Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
1.3. Tujuan Penelitian 1.4. Manfaat Penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA, yang dapat berisi beberapa subbab dan diakhiri dengan subbab yang berupa hipotesis.
BAB III. METODOLOGI, yang berisi:
3.1. Waktu dan Tempat 3.2. Bahan dan Alat
3.3. Rancangan Percobaan (jika ada) 3.4. Prosedur Pelaksanaan
3.5. Variabel Pengamatan 3.6. Analisis Data
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN, yang berisi 5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN (Jika ada)
Bagian utama Skripsi untuk fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian memiliki sistematika sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN, yang berisi:
1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Tujuan Penelitian 1.4. Manfaat Penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA, 2.1. Penelitian Terdahulu
2.2. Landasan Teori 2.3. Kerangka Pemikiran 2.4. Hipotesis
BAB III. METODOLOGI, yang berisi:
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
3.1. Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2. Metode Penelitian
3.3. Metode Pengumpulan Data
3.4. Metode Pengambilan Contoh/Penentuan Informan (jika ada) 3.5. Analisis Data
3.6. Definisi Operasional/Terminologi BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN, yang berisi 5.1.Kesimpulan Tesis memiliki sistematika sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN, yang berisi:
1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah
1.3. Kebaruan Penelitian (Novelty) 1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Manfaat Penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Bab ini dibuat sebagaimana sistematika pada karya tulis ilmiah untuk program sarjana sesuai dengan fokus keilmuan (fokus keilmuan eksakta bidang pertanian atau fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian).
BAB III. METODOLOGI. Bab ini dibuat sebagaimana sistematika pada karya tulis ilmiah untuk program sarjana sesuai dengan fokus keilmuan (fokus keilmuan eksakta bidang pertanian atau fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian).
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Untuk tesis bagi fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian wajib terdapat subbab Keterbatasan Penelitian sebagai subbab terakhir pada Bab ini.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN, yang berisi 5.1. Kesimpulan Disertasi dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN. Bab ini dibuat sebagaimana sistematika pada karya tulis ilmiah untuk program magister sesuai dengan fokus keilmuan (fokus keilmuan eksakta bidang pertanian atau fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian).
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Bab ini dibuat sebagaimana sistematika pada karya tulis ilmiah untuk program sarjana maupun program magister sesuai dengan fokus keilmuan (fokus keilmuan eksakta bidang pertanian atau fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian).
BAB III. METODOLOGI. Bab ini dibuat sebagaimana sistematika pada karya tulis ilmiah untuk program sarjana maupun program magister sesuai dengan fokus keilmuan (fokus keilmuan eksakta bidang pertanian atau fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian).
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Untuk tesis bagi fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian wajib terdapat subbab Keterbatasan Penelitian sebagai subbab terakhir pada Bab ini.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN, yang berisi 5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN (Jika ada)
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
2.2.4. Penjelasan Sistematika Bagian Utama 2.2.4.1. Bab I. Pendahuluan
a. Latar belakang
Memberikan uraian tentang apa yang akan diteliti dan alasan pentingnya penelitian dilakukan (tentang apa dan mengapa) yang dapat disertai dengan data atau fakta. Juga dikemukakan pula alasan maupun gap (kesenjangan) keilmuan yang mengindikasikan gagasan asli dari penelitian yang dilakukan, yang didasarkan pada tinjauan temuan penelitian terdahulu dari berbagai sumber informasi. Secara garis besar latar belakang dapat menggambarkan judul karya ilmiah mahasiswa.
b. Rumusan masalah
Rumusan masalah merupakan penjelasan mengenai pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang akan diteliti. Rumusan masalah dapat berupa pertanyaan ilmiah yang menjadi landasan pelaksanaan penelitian yang dilakukan dan harus ditulis dengan jelas sehingga pemecahan masalah bisa diselesaikan dengan tuntas dan tidak salah arah.
c. Kebaruan penelitian (Novelty) (khusus Tesis dan Disertasi)
Aspek kebaruan merupakan hal yang penting dalam sebuah penelitian.
Bagian ini dikhususkan bagi karya tulis ilmiah berupa Tesis dan Disertasi. Uraian tentang kebaruan penelitian ini perlu dituliskan dengan jelas. Pada bagian ini, pernyataan kebaruan diuraikan dengan singkat tentang aspek pembeda dari penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya. Aspek pembeda dapat berupa kebaruan ide penelitian (originalitas), kebaruan metode yang digunakan, obyek penelitian, variabel pengamatan, dan atau ruang lingkup peneltian.
d. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian memiliki kaitan erat dengan permasalahan penelitian dan merupakan arahan jawaban dari hipotesis atau deskripsi sementara dari asumsi.
