BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Keterbatasan Penelitian
a. Teknik sampling yang digunakan adala total sampling b. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa tahap profesi yang
sudah terpapar dengan profesi lain. 2. Kelemahan Penelitian
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan IPE dan kemampuan SDM belum diketahui dan dikontrol dengan baik.
b. Peneliti tidak bisa melakukan observasi pada semua pelaksanaan IPE setiap kelompok.
c. Peneliti tidak dapat melakukan pengambilan data secara langsung.
44 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Mayoritas responden penelitian tidak siap dalam pembelajaran Interprofessional Education (IPE) dan tidak mampu dalam Shared Decision Making (SDM).
2. Tidak terdapat hubungan kesiapan Interprofessional Education (IPE) dengan kemampuan Shared Decision Making (SDM) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
B. Saran
1. Bagi institusi pendidikan, hasil penelitian ini menunjukkan masih banyak mahasiswa yang tidak siap dalam IPE dan tidak mampu dalam SDM. Sehingga dapat dijadikan acuan untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem pembelajaran interprofesi.
2. Bagi mahasiswa agar bisa meningkatkandan mengembangkan kemampuan dalam interprofessional, seperti teamwork dan kolaborasi dimulai sejak tahap akademik agar memudahkan penerapan di dunia kerja.
3. Bagi peneliti selanjutnya, pada penelitian ini kuesioner yang digunakan adalah kuesioner yang diadopsi dari bahasa asing. Sehingga sulit
45
dipahami, kuesioner ini belum dilakukan uji validitas dan reliabilitas hanya diterjemahkan secara bahasa. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya dapat melakukan uji validitas dan reliabilitas pada instrument penelitian ini.
45
DAFTAR PUSTAKA Al-Quran
Afandi, M. 2015. Interprofessional Education in Teaching Hospital. Journal of Health, Medicine and Nursing.Vol.17, 2015
Arifin, M. 2014. Hubungan Kemampuan Efikasi Diri Dan Kemampuan Kependidikan Dengan Kesiapan Menjadi Guru TIK Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika. Journal Teknologi dan Kejuruan, vol.37.No 2.September 2014.
Aryakhiyati, N. (2011). Analisis sikap dan kesiapan dosen FK UGM terhadap interprofessional education (IPE). Skripsi Program Studi IlmuKeperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Auliannisa, W. 2015. Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan terhadap Praktik Interprofessional Education (IPE) di Asri Medical Center (AMC) Yogyakarta. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Aurora Denial, OD, FAAO.2014. Optometric Education 47 Volume 39, Number 2 /Winter/Spring
Barr, H. 2005. Integrated and interprofessional care.International Journal of Integrated CareVolume 12 (http://www.ijic.org/diakses 4 Juni 2015) Barr, H., Koppel, I., Reeves, S., Hammick, M. & Freeth, D. 2005.Effective
Interprofessional Education: Argument, Assumption and Evidence. 1st ed. Oxford : Blackwell Publishing.
Burtscher, M.J. & Manser, T. 2012. Team mental models and their potential to improve teamwork and safety: A review and implications for future research in healthcare.Safety Science (http://linkinghub.elsevier.comdiakses 3 Juni 2015)
Canadian Interprofessional Health Collaborative. 2007. Interprofessional Education & Core Competencies. (http://www.caipe.org.ukdiakses 5 Juni 2015)
Centre for the Advancement of Interprofessional Education (CAIPE). (http://www.caipe.org.uk/about-us/definingipe/diakses 2 juni 2015)
Col, N. 2011. Interprofessional education about shared decision making for patients in primary care settings.Journal of Interprofessional Care L.
46
Curran, V.R., Sharpe, D. & Forristall, J. 2007. Attitudes of Health Sciences Faculty Members Towards Interprofessional teamwork and education. Blackwell Publishing, Medical Education; 41:892-896.
