BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang memerlukan perbaikan dan pengembangan dalam penelitian-penelitian berikutnya. Keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini adalah :
1. sampel dalam penelitian ini dibatasi pada kabupaten/ kota tertentu, yaitu 17 pemerintahan kabupaten/ kota di Propinsi Sumatera Utara, karena belum semua pemerintahan kabupaten dan kota menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah (LKPD). Hal ini menyebabkan hasil penelitian hanya
berlaku untuk pemerintahan kabupaten/kota yang menjadi sampel penelitian, belum lagi kabupaten dan kota yang baru terbentuk pada periode penelitian. 2. penelitian hanya mengambil dua variabel independen sehingga hasil penelitian
ini belum dapat menjelaskan semua variabel yang mempengaruhi upaya pajak daerah,
3. tahun penelitian hanya terbatas pada 3 (tiga) tahun saja, yaitu periode 2005-2007.
C. Saran
1. Penelitian selanjutnya disarankan agar lebih memperbanyak kabupaten/ kota yang akan diuji, sehingga akan diperoleh sampel yang banyak dan hasil yang lebih akurat.
2. Peneliti menyarankan untuk mengambil jangka waktu yang lebih lama untuk diteliti.
3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar lebih banyak menggunakan variabel independen dalam penelitian.
4. Saran yang diberikan terkait dengan hasil analisis berkisar pada masalah pengalokaian Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus masing-masing pemerintahan kabupaten/kota di Sumatera Utara. Penggunaan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus diharapkan dipergunakan pada hal-hal yang produktif seperti peningkatan pelayanan publik melalui pembangunan dan investasi. Pengalokasian dana alokasi umum pada ha-hal yang produktif dapat meningkatkan penerimaan dari sisi pendapatan asli daerah. Pemerintah jangan
sepenuhnya bergantung terhadap tarnsfer pemerintah pusat, tetapi harus lebih mandiri melalui peningkatan PAD. Dana alokasi umum tidak lagi menjadi sumber utama biaya operasionall daerah tetapi dapat diarahkan pada pelayanan publik. Semakin besarnya kontribusi penerimaan yang dalam hal ini penerimaan dari sektor Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus, maka tingkat kemampuan daerah untuk memenuhi kebutuhan daerahnya yang bersumber dari dua faktor ini akan semakin tinggi.
77 Pajak Daerah pada Pemerintahan Kabupaten/Kota se-Jawa.
Bastian, Indra 2001. Akuntansi Sektor Publik di Indonesia, Pusat Pengembangan Akuntansi FE Universitas Gajah Mada, Yagyakarta.
______, Indra 2006. Sistem Akuntansi Sektor Publik, Edisi 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Erlina dan Srimulyani, 2007. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Cetakan Pertama, USU Press, Medan.
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2004. Buku Petunjuk Teknis Penulisan Proposal Penelitian dan Penuluisan Skripsi.
Medan.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi Ketiga , Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Hadi, Syamsul, 2006. Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Akuntansi & Keuangan, Cetakan Pertama, Ekonisia, Yogyakarta.
Halim, Abdul, 2004. Akuntansi Keuangan Daearah, Edisi Revisi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Kuncoro, Mudrajad, 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah : Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Mardiasmo, 2002. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Mardiasmo, 2002. Akuntasnsi Sektor Publik, Penerbit Andi, Yogyakarta
Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, Kabupaten dan Kota di Propinsi Sumatera Utara, 2008,
Prakoso, Bambang Kesit, 2003. Pajak dan Retribusi Daerah, Cetakan Pertama UUI Press, Yogyakarta
Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
---, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.
---, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
---, Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
---, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.
---, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Penerimaan Daerah.
---, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Renyowijoyo, Muindro, 2008. Akuntansi Sektor Publik Organisasi Non Laba, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
Santoso, Singgih, 2002. Buku latihan SPSS Statistik Parametrik, Elex Media Computindo, Jakarta.
Saragih, Juli Panglima, 2003. Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah Dalam Otonomi, Cetakan Pertama, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Setiaji, Wirawan dan Priyo Hari Adi. 2007. Peta Kemampuan Keuangan Daerah
Sesudah Otonomi Daerah : Apakah Mengalami Pergeseran?. Simposium
Nasional Akuntansi X. Makassar.
