• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4. Kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat Nagari Rambatan

Rambatan biasanya berhubungan dengan saat akan melakukan pinjaman dan saat pembayaran angsuran ( Jeffri Anton, Wawancara, Kantor Wali Nagari Rambatan). Pada saat melakukan pinjaman, persyaratan yang diberikan oleh BRI ataupun BPR yang yang sedikit sulit untuk dipenuhi dan persentase bunga pada BPR lebih tinggi jika dibandingkan dengan BRI(Muchrizal, wawancara, Rumah, 26 Desember 2019)

Bapak jeffri anton juga mengatakan bahwa, pendapatan masyarakat Nagari Rambatan yang tidak menentu mengakibatkan pembayaran cicilan sering macet( Jeffri Anton, Kantor Wali Nagari Rambatan, 30 Desember 2019). Ibu zusriwati juga mengakui pernah meminjam dana ke koperasi konvensional. Cicilan pinjaman serta bunganya dibayar setiap hari kerja, jika tidak mampu/ menunggak maka saat pembayaran selanjutnya harus melunasi beberapa hari yang terlewat tersebut (Zusriwati, wawancara, Rumah, 30 Desember 2019)

Sama halnya dengan Ibu Zusriwati, Bapak Adria Novel juga pernah mengalami kesulitan dalam membayar cicilan karena mengalami gagal panen. Beliau mengakui bahwa penghasilan petani tidak menentu kadang hasil panennya bagus dan terkadang gagal (Adria Novel, Wawancara, Rumah, 30 Desember 2019). Ibu Evimar dan Bapak Syafrudin yang berprofesi sebagai pedagang juga pernah mengalami kesulitan dalam membayar cicilan karena hasil penjualan yang tidak menentu (Evimar, Wawancar, Rumah, 30 Desember 2019)

Berdasarkan keterangan diatas, dapat penulis simpulkan bahwa kesulitan yang dialami warga Nagari Rambatan adalah persyaratan peminjaman yang rumit dan pendapatan masyarakat yang tidak menentu.

1. Bunga bank

Peminjaman uang di bank memakai sistem bunga yang telah ditetapkan persentasenya untuk memperoleh keuntungan, hal ini menjadi suatu bebeban bagi sebabagian nasabah (Jeffri Anton, Kantor Wali Nagari Rambatan, 30 Desember 2019). Bapak Muchrizal juga menambahkan, bunga pinjaman pada BPR bahkan lebih tinggi dibandingkan BRI. Bank tersebut

Tidak sedikit yang mengetahui bunga pada bank tersebut merupakan riba, namun tetap digunakan karena terdesak.

Kesimpulannya adalah walaupun mengandung riba dan persentase bunga yang tinggi, tetap dilakukan karena kebutuhan

2. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan

Bapak Jeffri Anton menerangkan, di Nagari Rambatan tidak terdapat lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), saat ini lembaga keuangan yang ada hanya teras BRI, BPR dan koperasi konvensional. (Jeffri Anton,Wawancara, Kantor Wali Nagari Rambatan, 30 Desember 2019)

Begitu juga informan yang penulis tanyakan, mereka mengatakan hal yang sama. di Nagari Rambatan tidak terdapat lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) saat ini lembaga keuangan yang ada hanya teras BRI, BPR dan koperasi konvensional

3. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) belum terkenal di kalangan masyarakat Nagari Ramabatan

saat ini keberadaan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) tersebut belum begitu populer dikalangan masyarakat Nagari Rambatan. yang

mana saat ini lembaga keuangan yang berdiri di Nagari Rambatan yaitu BRI, BPR dan koperasi berjalan yang disebut koperasi 46 (empat enam). (Jeffri Anton,Wawancara, Kantor Wali Nagari Rambatan, 30 Desember 2019)

Ibu Syafnimar Neti yang berprofesi sebagai petani, mengaku tidak mengetahui apa itu Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), dia hanya mengetahui BRI saja. (Syafnimar Neti, Wawancara, Rumah, 30 Desember 2019). Begitu juga den Bapak khairudin, Ibu Mardianis, Zusriwati dan Evimar, Bapak Muchrizal, Bapak Alfendri, Bapak Syafrudin, Bapak Imroni, Bapak Mulyadi, Ibu Rostina dan Ibu Zilfitria Agusti penjelasan yang diberikan mereka tidak mengetahui apa itu Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) mereka hanya mengetahui lembaga Keuanga BRI, BPR dan Koperasi konvensional

Dari hasil wawancara di atas dapat penulis simpulkan, pengetahuan masyarakat Nagari Ramba tan yang masih kurang terhadap lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) hal ini dikarenakan tidak adanya sosialisasi tentang lembaga keuangan non bank khususnya Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) oleh pihak yang terkait mengenai Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) tersebut.

4. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang memiliki sasaran kepada usaha mikro

Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang memiliki sasaran kepada usaha mikro. Staf kantor Wali Nagari Rambatan menjelaskan, pendirian lembaga keuangan di Nagari Rambatan merupakan suatu kebanggaan untuk Nagari Rambatan. Hal ini dikarenakan bahwa saat ini lembaga keuangan di Nagari Rambatan yang ada yaitu BRI dan Koperasi batak (koperasi empat enam), yang tidak mampu memenuhi keinginan masyarakat Nagari Rambatan. Dimana masyarakat memiliki jenis pekerjan yang beragam seperti: pedagang yang usahanya ini memerlukan suatu wadah untuk melancarkan usaha

dalam permodalan. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) hadir untuk mengembangkan usaha-usaha mikro dengan harapan dapat memenuhi keinginan masyarakat Nagari Rambatan (Jeffri Anton,Wawancara, Kantor Wali Nagari Rambatan, 30 Desember 2019)

Berdasarkan hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan suatu lembaga keuangan yang dapat membantu permodalan pada usaha mikro.

5. Sumber daya manusia

Bapak Jeffri Anton menjelaskan keinginan beberapa kalangan untuk mendirikan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) memang ada, namun terkendala dalam modal pendirian dan juga SDM yang mampu mengelola lembaga keuangan.(Jeffri Anton,Wawancara, Kantor Wali Nagari Rambatan, 30 Desember 2019). Dan informan yang penulis wawancarapun mengatakan hal yang sama.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat penulis simpulkan bahwa untuk mendirikan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) harus membutuhkan modal utama sebesar  Rp 15.000.000,- pendirian dan memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) tersebut.

6. Kebutuhan Modal Usaha

Dengan adanya lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan, diharapkan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan modal usaha untuk memperlancar kegiatan usaha mikro masyarakat Nagari Rambatan. Juga diharapkan bisa mensejahterakan rakyat dan terlepas dari jeratan riba (Jeffri Anton,Wawancara, Kantor Wali Nagari Rambatan, 30 Desember 2019)

Ibu zuarni menjelaskan dia sangat mendukung terbentuknya lembaga keungan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan, hal ini akan memberikan dampak positif terhadap warga

Nagari Rambatan terutama pada masyarakat yang kekurangan dana untuk bisa memanfaatkan lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) meminjam modal membuka usaha dan bisa membuka lapangan pekerjaan. Apabila ada masyarakat yang kelebihan dana bisa menyimpan dananya ke Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) . (Zuarni, Wawancara, Tk Sadoali, 2 Januari 2020)

Ibu Evimar juga sangat mendukung supaya bisa berkembang sesuai yang diharapkan dan bisa memberikan modal usaha kepada masyarakat yang kekurangan modal untuk melanjutkan usahanya maupun untuk membuka usaha baru, dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Nagari Rambatan.(Evimar, Wawancara, Rumah, 30 Desember 2019). Informan lainnyapun sependapat dengan Ibu Zuarni dan Ibu Evimar

Berdasarkan hasil wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa masyarakat Nagari Rambatan mendukung terbentuknya lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan dan bisa membantu permodalan usaha masyarakat Nagari Rambatan dan juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Nagari Rambatan

7. Keinginan masyarakat Nagari Rambatan yang tinggi terhadap kehadiran lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)

Bapak Jeffri Anton, sebagai pihak pemerintah Nagari sangat mendukung kepada pihak yang memiliki keinginan untuk mendirikan lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan ini. Keberadaan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di harapkan bisa menjadi lembaga keuangan yang memberikan kepuasan pada masyarakat Nagari Rambatan dan juga mampu membantu perekonomian masyarakat Nagari Rambatan, karna masyarakat Nagari Rambatan sangat membutuhkan suatu wadah yang mampu memberikan pelayanan yang diinginkan oleh masyarakat

Nagari Rambatan untuk menggerakkan perekonomian Nagari Rambatan.

Bapak Alfendri sangat mendukung terbentuknya lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan, karena dengan adanya lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) bisa membantu permodalan usaha bagi masyarakat yang membutuhkan dana atau kekurangan modal. (Alfendri, Wawancara, Rumah, 30 Desember 2019)

Ibu Evimar dan Ibu Zusriwati sangat mendukung dengan terbentuknya lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan yang mana selama ini merasa kurang puas dengan lembaga yang ada dan selama ini terjerat pada unsur riba. Begitu juga dengan informan lainnya mereka sangat mendukung dengan kehadiran lembaga keuanga syariah seperti Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Nagari Rambatan agar dapat membantu permodalan usaha bagi masyarakat yang membutuhkan dana.

Berdasarkan hasil wawancara di atas maka dapat penulis simpulkan kehadiran lembaga keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan suatu yang diinginkan oleh masyarakat Nagari Ramabatan

Dokumen terkait