Tujuan penelitian tersusun atas hasil-hasil yang hendak dicapai dan tidak boleh menyimpang dari permasalahan yang telah dikemukakan.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
e. Manfaat penelitian
Manfaat penelitian disebut juga signifikansi penelitian. Manfaat penelitian memaparkan kegunaan hasil penelitian yang akan dicapai. Pada bagian ini dipaparkan kegunaan penelitian bagi (1) kepentingan ilmu dan teknologi, bagi (2) kebijakan pemerintah, bagi (3) industri, dan bagi (4) masyarakat luas.
2.2.4.2. Bab II. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka menguraikan kajian teori, temuan, dan hasil-hasil penelitian terdahulu (kajian empiris) berkaitan dengan masalah yang dibahas, dan acuan yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian serta perumusan hipotesis atau asumsi (jika diperlukan) sebagai hasil akhir dari kajian teori. Semua rujukan yang digunakan dalam dalam tinjauan pustaka harus disajikan pada daftar pustaka.
Pada bagian akhir dari tinjauan pustaka terdapat subbab hipotesis yang merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah yang masih harus diuji kebenarannya. Hipotesis dibuat berdasarkan hasil kajian teoritis, konsep, dan informasi secara mendalam yang tertuang dalam tinjauan pustaka.
Khusus untuk karya tulis ilmiah untuk fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian, komponen pada tinjauan pustaka terdiri dari 4 subbab berikut:
a. Penelitian Terdahulu
Subbab ini berisi informasi penelitian terdahulu yang sesuai dengan judul dan topik penelitian. Subbab ini juga bisa memuat matriks penelitian terdahulu serta keterkaitan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Penelitian terdahulu diharapkan berasal dari jurnal ilmiah termutakhir (terbaru).
b. Landasan Teori
Subbab ini menguraikan teori yang terkait dengan topik penelitian yang sedang dilaksanakan.
c. Kerangka Pemikiran
kerangka pemikiran memuat hasil sintesa dari penelitian terdahulu, landasan teori, dan pemikiran peneliti yang mendasari tersusunnya hipotesis penelitian.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
d. Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara atas pertanyaan ilmiah yang tertuang dalam subbab Rumusan Masalah yang perlu dibuktikan kebenarannya. Pada penelitian yang menggunakan analisis statistik maka hipotesis harus menganut kaidah hipotesis nol dan alternatif dimana pada rumusan ini yang dinyatakan adalah hipotesis alternatif.
2.2.4.3. Bab III. Metodologi
Pada bab ini, subbab dalam metodologi dibuat sesuai dengan karakteristik fokus keilmuan.
a. Fokus keilmuan ekstakta bidang pertanian a). Waktu dan Tempat
Subbab ini berisi informasi terkait waktu pelaksanaan penelitian (termasuk durasi penelitian jika diperlukan), dan tempat penelitian/percobaan dilaksanakan.
b). Bahan dan Alat
Pada subbab ini, dapat berisi informasi berupa alat dan bahan yang setiap komponennya diketik dalam bentuk paragraf terpisah (paragraf alat dan paragraf bahan).
c). Rancangan Percobaan (jika ada)
Khusus untuk penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan dalam bentuk percobaan atau berupa eksperimen, maka rancangan atau desain percobaan yang digunakan perlu dituliskan pada subbab ini. Desain dan denah percobaan yang digunakan disajikan secara jelas dan detil pada subbab ini.
d). Prosedur Pelaksanaan
Subbab ini dapat dibagi menjadi beberapa subsubbab. Pada bagian ini berisi metode atau cara yang digunakan selama penelitian termasuk pada tahapan persiapan dan pelaksanaan percobaan. Pada bagian ini juga disajikan metode-metode yang digunakan sebagai upaya untuk mengumpulkan data.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
e) Variabel Pengamatan
Variabel Pengamatan merupakan sesuatu yang menjadi objek pengamatan penelitian, sering disebut sebagai faktor yang berperan dalam penelitian atau gejala yang akan diteliti. Variabel Pengamatan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian sebagai sumber pengumpulan data, sehingga seluruh variabel pengamatan harus ditulis dengan lengkap dan jelas pada subbab ini.
