• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Makna Simbolik Ritual Mabbaca – baca di Desa Alelebbae Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Adapun Makna Mabbaca Baca adalah amanah yang diwariskan kepada penerusnya kemudian arti ma baca baca dari segi bahan yang paling utama digunakan saat pelaksanaan dimana dia mengartikan alat yang digunakan sebagai penyampaian dari segi bahan yang digunakan saat pelaksanaan adalah arti yang paling umum diungkapkan di antaranya memohon perlindungan dan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan agar kedepannya dapat menjalankan kehidupan dengan tenang 2. Adapun prosesi ritual mabaca-baca adalah

Dalam proses mabbaca baca memiliki dua tahapan dimana tahapan pertama adalah tahapan persiapan kemudian dilanjutkan dengan tahapan pelaksanaan saat melakukan prosesi mabbaca baca dimana tahap persiapan tersebut menyiapkan berbagai jenis hidangan wajib saat melakukan prosesi mabbaca baca terkhusus di acara pernikahan dan kedua sarana dimanasara yang dimaksud adalah sebuah doa kemudian semua orang yang ada dilingkungan tersebut dan keluarga yang ada waktunya datang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, para masyarakat dalam proses mabbaca baca membagi tugas agar saling mempercayai dalam

90

90

melaksanakan tugas tersebut dan saat melakukan pelaksanaan ritual bacaan diucapkan sudah memang ada yang disiapkan secara khusus saat melakukan ritual apapun itu semuanya sama dan secara otomatis persiapan pun juga dalam melakukan proses membaca juga sama yang bertujuan agara doa yang diutarakan dapat dikabulkan

B. Saran Penelitian a. Bagi Pemerintah

Semoga dengan penelitian ini pemerintah dapat lebih memperhatikan identitas kebudayaan kabupaten Wajo agar tetap terjaga hingga kedepannya dan dijadikan aset Daerah untuk memperkenalkannya kepada daerah lain serta dapat menjadi acuan dalam menentukan sebuah ejaan baru demi masa depan daerah.

b. Bagi Masyarakat

Diharapkan masyarakat agar tetap menjaga, melestarikan kebudayaannya dan tetap memperkaya khasanah kebudayaan local, dengan tuntunan ajaran islam agar tidak ada unsur kemusyrikan serta hal-hal yang menyimpan dari ajaran islam yang sesungguhnya, berkat kedatangan islam telah memberi warna baru dlam masyarakat Alelebbae khususnya dalam prosesi pelaksanaan Mabbaca-baca.

c. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih banyak sumber maupun referensi yang terkait dengan Makna Simbolik tradisi agar hasil penelitian dapat lebih baik dan lebih lengkap lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Nursalam.Suardi dan Syarifuddin. 2016. Teori Sosiologi Klasik, Modern, Posmodern, Saintifik,, Hermeneutik, Kritis, Evaluatif dan Integratif.

Yogyakarta. Writing Revolution

Hal, F., Pada, S., Benteng, K., Kecamatan, S., & Pinrang, K. (2018). Phinisi Integration Review Eksistensi Mabbaca Doang. 1(1), 52–64.

Hamid, F. (2013). Pendekatan Fenomenologi (Suatu Ranah Penelitian Kualitatif).

Penelitian Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1(1), 1–15.

Hasanuddin, U. (2018). Nilai Solidaritas Sosial Dalam Tradisi Mappadendang Pada Masyarakat Paccekke Di Kabupaten Barru.

Ii, B. A. B., Beatty, A., Hefner, R. W., Mulder, N., Syam, N., & Manan, M.

(2001). LANDASAN TEORI Pengertian Kebudayaan. 22–33.

Ii, B. A. B., & Muhammadiyah, A. (2017). Peran Persyarikatan Muhammadiyah…, Anggita Lusiana Saputri, Fakultas Agama Islam UMP, 2017 7. November 1912, 7–43.

Meloeng, Lexy J. 2006 Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Pratiwi, C. A. (2017). Harai : Telaah Konsep Religi Koentjaraningrat Shinto adalah kepercayaan asli dari Jepang yang lahir sejak zaman prasejarah dan juga merupakan tradisi indigenous yang diterapkan turun temurun . Doktrin dasar dalam agama Shinto adalah kesucian ( Hartz , 200. 5(2), 173–185.

Raimatang. (2016). Tradisi Massuro MabBaca Dalam Masyarakat Rompegading Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros.

Religi Sebagai Salah Satu Identitas Budaya (Tinjauan Antropologis terhadap unsur Kepercayaan dalam masyarakat). (2008).

Salim, M. (2016). Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat Ke Depan. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 5(2), 244–255. https://doi.org/10.24252/ad.v5i2.4845 Sugiyono, S. (2008). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta, CV.

Wekke, I. S. (2013). Islam Dan Adat : Tinjauan Akulturasi Budaya Dan Agama Bugis . Saat kehidupan diatur dengan pangngaderreng ( undang- masyarakat sampai penaklukan seluruh tanah Bugis tahun 1906 , maka unsur yang awalnya hanya terdiri atas empat kemudian berubah menjadi lim. Analisis, XIII(Nomor 1, Juni), 27–56.

