• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

2. Kesimpulan Khusus

Secara khusus, kesimpulan yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Model pendidikan antikorupsi di SMP Negeri 1 Cianjur yaitu dengan model di dalam kelas berupa integrasi materi pendidikan antikorupsi ke dalam mata pelajaran PKn, dan model di luar kelas berupa keteladanan serta kantin kejujuran.

2) Faktor pendukung pendidikan antikorupsi di SMP Negeri 1 Cianjur yaitu dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi, adanya dukungan yang kuat dari kepala sekolah untuk menerapkan pendidikan antikorupsi dan adanya komitmen dari para guru khususnya guru PKn untuk melaksanakan pendidikan antikorupsi. Sedangkan faktor eksternal meliputi, adanya dukungan dari pihak luar yaitu Pemerintah Kabupaten Cianjur, Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, dan Kejaksaan Negeri Cianjur.

3) Faktor penghambat pendidikan antikorupsi di SMP Negeri 1 Cianjur yaitu dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi, guru

Apiek Gandamana, 2014

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembelajaran PKN Dan Habituasi Untuk Membangun Karakter Siswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PKn mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan materi pendidikan antikorupsi ke dalam mata pelajaran PKn dan kurangnya waktu pembelajaran karena jam mata pelajaran PKn hanya 2 x 40 menit per minggu. Sedangkan faktor eksternal meliputi, masih adanya perilaku koruptif yang menganggap korupsi sebagai hal yang biasa.

4) Solusi untuk mengatasi kendala atau hambatan tersebut yaitu, guru harus diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan pendidikan antikorupsi dan guru harus mempunyai keinginan serta komitmen yang kuat untuk belajar materi pendidikan antikorupsi. Dan adanya komitmem yang kuat dari seluruh warga sekolah dan juga pemerintah dalam rangka mendukung implementasi pendidikan antikorupsi tersebut.

B. Rekomendasi

Merujuk pada kesimpulan penelitian, maka rekomendasi ini disampaikan kepada pihak-pihak terkait, antara lain:

1) Kepada pemerintah sebaiknya mensosialisasikan pendidikan antikorupsi kepada seluruh elemen masyarakat agar tujuan pendidikan antikorupsi bisa terlaksana secara maksimal dan tidak hanya siswa saja yang bersikap dan berperilaku antikorupsi tetapi seluruh masyarakat Indonesia.

2) Kepada kepala sekolah SMP Negeri 1 Cianjur, sekolah harus memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti seminar maupun pelatihan tentang pembelajaran antikorupsi berupa manajemen sekolah yang transparan.

3) Kepada guru PKn, untuk selalu meningkatkan pemahaman secara komprehensif tentang konseptual, teoritis, dan praktis tentang pendidikan antikorupsi agar lebih mudah menngintegrasikan nilai dan tauladan pendidikan antikorupsi ke dalam mata pelajaran PKn.

Apiek Gandamana, 2014

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembelajaran PKN Dan Habituasi Untuk Membangun Karakter Siswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4) Kepada siswa, sebaiknya bisa aktif dalam kegiatan belajar mengajar PKn dan bisa menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya nilai kejujuran dan kedisiplinan.

5) Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan mengabil sampel yang lebih besar dan metode penelitian yang berbeda, sehingga diperoleh data yang lebih banyak dan memudahkan untuk melakukan generalisasi.

Apiek Gandamana, 2014

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembelajaran PKN Dan Habituasi Untuk Membangun Karakter Siswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah. A. Chaedar. (2008). Pokoknya Kualitatif: Dasar-dasar Merancang

dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Arikunto. Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Brooks,B. D., and Goble, F. G. (1997). The Case of Character Education: The

Role of the School in Teaching Values and Virtue. Los Angles: Studio 4

Production.

Budimansyah, D. (2009). Membangun Karakter Bangsa di Tengah Arus

Globalisasi dan Gerakan Demokratisasi: Reposisi Peran PKn, Pidato

Pengukuhan Guru Besar FPIPS UPI.

Budimansyah, D. (2010). Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan untuk

Membangun Karakter Bangsa. Bandung: Widya Aksara Press.

Creswell, John. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif,

dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Chaerudin, dkk. (2008) Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum Tindak

Pidana Korupsi. Bandung: Refika Aditama.

