• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Kajian Teori

2.1.4 Keterampilan Membaca Menulis Permulaan

2.1.4.1Keterampilan Membaca Permulaan

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata – kata/bahasa tulis (Keraf, 1991: 7). Membaca

menurut Subaktyo-Nataban (1993: 164) adalah suatu aktivitas yang rumit atau kompleks karena bergantung pada keterampilan berbahasa pelajar, dan pada tingkat penalarannya. Sejalan dengan pendapat tersebut, Rahim (2007: 2) menjelaskan bahwa membaca pada hakikatnya ialah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif.

Membaca merupakan suatu keterampilan untuk meningkatkan daya nalar seseorang (Susanto, 2013: 90). Membaca permulaan adalah tahapan proses belajar membaca bagi siswa SD kelas awal/rendah. Penekanan membaca pada kelas rendah (I,II,III) adalah proses perseptual, yaitu pengenalan korespondensi rangkaian huruf dengan bunyi – bunyi bahasa (Rahim, 2007: 2). Penguasaan keterampilan membaca khususnya pada kelas III sekolah dasar dibagi dua yaitu penguasaan keterampilan membaca nyaring dan membaca dalam hati (Keraf, 1991: 38). Berikut keterampilan membaca kelas III yang harus dikuasai:

Tabel 2.1 Penguasaan Keterampilan Membaca Kelas III

Membaca nyaring Membaca dalam hati (intensif)

Membaca dengan penuh perasaan, ekspresi.

Mengerti serta memahami bahan bacaan.

2.1.4.2Keterampilan Menulis Permulaan

Keterampilan menulis menurut Byrne (Slamet, 2014: 109) adalah kemampuan menuangkan buah pikiran dalam bahasa tulis melalui kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. Tarigan

menjelaskan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan produktif dan ekspresif (Susanto, 2013: 247). Penulis dalam kegiatan menulis harus terampil memanfaatkan struktur bahasa dan kosa kata.

Keterampilan menulis tidak datang secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan praktik yang banyak serta teratur. Hal ini didukung dengan pendapat Susanto (2013: 249) bahwa menulis merupakan kegiatan yang sifatnya berkelanjutan sehingga pembelajarannya pun perlu dilakukan secara berkesinambungan. Menulis merupakan kombinasi antara proses dan produk. Tujuan menulis dapat dibedakan dalam empat macam yaitu :

a. Tulisan yang bertujuan memberitahukan mengajar, disebut wacana informatif (informative discourse).

b. Tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan atau mendesak para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan, disebut wacana persuasif (persuasive discourse).

c. Tulisan yang bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan atau yang mengandung tujuan estetis disebut tulisan literer atau wacana kesastraan (literacy discourse).

d. Tulisan yang mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat atau berapi – api disebut wacana ekspresif (expressive discourse).

Pembelajaran menulis khususnya di kelas rendah disebut pembelajaran menulis permulaan. Pembelajaran menulis permulaan harus memperhatikan langkah – langkah dalam proses pembelajarannya. Susanto (2013: 258) menyebutkan langkah – langkah tersebut ialah :

1. Pengenalan. Guru perlu memperhatikan benar tulisan yang hendak dikenalkan kepada anak.

2. Menyalin. Kegiatan menyalin dapat dilakukan dengan alternatif sebagai berikut:

a. Menjiplak

b. Menyalin dari tulisan cetak (lepas) ke tulisan latin tegak bersambung atau sebaliknya.

c. Menyalin dari huruf kecil menjadi huruf besar pada pertama awal kalimat.

d. Menyalin dengan cara melengkapi, yakni dengan cara melengkapi dengan tanda baca dan melengkapi dengan kata.

3. Menulis halus atau indah. 4. Menulis nama.

5. Mengarang sederhana.

2.1.4.3Perbandingan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator Keterampilan MMP menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum 2004 yang biasa dikenal dengan istilah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dikembangkan mengacu pada Undang – Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Peraturan pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom. Menurut Depdiknas (Widyastono, 2014: 62) kurikulum berbasis kompetensi merupakan

seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan dan cara pencapainnya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Puskur (Muslich, 2007: 17) memaparkan bahwa KBK merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar, serta pemberdayaan sumber daya pendidikan.

Penyempurnaan dari kurikulum KBK adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006. Muslich (2007: 17) memaparkan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksankan oleh masing – masing satuan pendidikan/sekolah. Kurikulum ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP No.19 Tahun 2005 tentang SNP).

