• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterbatasan dan Kelemahan

Dalam dokumen ANNA MAULIDA 08D30003 (Halaman 36-69)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.9 Keterbatasan dan Kelemahan

Dengan judul penelitian “Tinjauan Inefisiensi Biaya Sebagai Akibat dari Sistem Penomoran Seri pada Rekam Medis Rawat Inap di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura”, maka peneliti hanya membatasi berdasarkan variabel yaitu inefisiensi biaya sebagai akibat dari sistem penomoran seri pada rekam medis rawat inap. Adapun keterbatasan dan kelemahan yaitu pada penelitian adalah sampel hanya menggunakan rekam medis rawat inap periode tahun 2010 dikarenakan ketidaktersediaanya data pada tahun sebelumnya serta sulitnya dalam identifikasi pada sumber data. Dan juga peneliti tidak meneliti pada sudut pandang dokter terhadap kerugian dari sistem penomoran seri rekam medis rawat inap.

20

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum BLUD RS Ratu Zalecha Martapura

RSUD Ratu Zalecha Martapura adalah RSUD milik pemerintah Kabupaten Banjar yang berdiri sejak tahun 1963 dan merupakan Rumah Sakit Umum kelas C sesuai dengan Surat keputusan Menteri Kesehatan RI no. 214/Menkes/SK/II/1993 tanggal 26 Februari 1993. Tepat diawal tahun baru 2011, RSUD Ratu Zalecha Martapura ditetapkan oleh Bupati Banjar melalui Surat Keputusan Nomor 557 tahun 2010 sebagai rumah sakit dengan status pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah (PPK-BLUD) maka menjadi BLUD RS Ratu Zalecha.

Kemampuan pelayanan yang dimiliki sampai saat ini ada 4 (empat) spesialis dasar (anak, bedah, umum, penyakit dalam, kebidanan) dan 6 (enam) spesialis penunjang pelayanan (spesialis mata, anestesi, patologi klinik dan Radiologi, orthopedi). Kapasitas tempat tidur sebanyak 194 tempat tidur, terdiri dari ruang VIP Intan, VIP, ruang kelas I, ruang kelas II, ruang kelas III, ruang isolasi, ruang ICU dan ruang perinatologi. BLUD RS Ratu Zalecha Martapura merupakan pusat rujukan kesehatan dalam wilayah Kabupaten Banjar dan wilayah lain sekitarnya.

Dengan keadaan tersebut dari tahun ke tahun BLUD RS Ratu Zalecha Martapura terus berbenah diri untuk meningkatkan citra rumah sakit sebagai wujud nyata dalam pelayanan kesehatan prima.

4.1.2 Visi dan Misi BLUD RS Ratu Zalecha Martapura

Visi BLUD RS Ratu Zalecha Martapura adalah “Rumah Sakit Bermutu dan Profesional”.

Adapun misi BLUD RS Ratu Zalecha Martapura yaitu : a. Menyediakan pelayanan kesehatan komprehensif dan religius b. Memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar mutu

c. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan pola kemitraan d. Menyelenggarakan tertib administrasi dan keuangan

e. Menjadi pusat kajian pendidikan, pelatihan dan penelitian

4.1.3 Indikator Pelayanan BLUD RS Ratu Zalecha Martapura

Tabel 4.1. Indikator Pelayanan BLUD RS Ratu Zalecha Martapura Tahun 2008 - 2010

No Indikator 2008 2009 2010 Standar

Nasional

1. Rata-rata pemakaian TT

Bed Occupancy Rate

(BOR)

67,77% 71,40% 71,84% 60-85% 2. Rata-rata lama pasien di

rawat (Av. LOS) 4,1 hari 4 hari 4,2 hari 3-6 hari 3. Turn Over Internal (TOI) 2 hari 2 hari 2 hari 1-3 hari 4. Frekuensi pemakaian TT

Bed Turn Over (BTO) 63,1 kali 61,7 kali 72,13 kali 40-50 kali

5. Angka kematian netto

Netto Dead Rate (NDR) 17,24 ‰ 17,24 ‰ 16,9 ‰ < 25/ ‰ 6. Angka kematian kasar

Gross Dead Rate (GDR) 41,96 ‰ 36,20 ‰ 34,23 ‰ > 45/ ‰ Sumber : Instalasi Rekam Medis BLUD RS Ratu Zalecha Martapura

