Dalam bab V ini, peneliti akan memaparkan kesimpulan dan rekomendasi berdasarkan hasil temuan penelitian dari beberapa bab sebelumnya mengenai
masalah yang telah diteliti yaitu “Dampak keterlibatan orang tua terhadap
kesinambungan pola asuh yang terjadi di dalam keluarga di Kelurahan Kertawangi Kec. Cisarua Kab. Bandung Barat”.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diolah dan dianalisis pada bab IV,
mengenai “Dampak keterlibatan orang tua terhadap kesinambungan pola asuh
yang terjadi di dalam keluarga di Kelurahan Kertawangi Kec. Cisarua Kab. Bandung Barat”, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa:
1. Keterlibatan orang tua dalam program PAUD yang ada di wilayah kelurahan kertawangi
Keterlibatan orang tua dalam program parenting yang ada di wilayah kelurahan kertawangi secara deskriptif pada dimensi akademik berada pada kategori aktif, atau bisa dikatakan bahwa orang tua berpartisipasi secara aktif dalam program parenting PAUD di daerah kertawangi, hal itu ditunjukkan dengan aktifnya orang tua dalam menghadiri kegiatan yang diselenggarakan di PAUD seperti sosialisasi PAUD, kegiatan belajar mengajar di kelas, dan mengikuti sesi konsultasi perkembangan anak. Secara non akademik, terlihat orang tua berkontribusi positif dalam beberapa kegiatan dengan ditunjukkannya skor yang tinggi dalam indikator pemanfaatan pelayanan sekolah dan menghadiri pertemuan rutin di sekolah.
2. Dampak keterlibatan orang tua dalam program PAUD terhadap kesinambungan pola asuh dalam keluarga.
Keterlibatan orang tua bedampak secara positif dan signifikan terhadap kesinambungan pola asuh yang terjadi di dalam keluarga. Ini dapat dilihat dari
67
diterapkan pada pola asuh dalam keluarga maka didapatkan sebuah pola asuh yang baik dalam aspek acceptance dan kontrol meliputi kesediaan dalam meluangkan waktu,cepat tanggap, memperhatikan kesejahteraan anak, peka terhadap emosi anak, tanggapan positif, tuntunan, pembatasan-pembatasan, campur tangan, keketatan, pengunaan kekuasaan.
B. Saran
Setelah Peneliti melakukan penelitian mengenai Dampak keterlibatan orang tua terhadap kesinambungan pola asuh yang terjadi di dalam keluarga di Kelurahan Kertawangi Kec. Cisarua Kab. Bandung Barat, berikut beberapa saran atau rekomendasi yang ingin disampaikan oleh peneliti :
1. Bagi pengambil kebijakan.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dalam kegiatan keterlibatan orang tua, responden atau orang tua yang hadir dalam kegiatan parenting tersebut lebih diminati oleh lulusan dari SMA ke atas, lalu orang tua selain yang memiliki pekerjaan menjadi buruh tani, kemudian orang tua dengan umur 20 tahun ke atas. Oleh karena itu, kepada pengambil kebijakan yang akan merumuskan dan melaksanakan program parenting khususnya di desa kertawangi, harus lebih memperhatikan tentang bahan ajar serta jadwal kegiatan agar dapat dimengerti dan diikuti oleh semua orang tua untuk terlibat secara aktif dalam program parenting guna meningkatkan sikap dan wawasan pola asuh yang baik dan benar dalam keluarga.
2. Bagi lembaga dan penyelenggara
Kegiatan keterlibatan orang tua merupakan salah satu wawasan tambahan yang akan diberikan oleh orang tua dari salah satu program PAUD yang telah diselenggarakan oleh sebab itu diharapkan pola asuh yang di terapkan oleh orang tua sesuai dengan perkembangan anak pada masannya. Akan tetapi banyak cara untuk mendapakan wawasan yang akan di dapat oleh orang tua murid dengan tidak hanta mengikuti kegiatan yang di selenggarakan pihak PAUD melainnkan degan media media yang telah berkembang.
