Berdasarkan temuan penelitian yang telah dianalisis, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi usia produktif menjadi Tenaga Kerja Indonesia (ekspatriat) di Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, yakni faktor yang memengaruhi seseorang bermigrasi secara umum dapat diketahui melalui penelitian yang dilakukan dan menunjukkan bahwa adanya faktor pendukung dan faktor penarik bagi usia produktif menjadi Tenaga Kerja Indonesia ini antara lain, yaitu makin berkurangnya sumber-sumber kehidupan, menyempitnya lapangan pekerjaan di daerah asal, alasan pendidikan dan pekerjaan, dan faktor penarik yakni adanya harapan untuk memperbaiki kehidupan, adanya kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik, keadaan lingkungan yang menyenangkan, serta adanya aktivitas – aktivitas di kota besar serta faktor latar belakang keluarga dan peran agensi.
71 Adapun mengenai faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia (ekspatriat) Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, dijelaskan sebagai berikut:
Berkurangnya sumber-sumber kehidupan, hal ini dapat memengaruhi seorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia disebabkan oleh menurunnya daya dukung lingkungan dan aktivitas ekonomi sehingga dalam memenuhi kebutuhan diri dan keluarga mengalami kesulitan.
Menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal, hal ini dapat memengaruhi seseorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia disebabkan oleh terbatasnya pekerjaan-pekerjaan di daerah asal yang dinilai dapat menjadi motor dalam melakukan aktivitas sehari-hari bahkan sebagai upaya bertahan hidup dari upah yang diterima.
Alasan pendidikan, hal ini dapat memengaruhi seseorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia disebabkan oleh adanya keterbatasan atau kelulasaan mengkases pendidikan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa alasan pendidikan yang dimaksud adalah keterbatasan pendidikan yang dirasakan oleh para informan sebagai ukuran dalam proses rekrutmen pekerjaan. Sebagai contoh 4 dari 5 informan utama dengan pendidikan terakhir tamatan Sekolah Menengah Kejuruan mengaku sulit mendapat pekerjaan.
72
Adanya harapan memperbaiki kehidupan, hal ini dapat memengaruhi seseorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia disebabkan oleh harapan dengan bekerja di luar negeri dan perbedaan nilai pendapatan dapat memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik lagi dibandingkan sebelum bekerja.
Adanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, hal ini dapat memengaruhi seseorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia disebabkan oleh terbukanya ruang memperoleh pendidikan yang lebih baik jika sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan yang kemudian ditabung dan melanjutkan jenjang pendidikan seperti yang dilakukan salah satu informan utama.
Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan seperti fasilitas publik, hal ini dapat memengaruhi seseorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia disebabkan oleh adanya informasi keadaan lingkungan hidup yang menyenangkan dari beberapa keluarga dan teman yang lebih duluan menjadi Tenaga Kerja Indonesia berdasarkan pengalaman pribadinya.
Adanya aktivitas – aktivitas di kota besar merupakan daya tarik bagi orang-orang daerah lain untuk bermukim di kota besar, hal ini tidaklah menjadi pengaruh seseorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia dan kebanyakan para Tenaga Kerja Indonesia
73 mengatakan bahwa hal yang menarik adalah perbedaan nilai gaji dan sekaligus mencari pengalaman.
Latar belakang keluarga, hal ini dapat memengaruhi seseorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia disebabkan oleh adanya suatu dorongan lebih dari seseorang yang keluarganya telah menjadi Tenaga Kerja Indonesia sebelumnya sehingga dapat menguatkan keputusan bagi anggota keluarga lain yang meyakini bahwa menjadi Tenaga Kerja Indonesia tentunya memiliki nilai ekspektasi lebih dalam berbagai aspek kehidupan
Agensi, hal ini dapat memengaruhi seseorang pada usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia disebabkan oleh upaya dan peran pihak ketiga (agensi) dalam memberikan masifnya informasi lowongan kerja kepada masyarakat yang membutuhkan baik informasi yang disampaikan melalui mulut ke mulut maupun melalui media sosial ternama seperti Facebook.