f) Analisis data
Bagian ini berisi metode atau cara yang digunakan untuk melakukan analisa pada data yang dikumpulkan. Umumnya analisis data dilakukan secara statistik sehingga uraian analisa statistik yang digunakan harus dituliskan dengan jelas.
b. Bidang fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian a) Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian
Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian berisi informasi terkait metode yang digunakan dalam menentukan lokasi yang dijadikan penelitian. Pada subbab ini juga menjelaskan informasi mengenai waktu penelitian dilakukan.
b) Metode Penelitian
Metode penelitian menguraikan tentang metode utama yang digunakan dalam penelitian misalnya metode kualitatif atau metode kuantitatif. Pada subbab ini juga perlu diterangkan secara lebih khusus mengenai desain penelitian dan telaah yang digunakan dalam menunjukkan hubungan antar variabel misalnya deskriptif, eksploratif, komparatif, dan analitik.
c) Metode Pengumpulan Data
Subbab ini berisi uraian metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian baik data primer maupun data sekunder.
d) Metode Pengambilan Contoh/Penentuan Informan (jika ada)
Metode ini digunakan untuk menentukan jumlah contoh dalam kaitannya
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
dengan keterwakilan populasi pada penelitian kuantitatif. Penentuan Informan menjelaskan tentang bagaimana prosedur pemilihan informan yang secara spesifik digunakan untuk penelitian kualitatif.
e) Analisis Data
Analisis data merupakan metode analisis yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian yang tertuang dalam subbab Rumusan Masalah atau membuktikan hipotesis.
f) Definisi Operasional/Terminologi
Definisi operasional merupakan definisi yang menjelaskan secara singkat tentang variable beserta indikator pengukurannya yang digunakan untuk memberikan pedoman bagi peneliti dalam pelaksanaan penelitian (sesuai konteks penelitian).
2.2.4.4. Bab IV. Hasil dan Pembahasan
Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan yang dapat bersifat terpadu.
Pada karya tulis ilmiah yang memerlukan penyajian Gambaran Umum Lokasi Penelitian, dapat disajikan pada subbab pertama dari bab ini. Pada bagian ini dipaparkan secara rinci pemecahan masalah melalui analisis data atau hasil penelitian dengan menggunakan metode, teknik, dan landasan teori yang telah dipilih. Hasil dan pembahasan merupakan inti tulisan ilmiah karena pada bagian ini disajikan data dan informasi yang ditemukan oleh peneliti serta digunakan sebagai dasar penyimpulan dan bahkan penyusunan teori baru.
Luas ruang lingkup dan kedalaman pembahasan penelitian dapat disajikan dalam bentuk subbab, atau subsubbab sesuai dengan banyaknya masalah yang dibahas dalam penelitian. Penyajian data hasil penelitian harus diawali dengan narasi pengantar terkait urgensi data hasil penelitian tersebut disajikan. Hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk deskripsi dan dapat dibantu dengan ilustrasi berupa tabel dan/atau gambar untuk memperjelas dan mempersingkat deskripsi.
Tabel dan/atau gambar yang ditulis dalam naskah bagian utama adalah yang relevan
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
dengan pembahasan, sedangkan tabel dan/atau gambar penunjang ditempatkan pada bagian lampiran. Penyajian hasil penelitian disampaikan secara konkrit dan obyektif atas data penelitian yang diperoleh. Penggunaan interpretasi, pernyataan implikasi, dan argumen terhadap hasil penelitian yang diperoleh menjadi bagian dari pembahasan. Hasil penelitian harus disajikan secara apa adanya tanpa interpretasi apapun untuk menjaga objektifitas dari karya tulis ilmiah. Pada bagian ini, hasil penelitian yang disajikan perlu dideskripsikan terkait dengan fenomena unik yang ditemukan baik secara umum maupun secara khusus dan harus tergambar serta dapat ditemukan oleh pembaca dari data yang disajikan.
Selanjutnya, hasil penelitian harus dibahas dan dikaji. Pada bagian ini dibutuhkan kemampuan peneliti untuk menguji hipotesis dan/atau berfikir secara logis. Hasil penelitian diinterpretasikan dan diimplikasikan atas fenomena unik yang terjadi (ditemui) dalam bentuk pernyataan pendapat dari sisi peneliti (argumen peneliti). Pada kesempatan ini, peneliti bebas menuliskan argumen/pendapatnya secara spesifik berdasarkan sebuah data yang diperoleh maupun atas hasil sintesis dengan menghubungkan beberapa data yang diperoleh dan terkait. Argumen tersebut kemudian dibandingkan dengan teori, informasi, ataupun temuan serupa yang tertuang pada pustaka untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya.