Dimyati dan Moedjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djahiri, A.K. (2006), Budimansyah dan Syaifullah (ed). Esensi Pendidikan Nilai

Moral dan PKn dalam Era Globalisasi, 70 tahun Prof.Kosasih Djahiri,

Bandung: Lab PKn UPI.

Fattah, A (2008), Pembangunan Karakter Unggul Generasi Penerus Bangsa, Jakarta: PT Arga Publishing.

Gagne.R,M, Briggs,L.J, (1979). Principles ot instructional Design. Second Edition, New York: United States of America.

Gunawan, Ilham. (1990). Postur Korupsi di Indonesia. Bandung : Angkasa H. A. Syed. (1983). Sosiologi Korupsi. Jakarta: LP3S.

Apiek Gandamana, 2014

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembelajaran PKN Dan Habituasi Untuk Membangun Karakter Siswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Hassan. Fuad. (2004). Pendidikan adalah Pembudayaa: dalam Pendidikan

Manusia Indonesia. Jakarta: Penerbit Kompas.

Hernowo. (2004). Quantum Writing: Cara Cepat Nan Bermanfaat Untuk

Merangsang Munculnya Potensi Menulis/Editor.v Bandung: Mizan

Learning Center.

Hoy, W.K., Tarter, C.,J.,& Kottkamp, R.B.(1991). Open School/Healthy

Schools: Measuring Organizational Climate. Newbury Park, CA: Sage

Kaelan. (2010). Pendidikan Kewaragnegaraan untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Paradigma.

Kesuma D., Darmawan C., Permana J. (2008). Korupsi dan Pendidikan Anti

Korupsi, Bandung: Pustaka Aulia Press

Klitgaard, Robert, Ronald Maclean-Abaroa dan H. Lindsey Parris. (2005).

Penuntun Pemberantasan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah. Terjemahan Masri Maris. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Lickona, T (1992) Educating For Characting: How Our Schools Can Teach

Respect and Responsibility, New York: Batam Books

Megawangi, R (2004), Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat Membangun

Bangsa, Jakarta: BP Migas

Moleong, Lexy J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Munib, Ahmad. (2004). Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes Press. Nasution, S. (2003).Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito. Nazir, Moh. (1998). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nurdjana, IGM. (2010). Sistem Hukum Pidana dan Bahaya Laten Korupsi

“Perspektif Tegaknya Keadilan Melawan Mafia Hukum”. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

R. E. Baringbing. (2001). Catur Wangsa yang Bebas Kolusi Simpul Mewujudkan

Apiek Gandamana, 2014

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembelajaran PKN Dan Habituasi Untuk Membangun Karakter Siswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Revida, Erika. (2003). Korupsi di Indonesia: Masalah dan Solusinya. Medan: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Universitas Sumatera Utara.

Rosidi, Ajip. (2009). Korupsi dan Kebudayaan. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya Sahetapy, J. E. (2005). Pisau Analisi Kriminologi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Satori, Djam’an dan Aan Komariah. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sapriya. (2007). Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan

Karakter Menurut Para Ahli. Bandung: Sekolah Pasca Sarjana UPI

Sofhian, Subhan dan Asep Sahid Gatara.(2011). Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Fokus Media

Siddiq, M. D., Munawaroh, I. dan Sungkono. 2008. Pengembangan Bahan

Pembelajaran SD. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

Departemen Pendidikan Nasional

Somantri, N. (1972). Metode Mengajar Civics, Bandung: IKIP Bandung

Sanjaya, W. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Sudjana, Nana dan Ibrahim. (1989). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Surya, M. (2004). Psikologi Pendidikan dan Pengajaran, Bandung: Pustaka Bani Quraisy

Suryopurnomo, Sapon. (2009). Pendidikan Antikorupsi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Tanya, Bernard L. (2006). Hukum, Politik, dan KKN. Surabaya: Srikandi.

Wibowo, Agus. (2013). Pendidikan Antikorupsi di Sekolah Strategi Internalisasi

Apiek Gandamana, 2014

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembelajaran PKN Dan Habituasi Untuk Membangun Karakter Siswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Zuriah, N. (2008). Pendidikan Modal dan Budi Pekerti dalam Perspektif

Perubahan: Menggagas Platform Pendidikan Budi Pekerti Secara Kontekstual dan Futuristik. Jakarta: Bumi Aksara

Karya Ilmiah (Makalah, Skripsi, Tesis dan Disertasi) dan Jurnal

Annas, Khoirul. (2011). Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di SMP Negeri 2

Semarang. Skripsi.