74 6.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan oleh peneliti mengenai faktor-faktor yang memengaruhi usia produktif bermigrasi menjadi Tenaga Kerja Indonesia, maka peneliti memberikan saran sebagai upaya yang membangun, yaitu :
1) Pemerintah disarankan untuk memberikan pelatihan profesi berupa keahlian dan kemampuan menjadi tenaga kerja terdidik, meningkatkan kualitas dari penduduk daerah, misalnya mengadakan pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja bagi penduduk setempat, melengkapi sarana dan prasarana kesehatan untuk menunjang peningkatan kesehatan penduduk, dan pemberian modal usaha untuk industri kecil dan menengah serta pengawasan ketat terhadap calon Tenaga Kerja Indonesia yang dilakukan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
2) Pemerintah disarankan untuk bertanggung jawab secara dalam memberikan askes mengelola sumber-sumber kehidupan, menyediakan lapangan pekerjaan, memberikan pendidikan penuh dan merata kepada seluruh masyarakat, memberikan keadaan lingkungan hidup aman dan tentram serta aktivitas yang dapat menunjang terbukanya lapangan pekerjaan.
3) Pihak agensi disarankan untuk memberikan informasi secara transparan dan detail kepada calon Tenaga Kerja Indonesia dimulai dari pra, menjadi dan pasca bekerja di luar negeri sebagai upaya tanggung jawab penuh dan saling berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.
75
Daftar Pustaka
Buku :
Demografi, Lembaga, 2004. Dasar-dasar Demografi, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Kartono, Kartini. 2009. Patologi Sosial. Raja Grafindo Perkasa.
Lyman, Princeton N. 2000. Globalization and the demands of governance,‟
Georgetown Journal of International Affairs, Premier Issue, hal. 90.
(Jurnal Osman Bakar, 2008, Penerjemah)
Moleong, J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Nasution, M. Arif, 1997. Globalisasi dan Migrasi Antar Negara, Penerbit Alumi Bandung
Neuman W. Lawrence. 2014. Social research methods: Qualitative and quantitative approaches, 7th ed. Boston: Allyn and Bacon.
Siagian, Matias. 2010. Metode Penelitian Sosial,. Medan : PT. Grasindo Monorotama.
Siagian, Matias. 2012. Kemiskinan Dan Solusi. Medan : PT. Grasindo Monorotama.
Soekanto, Soerjono. 2014. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sugihen, Bahreint T. 1997. Sosiologi Pedesaan (Suatu Pengantar). Jakarta:
Grafindo Persada
Suyanto, Bagong dan Sutinah. 2005. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Tjiptoheriyanto, Priyono. 2000. Demografi, Jakarta Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
76 Jurnal :
Al-Musadiq, Mochammad. 2010. Ekspatriat dan Industri Lintas Negara. Jurnal Teknik Industri, Vol. 11, No. 2, Agustus 2010: 123–126
Amalia, Firda. 2011. Analisis Pengaruh Faktor Budaya, Sosial, Pribadi dan Psikologis Terhadap Keputusan Pembelian Minuman Penambah Tenaga Cair Merek M-150. Universitas Diponegoro. Semarang
Bachtiar, 2004. Blue Print Kebijakan Ekspor Jasa TKI ke Luar Negeri. Makalah.
Dalam Lokakarya Keternagakerjaan yang disampaikan di Kantor BAPPEDA Tk I. Propinsi Sumatera Barat, 14/4/2004.
Giawa Kurnia. 2017. Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri Tahun 2013-2015. Jurnal Bumi Indonesia. Vol 06, Nomor 2 Tahun 2017 Maksum, Ali. 2019. Jokowi, TKI, dan Keserumpunan. Program Studi Magister
Ilmu Hubungan Internasional UMY Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
Nabila, Aulia. 2014. Kemiskinan dan Migrasi: Analisis Data SAKERTI 2000 dan 2007. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia. Vol. 14 No. 2, Januari 2014: 168-187.
