BAB 3. TINJAUAN KHUSUS
3.2 PT.Sinar Sosro Pabrik Cakung
3.2.3 Ketenagakerjaan
Sebuah perusahaan dalam menjalankan kegiatan produksinya tidak dapat lepas dari orang-orang yang mengendalikan kegiatan produksinya sebagai penggerak dalam perusahaan untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Walaupun perusahaan tersebut sebagian besar menggunakan mesin -
mesin otomatis tetapi tetap membutuhkan tenaga manusia dalam pengoperasiannya dan mengatur kegiatan dalam perusahaan.
PT. Sinar Sosro memiliki tenaga kerja yang terdiri dari karyawan tetap dan karyawan harian. Jam kerja pada PT. Sinar Sosro sesuai dengan aturan DEPNAKER yaitu 40 jam per minggu. Pembagian jam kerja dibedakan antara staff office dengan staff produksi. Setiap hari Senin sampai, Jumat staff office bekerja pada pukul 08.30 sampai 17.30 WIB (1 jam istirahat) sedangkan staff produksi dibagi menjadi 3 shift. Shift 1 bekerja pada pukul 23.00 sampai 07.00 WIB, shift pukul 07.00 sampai 15.00 WIB, dan shift 3 pukul 15.00 sampai 23.00 WIB. Pada hari Sabtu, jadwal kerja staff office dan staf produksi hanya lima jam dengan pembagian shift menjadi empat. Shift 1 bekerja pada pukul 23.00-07.00 WIB, shift 2 pukul 07.00-12.00 WIB, shift 3 pukul 12.00-17.00 WIB dan shift 4 pukul 17.00-22.00 WIB. Karyawan akan mengalami rotasi kerja setiap minggu sesuai formasi kerjanya.
PT. Sinar Sosro memberikan fasilitas dan tunjangan untuk kesejahteraan karyawan. Fasilitas yang tersedia antara lain masjid, poliklinik, tempat istirahat, koperasi, sarana olahraga, kantin dan kamar mandi. Sedangkan tunjangan yang diberikan meliputi perawatan kesehatan dengan biaya perawatan ditanggung perusahaan, asuransi tenaga kerja, asuransi kesehatan, tunjangan hari raya (THR) dan jaminan hari tua. Cuti yang dapat diambil oleh karyawan adalah cuti kerja, cuti melahirkan, cuti nikah dan cuti bila ada anggota keluarga dalam satu rumah yang meninggal dunia. Lamanya cuti kerja dibatasi 12 hari dalam satu tahun. Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja maka karyawan diwajibkan untuk menggunakan alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan. Karyawan di departemen produksi diwajibkan mengenakan sepatu karet bergigi, sarung tangan, penutup telinga (ear plug), penutup kepala, dan masker sedangkan karyawan laboratorium pengawasan mutu (Quality Control) diharuskan mengenakan jas laboratorium.
3.2.4. Produk
PT. Sinar Sosro pabrik Cakung merupakan pabrik induk dengan produksi terlengkap. Berikut merupakan klasifikasi produk yang telah dihasilkan berdasarkan pembagian lini atau bottling yaitu:
Lini 2 : S-Tee
Lini 3 : Teh Botol Sosro atau Frutty Botol Lini 4 : Tebs
Lini 5 dan 6 : Teh Botol PET Reguler, Teh Botol PET Less Sugar, Teh Botol Jasmine, S-Tee 350 mL
Lini 7 : Teh Botol PET Reguler 450 mL Lini 8 : Bag in Box
Selain itu, diproduksi pula Joytea Green serta Xian Lu Green Tea Jasmine Flavour Low Sugar dan No Sugar yang merupakan produk khusus ekspor.
3.2.5. Teknologi Proses Produksi 1. Bahan
Dalam proses produksi Teh Botol Sosro, S-Tee, Fruit Tea, Tebs dan Joy Green Tea memerlukan bahan baku utama berupa teh, gula pasir industri dan air. Sedangkan bahan pembantu yang digunakan untuk produksi Fruit Tea dan Tebs adalah asam sitrat, asam askorbat, konsentrat buah dan perasa (flavour) yang memiliki cita rasa khas buah pada masing-masing produk. Khusus untuk produk Tebs digunakan gas CO2 karena merupakan minuman bersoda dalam kemasan botol.