4.1.4 Gambaran Umum Instalasi Rekam Medis BLUD RS Ratu Zalecha Martapura

Instalasi Rekam Medis BLUD RS Ratu Zalecha Martapura dipimpin oleh seorang Kepala Instalasi Rekam Medis. Kepala Instalasi Rekam Medis bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit. Kepala Instalasi Rekam Medis membawahi Korespondensi Medik, Pelaporan, TPP Rawat Jalan, TPP Rawat Inap, Pengelola Data Rawat Inap, Assembling, Coding/Indeksing, Filing, dan Sensus Harian (struktur organisasi rekam medis terlampir).

22

4.1.5 Biaya (Cost) per Satu Rekam Medis Rawat Inap

Dari hasil penelitian yang mengola dalam penganggaran rekam medis rawat inap yaitu oleh Sub Bagian Program yang mana biaya per satu set rekam medis rawat inap adalah Rp. 3.000,-. Adapun untuk satu set rekam medis rawat inap terdiri dari :

- Untuk rekam medis rawat inap pasien dewasa pria, dewasa perempuan, dan perawatan penyakit anak

a. Map sampul

b. Formulir ringkasan masuk dan keluar c. Formulir ringkasan keluar (resume)

d. Formulir riwayat penyakit dan pemeriksa fisik

e. Formulir pemeriksaan fisik (status generalis dan status lokalis) f. Formulir riwayat penyakit dan pemeriksa fisik (sambungan) g. Formulir grafik suhu nadi

h. Formulir catatan perkembangan i. Formulir catatan perawatan atau bidan j. Formulir salinan resep dan koresponden

k. Formulir rekaman asuhan keperawatan pelaksanaan perawatan kesehatan

- Untuk rekam medis rawat inap perawatan bersalin obstetri a. Map sampul

b. Formulir ringkasan masuk dan keluar c. Formulir ringkasan keluar (resume) d. Formulir partograf

e. Formulir catatan persalinan

f. Formulir perjalanan penyakit perintah dokter dan pengobatan g. Formulir laporan persalinan

h. Formulir grafik suhu nadi i. Formulir salinan resep

j. Formulir hasil-hasil pemeriksaan laboraturium dan x-ray atau foto k. Formulir penempelan surat-surat korespondensi

l. Formulir rekaman asuhan kebidanan

m. Formulir rekaman asuhan keperawatan pelaksanaan perawatan kesehatan

- Untuk rekam medis rawat inap perawatan bersalin gynekologi a. Map sampul

b. Formulir ringkasan masuk dan keluar c. Formulir ringkasan keluar (resume) d. Formulir anamnesa

e. Formulir pemeriksaan fisik

f. Formulir perjalanan penyakit perintah dokter dan pengobatan g. Formulir laporan persalinan

h. Formulir grafik suhu nadi i. Formulir salinan resep

j. Formulir hasil-hasil pemeriksaan laboraturium dan x-ray atau foto k. Formulir penempelan surat-surat korespondensi

l. Formulir rekaman asuhan kebidanan

m. Formulir rekaman asuhan keperawatan pelaksanaan perawatan kesehatan

- Untuk rekam medis rawat inap perinatologi atau bayi baru lahir a. Map sampul

b. Formulir ringkasan masuk dan keluar c. Formulir ringkasan keluar (resume) d. Formulir penyakit dan pemeriksa fisik

e. Formulir pemeriksaan fisik (status generalis dan status lokalis) f. Formulir riwayat penyakit dan pemeriksa fisik (sambungan) g. Formulir pemeriksaan bayi baru lahir

h. Formulir keadaan bayi segera sesudah lahir

i. Formulir catatan perawat bayi baru lahir grafik suhu dan nadi j. Formulir catatan perawat bayi baru lahir

k. Formulir identifikasi bayi

n. Formulir rekaman asuhan kebidanan

l. Formulir rekaman asuhan keperawatan pelaksanaan perawatan kesehatan

24

4.1.6 Jumlah Pasien Rawat Inap dengan Rawat Ulang (Readimisions) Periode Tahun 2010

Berdasarkan hasil penelitian maka didapatkan trend jumlah pasien rawat inap dengan rawat ulang (readmission) pada tahun 2010 dari dengan seluruh diagnosis, dapat dilihat pada gambar 4.1.