DeChurch, L.A., Mesmer-Magnus, J.R. 2010. The Cognitive Underpinnings of Effectiveteamwork: A Meta-Analysis.Journal of Applied Psychology. Emilia, Ova. 2010. Buku Acuan Umum CFHC-IPE. Yogyakarta: Universitas
Gadjah Mada
Fauziah, F. A’la, MZ. Astuti F. Rahayu G.,2010. Interprofessional Education(IPE) sebagai Inovasi Baru Kurikulum Pendidikan Profesi Kesehatan:Simulasi Pembelajaran IPE Mahasiswa FK UGM. Program KreativitasMahasiswa Penelitian DIKTI. Tidak diterbitkan.
Fauziah, F.A. (2010). Analisis gambaran persepsi dan kesiapan mahasiswa profesi FK UGM terhadap interprofessional education di tatanan pendidikan klinik. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UniversitasGadjah Mada.
Frenk, J., Chen, L., Bhutta, Z.A., Cohen, J., Crisp, N., Evans, T., et al. 2010. Health professionals for a new century: Transforming education to strengthen health systems in an interdependent world. The Lancet, 376 (9756): 1923-1958.
Gunawan, N.2010. Actual Self –Ideal Disrepancy Dalam Perilaku Pengambilan Keputusan. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta
Interprofessional Education for Collaborative Patient-Centered Practice (IECPCP). (http://www.hc-sc.gc.ca/hcs-sss/hhr-rhs/diakses 2 Juni 2015) J Chiropr Educ . 2015. Vol. 29 No. 1 _ DOI 10.7899/JCE-14-36 Interprofessional
collaboration in research, education, and clinical practice:working together for a better future. (www.journalchiroed.comdiakses 4 juni 2015)
Jolly, James P. Thomas J. Reynold dan John W. Slocum JR. (1988). Aplication of the Means End Theoritic for Understanding theCognitif Bases of Performance Appraisal. Organzational Behavior Human Decision Proces Journal. 41,153-179 (1988).Academic Press Inc.
Lee, R., 2009. Interprofessional Education: Principles and Application. Pharmacotherapy(Online),29 (3); 145e–164e, (http://www.accp.comdiakses 3 juni 2015)
Legare F, Stacey D, Gagnon S, Dunn S, Pluye P, Frosch D, Kryworuchko J, Elwyn G, Gagnon MP, Graham ID., 2010. Validating a conceptual model
for an inter-professional approach to shared decision making: a mixedmethods study. J Eval Clin Pract
Legare F, Stacey D., Nathalie Brière., Sophie Desroches., Serge Dumont., Kimberley Fraser., et al. 2011. BMC Health Services Research : A conceptual framework for interprofessional shared decision making in home care: Protocol for a feasibility study. (http://www.biomedcentral.com/1472-6963/11/23 diakses 3 juni 2015)
Mark L, et all. 2012. Vol 23 No 2 | The Journal of Physician Assistant Education. Attitudes Toward InterprofessionalEducation: Comparing Physician Assistantand Other Health Care Professions Students.
Modul Interprofessional Education(IPE). 2013. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Nasiyati, N. 2014. Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dan Regulasi Diri Dengan Kemampuan Mengambil Keputusan. Indonesian Journal og Guidance and Counselinh Theory and Application. Semarang : Universitas Negeri Semarang.
Nursalam. 2013. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian IlmuKeperawatan :Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Oktavia, (2013), Hubungan Prestasi Akademik, Keterampilan Psikomotor, dan Kematangan Emosi Mahasiswa Profesi Ners Unsoed Terhadap Kemampuan Merawat Klien Gangguan Jiwa.
Parsell, G., Bligh, J., 1999. The development of a questionnaire to assess thereadiness of health care students for interprofessional learning (RIPLS). Medical Education Journal
Potter, Patricia A; Perry, Anne Grifin, (2009). Buku Ajaran Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktek. Edisi 7. Jakarta: EGC.
Pullon, S., 2008. Competence, Respect and Trust: Key Features of Successful Interprofessional Nurse-Doctor Relationships. Journal of Interprofessional Care.