2. Bahan Baku a. Teh
Teh yang digunakan untuk produksi Teh Botol Sosro (TBS) dan Teh Botol PET adalah teh hijau kering beraroma melati kualitas superior (SPRR) yang dipasok langsung dari PT. Gunung Slamat, Slawi, Jawa Tengah. Sedangkan untuk produksi S-Tee dan Teh Botol Less Sugar digunakan teh hijau kering kualitas GS007J2 (TPC), produksi Fruit Tea dan Tebs digunakan teh hitam (Black Tea),
A2KMN yang dipasok oleh perusahaan yang sama. Teh dikemas dalam kantung plastik transparan yang disebut pula sebagai ukuran satu bal. Setiap satu kantung plastik atau satu bal masing-masing teh yaitu jenis Superior (SPRR) berkapasitas 25,5 kg, jenis black tea berkapasitas 40 kg, jenis GS007J2 berkapasitas 25 kg, dan jenis A2KMN berkapasitas 25 kg. Kantung plastik tersebut lalu dikemas dalam karung goni, yang setiap karungnya terdiri dari tiga kantung plastik atau tiga bal. b. Gula pasir
Gula pasir yang digunakan adalah gula pasir industri (refined sugar). Untuk memenuhi kebutuhan gula pasir ini diperoleh dari pemasok lokal yaitu dari PT. Sugar Labinta Lampung dan juga didatangkan dari Thailand (Nakorn Phet Sugar). Gula pasir tersebut dikemas dalam karung dengan satu karung berkapasitas 50 kg.
c. Air
Sumber air untuk proses produksi dan kebutuhan lainnya diperoleh dari sumber air tanah berupa sumur-sumur dalam (artehsis) sebanyak sembilan buah yang berada di lokasi pabrik dengan kedalaman 150 - 200 meter. Sumber air ini dipompa melalui pompa bertekanan tinggi (high pressure) yang dialirkan kedalam bak penampung (reservoar). Dari sembilan buah sumur dalam tersebut, delapan diantaranya berada di wilayah Bekasi, Jawa Barat sedangkan satu berada di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Selain untuk proses produksi, air juga digunakan untuk keperluan pembersihan peralatan produksi, lokasi produksi serta untuk keperluan fasilitas umum kantor.
3. Bahan Pembantu
Disamping bahan utama dalam proses produksi, PT. Sinar Sosro juga menggunakan bahan pembantu yaitu bahan-bahan yang menunjang proses produksi yang dalam hal ini adalah bahan-bahan kimia yang digunakan untuk keperluan produksi. Bahan-bahan pembantu yang digunakan antara lain:
b. Pasir silika
Pasir silika digunakan untuk menyaring partikel-partikel padat seperti lumpur dan pasir yang terbawa yang terdapat dalam air. Bahan pembantu ini digunakan dalam sand filter.
c. Karbon aktif
Karbon aktif digunakan dalam carbon filter yang berfungsi untuk menghilangkan warna, rasa dan bau pada air. Warna, rasa dan bau pada air yang timbul dapat berasal dari kandungan airnya sendiri yang kurang baik atau dapat pula berasal dari proses klorinasi yang berlangsung dalam bak reservoar. d. HCl (32%) dan NaOH (48%)
HCl digunakan untuk regenerasi penukar kation (cation exchanger) sedangkan NaOH digunakan untuk meregenerasi penukar anion (anion exchanger), pencucian botol pada bottle washer dan pencucian (cleaning) peralatan produksi.
e. NaCl
NaCl digunakan untuk regenerasi pelunak air (water softener). f. Kiezelguhr
Kiezelguhr merupakan bahan diatomit berbentuk serbuk putih yang terdapat pada cosmos filter dan digunakan untuk menyaring hasil ekstraksi Teh Cair Pahit (TCP).
g. Soda kaustik (48%)
Soda kaustik digunakan sebagai bahan pembersih utama pada pencucian botol karena fungsinya yang dapat mengemulsikan dan menyabunkan lemak, menggumpalkan dan menghidrolisa protein, melarutkan karbohidrat, menguraikan zat-zat yang sulit mengurai dan membunuh kuman-kuman.
h. Diverbot additive (DIVO 650)
Diverbot additive digunakan pula pada pencucian botol karena fungsinya yang dapat mengkilapkan botol.
i. Bahan-bahan lain
Bahan-bahan pembantu lain yang digunakan yaitu biru metilen untuk menguji ada tidaknya residu botol (blooming test, spot mikrobiologi), phenolftalein
untuk mencetak kode produksi pada botol, Amercor 8760 sebagai anti korosi pada boiler, Advantage Plus 1400 untuk memisahkan logam besi dan lumpur atau sludge conditioner yang terkandung dalam air boiler, Adjunct H.L sebagai pengatur pH dan pengatur kandungan hidrat alkalinitas pada boiler, Catalyzed Sulfite untuk menghilangkan oksigen terlarut yang terdapat pada air boiler, Chain Lube sebagai bahan pelumas pada konveyor di unit pembotolan, dan parafin untuk mengkilapkan peralatan yang digunakan dalam proses produksi.
