• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen Skripsi total (Halaman 118-124)

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

kesimpulan yang ada, penulis berusaha memberikan saran yang berhubungan dengan permasalahan yang telah dikemukakan dan diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi pihak-pihak yang bersangkutan.

A. Kesimpulan

Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan, maka secara ringkas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Karanganyar dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, dari data yang dikumpulkan penulis yaitu dari tahun 1990 sampai tahun 2002. Pun itu di saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998. Pada tahun 1990 PAD Kabupaten Karanganyar sebesar Rp. 2.360.769.508,00 sedangkan pada tahun 2002 menjadi Rp. 22.497.807.067,00. dan setelah dilakukan pengujian terlihat bahwa baik secara individu maupun bersama-sama faktor-faktor PDRB, investasi, jumlah penduduk maupun pendapatan per kapita berpengaruh terhadap PAD, lebih jelasnya adalah sebagai berikut :

a. Variabel PDRB mempunyai pengaruh yang bersifat positif terhadap besarnya variabel PAD. Jika PDRB naik maka dimungkinkan akan terjadi kenaikan PAD. Dari hasil pengolahan

data telah didapatkan besarnya koefisien variabel PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sebesar 6,743 artinya, setiap kenaikkan PDRB sebesar 1 % akan diikuti oleh meningkatnya Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Karanganyar sebesar 6,743 % dengan menganggap variabel independen lainnya tetap/konstan. Demikian pula jika PDRB turun 1 % maka PAD akan turun sebesar 6,743 %.

b. Variabel investasi mempunyai pengaruh yang negatif terhadap pembentukan PAD. Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien sebesar -0,318. Ini menunjukkan bahwa jika investasi Kabupaten Karanganyar naik 1 % maka PAD akan turun 0,318 %.

c. Variabel jumlah penduduk mempunyai pengaruh positif terhadap PAD. Karena dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien sebesar 14,472. jadi bila terjadi kenaikkan jumlah penduduk sebesar 1 % maka PAD Kabupaten Karanganyar akan naik sebesar 14,472 %.

d. Variabel pendapatan per kapita masyarakat mempunyai koefisien -7,088. Jadi pengaruhnya adalah negatif. Ini berarti bila pendapatan per kapita masyarakat naik 1 % maka PAD Kabupaten Karanganyar akan turun sebesar 7,088 %.

e. Secara bersama-sama semua koefisien regresi variabel PDRB, investasi, jumlah penduduk dan pendaptan per kapita masyarakat berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Karanganyar. Ini

ditunjukkan oleh nilai Fhitung adalah 46,178 dengan probabilitas sebesar 0,000 sedangkan nilai Ftabel adalah 6,04.

f. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa Adjusted-R Square sebesar 0,938, artinya 93,8 % variasi variabel PAD dapat dijelaskan oleh variasi variabel PDRB (X1), investasi (X2), jumlah penduduk (X3) dan pendapatan per kapita masyarakat (X4), sedangkan sisanya sebesar 6,2 % tidak dapat dijelaskan atau dipengaruhi faktor-faktor di luar model.

g. Bahwa penelitian ini dapat dijadikan informasi untuk pihak-pihak yang membutuhkan karena berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian dengan uji samusi klasik baik uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas maupun uji autokorelasi tidak ada ganguan. 2. Bahwa Variabel PDRB berpengaruh paling dominan terhadap PAD karena

mempunyai koefisien beta paling besar ini dapat dilihat dari koefisien beta masing-masing variabel independen yaitu untuk PDRB sebesar 3,033, investasi sebesar -0,246, jumlah penduduk sebesar 0,904 dan pendapatan per kapita sebesar -2,852

3. Berdasarkan hasil perhitungan memperlihatkan bahwa trend perkembangan PDRB, investasi, jumlah penduduk dan pendapatan per kapita masyarakat terhadap PAD di Kabupaten Karanganyar pada tahun 2010 menunjukkan kecenderungan untuk meningkat.

B. Saran

Dari hasil penelitian, maka diberikan saran sebagai berikut :

1. Melihat dari data yang ada bahwa PDRB, investasi, jumlah penduduk dan pendaptan per kapita masyarakat di Kabupaten Karanganyar yang tiap tahun semakin meningkat, maka Pemerintah Daerah harus lebih seksama dalam menggarap sumber-sumber yang potensial (unggul) sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi penerimaan Pendapatan Asli Daerah, selain itu juga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk. Kemudian Pemerintah Daerah harus mengadakan penyuluhan dan pelatihan- pelatihan ketrampilan bagi warga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Karanganyar sehingga faktor-faktor PDRB, investasi, jumlah penduduk dan pendapatan per kapita maupun faktor lain yang diluar penelitian penulis bisa berpengaruh positif terhadap PAD. 2. Dari hasil analisis data, karena faktor yang paling dominan adalah PDRB