Putri ,L. 2015. Pengaruh Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) Terhadap Persepsi dan Sikap Untuk Bekerjasama Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
48
Raaij, W Fred Van. (1999). Economic Psychology Between Psychology and Economics : an Introduction. AppliedPsychology : An International Review, 1999, 48 (3), 263-272
Rahal, M. R. (2012). Identifying and Motivating Underachievers. Alexandria, VA: Educational Reseacrh Service
Sedyowinarso, M., Fauziah, F. A., Aryakhiyati, N., Julica, M. P., Sulistyowati, E., Masriati, F. N., Olam, S. J., Dini, C., Afifah, M., Meisudi, R., & Piscesa, S. (2011). Persepsi dan kesiapan mahasiswadan dosen profesi kesehatanterhadap model pembelajaranpendidikan interprofesi. Proyek HPEQ-Dikti
Sembodo, A. 2013. Perbedaan Persepsi Mahasiswa Tahap Profesi di FKIK UMY tentang Interprofessional Education.Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Waluyo, A. Trend dan Issue Keperawatan : Pelaksanaan Kolaborasi Perawat Dokter. Poltekkes : Bandung
Weaver, T.E., 2008. Enhancing multiple disciplinary teamwork.Nursing outlook, 56(3), pp.108-114.e2. (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmeddiakses 3 juni 2015)
World Health Organisation., 2010. Framework for Action on Interprofessional Education & Collaborative Practice.
Yuniawan, A. Persepsi dan Kesiapan Dosen Terhadap Pembelajaran Interprofesional. Jurnal Keperawatan Soedirman, Volume 10, No.2, Juli 2015
50
Lampiran I
Lampiran II
52
Lampiran III
LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN
Yogyakarta, Desember 2015 Kepada Yth.Sdra/i Responden
Di FKIK UMY Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Izmi Ika Fitriyani NIM : 20120320131
Adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang akan
melaksanakan penelitian dengan judul “Hubungan Kesiapan Mahasiswa dalam Interprofessional Education (IPE) dengan Kemampuan Shared-Decision Making (SDM) pada Mahasiswa Profesi FKIK UMY”.
Peneliti memohon dengan hormat kepada saudara/i untuk bersedia menjadi responden dan mau mengisi data serta memberikan tanggapan yang layak dengan sejujur-jujurnya untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Penelitian ini tidak akan menimbulkan akibat apapun bagi semua responden. Kerahasiaan semua informasi yang diberikan akan dijaga dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.
Atas perhatian dan kesediannya, saya ucapkan terima kasih.
Peneliti Izmi Ika Fitriyanin 1
Lampiran IV
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Alamat :
Menyatakan bersedia untuk menjadi responden pada penelitian yang akan dilakukan oleh Izmi Ika Fitriyani Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta yang berjudul “Hubungan Kesiapan Mahasiswa dalam Interprofessional Education (IPE) dengan Kemampuan Shared-Decision Making (SDM) pada Mahasiswa FKIK UMY” dan saya akan mengikuti proses
penelitian serta menjawab kuesioner sejujur-jujurnya.
Oleh karena itu, saya menyatakan bahwa saya bersedia untuk menjadi responden pada penelitian ini dengan suka rela dan tanpa paksaan dari pihak manapun.