4. Bahan Pengemas
Bahan-bahan pengemas yang digunakan dalam proses produksi adalah: a. Botol
Bahan pengemas yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro Cakung untuk produksinya terdiri dari pengemas primer, sekunder dan tersier yang berfungsi untuk menjaga mutu produk, mempermudah distribusi dan untuk keperluan promosi. Bahan pengemas primer merupakan bahan pengemas yang langsung kontak dengan produk untuk menjaga kualitas produk. Botol merupakan pengemas primer. Botol yang digunakan dalam produk Teh Botol Sosro, S-Tee, Tebs, Fruit Tea botol dan Joy Green Tea merupakan botol kaca yang tidak berwarna, berbentuk sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan kecuali S-Tee dan Tebs, dicantumkan logo Sosro pada bagian badannya. Selain botol kaca, beberapa produk sosro dikemas dalam botol PET. Jenis botol plastik yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Jenis botol PET yang digunakan diantaranya berwarna hijau untuk produk Joy Tea, PET berwarna coklat untuk produk TBS jenis Reguler dan Less Sugar, serta PET tidak berwarna atau clear untuk produk Fruit Tea. Botol kaca dapat digunakan berulang kali kecuali jika botol telah cacat atau kusam. Sedangkan botol PET merupakan kemasan sekali pakai.
b. Tutup botol (Crown Cork)
Sosro dan nama perusahaan Sosro pembuat produk teh botol. Tutup botol merupakan kemasan sekali pakai.
c. Screw Cap
Screw Cap adalah jenis tutup botol yang digunakan untuk produk botol PET yang terbuat dari plastik yaitu Polypropylene. Tutup botol ini juga merupakan kemasan sekali pakai. Terdapat dua jenis screw cap yang digunakan, yaitu one piece dan two piece. Pada jenis one piece, screw cap terbuat dari bahan PET (Polietilen Terephtalat), sedangkan untuk jenis two piece, screw cap terdiri dari bahan PET dan seal dari bahan PVC.
d. Krat
Krat merupakan bahan pengemas sekunder yang tidak kontak langsung dengan produk. Krat terbuat dari polietilena. Satu krat dapat memuat 24 botol kaca dan pada setiap krat dicantumkan pula logo Sosro. Krat digunakan untuk distribusi lokal sedangkan untuk ekspor digunakan kardus.
e. Palet
Palet termasuk kemasan tersier. Palet terbuat dari rangkaian kayu yang digunakan sebagai alas dari tumpukan peti botol (PB), peti isi (PI) dan bahan baku. Palet digunakan untuk mempermudah dalam pengangkutan dalam lingkungan pabrik oleh forklift dan memungkinkan krat-krat tersusun rapi sehingga tidak menghabiskan banyak tempat pada penyimpanan. Satu palet dapat memuat 60 krat yang setara dengan 1440 botol.
f. Label
Label merupakan pelengkap pengemas yang digunakan untuk mencantumkan komposisi bahan-bahan serta informasi produk lainnya.
5. Peralatan Produksi
Peralatan produksi yang digunakan dalam proses produksi di PT. Sinar Sosro adalah sebagai berikut:
A. Peralatan Water Treatment
Pompa tekanan tinggi yang beroperasi secara otomatis ini digunakan untuk menyedot air dari sumur dalam (artehsis) yang kemudian ditampung dalam bak reservoar.
ii. Reservoar
Reservoar merupakan bak beton besar tempat penampungan sementara air dari sumur yang belum diolah. Di reservoar, pengolahan air berawal melalui tahap klorinasi. Dengan konsentrasi klorin 2-4 ppm. Tujuan penambahan klorin adalah untuk membunuh bakteri.