Gambar 4.1 Trend Jumlah Pasien Rawat Inap dengan Rawat Ulang

(Readmissions) di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura Tahun 2010

Dari gambar 4.1 di atas menunjukkan jumlah pasien rawat inap dengan rawat ulang tahun 2010 dengan jumlah tertinggi yaitu pada bulan Februari dengan jumlah 19 pasien rawat inap dan jumlah terendah pada bulan Oktober dengan jumlah 10 pasien rawat inap.

Adapun hasil identifikasi pasien rawat inap dengan rawat ulang tahun 2010 dari register penerimaan pasien rawat inap dapat dilihat pada tabel 4.2 :

Tabel 4.2 Pasien Rawat Inap dengan Rawat Ulang (Readmissions) di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura Tahun 2010

No Nama Alamat No. RM

1 Siti Kholisah, An Pekauman 10 76 97

10 89 79 10 96 47 11 07 63 11 18 46 11 30 61 11 37 54 11 43 81 11 49 39 11 61 54 2 Andre, An Pemurus 10 80 20 10 80 30 11 10 17 11 20 26 11 32 05 11 55 08 3. Murzani, An Sei Lakuan Kertak

Hanyar 10 80 21 10 93 74 11 04 76 11 17 19 11 29 63 11 40 68 11 51 00 11 62 79 4. M. Saman, An Sei. Paring

Martapura 10 81 24 10 92 96 11 05 11 11 16 65 11 29 54 11 41 16 11 55 13 11 68 99 5. Ana Miftahul Jannah,

An Lorong Bupati Rantau 10 74 81 10 86 63 11 04 50 11 15 23 11 27 79 11 41 27

26

No Nama Alamat No. RM

6. Amelia Aulia Rahma, An Cabi Kec. Simpang 4 Pengaron 10 81 57 10 92 22 11 05 69 11 16 00 11 23 16 11 35 26 11 45 15 11 55 03 11 67 94 7. Nurul Hafizah, An Jl.Menteri 4

Martapura 10 71 37 10 86 08 10 97 70 11 07 53 11 17 60 11 51 41 11 31 24 11 45 19 11 65 15 8. Gt. Adistya, An Sungai Paring 11 49 96 11 60 56 11 02 85 11 11 66 10 75 02 10 85 37 11 18 81 10 94 31 11 28 01 11 36 99 11 68 34 11 41 78 9. Sophia, An Astambul 10 75 44 11 00 16 10 86 67 11 07 16 11 28 48 11 18 69 11 65 45 11 39 26 11 56 28

No Nama Alamat No. RM

10. M. Rizal, An Dalam Pagar 10 97 00

10 84 93 11 06 66 11 29 93 11 37 53 11 44 71 11 71 20 11 57 31 11 16 06

11. Nur Jannah, An Pakauman 10 76 35

10 74 90 11 16 07 11 49 14 11 24 27 10 96 26 11 57 29 11 37 56 11 02 22 10 90 07 11 43 43 11 08 11 11 30 62 10 86 48 11 65 48 12. Rabiatul, Nn Murung Keraton 11 15 56 10 98 66 10 87 67 11 29 78 11 53 43 11 71 68 13. Ratnawati, An Sungai Arfat 11 01 03 10 85 33 11 51 42 11 23 24 11 32 67 11 42 45 11 65 13 11 11 67

28

No Nama Alamat No. RM

14. Husni Tamrin, An Cindai Alus Martapura

11 09 33 11 27 78 11 65 70 11 47 43 15. H. M. Kamruni, Tn Komp. Amaco

Banjarbaru

11 02 69 11 58 14 11 46 33 11 24 96 16. Bahtiar, Tn Jawa Laut Martapura 11 11 16 11 28 35 17. M. Alif Bais S, An Balitan 3 Banjarbaru 11 06 77 10 84 49 11 62 16 18. Rahman Sadikin, An Jl. Manarap Tengah