Persamaan dan perbedaan hasil yang ditemukan harus dijelaskan berdasarkan referensi terkait, terutama untuk memberikan penjelasan tentang kemungkinan alasan terjadinya perbedaan atau persamaan dari hasil penelitian. Jika temukan adanya persamaan antara keduanya, hasil penelitian tersebut memperkokoh teori sebelumnya. Jika hasil penelitian berbeda dengan teori sebelumnya, hal itu merupakan temuan baru yang memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.
Pada bagian akhir bab ini, juga perlu disajikan secara singkat tentang kelebihan dan kekurangan dari hasil penelitian yang dilakukan dibandingkan dengan dengan penelitian sejenis lainnya. Dengan demikian akan tergambar adanya kemungkinan kesenjangan (gap) penelitian yang dapat menjadi rujukan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.
Khusus untuk karya tulis ilmiah berupa Tesis dan Disertasi dengan fokus keilmuan sosial humaniora bidang pertanian, maka komponen pada Hasil dan
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Pembahasan diakhiri dengan subbab Keterbatasan Penelitian.
Keterbatasan Penelitian dapat diartikan sebagai sebuah pernyataan hal-hal atau variabel yang sebenarnya tercakup di dalam keluasan lingkup penelitian tapi karena keterbatasan metodologis atau prosedural tertentu sehingga tidak dapat dicakup di dalam penelitian dan di luar kendali peneliti.
2.2.4.5. Bab V. Kesimpulan dan Saran a. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan pernyataan yang tegas, tidak menimbulkan multitafsir, dan merupakan pernyataan singkat hasil penelitian yang menjawab hipotesis dan/atau tujuan. Kesimpulan harus dibuat berdasarkan fakta yang tersurat bukan yang tersirat, dirumuskan singkat dan jelas, serta mengandung semua informasi hasil penelitian yang sesuai dengan permasalahan penelitian. Kesimpulan hanya mengacu pada populasi dan atau subjek tertentu. Kesimpulan bukan merupakan pengulangan pernyataan yang sudah dikemukakan pada bab sebelumnya, artinya informasi yang sama harus dikemukakan dengan ungkapan yang berbeda (Calderon & Gonzales dalam DIKTI, 2005).
Pada tesis dan disertasi dapat ditambahkan implikasi teoretis dari hasil penelitian yang diletakkan sebelum uraian kesimpulan atau pada subbab tersendiri.
Implikasi teoritis berisi pernyataan-pernyataan ilmiah yang merupakan perpaduan antara temuan-temuan hasil penelitian dan teori-teori sebelumnya. Terdapat pernyataan bahwa seorang peneliti mengakui bahwa penelitian tersebut terdapat kekurangannya sehingga akan muncul penelitian berikutnya.
b. Saran
Saran adalah rekomendasi yang didasarkan atas hasil penelitian yang ditujukan untuk mengatasi atau membantu dalam menyelesaikan masalah yang diteliti. Saran dapat berupa usulan perbaikan sistem atau praktik dan harus bersifat logis, sahih, dan praktis. Saran dapat ditujukan kepada pembuat kebijakan, ilmuwan, dan pengguna lain hasil penelitian.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
2.2.4.6. DaftarPustaka
Daftar pustaka berisi sumber pustaka yang dirujuk dalam proposal tugas akhir sarjana dan Program Pascasarjana. Tata cara penulisan daftar sumber rujukan diuraikan lebih rinci dalam Bab 4 pada buku ini.
2.3. Bagian Akhir
Bagian akhir dalam sistematika karya tulis ilmiah berisi lampiran-lampiran yang diperlukan dan menjadi rujukan dalam bagian utama. Lampiran memuat uraian yang tidak disampaikan pada bagian utama, seperti kuesioner, data pendukung, dan lain-lain. Ketentuan penulisan lampiran diuraikan dalam Bab 5 pada buku ini.
23
BAB 3. ATURAN PENULISAN TUGAS AKHIR
Komponen-komponen dalam karya ilmiah harus dapat dibedakan secara jelas dan diketahui jumlahnya. Berdasarkan hal tersebut, maka komponen-komponen yang ada dalam karya ilmiah perlu diatur jarak pengetikannya dan diberi nomor.