Yogyakarta, Desember 2015 Responden
54
Lampiran V
Kuesioner Kesiapan Interprofessional Education (IPE)
Petujuk pengisian : Berilah tanda (V) untuk jawaban anda Keterangan:
SS : Sangat Setuju S : Setuju R : Ragu-ragu
TS : Tidak setuju STS : Sangat Tidak Setuju
No Pernyataan SS S R TS STS
1. Belajar dengan mahasiswa profesi kesehatan lain akan membantu saya menjadi anggota tim pelayanan kesehatan yang lebih baik
2. Akan sangat bermanfaat bagi pasien jika mahasiswa profesi kesehatan bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan pasien 3. Belajar bersama mahasiswa profesi
kesehatan lain akan membantu saya untuk memahami permasalahan klinik 4. Belajar bersama mahasiswa profesi
kesehatan lain sebelum masuk tahap profesi akan meningkatkan hubungan baik dan kerjasama setelah tahap profesi 5. Keterampilan berkomunikasi seharusnya dipelajari bersama mahasiswa profesi lain
6. Belajar bersama mahasiswa profesi lain membantu saya berfikir positif terhadap profesi lain
7. Pada pembelajaran kelompok kerja kecil, mahasiswa membutuhkan rasa percaya dan hormat satu dengan yang lainnya
8. Kemampuan kerjasama dalam tim merupakan hal yang essensial dalam proses pembelajaran
9. Belajar bersama profesi lain akan membantu saya mengetahui kekurangan pada diri sendiri
10. Saya tidak mau membuang-buang waktu saya untuk belajar bersama mahasiswa profesi lain
No Pernyataan SS S R TS STS profesi kesehatan untuk belajar bersama
12. Kemampuan penyelesaian masalah klinik hanya dapat dipelajari bersama mahasiswa yang berasal dari jurusan yang sama saja
13. Belajar bersama mahasiswa profesi kesehatan lain akan melatih cara berkomunikasi saya dengan pasien dan profesi lain
14. Saya sangat terbuka pada kesempatan untuk bekerja sama dalam kegiatan kelompok kecil dengan mahasiswa profesi lain
15. Belajar bersama akan membantu memahami permasalahan klien
16. Belajar bersama sebelum tahap profesi akan membantu saya menjadi lebih baik dalam bekerja secara tim
17. Fungsi perawat dan profesi kesehatan yang lainnya sebagian besar adalah untuk membantu dokter
18. Saya tidak yakin terhadap peran saya kelak
19. Saya harus memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang lebih dari pada mahasiswa profesi lain
56
Lampiran VI
Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS)
Petujuk pengisian : Berilah tanda (V) untuk jawaban anda Keterangan:
S : Selalu HS : Hampir Selalu K : Kadang-KadangHTP : Hampir Tidak Pernah TP : Tidak Pernah
No Pernyataan S HS K HTP TP
1. Menerapkan definisi yang unik dari praktek kolaboratif interprofessional untuk pengaturan praktek
2. Membagi kekuatan satu sama lain
3. Membantu dan mendukung satu sama lain 4. Menghormati dan saling percaya
5. Terbuka dan jujur satu sama lain
6. Membuat perubahan dalam pekerjaan mereka berdasarkan tinjauan reflektif (reflective review)
7. Membuat perjanjian tentang tujuan-tujuan untuk setiap pasien yang kita rawat
8. Semua anggota tim berkomitmen untuk tujuan yang diterapkan oleh tim
9. Berupaya untuk mencapai resolusi yang saling memuaskan dalam perbedaan pendapat
10. Menyertakan pasien dalam menetapkan tujuan perawatan mereka
11. Tujuan yang disetujui oleh anggota tim dibagi rata antara tim
12. Dengarkan keinginan pasien mereka saat menentukan proses perawatan yang dipilih oleh tim