Kertak Hanyar 11 26 61 10 72 34 10 82 42 11 69 51 11 00 48 10 91 39 11 52 92 11 09 36 11 35 07 11 42 46 11 18 25 11 63 39 19. M. Rif'at Faisa, An Simpang V Galam

Rabah 11 52 98 11 55 42 20 Andre, Tn Veteran Gg. 4 Mei 10 74 03 10 74 70

21 Hj, Mamas, Ny Sekumpul 11 09 17

11 16 50

22 Fahridawati, Ny Binuang 11 06 00

10 72 71

23 Samsuri Ahmad, Tn Aranio 11 20 01

11 27 76

24 Nawawi, Tn Murung Kenanga,

Jl.Kubah

11 14 02 11 56 32

25 Ardiansyah, Tn Batas Kota 10 81 48

No Nama Alamat No. RM

26. Nor Hasanah, Ny Jl.Menteri 4 Martapura

10 86 62 10 90 68 27. Gt. Setia Darma, Tn Banjarbaru 11 07 18 11 08 68 28. M. Asy'ari, Tn Keraton 11 63 44 11 86 98 11 36 43 29. Drs. Irmansyah Saleh, Tn Nusa Indah 10 99 43 11 03 38

30. Rifali, An Tanjung Rema 10 71 08

10 95 66 31. M. Kharil Akmal, An Banua Permai 10 92 61 10 93 95 Pada tabel 4.2 di atas menunjukkan hasil identifikasi pasien rawat inap dengan rawat ulang pada tahun 2010 adalah pasien rawat inap dengan rawat ulang pada tahun 2010 yaitu berjumlah 31 pasien dengan jumlah 167 kunjungan rawat ulang, maka ada 167 rekam medis dengan nomor rekam medis berbeda dari 31 pasien rawat inap. Pasien rawat inap dengan rawat ulang tertinggi yaitu 15 kali rawat ulang, oleh karena itu pasien tersebut memiliki 15 nomor rekam medis berbeda atas nama pasien Nur Jannah, An dengan diagnosis Thalasemia. Maka dapat dipersentasekan 1,6% yaitu 167 pasien dengan rawat ulang (readmissions) dari total kunjungan pasien rawat inap pada tahun 2010 sebanyak 10.458 orang di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura.

4.1.7 Inefisiensi Biaya Rekam Medis Rawat Inap Ganda dan Rak Penyimpanan Rekam Medis Rawat Inap

4.1.7.1 Inefisiensi Biaya Rekam Medis Rawat Inap Ganda

Berdasarkan dari hasil penelitian maka diketahui inefisiensi biaya rekam medis rawat inap ganda sebesar Rp. 501.000,-. Jumlah tersebut didapat dari perhitungan jumlah rekam medis pasien rawat inap dengan rawat ulang dikalikan dengan biaya per satu rekam medisnya. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.3 :

30

Tabel 4.3 Jumlah Inefisiensi Biaya Rekam Medis Rawat Inap Ganda di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura Tahun 2010