(Produk Domestik Regional Bruto) di Kabupaten Karanganyar ini

ditunjukkan dengan koefisien  (beta) yang paling besar yaitu berturut- turut PDRB (3,033), investasi (-0,264), jumlah penduduk (0,904) dan pendapatan per kapita masyarakat (-2,852), maka disarankan kepada Pemerintah Daerah Karanganyar untuk lebih mengembangkan sektor- sektor yang potensial (unggul) yaitu industri pengolahan; pertanian; perdagangan, hotel dan restoran; dan jasa-jasa sehingga dari sektor inilah PDRB akan meningkat dan akhirnya dapat menaikkan angka PAD di Kabupaten Karanganyar.

3. Untuk meningkatkan jumlah penerimaan PAD di Kabupaten Karanganyar, Pemerintah Daerah dapat menempuh berbagai cara, antara lain :

a) Mengoptimalkan penerimaan pajak daerah, baik melalui cara intensifikasi ataupun ekstensifikasi perpajakan.

b) Mengoptimalkan penerimaan retribusi daerah dari penggalian sumber retribusi baru secara proporsional

c) Mengelola BUMD seoptimal mungkin dan membangun kinerja BUMD sehingga tercipta laba yang proporsional.

DAFTAR PUSTAKA

Ardn’t HW. 1991. Pembangunan Ekonomi –Studi tentang Sejarah Pemikiran Ekonomi, LP3ES, Jakarta.

Arsyad, Lincolin, 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah,BPFE, Yogyakarta.

Bratakusumah & Solihin. 2002. Otonomi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah,

Gramedia, Jakarta

Deddy SB dan Dadang S, 2002. Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Gramedia, Jakarta.

Djarwanto PS. 1996. Statistik Induktif. BPFE, Yogyakarta.

Djojohadikusumo, Sumitro. 1994. Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan. LP3ES, Jakarta.

Dumairy, 1997. Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi. BPFE, Yogyakarta.

Eugenia LM. 1998. Peraturan Tentang Perundang-undangan, Tentang Pajak Daerah & Retribusi Daerah, Hawarindo, Jakarta.

Gunawan, Andhie. 2003. Pelaksanaan Otonomi Daerah dan Faktor Penentu Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Sukoharjo, Skripsi FE UNS, Tidak dipublikasikan.

Gujarati, Damodar. 1995. Ekonometrika Dasar, Erlangga, Jakarta.

Irawan & Suparmoko, 1995. Ekonomika Pembangunan, BPFE , Yogyakarta. Kuncoro, Mudrajat. 2001. Metode Kuantitatif, UPP AMP YKPN, Yogyakarta. J & J. Learning, 2000. Keuangan Daerah di Era Otonomi Daerah. Gamedia,

Jakarta.

Josef Riwu Kaho. 2001. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik, PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Santoso, Singgih, 2002. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, Gramedia, Jakarta.

Sekretariat Negara. 1974. Undang-undang No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok- pokok Pemerintahan di Daerah dan Pemerintahan Desa, Pemerintah NKRI. Jakarta

_____________, 1999. Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah NKRI. Jakarta

_____________, 1999. Undang-undang No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, Pemerintah NKRI. Jakarta

Sumodiningrat, Gunawan.1999. Ekonometrika Pengantar, BPFE, Yogyakarta. Sunarti, Sri. 2003. Analisis Faktor-faktor yang Memperngaruhi Pendapatan

Asli Daerah Kabupaten Klaten 1990/1991-2001/2002. Skripsi FE UNS, Tidak dipublikasikan

Supranto, J. 1992. Statistik Teori dan Aplikasi, Erlangga, Jakarta.

Tambunan, Tulus. 2001. Perekonomian Indonesia, Beberapa Isu Penting, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Tim BPS Karanganyar, 2002. Karanganyar Dalam Angka 2002, Biro Pusat Statistik (BPS). Karanganyar.

_____________. 2002. Pendapatan Regional Kabupaten Karanganyar Tahun 2002, Biro Pusat Statistik (BPS). Karanganyar.

Tim FE UNS. 2001. Modul Laboratorium Anilisis Pembangunan, FE UNS. Surakarta.

_____________. 2001. Modul Laboratorium Statistik Ekonomi, FE UNS. Surakarta.

Tim Penelitian & Pengembangan Lembaga Pendidikan Komputer “Wahana”, 2002. 10 Model Penelitian dan Pengolahannya dengan SPSS 11.01 , Wahana Komputer Semarang dan Andi Yogyakarta

Todaro, Michael. 1994. Pembangunan Ekonomi di Negara Ketiga, Erlangga, Jakarta.

Dalam dokumen Skripsi total (Halaman 118-124)

Dokumen terkait