Ketentuan tentang pengaturan jarak pengetikan dan penomoran bermacam-macam sehingga harus konsisten dalam pemakaiannya. Pengaturan jarak pengetikan dan penomoran karya ilmiah yang berlaku di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Jember adalah sebagai berikut.
3.1. Ukuran Kertas, Margin, dan Jenis Huruf
Karya ilmiah dibuat dan dicetak pada kertas berukuran A4 (21 × 29,7 cm) dengan berat kertas 80 gram. Jarak antara tulisan dengan tepian kertas diatur sebagai berikut: (a) pias atas 4 cm, (b) pias bawah 3 cm, (c) pias kiri 4 cm, dan (d) pias kanan 3 cm. Huruf yang digunakan adalah Times New Roman ukuran 12 point.
Pengetikan awal kalimat pada semua paragraf/alinea diberi tabulasi berjarak 1 cm dari pias kiri.
3.2. Jarak Baris
Jarak antar baris diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Judul bab diketikkan pada baris pertama;
b. Jarak antara judul bab dan kalimat pertama dan antara kalimat terakhir dalam suatu subbab (atau subsubbab) dan judul subbab (atau subsubab) berikutnya adalah 3 spasi;
c. Jarak antara judul subsubab yang langsung mengikuti judul subbab adalah 1,5 spasi;
d. Jarak antara judul subbab (atau subsubbab) dan kalimat pertamanya dan antar baris tulisan dalam suatu paragraf adalah 1,5 spasi;
e. Jarak antara kalimat terakhir sebuah paragraf dan judul subbab adalah 3 spasi;
f. Jarak antar baris tulisan dalam ringkasan (summary), kutipan langsung lebih dari 4 baris, judul tabel atau gambar, dan daftar pustaka adalah 1 spasi;
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
g. Jarak antar baris pada judul tabel, judul gambar, dan judul lampiran mengikuti aturan penyajian ilustrasi (Bab 5);
h. Jarak antar pustaka dalam daftar pustaka adalah 2 spasi (ketentuan tentang penulisan pustaka diatur pada bab tersendiri (Bab 4).
3.3. Penulisan Judul, Judul Bab, Subbab, dan Subsubbab 3.3.1. Judul Karya Tulis Ilmiah
Penulisan judul karya tulis ilmiah diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Judul tidak boleh berupa kalimat. Artinya, judul tidak boleh menggunakan bentuk bahasa yang terdiri atas subjek dan predikat serta tidak boleh diawali dengan kata kerja (lihat contoh);
b. Redaksi judul hendaknya menghindari penggunaan kata klise (misalnya:
pengaruh, beberapa, sekelumit, studi, studi pendahuluan, dan penelaahan);
c. Judul sebaiknya tidak lebih dari 15-20 kata (tidak termasuk kata sambung dan kata depan) (lihat contoh);
d. Judul yang panjang dapat dibagi menjadi judul dan anak judul atau judul tambahan. Untuk penulisan judul yang panjang, antara judul dan anak judul dipisahkan oleh tanda titik dua (:) atau tanda kurung ((...)) dan menggunakan ukuran huruf yang sama;
e. Judul ditulis dengan jenis huruf Times New Roman cetak tebal dengan ukuran 14 point. Judul dan anak judul ditulis dengan huruf kapital, termasuk penulisan kata tugas yaitu kata depan dan kata sambung; dan
f. Penulisan judul menggunakan sistem simetris dan diupayakan berbentuk segitiga terbalik dengan jarak ketik satu spasi. Penulisan judul tidak diakhiri dengan tanda titik.