Siahaan, Marihot P, 2005. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Edisi 1, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Shamsub, Hannarong., Joseph B Akoto. 2004. State and Local Fiscal Structures and Fiscal Stress. Journal of Public Budgeting, Accounting and Financial Management, Vol 16, No 1 Hal: 40-61.
Siagian, Monika, 2008. ”Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Lain-lain yang Dianggap Sah Terhadap
Belanja Pemerintah Daerah: Studi Kasus Kabupaten/Kota di Propinsi
Sumatera Utara”, Skripsi Akuntansi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Sugiyono, 2004. Metode Penelitian Bisnis, Penerbit CV Alvabeta, Bandung Susilo, Gideon Tri Budi dan Priyo Hari Adi. 2007. Analisis Kinerja Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Sebelum dan Sesudah Otonomi
Umar, Husein, 2003. Metode Riset Akuntansi Terapan, Cetakan Kedua, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Lampiran i Data Variabel Penelitian tahun 2005
(dalam Rp. 000)
No Kabupaten Kota DAU DAK UP
1 Kab. Asahan 292,231,000 4,140,621 0.1069719
2 Kab. Dairi 138,511,000 10,792,285 0.92324866
3 Kab.Deli Serdang 330,429,000 4,190,353 1.00900189
4 Kab. Humbang Hasundutan 83,580,000 14,926,835 5.30807082
5 Kab. Labuhan Batu 286,548,000 4,000,000 1
6 Kab. Pakpak Barat 43,399,000 8,520,000 2.22781113
7 Kab. Serdang Bedagai 188,714,000 8,000,000 0.92196446 8 Kab. Tapanuli Selatan 265,560,000 14,568,000 0.90200244 9 Kab.Tapanuli Tengah 153,475,000 12,571,380 1
10 Kab.Tapanuli Utara 149,607,000 13,862,879 1
11 Kab.Toba Samosir 108,378,000 11,610,000 0.78338476
12 Kota Medan 426,570,000 4,000,000 0.90764935
13 Kota Pematang Siantar 149,682,000 8,548,900 1.00000007 14 Kota Padang Sidimpuan 128,044,000 7,270,000 0.86428413
15 Kota Sibolga 101,569,000 7,230,000 1
16 Kota Tanjung Balai 106,177,000 6,880,000 0.9758541 17 Kota Tebing Tinggi 114,200,000 7,420,000 0.92783393
Lampiran ii Data Variabel Penelitian tahun 2006
(dalam Rp. 000)
No Kabupaten Kota DAU DAK UP
1 Kab. Asahan 493,236,000 34,698,859 1.160393187
2 Kab. Dairi 272,430,000 30,634,855 0.948871065
3 Kab.Deli Serdang 673,495,000 30,280,000 0.899708239 4 Kab. Humbang Hasundutan 199,863,000 25,495,335 1.148233338 5 Kab. Labuhan Batu 471,211,000 32,120,000 1.15514153 6 Kab. Pakpak Barat 127,756,000 28,840,000 2.318682103 7 Kab. Serdang Bedagai 303,501,000 32,378,383 0.716681901 8 Kab. Tapanuli Selatan 455,036,000 42,595,942 0.867364634 s9 Kab.Tapanuli Tengah 226,435,000 25,398,519 1.166175513 10 Kab.Tapanuli Utara 286,227,000 28,482,500 0.719533 11 Kab.Toba Samosir 210,442,000 26,656,527 1.005644016
12 Kota Medan 574,568,000 20,480,000 0.948121543
13 Kota Pematang Siantar 251,255,000 16,620,000 0.8209968 14 Kota Padang Sidimpuan 200,749,000 7,262,135 0.795519388
15 Kota Sibolga 163,020,000 9,000,000 1.028520265
16 Kota Tanjung Balai 174,380,000 16,910,000 0.88768851 17 Kota Tebing Tinggi 179,085,000 15,170,000 1.163090622
Lampiran iii Data Variabel Penelitian tahun 2007
(dalam Rp. 000)
No Kabupaten Kota DAU DAK UP
1 Kab. Asahan 546,637,000 47,598,500 1.23079
2 Kab. Dairi 304,080,000 46,832,000 1.24791
3 Kab.Deli Serdang 708,480,000 57,249,427 0.92597
4 Kab. Humbang Hasundutan 234,493,000 32,178,100 1.26912
5 Kab. Labuhan Batu 536,778,000 11,469,775 0.92918
6 Kab. Pakpak Barat 145,900,000 34,188,800 1.6581