1. Siti Kholisah, An 10 X Rp. 3.000,- = Rp. 30.000,- 2. Andre, An 6 X Rp. 3.000,- = Rp. 18.000,- 3. Murzani, An 8 X Rp. 3.000,- = Rp. 24.000,- 4. M. Saman, An 8 X Rp. 3.000,- = Rp. 24.000,- 5. Amelia Aulia Rahma, An 9 X Rp. 3.000,- = Rp. 27.000,- 6. Ana Miftahul Jannah, An 6 X Rp. 3.000,- = Rp. 18.000,- 7. Nurul Hafizah, An 9 X Rp. 3.000,- = Rp. 27.000,- 8. Gt. Adistya, An 12 X Rp. 3.000,- = Rp. 36.000,- 9. Sophia, An 9 X Rp. 3.000,- = Rp. 27.000,- 10. Nur Jannah, An 15 X Rp. 3.000,- = Rp. 45.000,- 11. M. Rizal, An 9 X Rp. 3.000,- = Rp. 27.000,- 12. Rabiatul, Nn 6 X Rp. 3.000,- = Rp. 18.000,- 13. Ratnawati, An 8 X Rp. 3.000,- = Rp. 24.000,- 14. Husni Tamrin, An 4 X Rp. 3.000,- = Rp. 12.000,- 15. H. M. Kamruni, Tn 4 X Rp. 3.000,- = Rp. 12.000,- 16. Rahman Sadikin, An 12 X Rp. 3.000,- = Rp. 36.000,- 17. M. Rif'at Faisa, An 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 18. Bahtiar, Tn 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 19. M. Alif Bais S, An 3 X Rp. 3.000,- = Rp. 9.000,- 20. Andre, Tn 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 21. Hj, Mamas, Ny 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 22. Fahridawati, Ny 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 23. Samsuri Ahmad, Tn 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 24. Nawawi, Tn 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 25. Ardiansyah, Tn 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 26. Nor Hasanah, Ny 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 27. Gt. Setia Darma, Tn 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 28. M. Asy'ari, Tn 3 X Rp. 3.000,- = Rp. 9.000,- 29. Drs. Irmansyah Saleh, Tn 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 30. Rifali, An 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- 31. M. Kharil Akmal, An 2 X Rp. 3.000,- = Rp. 6.000,- JUMLAH 167 X Rp. 3.000,- = Rp. 501.000,-

Dari tabel 4.3 di atas menjelaskan jumlah inefisiensi biaya rekam medis rawat inap ganda pada tahun 2010 adalah Rp 501.000,-.

4.1.7.2 Inefisiensi Biaya Rak Penyimpanan Rekam Medis Rawat Inap

Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui untuk satu rak penyimpanan rekam medis rawat inap seharga Rp. 3.000.000,- yang terdiri dari 15 sub rak dengan ukuran tinggi sub rak 45 cm dan lebar sub rak 60 cm, dengan asumsi ketebalan rekam medis rawat inap 0,2 cm maka setiap satu sub rak dapat menampung ± 600 rekam medis rawat inap di sisi depan dan belakang. Jadi untuk satu rak rekam medis rawat inap dapat menampung ± 9000 rekam medis rawat inap dari hasil 15 sub rak dikali dengan ± 600 rekam medis rawat inap.

Dari hasil identifikasi rekam medis rawat inap ganda pada tahun 2010 berjumlah 167 rekam medis rawat inap maka inefisiensi rak penyimpanan rawat inap dan rekam medis rawat inap tahun 2010 dapat dihitung dibawah ini : - Persentase inefisiensi rak penyimpanan rekam medis

rawat inap di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura

- Inefisiensi biaya rak penyimpanan rawat inap di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura

Rp. 3.000.000 x 1,85% = Rp. 55.500,-

Jadi inefisiensi biaya rak penyimpanan rekam medis rawat inap tahun 2010 adalah Rp. 55.500,-.

4.1.7.3 Total Inefisiensi Biaya Rekam Medis Ganda dan Rak Penyimpanan Rekam Medis Rawat Inap

Total inefisiensi biaya rekam medis rawat inap ganda dan rak penyimpanan rekam medis rawat inap pada tahun 2010 sebagai berikut :

Inefisiensi biaya RM rawat inap = Rp. 501.000,- Inefisiensi biaya rak RM rawat inap = Rp. 55.500,- +

32

Maka diperoleh total inefisiensi biaya rekam medis rawat inap ganda dan rak penyimpanan rekam medis pada tahun 2010 sebesar Rp. 556.500,-.