13. Mendorong dan mendukung komunikasi terbuka, menyertakan pasien selama pertemuan tim
14. Menggunakan dan menyetujui proses untuk menyelesaikan konflik
15. Memahami batas-batas apa yang satu sama lain dapat lakukan
16. Memahami bahwa ada pembagian pengetahuan dan keterampilan antara profesi kesehatan
17. Membuktikan prioritas tinggi untuk mendapatkan wawasan dari pasien
No Pernyataan S HS K HTP TP tentang keinginan/harapan mereka
18. Menciptakan suasana kooperatif antara anggota ketika menangani situasi pasien 19. Membangun rasa percaya diantara
anggota tim
20. Anggota tim bertemu dan mendiskusikan perawatan pasien secara teratur
21. Ada dukungan dari organisasi untuk kerja sama tim
22. Anggota tim mengkoordinasikan pelayanan kesehatandan sosial (misalnya, keuangan, pekerjaan, perumahan, hubungan dengan masyarakat, spiritual) berdasarkan kebutuhan perawatan pasien 23. Anggota tim menggunakan berbagai cara
komunikasi (misalnya, pesan tertulis, e-mail, catatan pasien elektronik, ponsel, sarasehan, dll)
24. Ada komunikasi yang konsisten dengan anggota tim untuk membahas perawatan pasien
25. Semua anggota tim kami terlibat dalam penetapan tujuan untuk setiap pasien 26. Mendengarkan dan mempertimbangkan
suara dan opini/pandangan anggota lainnya dalam hal proses rencana perawatan individu
27. Pemimpin tim bervariasi tergantung pada kebutuhan pasien kami
28. Memilih pemimpin untuk tim kami
29. Anggota tim secara terbuka mendukung ikut sertanya pasien dalam pertemuan tim mereka
30. Ketika keputusan keperawatan dibuat, pemimpin berusaha untuk membuat konsesus tentang proses yang direncanakan
31. Memiliki rasa saling memiliki antar kelompok
32. Anggota tim menentukan tenggang waktu untuk langkah-langkah dan penanda keberhasilan dalam hal perawatan pasien 33. Anggota tim bersama-sama setuju untuk
58
No Pernyataan S HS K HTP TP
perawatan pasien
34. Anggota tim mempertimbangkan pendekatan alternatif untuk mencapai tujuan bersama
35. Mendorong satu sama lain dan pasien serta keluarga mereka untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang kita masing-masing punyai dalam mengembangkan rencana perawatan
36. Fokus kerja sama tim secara konsisten adalah pasien
37. Bekerja dengan pasien dan kerabatnya dalam menyesuaikan rencana perawatan
Lampiran VII
Hasil Analisa Data Penelitian
Descriptive Frequency table Descriptive Statistics 85 1.47 .502 1 2 1.00 1.00 2.00 85 1.49 .503 1 2 1.00 1.00 2.00 RIPLS_Kategorik AITCS_Kategorik
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum 25th 50th (Median) 75th Perc entiles Statistics 85 85 0 0 78.06 154.79 77.00 155.00 76 185 7.433 23.731 55.246 563.169 .295 -.259 .261 .261 -.342 -.805 .517 .517 63 107 95 207 6635 13157 73.00 140.00 77.00 155.00 82.50 176.00 Valid Mis sing N Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum 25 50 75 Percentiles RIPLS AITCS
60 Umur 2 2.4 2.4 2.4 1 1.2 1.2 3.5 2 2.4 2.4 5.9 35 41.2 41.2 47.1 29 34.1 34.1 81.2 9 10.6 10.6 91.8 6 7.1 7.1 98.8 1 1.2 1.2 100.0 85 100.0 100.0 19 20 21 22 23 24 25 26 Total Valid
Frequency Perc ent Valid Percent
Cumulative Perc ent