iii. Penyaring Pasir (Sand Filter)
Sand filter adalah tangki air yang dialirkan dari bak reservoar berisi pasir kuarsa yang berfungsi untuk menyaring partikel-partikel padat seperti lumpur. Sand filter yang berupa pasir silica 80% akan mengikat ion Fe+ dan Mn+ yang ada di dalam tangki air. Jumlah Sand filter adalah empat buah dengan tiga diantaranya dioperasikan secara bersamaan dan satu lainnya digunakan sebagai cadangan. Hal yang perlu dikontrol pada air yang keluar setelah melalui sand filter adalah turbidity. Turbidity harus kurang dari 4, namun jika terjadi hasil lebih dari 4, maka harus dilakukan regenerasi sand filter dengan cara backwash. iv. Penyaring Karbon I (Carbon Filter I)
Carbon filter I berisi karbon aktif yang digunakan untuk mengikat warna, bau dan rasa serta sisa klorin (alur proses dechlorination) yang masih terdapat pada air yang berasal dari sand filter. Carbon filter tank berjumlah dua buah yaitu carbon filter IA dan IB yang beroperasi secara bersamaan. Air yang telah melewati karbon filter harus memiliki kadar klorin nol (0) dengan pH, kesadahan, dan alkalinitas yang besar. Jika kadar klorin tidak nol, maka harus dilakukan regenerasi dengan cara backwash dan steaming.
v. Penukar Kation (Cation Exchanger)
Tangki cation exchanger berisi resin penukar kation yang berfungsi untuk mengikat ion-ion positif (kation) seperti Ca2+, Mg2+ dan Na+ yang terdapat pada air dari carbon filter I. Pada penukar kation digunakan larutan HCl
maksimum air yang keluar dari penukar kation sebesar 4,5. Cation exchanger berjumlah dua buah dengan satu diantaranya sebagai cadangan.
vi. Penukar Anion (Anion Exchanger)
Anion exchanger berisi resin yang berfungsi untuk mengikat ion-ion negatif (anion) yang terdapat pada air dari cation exchanger. Media regenerasi yang digunakan untuk penukar anion adalah larutan NaOH. Anion exchanger berjumlah dua buah dan satu diantaranya berfungsi sebagai cadangan.
vii. Penyaring Karbon II (Carbon Filter II)
Carbon filter II digunakan untuk proses penyaringan kembali sebelum air dialirkan ke tangki penyangga sehingga air tidak lagi mengandung ion-ion yang dapat menurunkan mutu air. Carbon filter II berjumlah dua buah, namun hanya satu saja yang digunakan dan satu lainnya berfungsi sebagai cadangan.
viii. Pelunak Air (Water Softener)
Water softener ini berisi resin yang dapat mengikat ion-ion Ca2+ dan Mg2+ yang terkandung dalam air yang dapat mengakibatkan terjadinya kesadahan turun dengan pH tetap 7-7,5. Penggantian media garam (NaCl) dapat digunakan untuk proses regenerasi pada Water Softener untuk siap digunakan kembali selain menggunakan metode backwash.
ix. Tangki Penyangga (Buffer Tank)
Tangki penyangga merupakan tempat penampungan sementara air dan sekaligus berfungsi sebagai penyangga yang dapat menjamin ketersediaan air untuk proses di unit pemasakan. Jumlah tangki penyangga (buffer tank) sebanyak delapan buah dengan satu diantaranya digunakan sebagai cadangan. Ada 4 macam air yang dikelompokkan dalam 4 buffer tank yaitu Buffer S-Tee, Buffer Teh Botol Sosro, Buffer Joy Tea, dan air Tebs. Perbedaan ini disesuaikan dengan spesifitas air baku yang akan digunakan untuk masing-masing produk.
B. Peralatan Kitchen
i. Tangki Ekstraksi Teh (Tea Extraction Tank)
Tangki ekstraksi teh digunakan untuk mengekstraksi teh kering dengan air panas menjadi Teh Cair Pahit (TCP). Pada proses ekstraksi teh, suhu yang dibutuhkan adalah ± 100oC dengan kapasitas air 4000 L.
ii. Penyaring Niagara
Penyaring niagara terdiri dari lempengan filter dari bahan stainless steel dengan lubang yang agak besar untuk menahan teh kering ketika proses sirkulasi dari tangki ekstraksi.
iii. Penyaring kosmos (Cosmos Filter)
Cosmos filter terdiri dari lempengan filter dari bahan stainless steel yang berfungsi untuk menyaring teh cair pahit dari tangki ekstraksi teh sebelum dialirkan ke tangki pencampuran agar seduhan teh tersebut bebas dari kotoran. Pada penyaring kosmos dibutuhkan bahan pembantu penyaringan yaitu Filter Acid Cell Atom.
