6.1. Kesimpulan
1. Aktifitas pengelolaan Kemiren sebagai desa wisata dan ekowisata terbagi atas peran dan keterlibatan pemerintah, peran dan keterlibatan swasta, peran dan keterlibatan masyarakat (partisipasi masyarakat).
2. Terdapat 14 faktor pendukung dan 10 faktor penghambat pengembangan pariwisata berbasis partisipasi masyarakat di Desa Kemiren.
3. Bentuk partisipasi masyarakat Kemiren dalam pengembangan pariwisata terbagi dalam 5 tipologi, yaitu 1) partisipasi pasif, 2) partisipasi dalam pemberian informasi, 3) partisipasi dengan konsultasi, 4) partisipasi untuk mendapatkan insentif materi, dan 5) partisipasi fungsional. Sementara bentuk partisipasi interaktif dan mobilisasi diri tidak ditemukan di Kemiren.
4. Hasil penilaian faktor internal dan eksternal Desa Kemiren untuk pengembangan desa wisata dan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat, secara keseluruhan dirumuskan dalam lima prioritas pengembangan yang terdiri atas 15 strategi sebagai berikut: (1) Pembentukan dan penguatan wadah bagi pengelolaan pariwisata desa berbasis masyarakat, (2) Meningkatkan peran serta masyarakat yang dimotori oleh para tokoh di Kemiren dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, (3) Meningkatkan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya konservasi alam dan nilai-nilai budaya Using sebagai aset penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, (4) Mendorong tumbuhkembangnya industri kreatif dan sarana pemasaran hasil industri kreatif di Kemiren berbasis kearifan lokal sebagai penunjang pengembangan wisata, (5) Meningkatkan kualitas SDM dalam manajemen pengelolaan wisata desa, (6) Membuat program-program wisata alam pedesaan berbasis masyarakat, (7) Memperkuat branding image
Kemiren sebagai desa wisata adat dan budaya Using, (8) Meningkatkan kerjasama dengan Perguruan Tinggi terutama dengan Lembaga Penelitian
124
dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai mitra dalam pengembangan pariwisata, (9) Menjalin dan meningkatkan kerjasama dengan lembaga donor/ lembaga terkait untuk penguatan pelestarian tradisi, seni dan budaya sebagai aset pengembangan pariwisata, (10) Menjalin koordinasi dan kerjasama dalam hal promosi dengan pengelola obyek wisatadi wilayah lain yang berdekatan, (11) Meningkatkan sinergi dan koordinasi antara pemangku kepentingan (stakeholders) dalam pengembangan wisata di Kemiren, (12) Meningkatkan promosi dan layanan informasi terpadu tentang program wisata di Kemiren bagi wisatawan, (13) Pengadaan akses transportasi serta sarana dan prasarana lain untuk mendukung pengembangan ekowisata dan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat yang memperhatikan konsep pariwisata keberlanjutan, (14) Pengembangan desa-desa potensial lain di Kecamatan Glagah sebagai desa wisata berbasis kekayaan lokal masing-masing desa, (15) Meningkatkan kerjasama dengan desa-desa lain yang memiliki potensi wisata dalam pengembangan pariwisata.
6.2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian berjudul Pengembangan Program Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi berikut ini saran yang direkomendasikan oleh tim peneliti bagi:
A. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi
1. Disbudpar meningkatkan kegiatan-kegiatan terkait pengembangan SDM pariwisata desa, seperti pelatihan teknis dan manajerial kepariwisataan dan diiringi dengan pendampingan masyarakat untuk mengawal proses.
2. Dishub mengupayakan tersedianya transportasi umum dari pusat kota ke Desa Kemiren dan desa-desa wisata lain di sekitarnya; seperti Taman Suruh, Kalibendo, Olehsari, Bakungan, Ijen.