Berikut tabel perbandingan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator MMP pada kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan KTSP:

Tabel 2.2 Kompetensi Dasar dan Indikator KBK Kelas III Semester 1

No Kompetensi Dasar

1. Mendengarkan, mengikuti, dan mengingat cerita

2. Bercerita

3. Membaca dalam hati (intensif) 4. Membaca denah

5. Membaca petunjuk

6. Membaca bersuara (nyaring) 7. Menerapkan EYD dalam menulis. 8. Menulis dari pikiran sendiri. 9. Membaca intensif

10. Membaca dan memprediksi isi teks 11. Membaca bersuara (nyaring)

Tabel 2.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar KTSP Kelas III Semester 1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

Membaca

1. Memahami teks dengan membaca nyaring, membaca intensif, dan membaca dongeng

1.1 Membaca nyaring teks (20-25 kalimat) dengan lafal dan intonasi yang tepat. 1.2 Menjelaskan isi teks (100- 150 kata)

melalui membaca intensif.

1.3 Menceritakan isi dongeng yang dibaca. Menulis

2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk paragraf dan puisi

2.1 Menyusun paragraf berdasarkan bahan yang tersedia dengan memperhatikan penggunaan ejaan.

2.2 Melengkapi puisi anak berdasarkan gambar.

Berikut adalah rumusan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator hasil komparasi dan analisis KBK dan KTSP kelas III semester 1.

Tabel 2.4 SK – KD dan Indikator Hasil Komparasi dan Analisis KBK dan KTSP Kelas III Semester 1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

1. Membaca nyaring dan membaca intensif beragam jenis teks bacaan.

1. Membaca nyaring teks (20-25 kalimat) dengan lafal dan intonasi yang tepat.

1. Membaca nyaring teks cerita 20-25 kalimat dengan lafal dan intonasi yang jelas.

2. Membaca nyaring teks kebersamaan di masyarakat 20-25 kalimat dengan lafal dan intonasi yang jelas. 3. Membaca nyaring teks

berlibur 20-25 kalimat dengan lafal dan intonasi yang jelas.

4. Membaca nyaring teks ulang tahun 20-25 kalimat dengan lafal dan intonasi yang jelas. 5. Membaca nyaring teks

merawat kesehatan tubuh 20-25 kalimat dengan lafal dan intonasi yang jelas.

6. Membaca nyaring teks makanan dan minuman favorit 20-25 kalimat dengan lafal dan intonasi

yang jelas.

7. Membaca nyaring teks sekolahku 20-25 kalimat dengan lafal dan intonasi yang jelas. 2. Menjelaskan isi teks (100- 150 kata) melalui membaca intensif. 1. Membaca intensif 100- 150 kata teks cerita peristiwa alam.

2. Menjelaskan isi teks cerita peristiwa alam 100-150 kata dari membaca intensif. 3. Membaca intensif 100-

150 kata cerita merawat kesehatan.

4. Menjelaskan isi teks cerita merawat kesehatan 100-150 kata dari membaca intensif. 5. Membaca intensif 100-

150 kata cerita merawat lingkungan sekitar. 6. Menjelaskan isi teks

cerita merawat lingkungan 100-150 kata dari membaca intensif. 3. Menceritakan isi dongeng atau cerita rakyat yang dibaca dan melengkapi penggalan suatu cerita dalam teks.

1. Membaca intensif cerita rakyat.

2. Menceritakan isi cerita rakyat yang mengandung sifat, dan hal menarik dari membaca intensif. 3. Melengkapi cerita

dengan pilihan kata sesuai dengan alur cerita. 4. Menyusun kalimat

menjadi sebuah cerita. 4. Membaca

dalam hati (intensif)

1. Membaca secara intensif dari teks yang terdiri atas 2-3 paragraf.

2. Menuliskan kembali dengan tegak bersambung rangkuman isi dongeng/cerita rakyat dengan cara membaca intensif.

3. Membaca teks cerita. 4. Menuliskan ringkasan

berdasarkan teks cerita yang sudah dibaca. 5. Membaca

denah

1. Membaca simbol-simbol petunjuk dalam denah. 2. Memahami isi denah

dengan mengikuti petunjuk.

3. Menjawab pertanyaan berdasarkan denah. 4. Menuliskan informasi berdasarkan denah. 5. Membuat/merencanakan denah lingkungan sekitar. 6. Menceritakan denah yang dibuat dalam bentuk tulisan tegak bersambung.

