• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterangan Mengenai Keterlibatan Perkara

Dalam dokumen PENAWARAN UMUM TERBATAS I (Halaman 113-117)

D. Kegiatan Usaha

8. Keterangan Mengenai Keterlibatan Perkara

Hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan dan anak perusahaan tidak terlibat dalam perkara baik perkara perdata, pidana, tata usaha negara, pajak, maupun ketenagakerjaan, kecuali untuk perkara-perkara sebagai berikut:

No. Uraian 1. a. Nomor Perkara : 209/Pdt.G/2005/PN.Jkt.Pst tanggal 7 Juli 2005

b. Yurisdiksi : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

c. Para Pihak : 1. Penggugat : CV Putra Jabar Telekomunikasi

2. Tergugat : Perseroan

d. Pokok Permasalahan : Pada tanggal 2 Juli 2004, Pengugat dan Tergugat telah menandatangani Perjanjian No. 021/M8T-PJT/SLS/VII/04 mengenai Penjualan dan Distribusi Layanan Telepon Selular Rumah (TSR) di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya (‘Perjanjian”). Pada saat layanan jasa telekomunikasi berdasarkan Perjanjian dioperasikan, timbul sejumlah tagihan sebesar Rp246.138.671,- dari Tergugat terhadap Penggugat dan kemudian Penggugat mendalihkan bahwa Perjanjian tersebut tidak memenuhi rasa keadilan dan kepatutan, yang mana Tergugat tidak diberikan kesempatan untuk mengoreksi draft Perjanjian tersebut. Kemudian Tergugat mengajukan gugatan balik (rekonpensi) terhadap Penggugat atas dasar wanprestasi, karena Penggugat tidak melaksanakan kewajibannya di dalam Perjanjian yaitu mengembalikan/ membayar hutangnya (yaitu sejumlah Rp264.639.604,-).

e. Putusan : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan putusan pada tanggal 12 Desember 2005 yang amar putusannya sebagai berikut:Dalam Rekonpensi:

- menolak Eksepsi dari Tergugat untuk seluruhnya;

Dalam Pokok Perkara:

- menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

Dalam Rekonpensi:

1. mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi untuk sebagian;

2. menyatakan Tergugat Rekonpensi telah melakukan “perbuatan ingkar janji” atau “wanprestasi”;

3. menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar hutangnya kepada Penggugat Rekonpensi sebesar Rp264.639.604,- secara tunai dan sekaligus;

4. menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar bunga sebesar 6% per tahun dari total hutang Rp264.639.604,- kepada Penggugat Rekonpensi terhitung semenjak gugatan didaftarkan sampai saat putusan berkekuatan hukum tetap; 5. menolak gugatan Penggugat Rekonpensi untuk selebihnya.

Dalam Konpensi dan Rekonpensi:

- menghukum Penggugat Konpensi/ Tergugat Rekonpensi untuk membayar biaya perkara ini sebesar

Rp464.000,-f. Status Akhir : Berdasarkan Relaas Pemberitahuan Isi Putusan Pengadilan Tinggi DKI tanggal 24 September 2010 Pengadilan Tinggi DKI telah menyampaikan pemberitahuan isi putusan banding sebagai berikut:1. menyatakan permohonan banding dari Pembanding (semula Penggugat) tidak dapat diterima; dan2. menghukum Pembanding (semula Penggugat) membayar biaya perkara dalam kedua tingkat Pengadilan yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp. 300.000,- (tigaratus ribu rupiah).Sampai saat ini, belum diketahui ada atau tidaknya proses pengajuan permohonan kasasi oleh Pembanding (semula Penggugat).

