• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN PENELITIAN

A. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini dalam proses pengambilan data yang direncanakan 4 hari menjadi 8 hari karena kondisi ruang rawat inap yang tidak memungkinkan responden untuk mengisi dengan cepat kuesioner yang diberikan, proses pengolahan data dari mulai coding sampai ke statistik yang kurang lancar.

B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Analisa Univariat

a. Gambaran Karakteristik Usia Perawat

Berdasarkan analisa statistik menunjukan dari 40 responden yang berusia 20-30 tahun ada 24 orang (60%), usia 31-41 tahun ada 14 orang (35%) dan yang berusia > 40 tahun ada 2 orang (5%).

b. Gambaran Karakteristik Jenis Kelamin Perawat

Berdasarkan analisa statistik menunjukan dari 40 responden yang berjenis kelamin laki-laki ada 1 orang (2.5%) dan perempuan ada 39 orang (97.5%).

53 Berdasarkan analisa statistik menunjukan dari 40 responden yang berpendidikan D3 Keperawatan ada 28 orang (70%) dan yang berpendidikan S1 Keperawatan ada 12 orang (30%).

d. Gambaran Karakteristik Masa Kerja Perawat

Berdasarkan analisa statistik meujukan dari 40 responden masa kerja 0-5 tahun ada 26 orang (65%), masa kerja > 5-10 tahun ada 11 orang (27.5%),masa kerja > 10-15 tahun 1 orang (2.5%) dan masa kerja > 15 tahun 2 orang (5%).

e. Gambaran Karakteristik Pengetahuan perawat

Berdasarkan analisa statistik menunjukan 40 responden yang pengatahuan kurang ada 23 orang ( 57.5%), berpengetahuan cukup ada 12 orang (30%) dan berpengetahuan baik ada 5 orang ( 12.5%). 2. Analisa Bivariat

a. Hubungan Usia dengan kelengkapan pendokumentasian Askep Diabetes Mellitus di RS X Cikarang

Berdasarkan analisa statistk menunjukan 40 responden

kelengkapan pendokumentasian Askep diperoleh angka

kelengkapan pendokumentasian pada usia 20-30 th ada 7 (47%),usia 31-34 tahun ada 7 (47%) ,usia >40 tahun ada 1 (6%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai P Value = 0.467 dengan demikian H0 di tolak maka tidak terdapat hubungan signifikan antara usia perawat dengan kelengkapan Askep DM di RS X Cikarang.

54 Berdasarkan uji statistik diperoleh P value = 0,25 tidak ada hubungan antara usia dengan kualitas pendokumentsian proses asuhan keperawatan.(Retyaningsih,2013)

Menurut pendapat peneliti, tidak adanya hubungan antara usia dengan pendokumentasian Asuhan Keperawatan kemungkinan disebabkan oleh aspek psikologi dimana semakin lanjut usia maka

semakin meningkat kematangan dan kedewasaan dalam

menyelesaikan pekerjaan dan lebih bertanggung jawab dan lebih teliti. Namun usia responden yang mayoritas dewasa muda ini akan mempengaruhi dalam proses pengambilan suatu keputusan mereka cenderung cepat terpengaruhi oleh pendapat orang lain. Usia ini masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam bersikap, disiplin dalam bekerja serta perlu ditanamkan rasa tanggung jawab sehingga bisa lebih maksimal. Peran responden yang berusia dewasa menengah sangat diharapkan dalam melaksanakan tugas pemberian Asuhan Keperawatan sebagai tim sehingga mampu memberikan arahan yang baik bagi mereka.

b. Hubungan Jenis Kelamin dengan Pendokumentasian Askep Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit – X Cikarang

Berdasarkan analisa statistik menunjukan 40 responden kelengkapan pendokumentasian Askep diperoleh jenis kelamin perawat dengan diperoleh angka jenis kelamin laki-laki tidak ada, perempuan 15 (1 00%) Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value =

55 1 ,dengan demikian H0 gagal di tolak maka dapat disimpulkan artinya tidak dapat hubungan signifikan antara jenis kelamin perawat dengan kelengkapan Askep DM.