4.2 Pembahasan Penelitian

4.2.1 Biaya (Cost) per Satu Rekam Medis Rawat Inap

Biaya dirumuskan sebagai nilai masukan atau sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan keluaran (produk pelayanan kesehatan) (Huffman, 1994). Biaya rekam medis merupakan nilai atau uang yang dikeluarkan untuk pengadaan rekam medis. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 269/Menkes/Per/III/2008 pasal 1 rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

Adapun biaya rekam medis rawat inap di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura yaitu Rp. 3.000,- untuk per satu rekam medis. Dimana setiap satu set rekam medis rawat inap terdiri map sampul (folder) dan formulir-formulir yang berisikan catatan identitas pasien serta catatan medis pasien selama dirawat. Biaya rekam medis rawat inap sebesar Rp. 3.000,- merupakan angka biaya rekam medis rawat inap rendah. Menurut WHO (2002), rekam medis dengan kualitas yang baik yaitu terdiri dari formulir yang semuanya dibuat dengan ukuran yang sama (biasanya ukuran A4), penjepit (fastener), pembatas untuk membatasi setiap kunjungan pasien ke sarana pelayanan kesehatan dan map sampul (folder) sebaiknya terbuat dari kertas yang lebih keras misalnya kertas manila. Dan dapat asumsikan angka biaya rekam medis rawat inap tertinggi sebesar Rp. 15.000,- dengan kualitas rekam medis yang baik.

4.2.2 Jumlah Pasien Rawat Inap dengan Rawat Ulang (Readmissions) Periode Tahun 2010

Berdasarkan hasil penelitian, pada standar operasional prosedur (SOP) sistem penomoran yang menggunakan sistem penomoran unit akan tetapi pada pelaksanaannya sistem penomoran pada pendaftararan pasien rawat inap BLUD RS Ratu Zalecha Martapura yang diimplementasikan adalah sistem penomoran seri. Menurut Gemala Hatta (2009), dengan sistem penomoran seri setiap pasien mendapat nomor baru setiap kunjungan ke rumah sakit, misalnya berkunjung 5 kali, maka pasien tersebut mendapat 5 nomor yang berbeda. Dan menurut WHO (2002), setiap kali pasien datang ke rumah sakit, nomor rekam medis baru diberikan dan rekam medis baru dimulai. Dengan sistem ini, pasien bisa memiliki banyak rekam medis tersebar di seluruh ruangan file. Hal ini tidak dianjurkan. Untuk perawatan pasien yang baik, pasien harus memiliki satu rekam medis dengan semua pelayanan dalam satu catatan dan disimpan di satu tempat.

Dengan pengimplementasian sistem penomoran seri pada rekam medis rawat inap maka terjadinya pasien memilki lebih dari dua rekam medis di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura. Dari hasil identifikasi pada register penerimaan pasien rawat inap dan rekam medis rawat inap maka diketahui pasien rawat inap dengan rawat ulang pada tahun 2010 di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura yaitu terdapat 167 rekam medis dengan nomor rekam medis berbeda dari 31 pasien rawat inap yang melakukan rawat ulang. Pasien rawat inap dengan rawat ulang tertinggi yaitu 15 kali rawat ulang, maka pasien tersebut memiliki 15 nomor rekam medis berbeda atas nama pasien Nur Jannah, An dengan diagnosis Thalasemia.

Pada tahun 2010 jumlah kunjungan pasien rawat inap adalah 10.458 orang dan 1,6% dari jumlah total kunjungan pasien rawat inap tahun 2010 yaitu 167 pasien rawat inap adalah pasien rawat inap dengan rawat ulang (readmissions). Dari jumlah sampel yang diambil belum menunjukkan angka yang sebenarnya dengan alasan keterbatasan pendokumentasian yang ada di BLUD RS Ratu

34

Zalecha sehingga menyulitkan dalam identifikasi. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa diasumsikan 20% dari jumlah kunjungan pasien rawat inap pertahunnya merupakan kunjungan rawat ulang (readmissions) maka berjumlah 2091 orang pasien rawat inap dengan rawat ulang (readmissions).

4.2.3 Inefisiensi Biaya Rekam Medis Rawat Inap Ganda dan Rak Penyimpanan Rekam Medis Rawat Inap

Sistem penomoran seri tidak digunakan secara luas, pada saat ini hanya berguna di rumah sakit kecil dengan rendahnya tingkat pendaftaran kembali (WHO, 2002). Ahli menyarankan bahwa sistem penomoran seri dapat efisien jika menampung tidak lebih dari 25.000 rekam medis (LaTour, 2002) dan tingkat pasien kembali rendah atau populasi yang disediakan adalah sementara (Abdelhak, 2001). Sampai dengan Juni 2011 nomor rekam medis rawat inap sudah mencapai 12 26 60.