Noveria, Mita. 2017. Migrasi Berulang Tenaga Kerja Migran Internasional: Kasus Pekerja Migran Asal Desa Sukorejo Wetan, Kabupaten Tulungagung.
Jurnal Kependudukan Indonesia | Vol. 12 No. 1 Juni 2017 | 25-38 Pratiwi, Yunita Wahyu. 2007. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri Tahun 2007 (Studi Kasus Tenaga Kerja Indonesia Asal Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat))
Prihatin, S. Djuni, 2007. Potret Buram Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Volume 1.0, Nomor 3, Maret 2007 (325-342)
77 Purnomo, Dodit. 2009. Fenomena Migrasi Tenaga Kerja dan Perannya Bagi Pembangunan Daerah Asal : Studi Empiris Di Kabupaten Wonogiri.
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 10, No.1, Juni 2009, hal. 84 - 102 Puspitasari, Wahyu Indah. 2017. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Migrasi
Tenaga Kerja Ke Luar Negeri Berdasarkan Provinsi di Indonesia.
Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan Juni 2017; 02(1): 49-64 ISSN 2541-1470
Sukmaningrum, Adisti. 2017. Memanfaatkan Usia Produktif Dengan Usaha Kreatif Industri Pembuatan Kaos Pada Remaja Di Gresik. Paradigma.
Volume 05. Nomor 03. Tahun 2017
Susilowati. 2001. Analisis Masalah Sosial, Politik dan Ekonomi Pada Migrasi Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri
Wafirotin, Khusnatul Zulfa. 2013. Dampak Migrasi Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga TKI Di Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.
Jurnal Ekuilibrium, Volume 11, Nomor 2, Maret 2013
Zulfikar, Ahmad. 2017. Peluang dan Tantangan Pekerja Migran Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. https://doi.org/10.31227/osf.io/9twcv
78 Artikel Online :
BNP2TKI. 2019. Data Penempatan dan Perlindungan TKI.
https://bp2mi.go.id/uploads/statistik/images/data_12-07-2019_Laporan_Pengolahan_Data_BNP2TKI_____Bulan__JUNI_1_R EV.pdf
Mauliana, A Vina. 2016. Remitansi TKI Capai Rp 97,5 Triliun hingga Oktober 2016. https://www.liputan6.com/bisnis/read/2691805/remitansi-tki-
capai-rp-975-triliun-hingga-oktober-2016#:~:text=Liputan6.com%2C%20Jakarta%20Badan%20Nasional, dengan%20Rp%2097%2C5%20triliun.
Raya, Mega Putra. 2017. Bukan TKI, WNI Kerja di Luar Negeri Kini Disebut Ekspatriat. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3688439/bukan-tki-wni-kerja-di-luar-negeri-kini-disebut-ekspatriat Statistik, BP. 2016. Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Golongan
Umur dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, 2008 – 2019.
https://www.bps.go.id/statictable/2016/04/04/1904/penduduk- berumur-15-tahun-ke-atas-menurut-golongan-umur-dan-jenis-kegiatan-selama-seminggu-yang-lalu-2008---2019.html
Statistik, BP. 2020. Tenaga Kerja. https://www.bps.go.id/subject/6/tenaga-kerja.html
Perundang-undangan :
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 1 angka 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 1 angka 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2004
79 Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara merupakan sebagai alat dan panduan dalam melakukan wawancara demi mendapatkan informasi/ data yang diperlukan didalam penelitian. Adapun bentuk pedoman wawancara yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut
No Pedoman Wawancara
1. Perkenalan diri, menyampaikan tujuan wawancara demi menyelesaikan
Tugas Akhir/ Skripsi dan menjamin serta menyimpan informasi para informan.