Educational Policy Newsletter of Education Policy Centers, Issue No.3. May (2004). Topic “Anti-corruption education.Transparency and accountability in Education”.

Harmanto.(2012). Pengintegrasian Pendidikan Anti Korupsi dalam Pembelajaran

PKn Sebagai Penguat Karakter Bangsa (Studi Evaluasi Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bermodel PAKEM di Sekolah Menengah Pertama). Disertasi pada Sekolah Pasca Sarjana UPI: tidak diterbitkan.

Harmanto & Yudiani, Djunaida Dewi. (2009). Pengintegrasian Pendidikan

Antikorupsi Melalui Pembelajaran PKn dan Budaya Sekolah. Jurnal

CIVICUS. Bandung:PKn UPI.

Muhlisin,(2012). Efektivitas Penerapan Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembudayaan Karakter Jujur (Studi Kasus Di SMP Kanisius Keluarga Kudus). Disertasi pada Sekolah Pasca Sarjana UPI: tidak diterbitkan.

Sulistiani (2012). Penanaman Nilai-Nilai Anti Korupsi Dalam Pendidikan Di

MTS Al-Asror Patemon Gunungpati Semarang. Tesis pada Universitas

Negeri Semarang: tidak diterbitkan.

Sumiarti. (2007). Pendidikan Anti Korupsi. Jurnal: Insania STAIN Purwokerto

Dokumen

Desain Induk. (2010). Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2015, Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Apiek Gandamana, 2014

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembelajaran PKN Dan Habituasi Untuk Membangun Karakter Siswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Handoyo,Eko.(2007). Sekolah Agen Sebagai Pendidikan Antikorupsi. Makalah di sampaikan Pada Acara Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Oleh Pokja di Semarang Pada 18 Januari 2007

Hendarman Supandji. (2009). Peningkatan Pencegahan Tindak Pidana

Korupsi dalam Pelaksanaan Tugas Kejaksaan. Makalah disampaikan dalam Kuliah Umum di UNDIP Semarang, tanggal 27 Februari 2009.

Kesuma, D. (2004). Pendidikan Antikorupsi dalam Sistem Pendidikan

Nasional Indonesia Sebagai Sebuah Keniscayaan. Makalah disajikan

dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia V di Surabaya 5-9 Oktober 2004.

Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya

dan Karakter Bangsa. Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilia-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

. (2010). Buku Induk Pembangunan Karakter. Jakarta:

Kementerian Pendidikan Nasional.

. (2011). Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter

(Berdasarkan Pengalaman di Satuan Pendidikan Rintisan). Jakarta:

Kementerian Pendidikan Nasional.

. (2012). Pendidikan Antikorupsi Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Perguruan Tinggi.

. (2011). Integrasi Pendidikan Antikorupsi Pada Mata

Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SMP/MTS Kelas VIII. Jakarta:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

KPK. (2006). Mengenali dan Memberantas Korupsi. Jakarta : KPK

KPK. (2006_. Memahami untuk Membasmi-Buku Saku untuk Memahami Tindak Pidana Korupsi. Jakarta : KPK

Yuwono, Teguh. (2008). Strategi Pembelajaran Antikorupsi di SMA-Membangun

Apiek Gandamana, 2014

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Pembelajaran PKN Dan Habituasi Untuk Membangun Karakter Siswa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Nasional Strategi Pembelajaran Antikorupsi di Sekolah Menengah Atas Yang diselenggarakan Oleh Mahasiswa PPKn pada 27 Mei 2008.

Artikel

Baedowi, Ahmad. (2009). “Kurikulum Antikorupsi”. Media Indonesia, Edisi 16

Maret 2009.

B. Nusa, Ikrar. (2012). “Tiada Hari Tanpa Korupsi di Banggar DPR”. Media Indonesia, Edisi 2 Juli, h.

Wibowo, Agus. (2012). “Pendidikan dan Mentalitas Menerabas”. Media

Indonesia, Edisi 8 Oktober 2012.

Undang-Undang dan Peraturan Perundang-Undangan

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara

yang Bersih dan Bebas KKN.

Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Permendiknas No 22 Tahun 2006 tantang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi

Dokumen terkait