kelompok pemuda tani yang bernama PUSPAHATI berawal dari keprihatinan PPL dan PHP/POPT dan beberapa orang petani alumni peserta SLPHT bawang putih yang peduli terhadap permasalahan mengenai pertanian yang menyangkut dengan kerusakan lingkungan akibat penggunaan pestisida dan obat-obatan kimia. Sehingga pada tanggal 25 September 2005 dibentuklah kelompok pemuda tani yang diberi nama PUSPAHATI, dimana kelompok tersebut adalah kelompok bentukan pemerintah yang sengaja didirikan untuk dilibatkan dalam kegiatan pemberdayaan pengembangan pestisida nabati.
2. Faktor Internal, faktor eksternal, faktor pendukung dan faktor penghambat kelompok Pemuda tani PUSPAHATI:
a. Faktor Internal (Dinamika Kelompok)
i. Tujuan kelompok (group goal), dengan adanya kegiatan pemberdayaan maka tujuan yang hendak dicapai bisa tercapai karena semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mengembalikan sistem pertanian organik, meningkatkan pendapatan pemuda tani dan meningkatkan kesejahteraan pemuda tani.
ii. Struktur kelompok (group structure), dengan adanya pembagian tugas, jabatan dan kerjasama yang baik antara pengurus dengan anggota kelompok, maka diharapkan bisa melaksanakan kegiatan pemberdayaan sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan pengurus dapat menjalankan tugasnya masing-masing terkait kegiatan pemberdayaan.
commit to user
iii. Fungsi tugas (task function), pembagiannya tugas sudah jelas untuk masing-masing jabatan dalam struktur, dengan adanya fungsi tugas ini, maka pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dapat di kontrol dalam hal pengembangan pestisida nabati.
iv. Pembinaan dan pemeliharaan kelompok (group building and
maintenance) melalui pembinaan atau pendampingan rutin diberikan
setiap bulan pada tanggal 29.
v. Kekompakan kelompok (group cohesiveness), dengan adanya sifat kekompakan yang terjalin dengan baik didalam kelompok, maka pelaksanaan kegiatan pemberdayaan berlangsung lancar..
vi. Suasana kelompok (group atmosphere), ditunjukan adanya suatu interaksi yang baik dalam hal kerjasama saling membantu, saling melengkapi dan saling mendukung dalam mengikuti kegiatan kelompok. Semua anggota kelompok berkedudukan dan memiliki hak yang sama sehingga tercipta suasana harmonis dalam kelompok. vii. Tekanan kelompok (group pressure), dengan adanya suatu aturan
dan sanksi yang ringan dalam pelaksanaan kegiatan maka hal tersebut akan menyadarkan anggota untuk bersemangat dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan, tekanan justru bersal dari luar kelompok.
viii. Keefektifan kelompok (group effectiveness), upaya untuk meningkatkan keefektifan dari kelompok ini yaitu dengan melakukan kegiatan yang mengacu pada tujuan kelompok, mengadakan pertemuan rutin dan adanya arisan antar anggota agar setiap bulan bisa mengadakan silahturahmi antar anggota kelompok. ix. Agenda terselubung (hidden agenda), agenda terselubung yang ada yaitu kelompok pemuda tani PUSPAHATI ingin mempunyai ruangan dan peralatan laboratorium yang lengkap, ingin mengadakan regenerasi pengurus.
commit to user
b. Faktor Eksternal Kelompok Pemuda Tani PUSPAHATI
i. Lingkungan sosial disini merupakan lingkungan pemuda tani yang mencakup berbagai pihak yang mempengaruhi pemuda tani terkait dengan kegiatan pemberdayaan dan pihak-pihak yang dijadikan sumber informasi atau tempat bertanya terkait dengan kegiatan pemberdayaan yaitu PPL, PHP/POPT, Ketua kelompok dan sesama anggota kelompok.
ii. Lingkungan ekonomi kelompok pemuda tani PUSPAHATI yang ada di Desa Blumbang yaitu terdapat koperasi simpan pinjam dan badan kredit yang masing-masing berjumlah 1 unit akan tetapi kelompok pemuda tani PUSPAHATI tidak memanfaatkan sarana perekonomian tersebut, karena kelompok tidak mempunyai aset yang bisa dijadikan sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman, sedangkan untuk pemasaran dan akses informasi pasar, kelompok pemuda tani PUSPAHATI dibantu oleh PPL dan PHP/POPT.
c. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Dalam Kegiatan Pemberdayaan Pemuda Tani PUSPAHATI
i. Faktor Pendukung
a) Tujuan kelompok, karena tujuan pemberdayaan sesuai dengan tujuan kelompok pemuda tani PUSPAHATI.