Umur * RIPLS_Kategorik Crosstabulation 1 1 2 1.1 .9 2.0 50.0% 50.0% 100.0% 2.2% 2.5% 2.4% 1.2% 1.2% 2.4% 1 0 1 .5 .5 1.0 100.0% .0% 100.0% 2.2% .0% 1.2% 1.2% .0% 1.2% 2 0 2 1.1 .9 2.0 100.0% .0% 100.0% 4.4% .0% 2.4% 2.4% .0% 2.4% 16 19 35 18.5 16.5 35.0 45.7% 54.3% 100.0% 35.6% 47.5% 41.2% 18.8% 22.4% 41.2% 15 14 29 15.4 13.6 29.0 51.7% 48.3% 100.0% 33.3% 35.0% 34.1% 17.6% 16.5% 34.1% 6 3 9 4.8 4.2 9.0 66.7% 33.3% 100.0% 13.3% 7.5% 10.6% 7.1% 3.5% 10.6% 3 3 6 3.2 2.8 6.0 50.0% 50.0% 100.0% 6.7% 7.5% 7.1% 3.5% 3.5% 7.1% 1 0 1 .5 .5 1.0 100.0% .0% 100.0% 2.2% .0% 1.2% 1.2% .0% 1.2% 45 40 85 45.0 40.0 85.0 52.9% 47.1% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 52.9% 47.1% 100.0% Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Umur % within RIPLS_ Kategorik % of Total 19 20 21 22 23 24 25 26 Umur Total
Tidak Siap Siap
RIPLS_Kategorik
62
Umur * AITCS_Kategorik Crosstabulation
1 1 2 1.0 1.0 2.0 50.0% 50.0% 100.0% 2.3% 2.4% 2.4% 1.2% 1.2% 2.4% 1 0 1 .5 .5 1.0 100.0% .0% 100.0% 2.3% .0% 1.2% 1.2% .0% 1.2% 1 1 2 1.0 1.0 2.0 50.0% 50.0% 100.0% 2.3% 2.4% 2.4% 1.2% 1.2% 2.4% 15 20 35 17.7 17.3 35.0 42.9% 57.1% 100.0% 34.9% 47.6% 41.2% 17.6% 23.5% 41.2% 16 13 29 14.7 14.3 29.0 55.2% 44.8% 100.0% 37.2% 31.0% 34.1% 18.8% 15.3% 34.1% 5 4 9 4.6 4.4 9.0 55.6% 44.4% 100.0% 11.6% 9.5% 10.6% 5.9% 4.7% 10.6% 4 2 6 3.0 3.0 6.0 66.7% 33.3% 100.0% 9.3% 4.8% 7.1% 4.7% 2.4% 7.1% 0 1 1 .5 .5 1.0 .0% 100.0% 100.0% .0% 2.4% 1.2% .0% 1.2% 1.2% 43 42 85 43.0 42.0 85.0 50.6% 49.4% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 50.6% 49.4% 100.0% Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Umur % within AITCS_Kategorik % of Total 19 20 21 22 23 24 25 26 Umur Total
Tidak Mampu Mampu
AITCS_Kategorik
Jenis_Kelamin 27 31.8 31.8 31.8 58 68.2 68.2 100.0 85 100.0 100.0 Laki-laki Perempuan Total Valid
Frequency Perc ent Valid Percent
Cumulative Perc ent
Jenis_Kelamin * RIPLS_Kategorik Crosstabulation
14 13 27 14.3 12.7 27.0 51.9% 48.1% 100.0% 31.1% 32.5% 31.8% 16.5% 15.3% 31.8% 31 27 58 30.7 27.3 58.0 53.4% 46.6% 100.0% 68.9% 67.5% 68.2% 36.5% 31.8% 68.2% 45 40 85 45.0 40.0 85.0 52.9% 47.1% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 52.9% 47.1% 100.0% Count
Expec ted Count % within Jenis_Kelamin % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Jenis_Kelamin % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Jenis_Kelamin % within RIPLS_ Kategorik % of Total Laki-laki Perempuan Jenis_ Kelamin Total
Tidak Siap Siap
RIPLS_Kategorik
64
Jenis_Kelamin * AITCS_Kategorik Crosstabulation
13 14 27 13.7 13.3 27.0 48.1% 51.9% 100.0% 30.2% 33.3% 31.8% 15.3% 16.5% 31.8% 30 28 58 29.3 28.7 58.0 51.7% 48.3% 100.0% 69.8% 66.7% 68.2% 35.3% 32.9% 68.2% 43 42 85 43.0 42.0 85.0 50.6% 49.4% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 50.6% 49.4% 100.0% Count
Expec ted Count % within Jenis_Kelamin % within AITCS_Kategorik % of Total
Count
Expec ted Count % within Jenis_Kelamin % within AITCS_Kategorik % of Total
Count
Expec ted Count % within Jenis_Kelamin % within AITCS_Kategorik % of Total Laki-laki Perempuan Jenis_ Kelamin Total
Tidak Mampu Mampu
AITCS_Kategorik Total Program_Studi 3 3.5 3.5 3.5 18 21.2 21.2 24.7 10 11.8 11.8 36.5 54 63.5 63.5 100.0 85 100.0 100.0 Farmasi Pendidikan Dokter Pendidikan Dokter Gi Program Studi Ilmu K Total
Valid
Frequency Perc ent Valid Percent
Cumulative Perc ent
