• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data serta pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Rata-rata nilai indeks sefalik vertikal umur 7-9 tahun pada laki-laki 50,91±1,86 dan pada perempuan 53,29±2,19, umur 10- 12 tahun pada laki-laki 54,37±2,74 dan pada perempuan 54,29±3,15, umur 13-15 tahun pada laki-laki 56,75±3,59 dan pada perempuan 57,29±2,82, umur 16-18 tahun pada laki-laki 60,04±3,19 dan pada perempuan 61,41±2,65.

2. Rata-rata nilai indeks sefalik transversal umur 7-9 tahun pada laki-laki 61,29±2,27 dan pada perempuan 61,87±1,80, umur 10- 12 tahun pada laki-laki 62,16±4,09 dan pada perempuan 61,70±2,59, umur 13-15 tahun pada laki-laki 64,62±3,94 dan pada perempuan 64,62±3,41, umur 16-18 tahun pada laki-laki 68,75±4,95 dan pada perempuan 67,00±3,36.

3. Rata-rata nilai indeks sefalik horizontal umur 7-9 tahun pada laki-laki 83,66±1,85 dan pada perempuan 86,04±2,36, umur 10- 12 tahun pada laki-laki 87,70±4,68 dan pada perempuan 87,83±4,85, umur 13-15 tahun pada laki-laki 87,58±3,17 dan pada perempuan 88,79±3,64, umur 16-18 tahun pada laki-laki 88,25±3,65 dan pada perempuan 91,62±3,10.

4. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai rata-rata indeks sefalik vertikal umur 7-18 tahun antara laki-laki dan perempuan.

5. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai rata-rata indeks sefalik transversal umur 7-18 tahun antara laki-laki dan perempuan.

6. Terdapat perbedaan nilai rata-rata indeks sefalik horizontal yang signifikan antara laki-laki dan perempuan umur 7-18 tahun.

7. Presentase bentuk kepala indeks sefalik vertikal adalah Chamaecephalic (68%), diikuti dengan bentuk kepala Orthocephalic (14%) dan Low Hypsicephalic (7%).

8. Presentase bentuk kepala indeks sefalik transversal adalah Tapeiocephalic (99%), diikuti dengan bentuk kepala Metriocephalic (1%).

9. Presentase bentuk kepala indeks sefalik horizontal adalah Hyperbrachycephalic (80%), diikuti dengan bentuk kepala Brachycephalic (19%) dan Mesocephalic (1%).

6.2 Saran

1. Penelitian lanjutan tentang indeks sefalik vertikal, transversal dan horizontal dengan proporsi yang seimbang pada etnik-etnik yang lain dari polpulasi tertentu dengan mengendalikan asal, lingkungan, kebiasaan dan gizi subjek.

2. Perlunya penelitian kohort untuk dapat melihat tumbuh kembang secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hamilah K, Fajar H, Trenggono S. Antropologi untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi. Jakarta: Universitas Trisakti. 2005 : 1-4,6-7,57-9.

2. Jadav HR, Kariya VB, Kodiyatar BB, Pensi CA. A Study to Correlate Cephalic Index of Various Caste/Races of Gujerat State. Ahmedabad : NJIRM. 2011 : 2 :18- 22.

3. Yagain VK, Pai SR, Kalthur SG, Chetan P, Hemalatha I. Study of Cephalic Index in Indian Student. Manipal: Int J Morphol 2012; 30: 125-9.

4. Soebroto S. Prinsip-prinsip Perancangan berbasiskan Dimensi Tubuh (Antropometri) dan Perancangan Stasiun Kerja. Jurnal Institut Teknologi Surabaya. 2000 : 1.

5. Ngeow WC , Aljunid ST. Craniofacial Anthropometric Norms of Malaysia Indians. Malaysia : Indian J Dent Res. 2009 : 20 (3) : 313-4.

6. Mizoguchi Y. Pilot Research Seeking Causative Factors for Morphological Characters: Ecological Correlation between Morphological Characters, Genes of Biochemical/Physiological Characters, and Enviromental factors in Modern Human. Tokyo: Bull. Natn. Sci. Mus, 2006; 1-3.

7. Todd J., Mark L. Issues Related to the Prediction of Craniofacial Growth. Am, J Orthod. 1981 : 63.

8. Furguson DJ. Growth of The Face and Dental Arches, in: Dentistry for The Child and Adolescent. McDonald RE. 8Th ed., Indiana: Mosby Inc. 2004: 582-90.