68
3. Bagi peneliti selanjutnnya
Dalam mengerjakan penelitian ini, peneliti memiliki beberapa keterbatasan dalam hal tenaga, waktu, pikiran, materil dan lain sebagainya. Sebab karena itu, untuk peneliti selanjutnya yang berminat mengangkat permasalahan yang sama dengan penelitian ini, diharapkan agar melakukan pengkajian yang lebih spesifik dan mendalam mengenai dampak keterlibatan orang tua terhadap kesinambungan pola asuh yang terjadi di dalam keluarga, khususnya terhadap variabel pola asuh dalam keluarga, disini peneliti hanya mengkaji tentang pola asuh secara general, tidak mencakup berbagai jenis pola asuh yang bervariatif yang diterapkan oleh orang tua setelah terlibat dalam kegiatan parenting di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
Daftar Pustaka
Adiwikarta, S. (1998). Sosiologi Pendidikan: Isyu dan Hipotesis tentang Hubungan Pendidikan dengan Masyarakat. Jakarta: P2LPTK
Adrianti (2011). Partisipasi Orang Tua dalam Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini. Tesis Pada PPS UPI: Tidak Diterbitkan
Ahmadi , A. (1997). Ilmu Dasar . Jakarta : Rineka Cipta
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian : Jakarta :Rineka Cipta
Arikunto, S. (2010) . Prosedur Penelitian (Metode Dokumentasi). Jakarta : Rieneka Cipta.
Asfandiyar, Y. A. (2012). Creatif Parenting Todey ”Cara Praktis Memicu dan Memacu Kreativitas Anak melalui Pola Asuh Kreatif”. Bandung:Kaifa PT Mauizan Pustaka.
Atmosiswoyo, Subyakto., Subyakto Harmiwati. (2002). Peran Keluarga: Anak Unggul Berotak Prima. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Dit. Paud. (2004). Konsep Pendidikan Anak Usia Dini (Modul Sosialisasi PAUD). Jakarta: Depdiknas.
Kholifatul Wahidah. (2012). Keterlibatan Orang Tua. [Online]. Tersedia Di: Http://Pgpaud2009.Blogspot.Com/2012/07/Keterlibatan-Orangtua.Html [Juni 2014]
Hurlock, E . (1980). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Airlangga.
Imtiyas, Y. (2010). Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Remaja. Skripsi Pada FIP UPI Bandung: Tidak Diterbitkan Irmawanti. (2002). Motivasi Berprestasi Dan Pola Pengasuhan Pada Suku
70
Melayu Di Desa Bogak (Studi Etnopsikologi). (Tesis S-2) Jakarta: Fakultas Pasca Sarjana UI.
Khairuddin. 2008. Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty.
Mariyana, Rita Dkk. 2010. Pengelolaan Lingkungan Belajar. Jakarta: Prenada Media.
Maurice, B. 1999. Menjadi Orang Tua Yang Sukses. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Moleong, L. J. (2007) Metodelogi Penelitian Kualitatif : Bandung PT Remaja Rosda Karya.
Munandar, U. (2009). Pengembangan Kreativita Anak Berbakat. Jakarta : Rineka Cipta.
Nasution, S .(1992) Tehnik Penelitian Naturalistic Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Rahman, M. (2011). Pengembangan Model On Te Job Training Berbasis Andragogi Untuk Peningkatan Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal. Disertasi Pada PPS UPI: Tidak Diterbitkan.
Ratnasari, D. (2009). Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMA Negeri 1 Srengan Kabupaten Blitar. Skripsi Tidak Diterbitkan: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Robandi. (2007). Orang Tua Dan Keluarga. Yogyakarta. Andi.
Saraswati, N. R. (2010). Pengaruh Program Parenting Terhadap Pola Asuh Orang Tua. Skripsi Pada FIP UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.
Shochib, Moc. (2010). Pola Asuh Orang Tua : Dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Sejak Dini: Jakarta: Rineka Cipta
71
Soelaeman, M.I. (1994). Pendidikan Dalam Keluarga. CV Alfabeta. Bandung.
Solehudin, M.I (1994). Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah. Bandung : FIP IKIP
Sudiapermana, E. (2012). Pendidikan Keluarga Sumberdaya Pendidikan Sepanjang Hayat. Bandung: Edukasia Press.
Sugiyono ,(2011) . Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta
Sulaeman, M. (2009). Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Refika Aditama.
Ulwan, A. N. (1995). Pendidikan Anak Islam. Jakarta: Pustaka Amini.
Undang-Undang 1945 Pasal 9 Ayat 1 UUD RI No.2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-Undang No.2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003
Universitas Pendidikan Indonesia, (2012).Pedoman Kaya Tulis Ilmiah,Bandung:UPI
Wibisono, Y. (2007). Membedah Konsep Dan Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility). Fascho Publishing. Gresik.
Wiyani, A.N, Dan Barnawi (2012) Format PAUD : Konsep, Karakteristikdan Inplementasi PAUD. Yogjjakarta : Ar.Ruzz Media.