• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen Resume Giardia l Dan Trychomonas (Halaman 27-47)

ii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Giardia lamblia adalah salah satu protozoa penyebab infeksi pada saluran pencernaan manusia. Protozoa ini ditemukan pertama kali oleh

Leuwenhoek 

  tahun 1681 pada fesesnya sendiri. Nama lain dari Giardia lamblia adalah Lamblia intestinalis atau Giardia doudenalis. Selain menyerang saluran pencernaan manusia, protozoa flagellata ini dapat pula menyerang kucing, anjing, burung, sapi, berang-berang, rusa dan domba.

Penyakit yang disebabkan oleh Giardia lamblia dinamakan giardiasis. Penyakit ini terdapat di negara berkembang yang beriklim panas. Giardiasis lebih sering terjadi pada anak-anak dibanding dewasa. Hampir 100% anak mengalami infeksi giardia lamblia saat 2 tahun pertama kehidupannya. Infeksi oleh parasit ini kemungkinan terjadi dalam interval yang sering sehingga sebagian orang melihat Giardia lamblia sebagai flora normal pada individu yang tinggal di negara berkembang.

B. Tujuan

1. Mahasiswa dapat mengetahui Sejarah, Penyebaran, Toksonomi, Morfologi, Habitat, Siklus Hidup, Penyebab Penyakit, Pencegahan Penyakit G. Lamblia.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Sejarah

Parasit ini di temukan oleh Antoni Van leuwenhoek  (1681), sebagai mikro organisme yang bergerak-gerak didalam tinja, dan flagellata ini pertama kali di kenal serta dibahas oleh lambl (1859), dan diberinama “intestinalis“. Stiles (1915) memberikan nama

 baru, Giardia lambia, untuk menghormati Prof. A. Giard dari Paris dan Dr. Lambl  dari Prague.

Manusia adalah hospes alamiah Giardia lamblia, selanjutnya spesies dan morfologi yang sama ditemukan pada berbagai hewan, penyakit yang di sebabkannya disebut Giardiasis, Lamblias, dengandistribusi geografik bersifat kosmolit dan lebih sering di temukan di daerah beriklim panas dari pada di daerah beriklim dingin, dan parasit ini juga di temukan di Indonesia.

2. Penyebaran

G.lamblia adalah parasit yang tersebar kosmopolit dan lebih sering ditemukan di daerah beriklim panas daripada di daerah beriklim dingin. Parasit ini juga ditemukan di Indonesia.

3. Taksonomi

Kingdom : Protista Subkingdom : Protozoa Phylum : Sarcomastigophora Subphylum : Mastigophora Class : Zoomastigophora Order : Diplomonadida Family : Hexamitidae Genus : Giardia Species : lamblia

Gambar 1: Parasit G. Lamblia

4. Morfologi

Bentuk kista memiliki ciri-ciri : Berbentuk oval

1. Ukuran panjang 8-18 μm dan lebar 7-10 μm.

2. Letak kariosom lebih eksentrik bila dibandingkan dengan trofozoit.

3. Pada kista yang telah matur terdapat 4 buah median bodies, 4 buah nuclei, dan dapat  pula ditemukan longitudinal fibers.

Bentik trofozoit memiliki ciri-ciri

1. Trofozoit berukuran panjang 9-20 μm, lebar 5-15 μm.

2. Berbentuk oval hingga ada yang berbentuk buah pear atau bentuk hati.

3. Memiliki sucking disc pada ujung anteriornya, yaitu area konkaf yang menutupi setengah dari permukaan ventral.

4. Dua buah nuclei yang terletak simetris bilateral. Nuklei tersebut mengandung sedikit kromatin perifer namun memiliki kariosom besar yang berada di tengah. Sebuah axostyle, terdiri dari 2 axonema yang membagi dua tubuhnya. Dua buah median

 bodies (parabasal bodies), diduga memiliki peranan dalam proses metabolisme. Empat flagella yang terletak di lateral, 2 lateral di ventral, dan 2 terletak di kaudal.

