5.1. Kesimpulan
Kesimpulan penelitian ini didasarkan pada temuan-temuan dari data-data hasil penelitian, sistematika sajiannya dilakukan dengan memperhatikan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Adapun kesimpulan yang diperoleh antara lain: 1. Kelayakanlembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis discovery learningyang
dikembangkan berdasarkanhasil validasi memiliki tingkat kevalidan yang tinggi. Berdasarkan hasil penilaian,kritik dan saran dari ahli materimemperoleh persentase kevalidan mencapai 95%, ahli desain pembelajaranmemperoleh persentase kevalidan mencapai 93% dan penilaian guru mata pelajaran ilmu pengetahuan alammemperoleh persentase kevalidan mencapai 95%.Berdasarkan data hasil validasi tersebut maka lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning yang dikembangkan masuk kriteria valid dan layak digunakan.
2. Keefektifan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning berdasarkan tes pencapaian hasil belajar. Berdasarkan data ketuntasan belajar individual peserta didik mencapai 83% dengan 30 (tiga puluh) orang peserta didik tuntas dan 6 (enam) orang peserta didik belum tuntas. Berdasarkan ketuntasan belajar klasikal peserta didik mencapai 83,3 % dengan persentase peningkatan gain score mencapai 0,74 dengan kategori tinggi.Hasil ketercapaian indikator pembelajaran mencapai 81,9%maka dapat dikatakan
167
bahwa TPK tercapai. Berdasarkan hasil observasi aktivitas peserta didik yang mencapai rata-rata 84,9 dengan kategori baik. Juga di lihat berdasarkan angket respon siswa, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang sangat setuju terhadap lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis discovery learningrespon posistif dari siswa mencapai 81,5% dengan kriteria baik.Berdasarkan data ini lembar kerja peserta didik (LKPD) ilmu pengetahuan alam berbasis discovery learning ini dikatakan efekif digunakan di dalam pembelajaran.
5.2. Saran
Dilihat dari hasil penelitian pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) ilmu pengetahuan alam berbasis discovery learningpada materi tata surya serta kesimpulan di atas maka saran yang dapat disampaikan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1. Bagi guru, lembar kerja peserta didik (LKPD) tidak harus didapat dengan membeli akan tetapi dapat dibuat dan diciptakan sendiri. Jadi diharapkan lembar kerja peserta didik (LKPD) ilmu pengetahuan alam berbasis discovery learning ini dapat digunakan di dalam proses pembelajaran, demi meningkatkan minat belajar peserta didik dan akhirnya peserta didik mampu mencapai indikator pembelajaran yang diharapkan di dalam kurikulum.
2. Bagikepalasekolah, sebaiknya pihak sekolah hendaknyamemberikan dukunganagar para guru dapat mengembangkanLKPDsendiri yang dapat diintegrasikandengan model/metode pembelajaran yang dimana selaras dengan kurikulum 2013.
168
3. Bagi pembaca, secara umum hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi diri untuk terus berkarya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimulai dari lingkungan terdekat kita. Diharapkan dengan dikembangkannya lembar kerja peserta didik (LKPD) maka dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar untuk menunjang proses pembelajaran.
4. Bagi peneliti, perlu dikembangkan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis discovery learning untuk kelas VII SMP/MTs dengan meteri atau pokok bahasan yang lain, sehingga tidak hanya materi tata surya saja yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, tetapi terdapat materi-materi lain yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
5. Bagi penerbit, hasil penelitian ini semoga menjadi referensi terhadap lembar kerja peserta didik (LKPD) yang terbitkan agar selalu berorientasi pada kondisi lingkungan sekolah dan karakteristik peserta didik dimana produk akan diterbitkan, hal ini selain nantinya produk akan mudah diajarkan guru juga akan mudah dipahami siswa dan mampu memotivasi siswa untuk giat belajar dan lebih memahami materi yang mereka pelajarai berdasarkan kehidupan sehari-hari.
169
DAFTARPUSTAKA
Abdullah, Sani Ridwan. 2014. Pembelajaran Saintifik Untuk Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara
Akbar Perdana, Siswoyo, Sunaryo. 2017. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Discovery Learning Berbantuan Phet Interactive Simulations Pada Materi Hukum Newton. Jurnal Wahana Pendidikan Fisika Vol.2 No.1 73-79 Akhsanul In’am. 2017. Learning Geometry through Discovery Learning Using a
Scientific Approach. International Journal of Instruction. Vol.10, No.1 Andi Prastowo. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif: Menciptakan
Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Diva Press.
Andi Prastowo. 2011. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
AzharArsyad. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada B. K. Putri, A. Widiyatmoko. 2013. Pengembangan Lks Ipa Terpadu Berbasis Inkuiri
Tema Darah Di SMP N 2 Tengaran. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia / JPII 2 (2) (2013) 102-106
Creswell, John W. 2010. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
David W. Johnson, dkk. 2012. Collaborative Learning (Strategi Belajar untuk Sukses Bersama),Bandung: Nusa Media.