7 Kab. Serdang Bedagai 344,516,000 39,038,000 0.47315 8 Kab. Tapanuli Selatan 501,085,000 67,893,565 0.67346 9 Kab.Tapanuli Tengah 259,019,000 38,995,500 1.01476 10 Kab.Tapanuli Utara 320,942,000 45,213,000 1.2317
11 Kab.Toba Samosir 239,982,000 54,552,000 0.79501
12 Kota Medan 748,707,000 8,514,000 0.96362
13 Kota Pematang Siantar 278,407,000 25,278,000 0.84532 14 Kota Padang Sidimpuan 255,865,000 25,566,000 0.85434
15 Kota Sibolga 184,634,000 26,739,000 1.15455
16 Kota Tanjung Balai 197,642,000 16,243,500 1.01638 17 Kota Tebing Tinggi 200,708,000 24,474,000 1.2429
Lampiran iv Data Anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2005-2007
(dalam Rp. 000) No Kabupaten/ Kota Anggaran
PAD Anggaran PAD Anggaran PAD 1 Kab. Asahan 21,500,982 25,115,194 25,211,574 2 Kab. Dairi 5,678,963 8,481,049 7,042,407 3 Kab.Deli Serdang 58,618,127 69,246,725 82,828,517
4 Kab. Humbang Hasundutan 581,626 5,515,318 5,969,675
5 Kab. Labuhan Batu 25,454,818 33,741,681 39,573,893
6 Kab. Pakpak Barat 616,300 1,289,084 2,238,160
7 Kab. Serdang Bedagai 13,988,523 18,241,313 21,716,000 8 Kab. Tapanuli Selatan 8,367,545 21,106,324 32,300,298
9 Kab.Tapanuli Tengah 5,697,235 7,373,114 10,390,779
10 Kab.Tapanuli Utara 6,954,793 9,665,704 7,890,052
11 Kab.Toba Samosir 10,999,734 13,511,833 8,841,454
12 Kota Medan 310,944,740 329,981,270 324,263,785
13 Kota Pematang Siantar 14,923,314 18,464,651 22,227,827 14 Kota Padang Sidimpuan 5,417,200 9,128,797 10,581,000
15 Kota Sibolga 6,057,446 7,614,270 7,381,208
16 Kota Tanjung Balai 9,811,480 11,625,400 11,509,444 17 Kota Tebing Tinggi 7,384,121 11,508,945 12,274,543
Lampiran v Data Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2005-2007
(dalam Rp. 000) No Kabupaten/ Kota Realisasi PAD Realisasi PAD Realisasi PAD 1 Kab. Asahan 23,100,001 29,143,500 31,030,123 2 Kab. Dairi 5,243,095 8,047,422 8,788,285 3 Kab.Deli Serdang 59,145,801 62,301,849 76,696,878
4 Kab. Humbang Hasundutan 3,087,312 6,332,872 7,576,209
5 Kab. Labuhan Batu 25,454,818 38,976,417 36,771,409
6 Kab. Pakpak Barat 1,373,000 2,988,976 3,970,484
7 Kab. Serdang Bedagai 12,896,921 13,073,219 10,275,010 8 Kab. Tapanuli Selatan 7,547,546 18,389,383 21,752,835
9 Kab.Tapanuli Tengah 5,697,235 8,598,345 10,390,779
10 Kab.Tapanuli Utara 6,954,793 9,665,704 9,718,210
11 Kab.Toba Samosir 8,617,024 13,588,094 7,268,449
12 Kota Medan 282,228,312 312,862,351 324,263,785
13 Kota Pematang Siantar 14,923,315 16,207,940 19,859,393 14 Kota Padang Sidimpuan 4,682,000 7,262,135 9,039,773
15 Kota Sibolga 6,057,446 7,831,431 7,381,208
16 Kota Tanjung Balai 9,574,573 10,319,734 11,698,025 17 Kota Tebing Tinggi 6,851,238 13,385,946 10,312,323
Lampiran vi
Statistik Deskriptif Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Statistik Deskriptif
Statistik Deskriptif Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural
Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation LN_DAU 51 17.59 20.43 19.2869 .59488 LN_DAK 51 15.20 18.03 16.6940 .76824 LN_UP 51 -2.24 1.67 -.0131 .47042 Valid N (listwise) 51
Descriptive Statistic
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DAU 51 43399000 748707000 281122313.73 168176919.220 DAK 51 4000000 67893565 23011323.04 15589880.398 UP 51 .1069719 5.3080708 1.100680530 .6904119284 Valid N
Lampiran vii Hasil Uji Normalitas
a) Sebelum Transformasi Dengan Logaritma Natural
Normal Probability Plot
Nonparametric test Kolmogorov Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 51