Menurut Abdelhak (2001), dengan sistem penomoran seri memiliki biaya persediaan yang lebih tinggi karena setiap kunjungan di rumah sakit membutuhkan penggunaan rekam medis baru serta memakan tempat untuk penyimpanan rekam medis tersebut. Setiap folder rekam medis baru yang diberikan disimpan pada tempat yang berbeda dan membutuhkan waktu yang lama dalam proses mencari beberapa tempat untuk mengambil.

Maka dari itu dengan pengimplementasian sistem penomoran seri mengakibatkan inefisiensi biaya rekam medis rawat inap di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura. Dari hasil identifikasi pasien rawat inap dengan rawat ulang pada tahun 2010 didapat 167 rekam medis dari 31 pasien dikalikan biaya per satu set rekam medis rawat inap sebesarkan Rp. 3.000,- maka didapatkan jumlah inefisiensi rekam medis rawat inap tahun 2010 sebesar Rp. 501.000,- untuk 5 tahun sebesar Rp. 2.505.000,. akan tetapi angka tersebut belum dapat menggambarkan inefisiensi rekam medis rawat inap yang sebenarnya. Maka diasumsikan inefisiensi rekam medis rawat inap dengan jumlah kunjungan rawat inap rawat ulang

(readmissions) 20% pertahunnya yaitu sejumlah 2.092 pasien rawat inap dan biaya rekam medis dengan angka tertinggi sebesar Rp. 15.000,- dapat dirincikan dibawah ini :

 Inefisiensi rekam medis rawat inap berdasarkan hasil identifikasi 167 x Rp. 3.000,- = Rp. 501.000,- x 5 tahun

= Rp. 2.505.000,- per 5 tahun

 Inefisiensi rekam medis rawat inap dengan biaya rekam medis rawat inap tertinggi

167 x Rp. 15.000,- = Rp. 2.505.000,- x 5 tahun = Rp. 10.250.000,- per 5 tahun

 Inefisiensi rekam medis rawat inap dengan asumsi kunjungan rawat inap rawat ulang 20% (2.092 pasien rawat inap)

2.092 x Rp. 3.000,- = Rp. 6.276.000,- x 5 tahun = Rp. 31.380.000,- per 5 tahun

 Inefisiensi rekam medis rawat inap dengan asumsi kunjungan rawat ulang 20% (2.092 pasien rawat inap) dan biaya rekam medis rawat inap tertinggi

2.092 x Rp. 15.000,- = Rp. 31.380.000,- x 5 tahun = Rp. 156.900.000,- per 5 tahun

Selain itu dengan sistem penomoran seri mengakibatkan pemborosan biaya pada rak penyimpanan rekam medis rawat inap. Berdasarkan inefisiensi rekam medis rawat inap pada tahun 2010 sejumlah 167 rekam medis dengan nomor rekam medis berbeda dari 1,6% kunjungan rawat ulang maka terjadi inefisiensi biaya rak penyimpanan rekam medis rawat inap yaitu 1,85% sebesar Rp. 55.000,- belum dapat menggambarkan inefisiensi rak penyimpanan sebenarnya dikarenakan angka kunjungan rawat ulang belum menunjukkan angka sebenarnya yang ada di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura maka diasumsikan 20% kunjungan rawat ulang yaitu 2.092 pasien rawat inap. Maka inefisiensi rak penyimpanan rawat inap pada dapat dihitung sebagai berikut ini:

36

 Inefisiensi rak penyimpanan rekam medis rawat inap berdasarkan hasil identifikasi

Rp. 3.000.000,- x 1,85% = Rp. 55.500,- x 5 tahun = Rp. 277.000,- per 5 tahun

 Inefisiensi rak penyimpanan rekam medis rawat inap dengan asumsi kunjungan rawat ulang 20% (2.092 pasien rawat inap)