3. Disbudpar dan Dispenda bersama-sama dengan pemerintah desa Kemiren mengupayakan terjalinnya hubungan yang sinergis antara pengelola
125
Anjungan Wisata Using dan pemerintah desa Kemiren sehingga kebutuhan yang mendesak akan sarana dan prasarana penunjang pariwisata desa terpenuhi; misalnya tempat pertunjukan yang representatif, lokasi yang memadai bagi pelaksanaan festival-festival kesenian yang diselenggarakan sebagai pendukung ritual adat, dan tempat penjualan souvenir khas Kemiren. 4. DPU mengupayakan pengadaan lampu penerangan di sepanjang jalan utama
Kemiren.
5. Disbudpar dan BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa) siap mengawal Pemerintah Desa Kemiren dalam pembuatan Perdes pariwisata berbasis partisipasi masyarakat apabila pemerintahan yang bersangkutan membutuhkan bimbingan.
6. Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi membantu tata kelola museum benda-benda kuno di Kemiren dalam hal identifikasi jumlah dan sejarah masing-masing benda koleksi, pembuatan katalog benda-benda koleksi, dan perawatan yang tepat bagi masing-masing benda koleksi.
7. Mengalihkan pelaksanaan acara-acara dinas yang biasanya diselenggarakan di hotel-hotel atau gedung-gedung pemerintah di pusat kota ke Kemiren (Anjungan Wisata Using).
B. Pemerintah Desa Kemiren
1. Pemerintah Desa Kemiren perlu membuat Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tentang pengelolaan desa wisata dan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat untuk memudahkan pengelolaan, koordinasi dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak terkait.
2. Pemerintah desa bersama-sama dengan pihak terkait merintis pembuatan pusat data Kemiren yang berisi informasi dan dokumentasi kekayaan seni, tradisi dan budaya Using di Kemiren sebagai bentuk konservasi budaya dan daya tarik wisata khusus pendidikan.
126
3. Pemerintah desa secara aktif mengidentifikasi masalah yang muncul berkaitan dengan pengembangan pariwisata
4. Pemerintah Desa secara aktif menjalin kerjasama dengan LPPM dari PTS/PTN dan lembaga-lembaga donor untuk membantu pengembangan pariwisata desa.
5. Pemerintah desa membuat program penguatan branding image Kemiren sebagai desa wisata adat Using. Sebagai contoh pembuatan paglak di sepanjang jalan Kemiren. Penguatan branding image ini merupakan nilai tambah yang dapat membedakan kemiren dengan desa-desa lainnya.
6. Merancang program-program (paket-paket) wisata alam pedesaan berbasis masyarakat; misalnya memancing, menanam padi, membajak sawah, dan sebagainya.
7. Bekerjasama (menjalin koordinasi yang baik) dengan agen-agen perjalanan wisata/travel agent dan desa-desa lain yang memiliki potensi wisata.
8. Bersama masyarakat dan pihak terkait lainnya mengusahakan adanya tempat penjualan souvenir/kerajinan bagi wisatawan.
C. Masyarakat
1. Bersama-sama dengan pemerintah desa mengupayakan pembentukan lembaga/organisasi masyarakat berpayung hukum yang menangani pariwisata desa untuk memudahkan koordinasi dan kerjasama pengembangan pariwisata dengan berbagai pihak terkait.
2. Aktif dalam perencanaan, pengelolaan dan kegiatan pariwisata desa 3. Meningkatkan pelayanan pada wisatawan.
4. Meningkatkan motivasi usaha ekonomi kreatif penunjang pariwisata.
D. Pengusaha Jasa Pariwisata
1. Menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal
127
3. Menghormati nilai-nilai tradisi dan budaya masyarakat lokal dalam pengembangan usaha jasa pariwisata.
E. Perguruan Tinggi
1. Berperan serta dalam program pengembangan desa wisata di Kemiren lewat penelitian, sebagai bagian dari Tri Darma perguruan tinggi.
2. Memaksimalkan peran dan tanggung jawab perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat untuk ikut membantu pengembangan pariwisata desa sebagai bagian dari Tri Darma perguruan tinggi.
F. Peneliti lain
1. Melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai pengembangan pariwisata dengan basis yang berbeda, misalnya komunikasi pemasaran dan lain-lain.
128