5. Habitat

G.lamblia ditemukan di tanah, air makanan,atau permukaan yang telah terkontaminasi tinja dari manusia yang terinfeksi atau hewan. G.lamblia bisa berasal dari air yang terkontaminasi yang meliputi air yang tidak direbus, disaring, atau didesinfeksi dengan bahan kimia.

6. Siklus hidup

Dalam silkus hidupnya, G. Lamblia mengalami 2 stadium, yaitu stadium trofozoit yang dapat hidup bebas di dalam usus halus manusia dan kista stadium infektif yang keluar ke lingkungan melalui feses manusia. Tertelannya kista dari air minum dan makanan yang terkontaminasi atau dapat juga melalui kontak individu merupakan awal dari infeksi. Setelah melewati gaster, kista menuju usus halus.

Ekskistasi terjadi di duodenum, setelah itu multiplikasi terjadi melalui pembelahan  biner dengan interval kurang lebih 8 jam. Trofozoit menempel pada mukosa duodenum dengan menggunakan sucking disc yang dimilikinya. Enkistasi terjadi saat trofozoit masuk ke usus besar. Stadium trofozoit dan kista dapat ditemukan pada feses penderita giardiasis. Kedua hal tersebur dapat dijadikan alat untuk mendiagnosis penyakit giardiasis. Di luar tubuh manusia, G. Lamblia lebih tahan dalam bentuk kista dan dalam lingkungan lembab dapat bertahan sampai 3 bulan.

Gambar 2: SiklusHidup G. Lamblia

7. Penyebab Penyakit

Giardiasis adalah infeksi usus halus yang di sebabkan oleh parasit Giardia Lamblia . Giardiasis terjadi di seluruh dunia dan merupakan penyebab infeksi parasit khusus yang terjadi di Amerika.

Kebanyakan orang mendapatkan infeksi akibat minum air yang terkontaminasi, tetapi  penularan dari orang ke orang juga dapat terjadi, yaitu melalui kista yang keluar dari tinja.

Penularan langsung terjadi di antara anak-anak atau mitra seksual (terutama pada pria homo seks).

8. Pencegahan

Pencegahan dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :

1. Mengkonsumsi air minum yang bersih yang telah menjalani pemanasan sampai 50° sehingga dapat menginaktifkan kista.

2. Pada umumnya G. Lamblia resisten terhadap klorin, sehingga penyaringan sangat diperlukan untuk menghilangkan kontaminasi oleh protozoa patogen ini.

3. Melindungi tempat persediaan air dari hospes reservoir ( berang-berang dan tikus air). 4. Memasyarakatkan kebersihan individu (cuci tangan).

5. Penyediaan makanan yang bersih dan baik.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Manusia adalah hospes alamiah Giardia Lamblia, selanjutnya spesies dan morfologi yang sama di temukan pada berbagai hewan, penyakit yang disebabkannya disebut Giardiasis, Lamblias.

G.Lamblia ditemukan di tanah, air, makanan, atau permukaan yang telah terkontaminasi tinja dari manusia yang terinfeksi atau hewan.

Setelah mengetahui habitat G.Lamblia kita di tuntut untuk mencegah masuknya  parasite G. Lamblia dalam tubuh dengan cara menjaga sanitasi lingkungan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

DIAN MEUTIA PUTRY

(Laman Tak Berjudul)

Beranda iyan_yas

 jam weaker_yas

About

Blogger templates

 Amayhean Sigadhis Arrachman

Buat Lencana Anda

Archives

o Maret (3) o September (7) o Oktober (2) o  November (1) o Januari (2) o Februari (16) o April (9) o Mei (3) o Juni (14) o  November (2) o Desember (5)

iyan_yassir 4ever

visit-visit

Diberdayakan oleh Blogger .