2. Apa yang membuat anda tertarik menjadi Tenaga Kerja Indonesia?
3. Apakah kepergian menjadi TKI itu melalui badan resmi?
4. Apakah ada ketertarikan secara pribadi menjadi TKI?
5. Bagaimana kronologi kepergian menjadi TKI saat berada di Tebing Tinggi?
6. Apakah ada hambatan kepergian menjadi TKI?
7. Apakah ada hambatan dalam pengurusan administratif seperti hal visa dll?
8. Kalau boleh tahu, nama agensi resmi yang memberangkatkan anda siapa?
9. Menurutmu apa penyebab kepergian menjadi TKI?
10. Apakah pemerintah memberikan pelatihan menjadi TKI?
11. Setelah sampai disana apakah sesuai dengan yang ditawarkan oleh pihak agensi?
12. Nah, anda bekerja dibagian apa?
13. Sebelumnya apakah ada dari keluarga yang menjadi TKI?
14. Dari sepengetahuanmu apakah ada mereka yang berangkat secara tidak resmi?
15. Apakah kepergianmu ini bukan dikarenakan faktor kebiasaan?
16. Kenapa Malaysia menjadi tujuanmu menjadi TKI?
17. Apakah ada kriteria tertentu menjadi TKI?
18. Berapa biaya pesawat menuju ke Malaysia?
19. Bagaimana sistem pengurusan keberangkatan?
20. Bagaimana sistem pergajian di perusahaan tersebut?
80 21. Dari sepengetahuan peneliti, kenapa mereka mau kembali lagi bekerja di
luar daripada bekerja di dalam negeri. Menurutmu, apa yang menyebabkannya?
22. Pendidikan terakhir itu apa?
23. Dari beberapa jurnal yang peneliti baca, apakah pernah terjadi kekerasan padamu?
24. Apakah sebelumnya orang tua bekerja?
25. Bagaimana soal tempat tinggalnya?
26. Menurutmu apa yang dikatakan enak di Malaysia?
27. Dari sepenglihatanku, sepertinya kondisi disana sesuai bagimu, benar?
28. Fasilitas apa saja yang didapatkan?
29. Apakah ada perubahan yang dirasakan sebelum dan sesudah menjadi TKI?
30. Bagaimana soal kebutuhan keluarga yang dulu dan sekarang?
31. Bagaimana kondisi biaya kesehatan dan pendidikan keluarga sebelum dan sesudah menjadi TKI?
32. Bagaimana kondisi kehidupan keluarga sebelum dan sesudah menajadi
TKI?
33. Bagaimana kebutuhan pribadi dan keluarga sebelum dan sesudah menjadi TKI?
34. Apakah ada harta seperti emas dan investasi?
35. Siapa yang menjadi tulang punggung di keluarga sebelum dan sesudah menjadi TKI?
81 Lampiran
Dokumentasi dalam bentuk foto yang dilakukan peneliti dengan informan saat penelitian berlangsung
Gambar 1. Foto wawancara sedang berlangsung bersama salah satu informan utama/ Tenaga Kerja Indonesia bernama Nia Syahputri
82 Gambar 2. Foto wawancara sedang berlangsung bersama salah satu informan utama/ Tenaga Kerja Indonesia bernama Nursyiah Lubis secara online melalui aplikasi Zoom Meetings
Gambar 3. Foto wawancara sedang berlangsung bersama salah satu informan utama/ Tenaga Kerja Indonesia bernama Wulan secara online melalui aplikasi WhatsApp
83 Gambar 4. Foto wawancara sedang berlangsung bersama salah satu informan utama/ Tenaga Kerja Indonesia bernama Tika secara online melalui aplikasi Zoom Meetings
Gambar 5. Foto wawancara sedang berlangsung bersama salah satu informan utama/ Tenaga Kerja Indonesia bernama Ida secara online melalui aplikasi Zoom Meetings
Gambar 6. Foto wawancara sedang berlangsung bersama salah satu informan kunci/ Kepala Lingkungan bernama Pak Agus secara langsung dan menggunakan masker