b) Struktur kelompok, adanya struktur kelompok mengindikasikan pembagian tugas dalam kelompok terdistribusi dengan baik sehingga memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan pemberdayaan.
c) Fungsi tugas, adanya pembagian tugas yang jelas sesuai dengan jabatan akan memudahakan kontrol dalam pelaksanaan kegiatan. d) Pembinaan dan pemeliharaan kelompok, dengan adanya pembinaan maka pengetahuan para pengurus dan anggota kelompok pemuda tani PUSPAHATI dapat bertambah, melalui hal inilah kegiatan pemberdayaan akan mudah diperkenalkan dan diterapkan kepada kelompok pemuda tani PUSPAHATI.
commit to user
e) Kekompakan kelompok, adanya solidaritas tinggi dalam kelompok yang diwujudkan dalam bentuk kekompakan yang ditunjukkan dalam melakukan setiap kegiatan kelompok maupun kegiatan kemasyarakatan tentunya hal tersebut akan mempermudah dalam proses pelaksanaan kegiataan
f) Suasana kelompok, suasana kelompok yang kondusif menyebabkan anggota kelompok merasa nyaman dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan.
g) Agenda terselubung, keiginan yang belum terwujud justru memberikan motivasi kepada kelompok pemuda tani PUSPAHATI untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. h) Lingkungan sosial, adanya PPL, PHP yang sering menghubungi
dan mengajak pemuda tani terkait kegiatan pemberdayaan, hal tersebut dapat mendukung partisipasi pemuda tani dalam kegiatan pemberdayaan .
i) Lingkungan ekonomi, adanya bantuan informasi dan pemasaran pestisida nabati oleh PPL dan PHP.
ii. Faktor Penghambat
a) Tekanan kelompok, adanya tekanan yang berasal dari pihak diluar kelompok yaitu keberadaan LSM.
b) Keefektifan kelompok, kelompok pemuda tani PUSPAHATI belum bisa menyelesaikan tujuan dan kegiatan tepat waktu. 3. Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Pemuda Tani PUSPAHATI Dalam
Pengembangan Pestisida Nabati. a. Bina Manusia
Kegiatan bina manusia pada kelompok pemuda tani PUSPAHATI di fokuskan melalui kegiatan-kegiatan pelatihan keterampilan khususnya dalam pembuatan pestisida nabati.
b. Bina Usaha
Kegiatan Bina Usaha pada kelompok pemuda tani PUSPAHATI dilakukan melalui kegiatan produksi pestisida nabati dan pupuk organik
commit to user
yang dikoordinasi oleh seksi usaha dan dibantu oleh seksi sains bersama-sama dengan anggota, sedangkan kegiatan pendistribusian dan pemasaran dilaksanakan oleh seksi pemasaran dan dibantu oleh seksi humas.
c. Bina Lingkungan
Kegiatan Bina Lingkungan pada kelompok pemuda tani PUSPAHATI dilakukan melalui kegiatan penanaman sendiri tanaman yang menjadi bahan baku dalam proses produksi.
d. Bina Kelembagaan
Kegiatan Bina Kelembagaan pada kelompok pemuda tani PUSPAHATI dilakukan dalam bentuk pembentukan struktur organisasi terkait pembagian tugas sesuai dengan jabatan yang diduduki, selain itu kelompok juga bekerjasama dengan instansi pemerintah.
4. Pencapaian Tujuan Kelompok Pemuda Tani PUSPAHATI a. Perubahan Perilaku (Peningkatan P,S,K)
Peningkatan P,S,K pemuda tani ditandai dengan adanya perubahan perilaku pemuda tani ke arah yang lebih baik, yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemuda tani mengenai pestisida nabati dalam hal pengetahuan mengenai macam-macam jenis dan kegunaan pestisida nabati, serta keterampilan untuk membuat dan mengaplikasikan pestisida nabati.
b. Peningkatan Pendapatan dan Peningkatan Kesejahteraan
Peningkatan kesejahteraan pada kelompok pemuda tani PUSPAHATI dapat ditinjau dari tiga aspek yaitu aspek ekonomi yang berupa terjadinya peningkatan pendapatan sebesar Rp 350.000 per 1000m2 dalam satu musim tanam, aspek sosial yang berupa pengakuan masyarakat akan keberadaan kelompok/individu pemuda tani karena mampu memproduksi dan mengaplikasikan pestisida nabati dan pupuk organik, dan aspek fisik yang berupa perubahan tingkat kesehatan yang dari masing-masing individu anggota kelompok pemuda tani yang
commit to user
disebabkan karena mereka menggunakan pestisida nabati yang tidak mengandung residu beracun yang membahayakan tubuh.