9. Maina MB , Mahdi O , Kalayi GD. Study of Vertical and Transverese Cephalic Indices in Three Ethnic Groups of North Eastern Nigerian Origin. Nigeria : Academic Journals Inc. 2011 : 6 (11) : 1280-3.

10. Strkalj G. The Study of Human Variaton. Anthropologist. South Africa: Kamla-Raj. 2007;161-5.

11. Yaacob H, Nambiar P, Murali DK. Racial Characteristic of Human Teeth with Special Emphasis on The Mongoloid Dentition. Malaysian J Pathol. 1996;18:1.

12. Netty H. Penentuan Indeks Kepala dan Wajah berdasarkan Suku di Kota Medan Tahun 2011. Tesis. Medan: Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, 2011: 4- 24.

13. Gunturu S, Tauro SR. Electromyographic Activity of Masticatory Muscles in Different Skeletal Profiles. Int J of Recent Trends in Science and Technology. 2013: 187-94.

14. E.Ligha, B. Fawehinmi. Canthal and Cephhalic Indexes of Nigerian Children. Australian Journal of Basic and Applied Sciences. 2011; 5(12) : 3107-8.

15. Y Ahmad, Dalou A, Al-syihab A, JR Robert. Head Shape and Size of Adult Males of Possible Indi cators of Childhood Stress in Northern Jordan (1900-1978) : A Study in Human Biology and Political Economy. Michigan : Wayne State University Press. 2008 : 80 (4) : 393-6.

16. Ozdemir S, Sigrili D, Ercan I, Cankur N. Photograpic Facial Soft Tissue Analysis of Healthy Turkish Young Adults : Anthropometric Measurement. Turki : Aesth Plast Surg. 2009 : 33 : 175.

17. Adam.Antropometri.22Maret

18. Reinhard JD. Penentuan Tinggi Badan berdasarkan Panjang Bawah Lengan Bawah di Medan: tahun 2009. Tesis. Medan: Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2009: 22- 4.

19. Alves HA, Santos MIMP, Melo FCL, Wellington R. Comparative Study of The Cephalic Index from The Region of The North and South of Brazil. Brazil: Int J Morphol. 2011; 29: 1370-4.

20. Zainuri SN, Sanrosa B, Mansyur R. Hubungan antara Jarak Titik-titik Kraniometri pada Neukranium dengan Indeks Kranialis pada Ras Mongoloid. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. LOGIKA. 2004: 55-61.

22. Pilip LS, Bruce MR. Physical Anthropology. 2nd ed. McGraw-Hill Book Company. 1978 : 142-51.

23. Anitha MR, Vijayanth V, Raju GM, Vijayamahantesh SN. Cephalic Index of North Indian Population. North India : Anatomica Karnataka. 2011 : 5 : 40-3. 24. Salve V, Chandrasekkar C, Siddharta P. The Study of Vertical Cephalic Index

(length-height index) and Transverese Cephalic Index (Breadth-Height Index) of Andhra Region India. India : AJMS. 2012 :3 (3) : 6-8.

25. Dixon A. Buku Pintar Anatomi untuk Kedokteran Gigi.5th ed. Alih bahasa : Yuwono L. Jakarta : Hipokrates. 1993 :413,418-9,425-6.

26. Sperber G. Embriologi Kraniofasial. 4th ed. Alih bahasa : Yuwono L. Jakarta : Hipokrates. 1991 : 111, 114-5, 119-27.

27. Eki S., Soeria S. Tumbuh Kembang Kraniofasial. Bagian orthodonti FKG UNPAD. 2000 : 87-8.

28. Koesoemahardja H., Indrawati A., Jenie I. Tumbuh Kembang Kraniodentofasial. Jakarta : FKG Usakti. 27-9.

29. Sforza C, Dellavia C, Gofredi M, Ferrario V. Soft Tissue Facial Angles in Individual with Ectodermal Dysplasia : A Three Dimensional Noninvasive Study. Italia : Cleft Palate-Craniofacial Journal. 2006 : 43 (3) :339.

30. Cray, James Jr. The Interaction of Androgenic Hormone and Craniofacial Variation : Relationship between Epignetics and The Enviroment on The Genome with An Eye toward Non Syndromic Craniostosis. University of Pitsburgh. 2009 : 1-12.

31. Indriati, E. Identifikasi rangka manusia, aplikasi antropologi biologis dalam konteks hukum. Dalam: Antropologi Forensik. Terbitan pertama. Yokyakarta: Gadjah Mada University Press., 2004: 59-62

Dokumen terkait