Program_Studi * RIPLS_Kategorik Crosstabulation 1 2 3 1.6 1.4 3.0 33.3% 66.7% 100.0% 2.2% 5.0% 3.5% 1.2% 2.4% 3.5% 10 8 18 9.5 8.5 18.0 55.6% 44.4% 100.0% 22.2% 20.0% 21.2% 11.8% 9.4% 21.2% 6 4 10 5.3 4.7 10.0 60.0% 40.0% 100.0% 13.3% 10.0% 11.8% 7.1% 4.7% 11.8% 28 26 54 28.6 25.4 54.0 51.9% 48.1% 100.0% 62.2% 65.0% 63.5% 32.9% 30.6% 63.5% 45 40 85 45.0 40.0 85.0 52.9% 47.1% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 52.9% 47.1% 100.0% Count
Expec ted Count % within Program_Studi % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Program_Studi % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Program_Studi % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Program_Studi % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Program_Studi % within RIPLS_ Kategorik % of Total Farmasi Pendidikan Dokter Pendidikan Dokter Gi
Program Studi Ilmu K Program_Studi
Total
Tidak Siap Siap
RIPLS_Kategorik
66
Program_Studi * AITCS_Kategorik Crosstabulation
1 2 3 1.5 1.5 3.0 33.3% 66.7% 100.0% 2.3% 4.8% 3.5% 1.2% 2.4% 3.5% 11 7 18 9.1 8.9 18.0 61.1% 38.9% 100.0% 25.6% 16.7% 21.2% 12.9% 8.2% 21.2% 5 5 10 5.1 4.9 10.0 50.0% 50.0% 100.0% 11.6% 11.9% 11.8% 5.9% 5.9% 11.8% 26 28 54 27.3 26.7 54.0 48.1% 51.9% 100.0% 60.5% 66.7% 63.5% 30.6% 32.9% 63.5% 43 42 85 43.0 42.0 85.0 50.6% 49.4% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 50.6% 49.4% 100.0% Count Expected Count % within Program_Studi % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Program_Studi % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Program_Studi % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Program_Studi % within AITCS_Kategorik % of Total Count Expected Count % within Program_Studi % within AITCS_Kategorik % of Total Farmasi Pendidikan Dokter Pendidikan Dokter Gi
Program Studi Ilmu K Program_Studi
Total
Tidak Mampu Mampu AITCS_Kategorik Total Angkatan 1 1.2 1.2 1.2 31 36.5 36.5 37.6 50 58.8 58.8 96.5 3 3.5 3.5 100.0 85 100.0 100.0 2008 2010 2011 2013 Total Valid
Frequency Perc ent Valid Percent
Cumulative Perc ent
Angkatan * RIPLS_Kategorik Crosstabulation 1 0 1 .5 .5 1.0 100.0% .0% 100.0% 2.2% .0% 1.2% 1.2% .0% 1.2% 18 13 31 16.4 14.6 31.0 58.1% 41.9% 100.0% 40.0% 32.5% 36.5% 21.2% 15.3% 36.5% 25 25 50 26.5 23.5 50.0 50.0% 50.0% 100.0% 55.6% 62.5% 58.8% 29.4% 29.4% 58.8% 1 2 3 1.6 1.4 3.0 33.3% 66.7% 100.0% 2.2% 5.0% 3.5% 1.2% 2.4% 3.5% 45 40 85 45.0 40.0 85.0 52.9% 47.1% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 52.9% 47.1% 100.0% Count
Expec ted Count % within Angkatan % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Angkatan % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Angkatan % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Angkatan % within RIPLS_ Kategorik % of Total Count
Expec ted Count % within Angkatan % within RIPLS_ Kategorik % of Total 2008 2010 2011 2013 Angkatan Total
Tidak Siap Siap
RIPLS_Kategorik
68
Angkatan * AITCS_Kategorik Crosstabulation
0 1 1 .5 .5 1.0 .0% 100.0% 100.0% .0% 2.4% 1.2% .0% 1.2% 1.2% 19 12 31 15.7 15.3 31.0 61.3% 38.7% 100.0% 44.2% 28.6% 36.5% 22.4% 14.1% 36.5% 23 27 50 25.3 24.7 50.0 46.0% 54.0% 100.0% 53.5% 64.3% 58.8% 27.1% 31.8% 58.8% 1 2 3 1.5 1.5 3.0 33.3% 66.7% 100.0% 2.3% 4.8% 3.5% 1.2% 2.4% 3.5% 43 42 85 43.0 42.0 85.0 50.6% 49.4% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 50.6% 49.4% 100.0% Count