g. Nama ilmiah atau nama latin untuk makhluk hidup pada judul ditulis mengikuti kaidah penulisan nama ilmiah (lihat contoh);
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Contoh 1: Judul salah
MEMPELAJARI RESPON PERTUMBUHAN BIBIT CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) PADA KOMPOS
BLOK BERBASIS LIMBAH KULIT KOPI DAN SEKAM PADI
(salah, karena ada unsur subjek dan predikat)
MENGKAJI RESPON PERTUMBUHAN BIBIT CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) PADA KOMPOS BLOK
BERBASIS LIMBAH KULIT KOPI DAN SEKAM
(salah, karena diawali dengan kata kerja)
STUDI AWAL EFEKTIVITAS KOMBINASI REFUGIA DAN PESTISIDA NABATI DALAM MENEKAN POPULASI
HAMA THRIPS PADA CABAI MERAH
(salah, karena menggunakan kata klise, yaitu studi pendahuluan)
Contoh 2: Judul benar
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) PADA KOMPOS BLOK
BERBASIS LIMBAH KULIT KOPI DAN SEKAM
EFEKTIVITAS KOMBINASI REFUGIA DAN PESTISIDA NABATI DALAM MENEKAN POPULASI
HAMA THRIPS PADA CABAI MERAH
Contoh 3: Judul tunggal
STRATEGI PERTANIAN URBAN DI INDONESIA
Contoh 4: Judul dengan anak judul yang dipisahkan oleh tanda titik dua
PERTANIAN URBAN: USAHA PRAKTIK BUDIDAYA HORTIKULTURA DI TENGAH KOTA
Contoh 5: Judul dengan anak judul yang dipisahkan oleh tanda kurung
PERTANIAN URBAN (USAHA PRAKTIK BUDIDAYA
HORTIKULTURA DI TENGAH KOTA)
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
3.3.2. Judul Bab
Penulisan judul bab diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Judul bab ditulis pada halaman baru dengan huruf kapital yang dicetak tebal dengan posisi di tengah halaman menggunakan jenis huruf Times New Roman ukuran 12 point;
b. Judul bab tidak diakhiri dengan tanda baca apa pun;
c. Judul bab diberi angka Arab penunjuk bab yang diletakkan sesudah kata “BAB”;
d. Sesudah angka penunjuk bab diberi tanda titik dan jarak satu ketukan sebelum huruf awal judul bab.
3.3.3. Judul Subbab
Penulisan judul subbab diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Judul subbab ditulis di tepi kiri dan dicetak tebal yang diawali dengan nomor menggunakan angka Arab dua digit (angka digit pertama adalah nomor bab dan angka digit kedua menunjukkan urutan subbab) dan dipisahkan tanda baca titik;
b. Judul subbab ditulis menggunakan jenis huruf Times New Roman 12 ukuran point;
c. Judul subbab tidak diakhiri tanda baca titik;
d. Judul subbab diketik secara Title Case (Huruf Judul), kecuali kata depan dan kata sambung.
3.3.4. Judul Subsubbab
Penulisan judul subsubbab diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Judul subsubbab ditulis di tepi kiri, tidak dicetak tebal, diawali dengan nomor yang menggunakan angka Arab tiga digit yang dipisahkan tanda titik;
b. Menggunakan jenis huruf Times New Roman ukuran 12 point;
c. Judul subsubbab tidak diakhiri tanda baca titik;
d. Judul subsubbab diketik Title Case tanpa diakhiri tanda baca titik;
e. Judul di bawah struktur subsubbab ditulis dengan tipe huruf standar dengan format Title Case (Huruf Judul), kecuali kata depan dan kata sambung;
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
f. Judul sub setelah subsubbab maksimal 2 turunan (subsubsubbab dan subsubsubsubbab).
3.4. Penomoran
Penomoran halaman, bab, subbab, subsubbab, tabel, gambar, dan lampiran diatur sebagai berikut:
a. Penomoran halaman pada bagian awal karya tulis ilmiah menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, dst.) yang diletakkan di bagian tengah bawah halaman;
b. Penomoran halaman pada bagian utama dan bagian akhir karya tulis ilmiah menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dst.) yang diletakkan di bagian kanan atas halaman, termasuk pada halaman yang dicetak secara landscape;
c. Penomoran pada halaman pertama pada setiap bab (halaman bab) diletakkan di bagian tengah bawah halaman;
d. Penomoran subsubbab tidak boleh lebih dari tiga digit. Jika tiga angka digit sudah digunakan, penomoran selanjutnya menggunakan a, b, c, dst., kemudian 1), 2), 3) dst;
e. Penomoran untuk ilustrasi (tabel atau gambar) menggunakan angka Arab sebanyak dua digit yang diletakan setelah kata “Tabel”atau “Gambar”. Digit pertama merujuk pada nomor bab dimana ilustasi ditempatkan. Digit kedua merupakan nomor urut ilustrasi. Digit pertama dan kedua dipisahkan dan diakhiri dengan tanda baca titik;
f. Nomor urut ilustrasi (tabel atau gambar) pada setiap bab dimulai dengan angka 1;
g. Penomoran untuk lampiran menggunakan angka Arab secara berurutan sesuai dengan banyaknya dokumen yang dilampirkan.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Fakultas Pertanian
Contoh penomoran bab, subbab, dan subsubbab:
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Judul Subbab
2.1. Judul Subbab