PARASITOLOGY ( trychomonas vaginalis)

09.03 |

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah

Trichomonas vaginalis

Trichomonas vaginalis  pertama kali dideskripsikan oleh Alfred Donne pada tanggal 19 September 1836 pada saat Academy of Sciences di Paris. Pada saat itu dikatakan bahwa ia menemukan suatu organisme yang disebutnya sebagai animalcules dari sekret segar vagina. Dan disepakati pada saat itu juga organisme ini dinamakan Trico-monas vaginale, oleh karena mirip dengan organisme dari genus Monas dan Trichodina. Dua tahun kemudian, Ehrenberg memastikan penemuan Donne dan memberikan nama pada protozoa ini yaitu Trichomonas vaginalis. Pada tahun 1884, Marchan menemukan Trichomonas vaginalis pada traktus urinarius pria. Selama 50 tahun selanjutnya, penelitian tentang Trichomonas vaginalis tidak begitu menarik perhatian para ilmuwan. Mereka lebih tertarik mempelajari diagnosis dan pengobatan gonorrhoe dan syphillis sebagai penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Dan baru pada tahun 1916 Hoehne melaporkan bahwa Trichomonas vaginalis adalah suatu flagellata yang patogenik karena ia menemukan kolpitis yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hospes, Nama Penyakit dan Habitat

Hospes dari Trichomonas vaginalis adalah manusia. Parasit ini terdapat pada genital wanita dan pria, terutama ditemukan pada saluran kencing kedua jenis kelamin tersebut. Wanita frekuensi lebih banyak dijumpai daripada pria, dan penyakit ini bersifat kosmopolit. Trichomoniasis adalah nama penyakit yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

2.2 Distribusi Geografik 

Trikomoniasis vagina ditemukan di mana-mana. Penelitian menunjukkan bahwa  parasit ini di temukan pada semua bangsa/ras dan pada semua musim, sukar untuk menentukan frekuensi penyakit ini di suatu daerah atau negeri, karena kebanyakan penelitian dilakukan pada golongan tertentu saja seperti golongan wanita hamil (18  –  25 % di AS) dan dari klinik ginekologi (30  –  40 % di eropa timur). Di Indonesia berdasar hasil penelitian di RSCM Jakarta terdapat 16% kasus dari klinik kebidanan dan 25 % wanita dari klinik ginekologi (sample sebanyak 1146 orang).

Trichomonas vaginalis  ditemukan pada lebih dari 30% saluran urogenital pria yang  pasangan wanitanya terinfeksi Trichomonas vaginalis. Di Eropa Timur infeksi Trichomonas vaginalis sekurang-kurangnya 25% ditemukan pada kasus uretritis non gonore. Di Zimbabwe 5,5% infeksi Trichomonas vaginalis  terjadi pada pria dan 10-50% infeksi Trichomonas vaginalis  pada wanita bersifat asimtomatik. Di Lods, Polandia, pada pemeriksaan urin  penderita pria dengan usia 18-60 tahun ditemukan 1,74% terinfeksi Trichomonas vaginalis sedangkan pada wanita usia 18-60 tahun ditemukan 10,67%. Di Inggris Barat, 5,3% wanita yang datang ke klinik ginekologi terinfeksi Trichomonas vaginalis dan 21,3% penderita yang datang ke bagian penyakit menular seksual mengandung organisme ini. Di Amerika, pada 465 pekerja asuransi didapatkan 6,3% wanita yang menikah dari 1,4% wanita tidak menikah

mengidap Trichomonas vaginalis. Sebagian besar pekerja seks komersial atau peng-guna obat (70%) mem-punyai Trichomonas vaginalis. Pada wanita kulit hitam diperkirakan 2-8 kali lebih banyak ditemu-kan Trichomonas vaginalis dibandingkan wanita kulit putih.

2.3 Morfologi

Morfologi berukuran antara 15 - 20 x 10 mikron, tidak berwarna dan bentuknya cuboid. Sitoplasmanya bergranula dimana granula tersebut pada umumnya terletak di sekitar custa dan axostyle (ax;axostyle). Membran bergelombang (umundulating membrane)  berakhir pada pertengahan tubuh, jadi tidak mempunyai flagela bebas (Fg). Sitostoma tidak nyata (cy;sytostoma), nukleus (nu). Makanannya adalah kuman-kuman, sel-sel vagina, hanya dapat hidup pada pH diatas 5,5 - 7,5.