2. a. Nomor Perkara : 247/Pdt.G/2010/PN.Jkt.Pst tanggal 26 Mei 2010 b. Yurisdiksi : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

c. Para Pihak : 1. Penggugat : Perseroan

2. Tergugat : Lehman Brothers Special Financing Inc

d. Pokok Permasalahan : Penggugat mendalilkan bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum karena melakukan rekayasa tagihan fiktif sebesar USD2.047.576, yang timbul sehubungan dengan ISDA Master Agreement. Menurut Penggugat, bahwa ISDA Master Agreement masih belum ditandatangani oleh Penggugat dan tidak mengikat terhadap Penggugat, sehingga tuduhan Tergugat bahwa Penggugat telah melanggar ketentuan Pasal 5 (a) (i) ISDA Master Agreement adalah tidak berdasar.

e. Petitum : Tuntutan-tuntutan yang diajukan oleh Penggugat adalah sebagai berikut:Dalam Provisi: 1. mengabulkan permohonan provisi Penggugat untuk seluruhnya;

2. memerintahkan Tergugat dan/atau para kuasanya atau pihak yang mewakilinya atau pihak yang menerima pengalihan hak dan wewenang darinya, atau pihak manapun agar sebelum putusan perkara aquo mempunyai kekuatan hukum mengikat (inkracht van gewisjde) untuk status quo atau untuk tidak melakukan tindakan apapun, baik tindakan hukum berupa gugatan perdata, permohonan kepailitan terhadap Penggugat, permohonan arbitrase di dalam negeri dan/atau di luar negeri, tindakan permohonan eksekusi, tindakan penagihan, tindakan pendaftaran, tindakan pengalihan atau cessie atas semua surat/dokumen maupun setiap harta kekayaan milik Penggugat, baik yang bergerak atau yang tidak

No. Uraian

3. menghukum Tergugat membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp50.000.000,- per hari untuk secara terus menerus setiap kali Tergugat lalai melaksanakan atau melanggara sebagian atau seluruh isi putusan provisi ini.

Dalam Pokok Perkara:

1. mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan; 3. menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum;

4. menyatakan Penggugat dan Tergugat bukan pihak dan tidak terikat secara hukum atas suatu surat perjanjian atau transaksi swap dan derivatives atau transaksi pertukaran mata uang asing dalam bentuk apapun, baik secara lisan maupun dengan surat dalam bentuk apapun, dan menyatakan Penggugat tidak mempunyai kewajiban keuangan apapun terhadap Tergugat atas suatu transaksi swap atau transaksi derivatives atau transaksi pertukaran mata uang asing apapun;

5. menyatakan konsep Perjanjian ISDA (International Swap and Derivatives Association

Inc) Master Agreement hanya berupa konsep yang belum berlaku dan tidak

mengikat dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat bagi Penggugat dan Tergugat;

6. menyatakan tidak sah dan tidak berlaku surat-surat yang dikirimkan oleh Tergugat kepada Penggugat yaitu surat Tergugat tertanggal 4 September 2008, surat Tergugat tertanggal 31 Maret 2009, dan surat Tergugat tertanggal 18 Juni 2009 yang kesemuanya dikirimkan dan dialamatkan kepada Penggugat;

7. menyatakan tagihan dari Tergugat sebesar USD2.047.576,- yang dikirimkan dengan surat Tergugat tertanggal 4 September 2008 yang kemudian jumlahnya bertambah menjadi sebesar USD2.560.472,- yang dikirimkan dengan surat Tergugat tertanggal 18 Juni 2009 yang dialamatkan kepada Penggugat sebagai tagihan yang tidak sah dan tidak berdasar dan oleh karenanya batal demi hukum;

8. menghukum Tergugat untuk segera membayar ganti kerugian materil kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus sebesar USD4.250.000,- ditambah bunga sebesar 6% per tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran gugatan ini;

9. menghukum Tergugat untuk segera membayar ganti kerugian immaterial kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus sebesar USD11.000.000,- dan bunga 6% per tahun;

10. menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp50.000.000,- per hari secara terus menerus setiap kali Tergugat melanggar isi putusan ini, baik sebagian atau seluruhnya terhitung sejak dijatuhkannya putusan dalam perkara a quo sampai dengan tanggal dilaksanakannya putusan perkara a quo oleh Tergugat;

11. menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum perlawanan, banding, kasasi maupun peninjauan kembali;

12. menghukum Tergugat membayar biaya perkara.

f. Status Akhir : Perkara ini sedang dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan sidang pertama akan diadakan pada tanggal 8 September 2010.