Depdiknas. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Kompetensi Dasar Pendidikan. Jakarta: Depdiknas
Dyah Shinta Damayanti, Nur Ngazizah, Eko Setyadi K. 2013. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Listrik Dinamis SMA Negeri 3 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2012/2013. Radiasi.Vol.3.No.1
E. Kosasih. 2014. Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013, Bandung: Yrama Widya.
170
Eko Wahyudi. 2015. Penerapan Discovery Learning Dalam Pembelajaran IPA Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX-I di SMP Negeri 1 Kalianget. Jurnal Lensa, Volume 5 Jilid I
Fadlillah. M. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, & SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Fitri Wahyuningsih, Sulistyo Saputro, dan Sri Mulyani. 2014. Pengembangan LKS Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Pokok Hidrolis Garam Untuk SMA/MA. Jurnal Paedagogia, Vol. 17 No. 1 Tahun 2014
Hake, R.R. 1999. Analyzing Change/Gain Scores. Dept. of Physics Indiana University. Diunduh dari http://www.physics.indiana.edu tanggal 3-12-2016 Hamalik, O. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Harry Dwi Putra, Tatang Herman, Utari Sumarmo. 2017. Development Of Student
Worksheets To Improve The Ability Of Mathematical Problem Posing. International Journal on Emerging Mathematics Education (IJEME)Vol. 1, No. 1, March 2017, pp. 1-10
Holmes, Tracy Bicknell & Hoffman, Paul Seth. 2000. Elicit, Engage, Experience, Explore: Discovery Learning in Library Instructions. University of Nebraska-Lincoln.
Holton, Gerald and Roleer, Duane H.D. 1958. Foundations of Modern Physical Science. Reading Mass: Addison-Wesley Publishing Company, Inc. Husnul Khatimah, Kamid, Jefri Marzal. The Development of Student Worksheets
Based on APOS Theory (Action, Processe, Object, Scheme) to Elevate the Effectivity in Learning Mathematics. Edu-Sains Volume 4 No. 2, Juli 2015
I Made Astra, Hadi Nasbey, Nur Deviah Muharramah. 2015. Development of Student Worksheet by Using Discovery Learning Approach For Senior High School Student. Journal of Education in Muslim Society, 2 (1). Illahi, Mohammad. 2012. Pembelajaran Discovery Strategi & Mental Vacational
Skill. Jogjakarta: Diva Press.
Jenny R.E. Kaligis dan Hendro Darmodjo. 1992. Pendidikan IPA II. Jakarta: Depdikbud.
Kemdikbud. 2016. Buku Guru: Ilmu Pengetahuan AlamKelas VII Edisi Revisi. Jakarta: Kemdikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, Jakarta: BPSDMP dan PMP.
171
Klahr, D., & Nigam, M. 2004. The equivalence of learning paths in early science instruction: Effects of direct instruction and discovery learning. Psychological Science, 15, 661–667.
M. Fanni Ma’rufi Arief. 2015. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Pada Pembelajaran Mekanika Teknik Dengan Pendekatan Kontekstual Untuk Siswa Kelas X Tgb SMK Negeri 2 Surabaya. Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1 Nomer 1/JKPTB/15 (2015) : 148 - 152
Martins, O. O. and Oyebanji, R. K. 2000. The effects of inquiry and lecture teaching approaches on the cognitive achievement of integrated science students. Journal of Science Teachers’ Association of Nigeria. 35 (1&2) 25-30
Muslich, Masnur. 2011. KTSP (Pembelajaran berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Malang: Bumi Aksara
Nana Syaodih Sukmadinata. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
National Research Council. 1996. National Science Education Standarts. Washington, DC: National Academic Press.
Nurfidianty Annafi, Ashadi dan Sri Mulyani. 2015. Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Termokimia Kelas XI SMA/MA. Jurnal Inkuiri Vol 4, No. 3, 2015 (hal 21-28)
Pablo Barniol, Genaro Zavala. 2016. A Tutorial Worksheet to Help Students Develop the Ability to Interpret the Dot Product as a Projection. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 2016, 12(9), 2387-2398 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 65. 2013.
Tentang Standar Proses
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 16. 2007. Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD, MI, dan SDLB
Poppy Kamalia Devi, dkk. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan IPA.
Saab, N., et al. 2005. Communication in collaborative discovery learning, British Journal of Educational Psychology, 75, 603–621
Saminanto. 2013. Mengembangkan RPP PAIKEM Scientific Kurikulum 2013, Semarang: RaSAIL Media Group, 2013.
172
Sardiman, A.M. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rinneka Cipta.
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sudjana, Nana dan Ibrahim. 2007.Penelitian dan Penliaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Agresindo
Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Pres.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
_ . 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sukmadinata. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Syah, Muhibin. 2004. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Trianto. 2014. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep Strategi dan Implementasinya
dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara Trianto. 2009.Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana. Trianto, 2008. Mendesain Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and
Learning) di Kelas. Jakarta: Cerdas Pustaka Publisher
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Tiyas Pratiwi, Parmin, Arif Widiyatmoko. 2014. Pengembangan Lks IPA Terpadu Berbasis Permainan Edukatif Pada Tema Pencemaran Lingkungan Dan Kesehatan Melalui Lesson Study. Unnes Science Education Journal 3 (1) (2014)
Ufuk TÖMAN. 2013. Extended Worksheet Developed According To 5e Model Based On Constructivist Learning Approach. International Journal on New Trends in Education and Their Implications. October 2013 Volume: 4, pp 173-183. Uzer Usman, M. 2004. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja
173
Widyantini. 2006. Modul Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Kooperatif. Yogyakarta: Depdiknas PPPG Matematika
Zainal Aqib. 2013. Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: Yrama Widya.