BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang dikemukakan, maka peneliti memberikan beberapa saran. Saran-saran yang dikemukakan oleh peneliti diharapkan dapat berguna bagi pengembangan kelanjutan studi ilmiah dan berguna bagi remaja lainnya.
1. Saran Metodologis
Berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan, berikut ini terdapat beberapa saran yang dirasa perlu untuk diperhatikan dalam penelitian selanjutnya:
a. Mengacu pada nilai koefisien determinasi sebesar 0.294, yang berarti bahwa sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel body image terhadap romantic relationship satisfaction yaitu sebesar 29.4% dan selebihnya 70.6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti
pada penelitian ini. Maka, disarankan kepada penelitian selanjutnya juga dapat melihat pengaruh faktor-faktor lain pada romantic relationship satisfaction seperti yang dikemukakan oleh Prager, yaitu elemen afeksi, kepercayaan, rasa kebersamaan, berbagi waktu dan aktivitas.
b. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik incidental, sehingga hasil yang diperoleh pada penelitian ini memiliki tingkat generalisasi yang lemah yaitu hanya pada remaja wanita yang menjadi sampel penelitian saja. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan teknik pengambilan sampel lainnya agar hasil yang diperoleh memiliki tingkat generalisasi yang lebih kuat.
c. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar memberikan batasan daerah penelitian dalam menentukan subyek penelitian, sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih kaya dan memiliki tingkat generalisasi yang tinggi. d. Menambah data kontrol untuk penelitian selanjutnya seperti lamanya masa
berpacaran, sehingga dapat memperkaya hasil penelitian.
2. Saran Praktis
a. Bagi para remaja wanita agar mengembangkan body image yang positif, karenaremaja yang memiliki body image yang buruk akan merasa kurang nyaman untuk terlibat dalam situasi yang intim. selain itu, remaja yang memiliki body image positif akan menerima lebih banyak ajakan berkencan dibanding yang memiliki body image negatif, karena mereka yang merasa bahwa diri mereka cantik dan keliatan menarik dimata orang
lain akan lebih memungkinkan untuk terlibat dalam hubungan yang romantis.
b. Selain itu, disarankan agar para remaja wanita yang memiliki body image negatif dapat mengembangkan body image menjadi positif, karena remaja yang memiliki body image negatif cenderung merasa ditolak dan tidak diinginkan. Perasaan ditolak ini bisa membawa remaja lari ke hal-hal negatif seperti perasaan minder dan tidak percaya diri, gangguan pola makan (eating disorder), diet yang tidak sehat, anxiety, bahkan depresi.
DAFTAR PUSTAKA
Ackard, D.M., Kearney-Cooke, A., & Peterson, C.B. (2000). Effect of body image and self-image on women’s sexual behaviors [Research summary]. The Canadian Journal of Human Sexuality, p. 124. December 07, 2007. ABI/INFORM Global (Proquest) database
Agustiani, DR. Hendriati. (2006). Psikologi Perkembangan; Pendekatan Ekologi Kaitannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja. Bandung: Refika Aditama.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (edisi revisi VI). Jakarta: Asdi Mahasatya.
Azwar, Saifuddin. (2000). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
Baron, A. Robert et al (2006). Social Psychology (Eleventh Edition). USA: Pearson Education, Inc.
Bergstrom, R. L/, Clayton Neighbors. (2006). Body Image Disturbance and The Social Norms Approach: An Integrative Review of The Literature. Journal of Social and clinical Psychology, Nov 2006. Vol 25, Iss. 9; pg 975, 26 pgs. De Villiers. (2006). Body image and dating relationships amongst female
adolescent. http://etd.sun.ac.za/jspui/bitstream/10019/529/1/Devilm.pdf Cash, T. F. (2000). The Multidimensional Body-Self Reaction Questionnaire:
MBSRQ User’s Manual (3rd Revision). Virginia: Old Dominion, University Norfolk.
Cash, T.F., & Pruzinsky,T. (2002). Body image: A handbook of theory, research, and clinical practice. New York: Guildford Press.
Cuyler, Emma & Micheal Ackhart. (2009). Psychology Relationship. New York: Nova Science Publisher, Inc.
Dacey, J., & Kenny, M. (1997). Adolescent development (2nd). USA: Brown & Benchmark Publisher.
De Munck, Viktor C. (1998). Romantic Love and Sexual Behavior: Perspectives from the Social Science. London: Greenwood Publishing Group.
Fagan, R. (2006). Counseling and Treating Adolescents with Alcohol and Other Substance Use Problems and their Family. The Family Journal: Counseling therapy For Couples and Families. Vol.14. No.4.326-333. Sage Publication diakses melalui http://tfj.sagepub.com/cgi/reprint/14/4/326 pada 18 April 2008
Florsheim, Paul. (2003). Adolescent Romantic Relations and Sexual Behavior: Theory, Research, and Practical Implication. London: Lawrence Erlbaum Associates.
Furman, Wyndol et al (1999). The Development of Romantic Relationship in Adolescence. USA: Cambridge University Press.
Hadi, Sutrisno. (2000). Metodologi Research. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Hurlock, E.B. (2004). Psikolgi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Karney, Benjamin. R., et al (2007). Adolescent Romantic Relationships as Precussors of Healthy Adult Marriages: A Review of theory, Research, and Program. Santa Monica: Rand Cooperation.
Kyla Maimon (2008). Body image in Preadolescent Girls.
http://etd.unisa.ac.za/ETD-db/theses/available/etd-06172008-100745/unrestricted/dissertation.pdf
Monks, F. J., Knoers, A. M. P. , & Haditono, S. R. (2000). Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Newman, B.M. & Philip R. M. (2006). Development Throught Life: A Psychosocial Approach, Ninth Edition. USA: Thomson Wadseorth.
Papalia, D. E, Olds, S.W., & Feldman, R. D. (2007). Human Development (Tenth Edition). USA: McGraw-Hill.
(2008). Human Development (Psikologi P erkembangan). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Prager, K. J. (1989). Intimacy Status and Couple Communication. Journal of social and Personal Relationship.
http://books.google.co.id/books?id=EEgFAAAAIAAJ&q=journal+of+social +and+personal+relationship&dq=journal+of+social+and+personal+relationsh ip&cd
Rahmadana, M. F. (2007). SPSS 12.0 for Windows: Panduan Praktis untuk Analisis Data, Skripsi, dan Tesis. Bandung: Citapustaka Media.
Rey, J. (2002). More than Just The Blues: Understanding Serious Teenage Problems. Sydney: Simon & Schuster.
Santrok, J. W. (2007). Perkembangan anak . Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sternberg, R. J. (1988). The Triangle of love: Intimacy, Passion, Commitment. New York: Basic Book Inc.
Thompson, J. K. (2001). Body image, eating disorders, and obesity: An integrative guide for assessment and treatment. Washington, DC, US: American Psychological Association.
Thompson, J. K., Smolak, L. (2001). Body image, Eating Disordes and Obesity in Youth: Assessment, prevention, and treatment. Washington, D.C, US: American Psychology Association.
Yusuf, Syamsu. (2004). Psikologi perkembangan anak & remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.