Normal Parametersa Mean .0000000 Std. Deviation .66413611 Most Extreme Differences Absolute .222
Positive .222
Negative -.198
Kolmogorov-Smirnov Z 1.582
Asymp. Sig. (2-tailed) .013
b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural
Grafik Histogram
Nonparametric test Kolmogorov Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 51
Normal Parametersa Mean .0000000 Std. Deviation .41675698 Most Extreme Differences Absolute .170
Positive .094
Negative -.170
Kolmogorov-Smirnov Z 1.213
Asymp. Sig. (2-tailed) .106
Lampiran viii Hasil Uji Multikolinearitas
a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 1.359 .204 6.673 .000
DAU -1.220E-9 .000 -.297 -1.947 .057 .827 1.209 DAK 3.693E-9 .000 .083 .546 .587 .827 1.209
b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF (Constant) 3.662 2.050 1.787 .080
LN_DAU -.369 .109 -.467 -3.393 .001 .862 1.160 LN_DAK .207 .084 .338 2.451 .018 .862 1.160 a. Dependent Variable: LN_UP
Lampiran ix
Hasil Uji Heteroskedastisitas
a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Uji Glejser Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std.
Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) .533 .169 3.145 .003 DAU -6.506E-10 .000 -.194 -1.248 .218 .827 1.209 DAK -5.067E-11 .000 -.001 -.009 .993 .827 1.209 a. Dependent Variable: absut
b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Uji Glejser Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) .635 1.531 .415 .680
LN_DAU .073 .081 .135 .894 .376 .862 1.160 LN_DAK -.106 .063 -.255 -1.687 .098 .862 1.160 a. Dependent Variable: ABS
Lampiran x
Hasil Uji Autokorelasi
a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of
the Estimate Durbin-Watson 1 .273a .075 .036 .6778310774 1.929
a. Predictors: (Constant), DAK, DAU b. Dependent Variable: UP
b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of
the Estimate Durbin-Watson 1 .464a .215 .182 .42535 1.328
a. Predictors: (Constant), LN_DAK, LN_DAU b. Dependent Variable: LN_UP
Lampiran xi
Model regresi
a) Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleranc e VIF 1 (Constant) 1.359 .204 6.673 .000 DAU -1.220E-9 .000 -.297 -1.947 .057 .827 1.209 DAK 3.693E-9 .000 .083 .546 .587 .827 1.209 a. Dependent Variable: UP
b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 3.662 2.050 1.787 .080
LN_DAU -.369 .109 -.467 -3.393 .001 .862 1.160 LN_DAK .207 .084 .338 2.451 .018 .862 1.160
Lampiran xii
Hasil Uji Hipotesis (Uji t)
a. Sebelum Transformasi dengan Logaritma natural Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleranc e VIF 1 (Constant) 1.359 .204 6.673 .000 DAU -1.220E-9 .000 -.297 -1.947 .057 .827 1.209 DAK 3.693E-9 .000 .083 .546 .587 .827 1.209 a. Dependent Variable: UP
b) Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Uji t (t test) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constan
t) 3.662 2.050 1.787 .080
LN_DAU -.369 .109 -.467 -3.393 .001 .862 1.160 LN_DAK .207 .084 .338 2.451 .018 .862 1.160 a. Dependent Variable: LN_UP
Hasil Uji Hipotesis (Uji F)
a. Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1.780 2 .890 1.937 .155a
Residual 22.054 48 .459 Total 23.833 50
a. Predictors: (Constant), DAK, DAU b. Dependent Variable: UP
b. Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural ANOVAb
Model
Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2.381 2 1.190 6.579 .003a
Residual 8.684 48 .181
Total 11.065 50 a. Predictors: (Constant), LN_DAK, LN_DAU b. Dependent Variable: LN_UP