Expec ted Count % within Angkatan % within AITCS_Kategorik % of Total
Count
Expec ted Count % within Angkatan % within AITCS_Kategorik % of Total
Count
Expec ted Count % within Angkatan % within AITCS_Kategorik % of Total
Count
Expec ted Count % within Angkatan % within AITCS_Kategorik % of Total
Count
Expec ted Count % within Angkatan % within AITCS_Kategorik % of Total 2008 2010 2011 2013 Angkatan Total
Tidak Mampu Mampu
AITCS_Kategorik Total Statistics 85 85 85 85 85 85 0 0 0 0 0 0 22.69 2010.67 1.47 1.49 23.00 2011.00 1.00 1.00 22 2011 1 1 1.185 .714 .502 .503 1.405 .509 .252 .253 -.082 .379 .120 .024 .261 .261 .261 .261 1.844 4.091 -2.034 -2.048 .517 .517 .517 .517 19 2008 1 1 26 2013 2 2 1929 170907 125 127 22.00 2010.00 1.00 1.00 23.00 2011.00 1.00 1.00 23.00 2011.00 2.00 2.00 Valid Mis sing N Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum 25 50 75 Perc entiles Umur Jenis_ Kelamin Program_ Studi Angkatan RIPLS_ Kategorik AITCS_ Kategorik
RIPLS_Kategorik 45 52.9 52.9 52.9 40 47.1 47.1 100.0 85 100.0 100.0 Tidak Siap Siap Total Valid
Frequency Perc ent Valid Percent
Cumulative Perc ent AITCS_Kategorik 43 50.6 50.6 50.6 42 49.4 49.4 100.0 85 100.0 100.0 Tidak Mampu Mampu Total Valid
Frequency Perc ent Valid Percent
Cumulative Perc ent
KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN KESIAPAN DALAM INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DENGAN KEMAMPUAN SHARED-DECISION MAKING (SDM)
PADA MAHASISWA PROFESI FKIK UMY
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh
Derajat Sarjana Ilmu Keperawatan pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Disusun oleh : IZMI IKA FITRIYANI
20120320131
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2016
iii
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Izmi Ika Fitriyani
NIM : 20120320131
Program Studi : Ilmu Keperawatan
Fakultas : Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY
Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa Karya Tulis Ilmiah yang penulis tulis ini benar-benar merupakan hasil karya penulis sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka dibagian akhir Karya Tulis Ilmiah ini.
Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan Karya Tulis Ilmiah ini hasil jiplakan, maka penulis bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Yogyakarta, Juni 2016 Yang membuat pernyataan,
iv
dalam syukur yang tiada terkira, terimakasihku untukmu. Kupersembahkan sebuah karya kecil ini untuk ayah dan mama tercinta, yang tiada henti memberi semangat, doa, dorongan, nasehat dan kasih sayang serta pengorbanan yang tak tergantikan hingga aku selalu kuat menjalani setiap rintangan yang ada didepanku.
Untuk adik-adik tersayang makasih atas segala dukungan semangat dan doanya, sekarang giliran kalian yang harus semangat kejar cita-citanya. Kebayangkan gimana bahagianya big-bos kita dirumah kalo liat semua anaknya sukses.
Untuk sahabat terkasih : shalihah keceku, keluarga besar kontrakan nyonya menir, geng jomblo, anak bimbingan pak afandi dan teman-teman PSIK 12 yang telah mengajarkanku banyak hal. Kalian bukan hanya menjadi teman tapi kalian adalah keluargaku.
v
KATA PENGANTAR Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah ini. Sholawat dan salam tak lupa penulis curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.