2.4 Siklus Hidup

Pada wanita tempat hidup parasit ini di vagina dan pada pria di uterus dan prostat. Parasit ini hidup di makosa vagina dengan makan bakteri dan leukosit. Trichomonas vaginalis bergerak dengan cepat berputar-putar di antara sel-sel epitel dan leukosit dengan menggerakkan flagel antesias dan membran bergelombang. Trichomonas vaginalis  berkembangbiak secara belah pasang longitudinal. Di luar habitatnya, parasit mati pada suhu 500C, tetapi dapat hidup selama 5 hari pada suhu 00C. Dalam biakan, parasit ini mati pada  pH kurang dari 4,9, inilah sebabnya parasir tidak dapat hidup di sekitar vagina yang asam (pH 3,8 –  4,4). Parasit ini tidak tahan pula terhadap desinfektans dan antibiotik. Infeksi terjadi secara langsung waktu bersetubuh melalui bentuk trofozoit pada keadaan lingkungan sanitasi kurang biak dengan banyak orang hidup bersama dalam satu rumah. Infeksi secara tidak langsung melalui alat mandi seperti : lap mandi atau alat sanitasi seperti toilet seat, pernah di laporkan.

2.5 Patologi dan Gejala Klinis

Trichomonas vaginalis yang di tularkan pada jumlah cukup ke dalam vagina dapat  berkembang biak, bila flora bakteri, pH dan keadaan fisiologi vagina sesuai. Setelah  berkembang biak cukup banyak, parasit menyebabkan degenerasi dan deskuamasi sel epitel vagina. Keadaan ini disusul oleh serangan leukosi, dan disekitar vagina tedapat banyak leukosit dan parasit bercampur dengan sel-el epitel. Sekret vagina mengalir keluar vagina dan menimbulkan gejala flour albus atau keputihan. Setelah lewat stadium akut, gejala berkurang dan dapat reda sendiri. Pada pemeriksaan in speculo, tampak kelaian berupa vaginitis,

dinding vagina dan porsio tampak merah meradang dan pada infeksi berat tampak pula  pendarahan-pendarahan kecil. Flour tampak berkumpul di belakang porsio, encer atau sedikit kental pada infeksi campur, berwarna putih kekuning-kuningan atau putih kelabu dan  berbusa.banyak flour yang di bentuk tergantung dari beratnya infeksi dan stadium penyakit. Selain gejala flour albus yang merupakan keluhan utama penderita, pruritus vagina atau vulva dan disuria (rasa pedih waktu kencing) merupakan keluhan tambahan. Infeksi dapat menjalar dan menyebabkan uretritis. Kadang-kadang infeksi terjadi tanpa gejala. Pada pria, infeksi biasanya terjadi tanpa gejala, atau dapat pula menyebabkan uretritis, prostatitis dan  prostatovisikulitis.

2.6 Epidemiologi

Trikomoniasis vagina ditemukan di mana-mana. Penelitian menunjukkan bahwa  parasit ini di temukan pada semua bangsa/ras dan pada semua musim, sukar untuk menentukan frekuensi penyakit ini di suatu daerah atau negeri, karena kebanyakan penelitian dilakukan pada golongan tertentu saja seperti golongan wanita hamil (18  –  25 % di AS) dan dari klinik ginekologi (30  –  40 % di eropa timur). Di Indonesia berdasar hasil penelitian di RSCM Jakarta terdapat 16% kasus dari klinik kebidanan dan 25 % wanita dari klinik ginekologi (sample sebanyak 1146 orang). Cara pemeriksaan yang berbeda dapat pula memberikan hasil yang berlainan, pada pria umumnya angka-angka yang ditemukan lebih kecil, mungkin sekali oleh karena parasit lebih sukar di temukan dan oleh karena infeksi seringy berlangsung pada gejala pada wanita parasit lebih sering di temukan pada kelompok usia 20 –  49 tahun, berkurang pada usia muda dan usia lanjut dan jarang pada anak gadis.