6. Membaca petunjuk

1. Menjelaskan urutan petunjuk minum obat dalam bentuk tulisan tegak bersambung. 2. Mengurutkan cara pemberian pupuk tanaman berdasarkan petunjuk. 3. Menjelaskan kembali tanpa melihat teks petunjuk pemakaian barang tertentu dalam bentuk tulisan tegak bersambung.

4. Menjawab pertanyaan berdasarkan petunjuk yang telah dibaca. 5. Menulis kembali dengan

tegak bersambung petunjuk yang telah dibaca.

6. Merancang petunjuk penggunaan barang tertentu dalam tulisan tegak bersambung. 7. Membaca

bersuara (nyaring)

1. Membaca beragam teks dengan intonasi yang sesuai dengan isi teks cerita.

2. Membaca teks cerita dengan suara lantang, keras dan jelas.

3. Membaca teks cerita dengan memperhatikan ejaan (tanda baca). 4. Membaca teks cerita

dengan lancar dengan ejaan yang tepat.

5. Membaca teks cerita dengan artikulasi yang jelas.

6. Membaca puisi dengan penghayatan sesuai dengan isi dan

memperhatikan

penggunaan lafal dan intonasi yang sesuai. 8. Membaca dan

memprediksi isi teks

1. Membaca teks cerita. 2. Melengkapi cerita

dengan urutan yang logis. 3. Menuliskan kembali cerita dengan menggunakan bahasa 2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk paragraf dan karangan sederhana 9. Menerapkan EYD dalam menulis

1. Menuliskan huruf kapital pada nama bangsa. 2. Menuliskan huruf kapital

pada nama bahasa. 3. Menuliskan huruf kapital

pada suku bangsa. 4. Menuliskan huruf kapital

sebagai huruf pertama nama orang.

5. Memberi tanda titik untuk memisahkan angka ribuan.

6. Memberi tanda titik untuk memisahkan jam, menit, detik yang menunjukkan waktu. 7. Memberi tanda titik

untuk memisahkan jam, menit, detik yang menunjukkan jangka waktu.

8. Memberi tanda koma pada unsur-unsur dalam perincian atau pembilangan.

9. Memberi tanda koma untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat.

10. Memberi tanda hubung untuk menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.

11. Memberi tanda hubung pada unsur-unsur kata ulang.

12. Menggunakan kata hubung untuk menggabungkan dua anak kalimat.

13. Menulis kalimat dengan pola spok.

10. Menceritakan pengalaman

1. Menuliskan pengalaman pribadi dengan tulisan

pribadi. lepas.

2. Menuliskan pengalaman pribadi dengan tulisan tegak bersambung. 3. Membaca nyaring teks

pengalaman pribadi dengan lafal dan intonasi yang tepat.

4. Membaca intensif teks pengalaman seseorang. 5. Menceritakan isi teks

pengalaman pribadi dari membaca intensif. 11. Menyusun paragraf berdasarkan bahan yang tersedia dengan memperhatikan penggunaan ejaan.

1. Menulis paragraf dengan tegak bersambung berdasarkan informasi dari kegiatan menyimak informasi yang telah dibacakan guru dengan memperhatikan

penggunaan ejaan. 2. Menulis dengan tegak

bersambung langkah- langkah satu kegiatan berdasarkan gambar yang telah disediakan dengan memperhatikan penggunaan ejaan. 3. Menulis kembali dengan

tegak bersambung urutan langkah-langkah cara menelepon yang sopan dan santun dengan memperhatikan

penggunaan ejaan. 4. Menuliskan kembali

dalam tulisan tegak bersambung dari cerita anak yang telah dibacakan dengan memperhatikan

penggunaan ejaan. 12. Menulis dari

pikiran sendiri

1. Menulis ringkasan dalam beberapa kalimat, menggunakan kata- katanya sendiri.

2. Menulis pengalaman pribadi dalam dua paragraf.

3. Menulis surat pribadi kepada teman atau keluarga dalam dua paragraf.

4. Membuat slogan menggunakan kata-

katanya sendiri 13. Melengkapi

puisi anak berdasarkan gambar.

1. Melengkapi puisi anak dengan menggunakan kata yang telah disediakan.

2. Melengkapi puisi anak dengan menggunakan kalimat yang telah disediakan.

3. Membuat puisi dalam tulisan tegak bersambung berdasarkan gambar yang telah disediakan.

Dokumen terkait