92

92

Yuniarti, D. I. A. (2018). Nilai-Nilai Religius Yang Terkandung Dalam Tradisi Temu Manten Pada Upacara Perkawinan Adat Jawa ( Studi Kasus di Dusun Tanduran Desa Jatisari Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri). 51(1), 51.

https://kumparan.com/sulbarkini/mabbaca-baca-tradisi-lebaran-di-sulawesi-barat-yang-masih-terjaga-1rDZcnH7m5B

L A M

P

I

R

A

N

Data Informan 1. Nama : Ilyas Mawi

Jenis kelamin : L Usia : 51

Pekerjaan : Sekretaris Desa Waktu : Jumat, 30 April 2021 Tempat : Kantor Desa

2. Nama : Nur Alam S Jenis kelamin : L Usia : 62 Pekerjaan : Petani

Waktu : Kamis, 13 Mei 2021 Tempat : Rumah Pribadi

3. Nama : Kasmari Jenis kelamin : P Usia : 47 Pekerjaan : IRT

Waktu : Sabtu, 22 Mei 2021 Tempat : Rumah Pribadi

4. Nama : Baco Tang Jenis kelamin : L

Usia : 49

Pekerjaan : Imam Desa

Waktu :Rabu, 26 Mei 2021 Tempat : Rumah pengantin

5. Nama : H. Bolong Jenis kelamin : P

Usia : 52 Pekerjaan : IRT

Waktu : Sabtu, 29 Mei 2021 Tempat : Rumah Pribadi

6. Nama : Sitti Jenis kelamin : L Usia : 58 Pekerjaan : IRT

Waktu : Sabtu, 29 Mei 2021 Tempat : Rumah Pribadi

DRAP WAWANCARA

1. Mabbaca-baca adalah sebuah tradisi yang turun temurun dari merasa sudah tdk diperhatikan lagi sehingga akan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

dari budaya tradisi Mabbaca-baca

6. Apakah tradisi Mabbaca-baca lahir dari unsur agama atau budaya

“Nia’ tongging ku ri Puang Allahu Ta’ala teppang dupa lebbi atena hawa mancaji dupa mappalettu aseng tongeng mu iko dupa e tafalettukeng ri Fuangku Sewwa e Allahu Ta’ala.

Taddampengeng tatulung

ngatapaterimaiwi alusu’na nyawa tuo na tau tongeng na nabi ta Muhammad Saw. Millau dampeng nga millau tulung nga ri alsina nutarimai siba madeceng ladengekku teppang dupa ku makko tofa pattuana passelamakku iyya sekeluarga ri Puang Allahu Ta'ala''

Lanjut baca Al Fatihah

“bismillāhir-raḥmānir-raḥīm al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn keluarga yang sudah meninggalkan tradisi tersebut. Karena menganggap bahwa tradisi tersebut musyrik

6. Tradisi mabbaca-baca lahir dari budaya yang turun temurun.

Kasmari 1. Apakah makna simbol dari

sarana ritual Mabbaca-baca ?

3. Bagaimana ibu menjaga tradisi mabbaca-baca selama ini ? tahun dan setiap ada acara sacral

4. “Pada engka maneng bali bola

f. Aqiqah 6. Apakah tradisi

Mabbaca-baca lahir dari unsur agama mappalettu aseng tongeng mu iko dupa e tafalettukeng ri passelamakku iyya sekeluarga ri Puang Allahu Ta'ala''

5. Iya, sekarang ada beberapa kepala keluarga yang sudah meninggalkan tradisi tersebut.

Karena menganggap bahwa Makanan apa saja yang disiapkan saat melakukan prosesi mabbaca baca ?

Adapun makanan di depan imam desa saat melakukan prosesi mabbaca baca diantaranya : satu piring ikan goreng, satu piring ayam goreng, satu piring kari ayam, satu piring kari sapi, satu piring udang goreng, satu piring telur, satu piring Rempa-rempa dan disertai nasi yang sesuai dengan kondisi talam.

Dan dua talam yang berisikan, Sonkolo warna kuning dan pisang dan Kue-Kue

Hj. Bolong 1. Bagaimana proses persiapan

saat melakukan mabbaca-baca 2. apakah ada pengaruh di zaman

sekarang dengan tradisi mabbaca baca

1. sebelum membaca-baca dimulai, tuan rumah mengeluarkan hidangan mabaca-baca berupa lauk-pauk yang akan dimakarm nantinya bersama para undangan. hidangan itu berupa tujuh buah talam yang

berisi 7 juga anak piring berisi lauk pauk Secara lengkap anak talam 2. yang pengaruh di zamana sekarang

sangat kuat sehingga meyebabakan sudah banyak tidak mengikuti tradidi mabaca-baca di sebabkan perkembanagan zaman dimana perkembanagan jamana saat ini megajarkan bahawa tradisi adalah ajaran musrik yang saat ini banyak oleh tua di kampung orang orang kampung

DOKUMENTASI

z