• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan sebelumnya, maka penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif dalam meningkatkan pemahaman konsep kaitannya dengan fenomena fisis materi listrik statis dapat disimpulkan: 1. Peningkatan pemahaman konsep listrik statis siswa yang menggunakan

media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Rata-rata N-gain (gain yang dinormalisasi) pemahaman konsep listrik statis untuk kelas eksperimen sebesar 0,63 (kriteria sedang) dan kelas kontrol sebesar 0,40 (kriteria sedang). Rata-rata N-gain untuk kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata N-gain untuk kelas kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. 2. Peningkatan pemahaman fenomena listrik statis siswa yang menggunakan

media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Rata-rata N-gain (gain yang dinormalisasi) pemahaman fenomena fisis listrik statis

untuk kelas eksperimen sebesar 0,56 (kriteria sedang) dan kelas kontrol sebesar 0,36 (kriteria sedang). Rata-rata N-gain untuk kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata N-gain untuk kelas kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif lebih efektif daripada pembelajaran konvensional.

3. Penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif dapat mengurangi tingkat miskonsepsi siswa, mengurangi ketidakpahaman konsep dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Rata-rata persentase jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi pada pemahaman konsep dan fenomena fisis pada kelas eksperimen lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata persentase miskonsepsi kelas kontrol. Rata-rata persentase miskonsepsi kelas eksperimen untuk pemahaman konsep siswa pada pretest (35,83%), setelah posttest menjadi (26,25%). Sedangkan rata-rata persentase miskonsepsi kelas kontrol untuk pemahaman konsep siswa pada pretest (19,38%), setelah posttest (40,21%).

Pada pemahaman fenomena, rata-rata persentase miskonsepsi kelas eksperimen siswa pada pretest (42,96%), setelah posttest menjadi (25,19%). sedangkan rata-rata persentase miskonsepsi kelas kontrol untuk pemahaman konsep siswa pada pretest (40,74%), setelah posttest (34,82%). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif mampu mengurangi miskonsepsi siswa.

4. Tanggapan guru terhadap penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif materi listrik statis sangat membantu guru untuk mencapai tujuan pembelajaran, mempermudah siswa dalam memahami konsep, mempermudah siswa mengamati fenomena listrik statis.

5. Secara umum siswa memberikan tanggapan baik terhadap penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif pada materi listrik statis. Penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif sangat menyenangkan, membantu untuk memahami konsep serta memudahkan dan meningkatkan pemahaman konsep.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang penggunaan media simulasi virtual pada pembelajaran dengan pendekatan konseptual interaktif pada materi listrik statis, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menggunakan media simulasi virtual dengan

pendekatan konseptual interaktif dapat diterapkan pada materi yang lain, karena siswa lebih termotivasi belajar, meningkatkan aktivitas siswa dan dapat mempermudah siswa memahami konsep.

2. Setiap kelompok siswa perlu dihadapkan 1 set komputer, agar siswa bisa leluasa mencoba visual pada saat kolaborasi kelompok dan mengerjakan ALPS.

3. Perlu dilakukan penelitian lain terutama untuk materi-materi yang bersifat abstrak yang tidak bisa dilakukan demonstrasi dengan alat-alat fisika di SMA.

DAFTAR PUSTAKA

Arif, Mohd. (2008). Pembelajaran Virtual. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian : suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Anderson W. Lorin and Krathwohl R. David. (2001). A Taxonomi for Learning,

Teaching and Asessing. A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. USA: Addison-Wesley Longman.

Dahar, R.W. (1996) Teori-teori belajar. Jakarta: Erlangga.

Danim, Sudarman. (2008). Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Pelatihan Terintegrasi Berbasis

Kompetensi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.

_____________________________ . (2006). Daftar Silabus Fisika KTSP 2006. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Eryanti. (2002). Model pembelajaran Konstruktivisme melalui pendekatn keterampilan proses Sains untuk meningkatkan penguasaan konsep dan ketrampilan berkomunikasi siswa pada konsep hormone. Tesis PPS UPI. Hasan, S., Bagayoko, D. and Kelley, E. L. (1999). Misconception and the

Certainty of Response Index (CRI), Phys. Educ. 34(5), pp. 294-299.

Haqu, M.E. (2001). Interactive Animation and Visualization in a Virtual Soil Mechanics Laboratory. ASEE/IEEE Frontiers in Education Conference. Kim, H. J. (2005). Correcting Misconception Using UnrealisticVirtual Reality

Simulation in Physics Education. Recent Research Development in Learning Tecnologies.

Ibrahim, R. (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Ieronutti, L. (2006). Employing virtual humans for education and training in X3D/VRML worlds. Dept. of Math and Computer Science, University of Udine.

Joyce, B & Weil, M. (1992). Model of Teaching, London: Prentice-Hall Internasional.

Kardi, S. dan Nur, M. (2000). Pengajaran Langsung. Surabaya: UNESA University Press.

Kim, J. H., Park, S. T. and Lee, H. (2005). Correcting Misconception Using Unrealistic Virtual Simulation in Physics Education, Recent Research Developments in Learning Technologies, Kongju 314-701.

Komaruddin (2000) Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara. Liliasari, dkk. (1999). Pengembangan Model Pembelajaran Materi Subyek untuk

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Konseptual Tingkat Tinggi Mahasiswa Calon Guru IPA, Laporan Penelitian, Bandung: FPMIPA IKIP Bandung. McKagan, et al. (2007). Developing and Researching PhET Simulations for

Teaching Quantum Mechanics. American Journal of Physics Vol. 76, No. 4503. Tersedia di http://arxiv.org/abs/0709.4503v2. (20 April 2008).

Morote, Elsa & Pritchard, David (2002). What Course Elements Correlate with Improvement on Tests in Introductory Newtonian Mechanics?. Similar to National Association for Research in Science Teaching-NARST. (2002) Nasution, S. (1982). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Edisi

Pertama. Jakarta: Bina Aksara.

Rochman, H.S. (2007). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Multimedia terhadap Hasil Belajar Fisika. Skripsi FPMIPA UPI.

Ruseffendi, H.E.T. (1991). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Ruseffendi, H.E.T. (1998). Statistika Dasar untuk Penelitian Pendidikan. Bandung: IKIP Bandung Press.

Sa’duddin. (2006). Pengembangan Software Multimedia Interaktif sebagai Upaya Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa SMA pada Materi Asam Basa Arrhenius dan pH Larutan. Skripsi pada FPMIPA UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Sagala, Syaiful. (2003). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Sanjaya, Wina. (2006). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Suhandi, Andi & Rusdiana, Dadi, dkk (2003). Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Konseptual Secara Interaktif. Laporan Penelitian Hibah Perguruan Tinggi UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Suhandi, Andi & Karniati, Ida, dkk (2008). Penggunaan Media Simulasi Virtual dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Meminimalkan Miskonsepsi. Laporan Penelitian Hibah Kompetitif UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Smith, T. I. (2008). Applying a resources framework to analysis of the Force and Motion Conceptual Evaluation. Physics Education Research 4, 020101. Surapranata, Sumarna. (2004). Analisis, Validitas, Reabilitas dan Interprestasi

Hasil Tes. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suparlan. (2005). Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat.

Trianto. (2007). Model-model pembelajaran inovatif Berorientasi konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Wartono. (2003). Strategi Belajar Mengajar Fisika. Malang: Universitas Negeri Malang.

Dokumen terkait