iv. Tangki Pelarutan Gula (Sugar Dissolving Tank)
Tangki pelarutan gula digunakan untuk mencampur gula dari hopper dengan air dari water softener. Suhu pada tiap Sugar Dissolving Tank berbeda, 70o C-80oC pada kitchen untuk lini 2, 3, 5 dan 6, sedangkan pada kitchen lini 4 untuk produk Tebs sekitar 90oC.
v. Tangki Pencampuran (Mixing Tank)
Pada tahap ini, Teh Cair Pahit (TCP) hasil penyeduhan teh, sirup gula hasil pelarutan gula dan air dicampur di dalam tangki ini sehingga terbentuk TCM (Teh Cair Manis) hingga kapasitas 9000 Liter. Tangki pencampuran berjumlah delapan buah yaitu masing-masing untuk lini II, III, IV dan V/VI. Mixing tank merupakan tangki pencampuran antara Teh Cair Pahit (TCP) dari tangki ekstraksi teh dengan larutan gula dari tangki pelarutan gula, air untuk pengenceran dan bahan tambahan lainnya.
Sumber panas dari PHE berasal dari uap panas boiler. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga suhu steril teh cair manis.
C. Peralatan Bottling i. Depalletizer
Depalletizer merupakan alat yang digunakan untuk membongkar tumpukan krat yang tersusun di atas palet. Depalletizer hanya digunakan untuk pembongkaran krat pada lini II dan lini III.
ii. Decrater
Decrater digunakan untuk memisahkan botol-botol kosong dari krat yang akan mengalami proses pencucian.
iii. Pencuci krat (Crate Washer)
Crate washer merupakan rangkaian alat konveyor berjalan yang digunakan untuk mencuci krat dengan proses pembalikkan krat dan penyemprotan dengan air panas.
iv. Pencuci Botol (Bottle Washer)
Semua proses dalam bottle washer melibatkan temperatur panas, digunakan untuk mencuci botol. Bottle Washer pada lini II memiliki 29 lubang masuk (bar feeder) sedangkan lini III memiliki 64 lubang masuk. Pada bottle washer terdiri dari proses pre soaking (50-60oC) dan perendaman dengan soda kaustik, proses lye 1 (70oC-80oC), lye 2 (80oC-90oC), lye 3 (80oC-90oC), hot water 1 (85oC-95oC), hot water 2 (85oC-95oC) dan fresh water (95oC-100oC).
v. Empty Bottle Inspection (EBI)
Empty Bottle Inspection merupakan alat pendeteksi adanya kotoran, benda asing atau keretakan yang terdapat pada dasar botol. Botol yang telah dicuci di bottle washer diperiksa kembali kebersihannya dari pengotor dan benda asing dengan cara melewatkannya pada EBI. Apabila terdapat botol yang masih kotor, terdapat benda asing, basah atau tidak memenuhi standar maka secara otomatis botol itu akan terpisah sebelum masuk kedalam filler. Pada lini II digunakan alat OPI Scan, sedangkan pada lini III digunakan alat filtec dan supra yang mempunyai daya akurasi yang paling tinggi dibandingkan OPI Scan.
vi. Konveyor
Konveyor digunakan untuk proses pemindahan produk Teh botol, S-Tee, Tebs, Joy Green Tea dan Fruit Tea botol pada unit pembotolan. Konveyor yang digunakan adalah jenis konveyor sabuk (belt conveyor).
vii. Konveyor magnetik
Konveyor magnetik merupakan konveyor berjalan yang digunakan untuk proses pemindahan tutup botol (crown cork) yang diberi sinar ultraviolet untuk menjaga kesterilan tutup botol tersebut. Tipe Konveyor magnetik yang digunakan merupakan konveyor magnetik tertutup.
viii. Forklift
Forklift merupakan alat transportasi di dalam lingkungan pabrik yang digunakan untuk proses pemindahan palet berisi krat di lokasi gudang.