Hasil uji statistik diperoleh P value = 0,659 tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas pendokumentasian .(Retyaningsih,2013)

Menurut pendapat peneliti Jenis kelamin tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan pendokumentasian oleh karena perawat laki-laki dan perempuan mempunyai kewajiban yang sama dalam melakukan pelaksaaan pendokumentasian.

c. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pendokumentasian Askep Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit – X Cikarang

Berdasarkan analisa statistik menunjukan 40 responden kelengkapan pendokumentasian Askep diperoleh tingkat pendidikan perawat dengan kelengkapan pendokumentasian Askep Diabetes Mellitus di RS X Cikarang diperoleh angka kelengkapan pendokumentasian pada perawat yang berpendidikan D3 ada 6 orang (40),S1 ada 9 0rang (60%). Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value = 0.03 dengan demikian H0 diterima dapat disimpulkan artinya terdapatt hubungan signifikan antara tingkat pendidikan perawat dengan kelengkapan Askep DM. Menurut peneliti tingkat pendidikan individu yang tinggi akan berpengaruh pada pola pikir individu ( Critical thingking) dalam

56 menyusun suatu rencana asuhan keperawatan yang berkualitas pada pasien.

d. Hubungan Masa Kerja Perawat dengan Pendokumentasian Askep Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit – X Cikarang

Berdasarkan analisa statistik menunjukan 40 responden kelengkapan pendokumentasian Askep diperoleh masa kerja 0-5 tahun tidak ada, > 5-10 tahun 12 orang (80%), masa kerja > 10-15 tahun 2 orang (13%), masa kerja > 15 tahun (7%) Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value = 0.02 dengan demikian H0 diterima maka dapat disimpulkan artinya terdapat hubungan signifikan antara masa kerja perawat dengan kelengkapan Askep DM. dari penelitian terkait tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelengkapan pendokumentasian Askep.

Menurut peneliti masa kerja 0-5 tahun merupakan awal masuk gerbang dunia kerja, dimana perawat melakukan adaptasi dengan pekerjaannya. Dalam tahap ini ada yang mampu beradaptasi ada juga yang tidak, yang mampu beradaptasi akan mudah mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh rumah sakit.

e. Hubungan Pengetahuan dengan Pendokumentasian Askep Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit – X Cikarang

Berdasarkan analisa statistik menunjukan 40 responden kelengkapan pendokumentasian Askep diperoleh pengetahuan kuraidak ada, berpengetahuan cukup 10 orang (67%),

57 berpengetahuan baik 5 orang (33%). Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value = 0.000 dengan demikian H0 diterima maka dapat disimpulkan artinya terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan kelengkapan Askep DM.

Hal ini senada dengan pendapat dari Sugiyati ( 2014) yang meneliti “ Hubungan Pengetahuan Perawat Dalam Dokumentasi Keperawatan Dengan Pelaksanaan di Rawat Inap RSI Kendal” yang menyatakan bahwa Ada hubungan yang signifikan anatar pengetahuan perawat dalam dokumentasi keperawatan dengan pelaksanaannya, P Value = 0,000

Menurut pendapat peneliti, pengetahuan tentang pendokumentasian Asuhan Keperawatan yang baik pada responden yang lama sehingga responden mendapat banyak pengalaman dan juga latar belakang pendidikan sarjana atau Ners yang di miliki oleh beberapa responden. Tingkat pendidikan individu yang tinggiakan berpengaruh pada pola pikir individu ( Critical thingking) dalam menyusun suatu rencana asuhan keperawatan yang berkualitas pada pasien.Walaupun demikian ada pula beberapa responden yang memiliki pengetahuan tentang pendokumentasian. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kebiasaan responden yang cenderung pasif dalam mencari informasi terbaru sehingga dalam pelaksanaannya belum kosisten dengan standar yang sudah ada.

58 BAB VII

Dokumen terkait