2.7 Diagnosa penyakit

Diagnosis berdasarkan keluhan keputihan atau flour albus, rasa panas dan gatal pada vulva/vagina dan keluarnya sekret encer, berbusa berbau tidak sedap dan berwarna kekuning-kuningan, serta adanya rasa bekas garukan karena gatal dan heperemia pada vagina. Diagnosis laboratorium di buat dengan menemukan parasit Trichomonas vaginalis pada  bahan sekret vagina, sekret uretra, sekret prostat dan urine. Dengan cara pembuatan  preparatnya sbb :

Pada wanita, diambil sekret dari vagina (diambil pada bagian yang putih).

Pada laki-laki dengan cara memasukan jari peranum, kemudian prostat dipijat sampai keluar sekret 1 - 2 tetes Untuk kontrol pasca pengobatan, pemeriksaan langsung dengan

menggunakan mikroskop perlu di tunjang dengan melakukan pembiakan sekret vagina atau  bahan lain dalam medium yang cocok. Test serologis sukar dilakukan.

2.8 Penularan

Trichomonas vaginalis  menular melalui hubungan seksual meskipun masih diperdebatkan. Trichomonas vaginalis dapat hidup pada obyek yang basah selama 45 menit  pada kloset duduk, kain lap pencuci badan, baju, air mandidan cairan tubuh. Penularan  perinatal terjadi kira-kira 5% dari ibu yang terinfeksitetapi biasanya sembuh sendiri dengan metabolisme yang progresif dari hormon ibu. Infeksi Trichomonas vaginalis  mempunyai masa inkubasi selama 4-21 hari

2.9 Pencegahan

Untuk pencegahan, karena kelaian, kasus-kasus tanpa gejala pada pria perlu mendapat  pengobatan yang tuntas. Demikian pula suami dari wanita yang menderita trichomoniasis  perlu di beri pengobatan yang sama seperti istrinya sampai parasit tidak di temukan lagi pada  pembiakan kontrol. Dapat juga dilakukan dengan penyuluhan dan pendidikan terhadap pasien

dan masyarakat umumnya tentang infeksi ini serta diagnosis dan penanganan yang tepat pada  pasangan penderita trichomoniasis.

Pemakaian kondom dapat dijadikan salah satu cara mencegah tertularnya pasangan seksual terhadap infeksi ini.

2.10 Pengobatan

Dasar pengobatan ialah memperbaiki keadaan vagina dengan membersihkan mukosa vagina dan menggunakan obat-obat per os dan lokal. Pada saat ini metronidazol merupakan obat yang efektif untuk pengobatan trikomoniasis, baik untuk pria maupun untuk wanita.dosis per os 2 x 250 mg sehari selama 5-7 hari untuk suami atau istri. Dosis lokal untuk wanita adalah 500 mg metrodizal dalam bentuk tablet vagina sehari selama 5 – 7 hari.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Trichomonas vaginalis adalah suatu flagellata yang patogenik karena ia menemukan kolpitis yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.

Hospes dari Trichomonas vaginalis adalah manusia.

Parasit ini terdapat pada genital wanita dan pria, terutama ditemukan pada saluran kencing kedua jenis kelamin.

Terdapat 3 spesies yang sering ditemukan pada manusia yaitu Trichomonas Vaginalis yang merupakan parasit pada saluran genitourianaria, Trichomonas Tenax  ditemukan di rongga mulut dan Pentatrichomonas Homonis ditrmukan di usus besar.

Trichomonas vaginalis menular melalui hubungan seksual meskipun masih diperdebatkan.

3.2 Saran

Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kami mengharapkan kritikan dari teman-teman semua.

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Irianto, koes. 2009. Parasitologi. Bandung: yrama widya. Latifa, laelita. 2010. http://laelitafarikha.blogspot.com/.

Suwita,hardi.2006.http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/13_TrikomoniasisdanPenatalaksanaa nnya.pdf/13_TrikomoniasisdanPenatalaksanaannya.html.