3. a. Nomor Perkara : 185/Pdt.G/2007/PN.Jkt.Pst tanggal 16 Mei 2007 b. Yurisdiksi : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

c. Para Pihak : 1. Pengugat : Monica Miranda Kristiani

2. Para Tergugat :

a. Perseroan (Tergugat I)

b. Hidayat Tjandradjaja (Tergugat II) c. Lucy Suyanto (Tergugat III)

d. Zen Smith (Tergugat IV)

e. Inez Kurniawan (Tergugat V)

d. Pokok Permasalahan : Sebelumnya Penggugat adalah karyawan Tergugat I, yang mana atasan langsung dari Penggugat saat itu adalah Tergugat III. Penggugat kemudian dilakukan pemutusan hubungan kerja oleh Tergugat I dengan menggunakan alat bukti berupa isi SMS dari Penggugat. Penggugat mendalilkan bahwa Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum karena telah melakukan pencetakan isi SMS Penggugat tanpa seizin Penggugat, melanggar kerahasiaan informasi dalam melakukan telekomunikasi, dan melakukan tindakan tidak menyenangkan serta perbuatan intimidasi terhadap Penggugat.

e. Putusan : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan putusan dengan amar putusan sebagai berikut:

- mengabulkan Eksepsi Para Tergugat;

- menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang untuk mengadili perkara a quo;

No. Uraian 4 a. Nomor Perkara : 26/KPPU-L/2007

b. Yurisdiksi : Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia c. Para Pihak : Para Terlapor:

1. PT Excelcomindo Pratama, Tbk (Terlapor I) 2. PT Telekomunikasi Selular (Terlapor II) 3. PT Indosat Tbk (Terlapor III)

4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Terlapor IV) 5. PT Hutchison CP Telecommunication (Terlapor V) 6. PT Bakrie Telecom Tbk (Terlapor VI)

7. Perseroan (Terlapor VII)

8. PT Smart Telecom (Terlapor VIII) 9. PT Natrindo Telepon Seluler (Terlapor IX)

d. Pokok Permasalahan : Terlapor I s/d Terlapor IX telah melakukan penetapan tarif SMS pada interval harga Rp250,- – Rp350,- yang diduga melanggar ketentuan Pasal 5 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999.

e. Putusan : KPPU telah menjatuhkan putusan pada tanggal 17 Juni 2008 dengan amar putusan sebagai berikut:

1. menyatakan bahwa Terlapor I, Terlapor II, Terlapor IV, Terlapor VI, Terlapor VII, dan Terlapor VIII terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar Pasal 5 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999;

2. menyatakan bahwa Terlapor III, Terlapor V, dan Terlapor IX tidak terbukti melanggar Pasal 5 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999;

3. menghukum Terlapor I, Terlapor II masing-masing membayar denda sebesar Rp25.000.000.000,- yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Departemen Perdagangan Sekretariat Jenderal Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan 423755 (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha);

4. menghukum Terlapor IV membayar denda sebesar Rp18.000.000.000,- yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Departemen Perdagangan Sekretariat Jenderal Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan 423755 (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha);

5. menghukum Terlapor VI membayar denda sebesar Rp4.000.000.000,- yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Departemen Perdagangan Sekretariat Jenderal Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan 423755 (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha);

6. menghukum Terlapor VII membayar denda sebesar Rp5.000.000.000,- yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Departemen Perdagangan Sekretariat Jenderal Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan 423755 (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha).

f. Status Akhir : Upaya keberatan atas putusan KPPU Ni. 26/KPPU-L/2007 telah diajukan oleh: 1. Perseroan sebagaimana terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan

nomor register: 03/KPPU/2008/PN.Jkt.Pst tanggal 14 Juli 2008; dan

2. PT Bakrie Telecom Tbk, terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor register: 05/Pdt.KPPU/2008/PN.Jkt.Sel tanggal 23 Juli 2008.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat belum melakukan panggilan sidang dalam perkara ini karena masih menunggu fatwa dari Mahkamah Agung sebagaimana yang dimintakan oleh KPPU sehubungan dengan tempat dan kedudukan dari Para Terlapor tersebut berada pada wilayah yurisdiksi pengadilan yang berbeda-beda.

Seluruh perkara tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan, serta kelangsungan rencana Penawaran Umum Terbatas I Perseroan.

Dalam dokumen PENAWARAN UMUM TERBATAS I (Halaman 113-117)