Rp. 3.000.000,- x 23,24% = Rp. 697.200,- x 5 tahun = Rp. 3.486.000,- per 5 tahun

Dari hasil penelitian diperoleh total inefisiensi biaya rekam medis rawat inap dan rak penyimpanan rekam medis rawat inap BLUD RS Ratu Zalecha Martapura dapat dirincikan sebagai berikut:  Total inefisiensi rekam medis rawat inap dan rak penyimpanan

rekam medis rawat inap berdasarkan hasil identifikasi 167 x Rp. 3.000,- = Rp. 501.000,-

Rp. 3.000.000,- x 1,85% = Rp. 55.500,- + = Rp. 556.500,-

= Rp. 2.782.500,- per 5 tahun

 Total inefisiensi rekam medis rawat inap dengan biaya rekam medis rawat inap tertinggi dan rak penyimpanan rekam medis rawat inap

167 x Rp. 15.000,- = Rp. 2.505.000,- Rp. 3.000.000,- x 1,85% = Rp. 55.500,- +

= Rp. 2.560.500,-

 Total inefisiensi rekam medis rawat inap dan rak penyimpanan rekam medis rawat inap dengan asumsi kunjungan rawat inap rawat ulang 20%

2.092 x Rp. 3.000,- = Rp. 6.276.000,- Rp. 3.000.000,- x 23,24% = Rp. 697.200,- +

= Rp. 6.973.200,-

= Rp. 34.866.000,- per 5 tahun  Total inefisiensi rekam medis rawat inap dengan biaya rekam

medis rawat inap tertinggi dan rak penyimpanan rekam medis rawat inap dengan asumsi kunjungan rawat inap rawat ulang 20%

2.092 x Rp. 15.000,- = Rp. 31.380.000,- Rp. 3.000.000,- x 23,24% = Rp. 697.200,- +

= Rp. 32.077.200,-

= Rp. 160.386.000,- per 5 tahun Nilai informasi terkandung dalam direkam medis yang tidak dapat dihitung oleh angka diatas mengingat bahwa informasi pada rekam medis sangat penting dengan adanya single record menguntungkan karena informasi tentang data klinis pasien di simpan pada satu rekam medis sehingga ada kesinambungan informasi tentang pasien.

38

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

a. Biaya per satu set rekam medis rawat inap terdiri dari map (folder) dan formulir-formulir di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura adalah Rp. 3.000,- b. Hasil identifikasi pasien rawat inap dengan rawat ulang pada tahun 2010

di BLUD RS Ratu Zalecha Martapura berjumlah 31 pasien dengan jumlah rawat ulang 167 kunjungan yaitu 1,6%. Dan diasumsikan 20% kunjungan rawat ulang maka pasien rawat ulang berjumlah 2.091.

c. Total inefisiensi rekam medis rawat inap dengan biaya Rp. 3.000,- dan rak penyimpanan rekam medis dengan kunjungan rawat ulang 1,6% sebesar Rp. 2.782.500,- per 5 tahun. Sedangkan total inefisiensi rekam medis rawat inap dengan biaya Rp. 15.000,- dan rak penyimpanan rekam medis dengan kunjungan rawat ulang 20% sebesar Rp. 160.386.000,- per 5 tahun.

5.2 Saran

Adapun saran penulis berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh yaitu: a. Agar terciptanya kesinambungan informasi tentang pasien maka

diperlukan adanya single record dengan sistem penomoran unit dan perubahan format serta formulir rekam medis,

b. Perlu adanya kebijakan yang menyatakan seluruh pasien hanya memiliki satu nomor rekam medis yang dapat digunakan sebagai dasar Standar Operasional Prosedur (SOP),

c. Perlunya penyeragaman penomoran antara rekam medis rawat inap dan rawat jalan yaitu pasien memiliki satu nomor rekam medis yang dapat digunakan untuk pelayanan rawat inap dan rawat jalan atau pelayanan penunjang lainnya,

d. Perlunya dilakukan sosialisasi yang terus menerus kepada petugas penerimaan pasien tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem penomoran rekam medis agar SOP diimpelementasikan dengan baik, e. Perlu disosialisasikan kepada dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk

Dalam dokumen ANNA MAULIDA 08D30003 (Halaman 36-69)

Dokumen terkait