Yazhid Blog

:: Assalamualaikum ::

Yazhid Blog

:: Assalamualaikum :: KOMPETENSI TUGAS KAMPUS LAPORAN PRAKTIKUM

Makalah Trichomonas Vaginalis

Yazhid Bashar LD 3 years ago 0 Comments Facebook Twitter BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Trichomonas vaginalis adalah protozoa parasit yang menginfeksi saluran urogenital baik perempuan dan laki-laki di seluruh dunia. Trichomoniasis, yang disebabkan oleh T vaginalis, adalah yang paling umum infeksi menular seksual (IMS) hari ini, dengan kejadian tahunan lebih dari 170 juta kasus di seluruh dunia. Lebih dari delapan juta wanita terinfeksi vagi nalis T di Amerika Utara saja . Meskipun pernah dianggap sebagai infeksi gangguan, T vaginalis pada wanita sejak itu telah

dikaitkan dengan peningkatan kejadian postpartum demam berkepanjangan dan endometritis, ketuban pecah dini dan perubahan morfologi sel di sitologi serviks. Meskipun biasanya merupakan penyakit tanpa gejala pada laki-laki, T vaginalis telah dikaitkan dengan 5% sampai 15% dari kasus uretritis nongonococcal. Angka-angka ini mungkin lebih tinggi pada pria dengan uretritis nongonococcal yang telah gagal terapi tetrasiklin dan eritromisin. T vaginalis juga telah dikaitkan dengan epididimitis, prostatitis dan balanitis.

Organisme ini sekarang telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi penularan HIV, dan disarankan bahwa parasit ini dapat meningkatkan ibu-ke-bayi penularan HIV. Meningkatnya penularan ini pada wanita diyakini karena denution dari epitel servikovaginal bersama dengan akumulasi limfosit CD4 dan makrofag pada tempat infeksi, yang dapat memberikan kolam sel HIV-rentan atau terinfeksi HIV. Dua puluh lima persen dari mahasiswa di Nigeria diuji positif untuk T vaginalis dan sampai 20% dari wanita hamil di Amerika Serikat (AS) adalah biakan positif - Data ini mendukung prevalensi T vaginalis. Karena dampaknya terhadap ketuban pecah dini dan tingkat kelahiran yang rendah, T vaginalis dianggap menjadi penyebab signifikan morbiditas neonatal di Amerika Serikat.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah klasifikasi dari Tricomonas Vaginalis 2. Jelaskan struktur genom dari tricomonas Vaginalis

3. Bagaimanakah struktur sel dan metabolisme dari Tricomonas Vaginalis 4. Jelaskan Morfologi dan Diagnosa dari Tricomonas Vaginalis

5. Apa yang dimaksud dengan Patologi Tricomonas Vaginalis 6. Bagaimanakah pengobatan dan pencegahan dari Trikomoniasis

1.3 Tujuan

1. Agar dapat mengetahui klasifikasi Tricomonas Vaginalis

2. Agar dapat mengetahui struktur genom dari tricomonas Vaginalis

3. Agar dapat menjelaskan struktur sel dan metabolisme dari Tricomonas Vaginalis 4. Agar dapat mengetahui Morfologi dan Diagnosa dari Tricomonas Vaginalis

5. Agar dapat menjelaskan Patologi Tricomonas Vaginalis

6. Agar dapat mengetahui pengobatan dan pencegahan dari Trikomoniasis

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi Tricomonas Vaginalis

Trichomonas vaginalis adalah anaerobik, protozoa flagellated, bentuk mikroorganisme. Parasit mikroorganisme adalah agen penyebab trikomoniasis, dan yang paling umum infeksi protozoa patogen manusia di negara-negara industri. Tingkat infeksi antara pria dan wanita adalah sama dengan perempuan menunjukkan gejala sementara infeksi pada pria biasanya asimptomatik.. Transmisi terjadi secara langsung karena trofozoit tidak memiliki kista. WHO memperkirakan bahwa 160 juta kasus infeksi diperoleh setiap tahunnya di seluruh dunia. Perkiraan untuk Amerika Utara saja adalah antara 5 dan 8 juta infeksi baru setiap tahun, dengan tingkat estimasi kasus asimtomatik setinggi 50%. Biasanya pengobatan terdiri dari metronidazol dan tinidazol