3.2.6. Sumber energi
Energi untuk keperluan proses produksi P.T Sinar Sosro berasal dari energi listrik, energi uap, energi udara bertekanan dan energi bahan bakar.
a. Energi Listrik
Listrik digunakan sebagai energi penggerak motor-motor produksi, penerangan, alat-alat perkantoran, pendingin ruangan (AC), kompresor dan lain-lain. Sumber energi listrik utama berasal dari PLN dengan kapasitas terpasang 1750 KW dan kapasitas terpakai sekitar 1200 KW. Voltase listrik berkisar antara 380 - 400 volt. Sumber energi listrik lainnya adalah Gen Set (Generator Set) yang terdiri atas turbin, diesel dan air yang berjumlah empat buah dan masing-masing berkapasitas 330 KW serta menggunakan bahan bakar solar. Gen Set ini digunakan jika arus listrik dari PLN padam.
b. Energi Uap
Sumber energi uap berasal dari boiler jenis pipa api yang berjumlah tiga unit. Dua unit berkapasitas 3,2 ton per jam dan satu unit berkapasitas 10 ton per jam. Namun yang digunakan dalam proses produksi hanya dua unit saja yaitu
Exchanger (PHE). Air untuk keperluan boiler berasal dari tangki pelunak air di unit pengolahan air. Perawatan boiler dilakukan secara harian melalui boiler water treatment untuk mengatur parameter air boiler dan blow down boiler untuk menguras (shilling) air pada boiler dan membersihkan kerak yang terbentuk. c. Energi Udara Bertekanan
Sumber energi ini berasal dari kompresor yang berjumlah empat unit yang digerakkan oleh energi listrik. Dua unit bertipe screw dengan kapasitas 300 m3 per jam dan dua unit bertipe piston dengan kapasitas 225 m3 per jam dan 7 m3 per jam. Unit piston berkapasitas 7 m3 per jam khusus digunakan untuk video jet printer. Energi angin ini digunakan pada unit pembotolan yaitu pada depalletizer, decrater, crater, filler dan mesin penutup botol (crowner) serta pada blower di unit penanganan limbah. Kompresor menghasilkan energi angin dengan suhu 40–50°C yang kemudian didinginkan oleh pengering (dryer) sampai suhunya mencapai 10°C agar angin tidak lagi mengandung uap air.
d. Energi Bahan Bakar.
Bahan bakar sebagai penunjang produksi diperlukan untuk menggerakan mesin diesel, kendaraan pabrik, forklift, dan ketel uap dengan menggunakan solar. Kebutuhan rata-rata untuk mesin diesel sebanyak 600 L/hari. Untuk kebutuhan ketel uap tipe 10 ton sebanyak 1500-200 L/shift. Bahan bakar solar ini disuplai oleh PT. Pertamina dan juga oleh PT. Petronas Malaysia. Selain itu diperlukan oli sebagai pelumas untuk mesin produksi dan kendaraan pabrik.
3.2.7. Pergudangan
Secara umum gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku yang datang (incoming materials) dari pemasok atau supplier, penampungan barang-barang produk jadi, serta penyimpanan bahan pembantu dan spare part. Pergudangan di PT. Sinar Sosro terbagi atas pergudangan bahan baku, pergudangan bahan pembantu, pergudangan bahan kemas, pergudangan spare part produksi, pergudangan produk jadi, pergudangan sampel dokumen dan pergudangan harian yang diletakkan secara terpisah agar tidak terjadi pencampuran. Pergudangan bahan baku terdiri dari gudang teh kering dan gudang
untuk menunjang proses produksi. Gudang bahan kemas berisi bahan kemas yang akan digunakan seperti botol kaca, botol plastik, tutup botol, krat dan bahan kemas lainnya. Gudang spare part produksi digunakan untuk menyimpan alat-alat produksi yang tidak digunakan dan suku cadangnya. Gudang sampel dokumen merupakan gudang yang digunakan untuk menyimpan contoh pertinggal produk yang telah dipasarkan. Contoh pertinggal ini disimpan dalam jangka waktu satu tahun dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 1 buah setiap 15 menit dari proses bottling. Gudang harian digunakan untuk penyimpanan sementara bahan baku teh, gula pasir dan bahan pembantu agar dapat memudahkan pemakaian keperluan harian. Pergudangan produk jadi terdiri dari gudang inkubasi produk jadi dan gudang karantina. Gudang inkubasi produk digunakan untuk penyimpanan sementara produk jadi sebelum produk tersebut dipasarkan. Masa inkubasi tersebut dilakukan dalam jangka waktu tertentu dengan perkiraan bahwa waktu tersebut cukup untuk masa pertumbuhan optimum mikroorganisme yang mungkin terdapat dalam produk. Selama jangka waktu tersebut bagian Quality Control melakukan uji mikrobiologi produk secara sampling serta uji fisika dan kimia produk secara sampling. Sedangkan gudang karantina digunakan untuk