Trichomonas vaginalis adalah infeksi menular seksual (IMS). Hal ini kadang-kadang disebut sebagai trichomonas atau trichomoniasis, atau disingkat menjadi TV. Trikomoniasis adalah penyakit yang sangat umum menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, motil sebuah, menyalahi protozoa

Gejala lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria, meskipun kedua perempuan dan laki-laki mungkin asimtomatik. Peradangan kelamin yang berhubungan dengan infeksi T. vaginalis memfasilitasi human immunodeficiency virus (HIV) transmisi, dan penyakit ini  juga diakui sebagai penyebab potensial dari hasil kehamilan, infertilitas pria dan wanita, dan atipikal

negara radang panggul.

Menurut Donne 1836 klasifikasi ilmiah Trichomonas vaginalis adalah : Domain: Eukarya

Filum : Metamonada Kelas : Parabasalia Order : Trichomonadida Genus : Trichomonas Spesies: T. vaginalis nama binomial : Trichomonas vaginalis. 2.2 Struktur Genom

T. vaginalis genom parabasalid pertama yang dijelaskan. Genomnya adalah sekitar 160 megabases dalam ukuran dengan setidaknya 65% dari mengulangi dan elemen transposabel. Satu set inti ± 60.000 gen protein-coding diidentifikasi, yang berarti T. vaginalis memiliki salah satu coding kapasitas tertinggi di antara eukariota. Intron ditemukan di 65 gen, RNA transfer yang ditemukan untuk semua dua puluh asam amino, dan sekitar 250 DNA ribosom diidentifikasi dalam genom ini. Ada enam kromosom di T. vaginalis. Sebuah penemuan yang menarik adalah bahwa mesin transkripsi eukariot ini muncul lebih metazoan dari protozoa. Genom ini juga menunjukkan terdapat 152 kasus transfer gen prokariot-to-eukariot lateral yang mungkin. Genom membantu dengan penemuan jalur metabolisme yang tidak diketahui, klasifikasi mekanisme patogen, dan identifikasi fungsi yang tidak diketahui organel di T. Vaginalis.

2.3 Struktur Sel dan Metabolisme

Trichomonas vaginalis bervariasi dalam ukuran dan bentuk, dengan rata-rata lama 10ìm dan lebar 7μm. Munculnya protozoa ini diubah oleh kondisi physiochemical. Dalam kultur murni, bentuknya lebih seragam seperti berbentuk buah pir atau oval. Sebagai parasit, tampaknya lebih amoeboid ketika melekat pada sel epitel vagina. Ini memiliki lima flagella-empat di antaranya berada di anterior dan flagela lainnya yang tergabung dalam membran bergelombang. Flagela dan membran bergelombang berkontribusi terhadap motilitasnya. Dalam kondisi pertumbuhan yang tidak menguntungkan, trichomonad dapat mengumpulkan dan internalisasi flagela nya. Sitoskeleton terbuat dari tubulin dan aktin serat. Inti, dikelilingi oleh amplop nuklir berpori, terletak di ujung anterior. Sebuah hialin tipis, batang-seperti struktur yang disebut axostyle dimulai pada nukleus dan

membagi protozoa longitudinal. Ini menjorok melalui bagian posterior protozoa, berakhir di titik yang tajam. Axostyle membantu jangkar protozoa ke sel epitel vagina. T. vaginalis ada sebagai trophozite dan tidak memiliki tahap fibrosis. Struktur menarik trichomonad ini hydrogenosome nya yang memainkan peranan penting dalam metabolisme.

Sumber energi utama T. vaginalis berasal dari metabolisme karbohidrat fermentasi bawah kedua kondisi anaerobik dan aerobik. Produk meliputi asetat, laktat, malat, gliserol, CO2, dan

Dalam dokumen Resume Giardia l Dan Trychomonas (Halaman 27-47)

Dokumen terkait